Share

Tamu VIP

Author: Ceeri
last update publish date: 2024-01-21 21:48:20

Begitu hebat dampak keberadaan Jihan Pitaloka bagi seorang Juna Janendra. Ketika sepanjang usianya tiada pernah menginjakkan kaki ke pagelaran busana demikian, kali pertama dia lakukan demi si gadis manis. Duduk di barisan VIP, dia akan dapat menyaksikan langsung lenggak-lenggok para model di atas cat walk. Sikap tenangnya berlawanan dengan kegugupan yang coba dia tutupi. Memangku sebelah kaki dan berpura-pura sibuk pada gawai di genggaman, tegasnya suara MC yang dilantangkan mikrofon sedikit m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Ruang berisikan Juna Janendra

    Malam ini, sulit bagi Jihan untuk memejamkan matanya. Langit di balik jendela telah lama larut dalam pekatnya malam, namun riuh di dalam kepalanya menolak untuk diredam. Di bawah temaram lampu tidur, dia berbaring seraya mengamati langit-langit kamar, membiarkan ingatannya memutar ulang setiap detail kecil tentang pria yang belakangan ini menyita seluruh dunianya.Juna Janendra.Nama itu kini bukan lagi sekadar nama yang melintas di sela kesibukan. Nama itu telah menetap dan mengisi ruang-ruang kosong yang dahulu dia pikir mungkin akan dibiarkan sepi tanpa dia merasa keberatan. Jihan akhirnya berhenti berdebat dengan egonya sendiri. Logikanya menyerah. Dia memang telah jatuh cinta pada Juna. Dia bukan sekadar terpikat oleh karisma, maupun rasa nyaman sesaat. Perasaan tersebut berkembang alami, mengalir halus melalui pembuluh darahnya hingga kehadiran Juna menjelma menjadi bagian penting dari keseharian dia. Hari-harinya mendadak memiliki ketukan

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Makan malam bertiga bag.2

    Ruangan dipenuhi suara riang. Tapi bagi Daniel, suara itu laun-laun teredam, tergantikan oleh memberatnya detak jantungnya sendiri. Dia putuskan menjadi pendengar, memperhatikan detail demi detail menyakitkan. Juna tampak jauh berbeda dibanding beberapa bulan silam saat masih terikat dalam dinginnya pernikahan formal dengan putri Siska Admaji. Di sini, di depan Jihan, tawa Juna lepas. Tatapan matanya hidup, penuh dengan binar protektif yang belum pernah Daniel lihat semula. Setiap beberapa detik, mata Juna akan melirik Jihan, memastikan gadis itu makan dengan baik, memastikannya tidak tersedak--segalanya demi membuat gadis itu gembira. Sebaliknya, pertahanan yang dahulu selalu Jihan bangun di depan pria kaya seperti Juna, kini runtuh total. Dia memotong kalimat Juna tanpa sungkan. Menggoda balik tanpa takut menyinggung ego sang direktur. Menepis pelan tangan Juna saat pria itu mencoba membersihkan noda saus di sudut bibirnya—bentuk gelagat penolakan yang justru t

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Makan malam bertiga

    "Kau yakin Daniel sempat datang?"Juna memarkir mobilnya di depan sebuah rumah makan yang berdiri di sudut jalan. Jihan mengangguk, jemarinya masih sibuk merapikan tas kainnya. "Tadi Kak Daniel yang mengusulkan tempat ini. Katanya dia sudah di jalan.""Berarti aku tidak terlambat." Juna mematikan mesin, lalu berbalik menatap Jihan dengan senyum menggoda yang akhir-akhir ini sering dia tunjukkan. "Bagaimana? Reputasiku aman?""Mustahil," sahut Jihan spontan, bibirnya mencebik lucu. "Direktur utama paling anti telat. Ini pasti mukjizat."Juna tertawa kecil, suara tawanya berat dan terdengar begitu lepas di dalam kabin mobil yang sempit. "Rupanya citraku mulai membaik di matamu.""Sedikit aja." Jihan membuka pintu mobil terlebih dahulu."Hanya sedikit?" Juna menyusul di sampingnya, sengaja memperlambat langkah agar sejajar dengan gadis itu."Jangan cepat puas, Direktur." Jihan meliriknya sekilas, ada kilat jenaka

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Mata yang mengawasi

    Siska Admaji menatap ulang banyak lembar foto yang terhampar di atas meja kerjanya. Seluruhnya menampilkan perempuan yang sama, yaitu Jihan Pitaloka. Ada gambar ketika gadis itu keluar dari kampus. Saat membantu Paman Beno menutup kafe. Ketika berjalan menuju halte sambil membawa map berisi berkas. Tidak satu pun memperlihatkan sesuatu yang pantas dipermasalahkan, bahkan walau berkali-kali sudah dia melihatnya. Alhasil, kegelisahan semakin nyata menyerang ketenangannya. "Mustahil." Dia melempar foto terakhir ke atas meja. "Kalau gadis ini biasa aja, kenapa Juna berubah?" Beberapa bulan terakhir, menantunya sungguh sulit ditebak. Dia sengaja pulang larut agar menghindari pertemuan mereka. Nada bicaranya tetap sopan memang, tetapi membangun jarak yang lebar. Tatapan matanya juga kehilangan kehangatan yang dahulu diberikan kepada Nayla. Siska menyadari ada seseorang yang perlahan mengambil perhatian Juna. Dan d

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Sammy Satya Dharma: Bergerak diam-diam

    Sebuah sedan hitam berhenti tidak jauh dari kontrakan Jihan di pagi ini. Pria yang duduk di balik kemudi tidak segera turun. Sorot matanya tertuju pada bangunan sederhana bercat krem yang sejak beberapa hari terakhir masuk ke dalam daftar pengamatannya.Sammy Satya Dharma meraih sebuah map tipis. Di dalamnya hanya terdapat beberapa lembar informasi. Jihan Pitaloka; Usia. Riwayat pendidikan. Pekerjaan sebagai penyanyi kafe. Yatim piatu. Diasuh oleh Daniel Wilman sejak bertahun-tahun silam.Nihil catatan buruk. Tak ada pula sesuatu yang mencurigakan. Namun, Sammy tidak pernah mengambil keputusan hanya berdasarkan selembar berkas. Dia memilih melihatnya langsung, memastikan dengan mata kepalanya sendiri. Hidup Juna telah terlalu banyak dikelilingi orang-orang yang piawai mengenakan topeng. Dan dia enggan kesalahan serupa kembali terulang.Sammy berjalan santai menuju warung kecil di ujung gang, "Permisi..."Pemilik warung menoleh, "Mau cari siapa?"

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Dia yang kini dirindukan

    Pukul delapan pagi, ruang rapat utama telah dipenuhi jajaran direksi. Agenda di hari ini dipastikan padat. Laporan keuangan triwulan. Evaluasi proyek. Pertemuan bersama investor. Disusul pembahasan ekspansi perusahaan yang sempat tertunda beberapa bulan terakhir.Belum satu rapat usai, agenda berikutnya telah menunggu. Kenny Nathanael menaruh setumpuk map di hadapan Juna, "Setelah ini ada pertemuan dengan tim hukum."Juna mengusap pelipisnya, "Masalah perceraian?"Kenny mengangguk lamban, cukup hati-hati dalam menanggapi ulang masalah sensitif demikian. "Pengacara Tommy kembali menyampaikan hal yang sama."Spontan puka Juna menarik napas panjang, merasakan gerah setelah mendengar kabar barusan. Dia sudah mengetahui isi pembicaraan itu sebelum rapat dimulai. Proses hukum belum dapat bergerak sesuai harapan. Kehamilan masih Nayla menjadi pertimbangan utama. Artinya, seluruh keputusan besar harus menunggu hingga persalinan selesai.Waktu ter

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Keputusan Jihan untuk jujur

    Situasi yang semula terasa damai serta menyenangkan mendadak kaku. Si gadis manis bimbang apakah patut mengutarakan rasa penasaran yang sudah tertahan di ujung lidahnya. Dia sekadar duduk diam di kursi di samping Amelia, menanti temannya ini memulai percakapan mereka. Sedang, Juna Janendra menyingki

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Ada luka di samping kegembiraan mereka

    Semua kenangan itu seakan baru terjadi kemarin sore. Jihan Pitaloka kembali menyadari perasaan mendalam terhadap Dave Hardinata pernah ada di beberapa tahun silam dan dia benar-benar menikmatinya sebagai sesuatu ketertarikan emosional untuk lawan jenis. Bermula ketika dia baru menduduki bangku SMA.

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Perasaan Jihan remaja yang sesungguhnya, cinta untuk Dave Hardinata bagian VI

    Radit kehilangan suara ketika dihadapkan dengan masalah pelik tak disangka-sangka seperti ini. Yang dapat dia lakukan hanya terdiam sambil logikanya menganalisa di dalam dugaan. Gerak kaki lebih terburu-buru daripada jalan santai yang kerap dia lakukan. Bersisian dengan Bastian yang betah pula mengo

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Perasaan Jihan remaja yang sesungguhnya, cinta untuk Dave Hardinata bagian V

    Sekotak es kubus baru saja diambil dari dalam freezer, Dave Hardinata memasukkannya ke wadah berisi air bersih. Dia melenggang ke ruang TV di mana Bastian dan Radit sudah duduk di sana, menyantap ayam goreng krispi yang mereka pesan lewat daring. "Si pengecut itu, aku jadi menyesal kita menerima tan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status