ホーム / Romansa / Cinta yang Terbelah / Jejak Pengkhianatan

共有

Jejak Pengkhianatan

作者: BPrastiwi
last update 公開日: 2026-08-11 12:52:09

Dengan pakaian serba hitam juga putih, para pelayat yang terdiri dari pengusaha, politisi dan pejabat juga masyarakat sekitar memenuhi rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pasangan muda Werner Group. Duka tidak hanya menyelimuti dua keluarga tetapi juga relasi dan sahabat almarhum yang dikenal dengan kebaikan serta keramahannya.

Naura duduk di sudut rumah tersembunyi dari keramaian para pelayat yang terus berdatangan sebelum pemakaman. Dengan tatapan kosong ia meratapi kehidupan pernikahan yang baru ia rajut bersama pria yang ia cintai harus berakhir tanpa satu kepastian yang jelas atas jasad suaminya. Penyelidikan internal masih menyimpulkan jika Lucas terlibat dalam kecelakaan maut yang menewaskan pasangan Shanaz dan Arvin semakin meremukkan hatinya.

“Hasil tes DNA dari darah yang menempel di jas serta beberapa potong rambut yang menempel dipastikan milik Lucas,” jelas tim forensik kepolisian. “Namun, kami tidak menemukan potongan tubuh saudara Lucas,” imbuhnya.

“Kita bahas ini setelah pemakaman,” tegas Hans Werner, pendiri Werner Group serta ayah Arvin Werner.

Sebagai ayah dari almarhum kehadiran Hans di tengah pelayat adalah hal yang harus dilakukan. Ia tidak boleh menghilang dari pandangan para pelayat demi menghindari desas-desus yang muncul di balik kematian putranya.

“Ayahmu sebentar lagi sampai, kuharap kau tetap di sini!” pinta Hans ke Naura yang lebih ke sebuah perintah.

Naura hanya mengangguk, ia pun kembali duduk terasing dari keramaian yang hanya ditemani oleh Rudi, pengawal kepercayaan keluarga Werner.

Tepat pukul sepuluh, jenazah di bawah ke masjid untuk disalatkan sebelum dimakamkan. Para pelayat mengikuti iringan keranda jenazah menuju masjid meninggalkan pelayat wanita yang tidak ikut ke makam. Bersamaan dengan keberangkatan jenazah datang seorang pria dengan rambut putih kecokelatan berkulit putih dan gagah menghampiri Naura yang terduduk melamun.

“Naura,” Suara maskulin yang dalam membuat air mata Naura yang tertahan mengali keluar.

“Ayah,” Tangis Naura pecah dalam pelukan sang ayah.

Pelukan hangat serta sentuhan lembut di punggungnya semakin membuat Naura tenggelam dalam tangis yang sudah ia tahan selama semalam. Tangan kokoh mendekap tubuhnya yang gemetar hebat akibat kesedihan yang tidak lagi mampu ia tahan seorang diri.

“Menangislah, luapkan semua yang mengganjal di hatimu,” ucap Fadhil dengan lembut.

Naura bukan menangisi kematian sahabatnya, ia juga tidak akan hancur hingga berkeping-keping andaikan jasad suaminya ditemukan bukan hanya sekedar potongan jas, jam tangan serta cincin nikah. Ia juga akan mampu bertahan andai masalah mengenai kematian suaminya yang aneh tersebut tidak disertai dengan dugaan keterlibatan pria yang baru ia nikahi selama satu tahun.

Bahu ayah yang kokoh memang obat paling mujarab bagi anak perempuan mereka yang sedang mengalami guncangan hebat dalam hidupnya. Tangis Naura mulai mereda dengan datangnya para pengiring jenazah dari makam. Ia pun mulai tenang dan mampu melepaskan dari pelukan hangat dan aman ayahnya, bersiap menghadapi kenyataan hidup yang pahit.

Hans Werner beramah-tamah dengan para pelayat yang mengantar jenazah ke persemayaman terakhir sebelum bergabung dengan Naura bersama para penyidik internal Werner Group juga kepolisian.

“Bisa kembali dijelaskan mengani Lucas yang tidak ditemukan adanya potongan tubuh yang terbakar namun teridentifikasi sebagai korban meninggal lainnya?!” pinta Hans ke petugas forensik kepolisian.

Petugas forensik menjelaskan mengenai analisa DNA yang mereka lakukan dengan darah yang menempel di jas korban serta rambut yang mereka temukan. Namun, petugas tidak menemukan adanya potongan tubuh dari Lucas selama evakuasi mobil yang terbakar.

“Lalu, bagaimana kita menyimpulkan mengenai keberadaan dia?” tanya Fadhil.

Tidak adanya potongan jasad namun ditemukan dara di pakaian yang terbakar tidak dapat serta merta menyatakan Lucas telah meninggal. Akan tetapi, setelah melakukan penelusuran di area kecelakaan dan mereka tidak menemukan adanya jasad yang terlempar hingga batas maksimal dapat dijadikan sebagai acuan jika Lucas telah meninggal.

“Bagaimana dengan black box mobil?” tanya Hans.

“Tidak ada, kami tidak dapat menemukannya.”

“Apa maksudnya?”

“Entah itu dilepas sebelum kejadian atau dilepas saat kejadian yang jelas tidak ada bekas black box terbakar.”

Pikiran Naura semakin kacau mendengar penjelasan dari pihak kepolisian. Lucas bukan hanya suami Naura tetapi juga sahabat yang dipercaya oleh pasangan Arvin dan Shanaz. Persahabatan mereka terjalin dari bangku kuliah dan berlanjut hingga dunia kerja yang menempatkan Lucas sebagai sekretaris pribadi Arvin. Pengkhianatan tersebut jelas sangat menghancurkan hati Naura yang tidak mampu mempercayainya namun ia juga tidak dapat menyangkal semua bukti yang ditemukan oleh tim investigasi internal Werner Group.

“Itu artinya kita tidak dapat memastikan keberadaan Lucas saat ini, apakah dia masih hidup atau mati terbakar menjadi abu layaknya jenazah yang dikremasi?” tanya Fadhil.

“Benar.”

“Berapa besar kemungkinan jasad akan terbakar menjadi abu?”

“Sebenarnya … dengan volume api itu, harusnya tidak hingga menjadi abu dengan petugas pemadam kebakaran yang cepat mematikan api.”

“Jadi, apa artinya itu?” tanya Naura dengan lirih dan terdengar putus asa.

“Ada kemungkinan suami Anda berhasil keluar sebelum mobil terbakar.”

“Lalu, bagaimana Anda menjelaskan mengenai jas, jam tangan serta cincin yang ditemukan di lokasi?” tanya Naura berusaha untuk tegar.

“Itu … kemungkinan besar ia sengaja melepaskannya.”

“Apa?”

“Maaf, namun itulah hasil dari penyelidikan tim kami.”

Mata Hans beradu dengan mata Fadhil yang merupakan teman lama sekaligus teman baik yang saling mendukung. Mereka telah makan asam manis serta pahit kehidupan dapat menangkan banyaknya kemungkinan yang terjadi di balik kecelakaan maut yang menewaskan putra sulung Hans dan misteri keberadaan sekretaris mereka.

“Terima kasih atas kerja keras kalian,” kata Hans.

“Itu sudah menjadi tugas kami.”

Tim investigasi kepolisian telah undur diri, meninggalkan Naura bersama Hans dan Fadhil bersama tim investigasi internal Werner Group.

Fadhil menghampiri Naura dengan lembut bertanya pada putrinya yang tampak rapuh tersebut. “Kau bisa ke dalam kamar menenangkan diri dan istirahat.”

“Tidak. Aku ingin mendengar hasil investigasi mereka,” tolak Naura dengan tegas.

Keputusan telah ia buat dalam detik itu juga, saat pihak kepolisian menjelaskan kemungkinan yang terjadi sebelum kecelakaan hingga hanya ditemukan pakaiannya. Naura harus segera membuat keputusan bukan hanya untuk dirinya tetapi juga untuk bayi yang baru lahir beberapa jam yang masih di rumah sakit dalam pengawasan dokter serta sekretaris utama Werner Group.

“Jelaskan apa yang kalian dapatkan!” perintah Hans ke anak buahnya.

Mereka mengeluarkan beberapa foto yang mereka ambil dari CCTV tempat terakhir pasangan Shanaz dan Arvin terlihat juga Lucas. Mereka juga menelusuri jadwal Lucas beberapa hari sebelum terjadi kecelakaan maut.

“Salah satu dari pengawal yang ikut dalam rombongan melihat Pak Lucas sedang membuka kap mobil dan mengutak-atiknya, namun mereka tidak dapat memastikan apa yang dilakukan oleh beliau,” jelas petugas investigasi internal Werner Group.

Mata Naura terpaku pada foto yang memperlihatkan suaminya sedang berada di kafe bersama dengan dua pria yang merupakan pesaing dari Werner Group.

“Ini … kapan tanggal tepatnya?” tanya Naura dengan pikiran yang kosong.

Penyidik internal Werner Group menatap iba ke Naura yang terlihat terguncang sebelum mereka memberitahu kebenaran yang tersembunyi mengenai suaminya.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Cinta yang Terbelah   Pewaris yang Tersembunyi

    Enam Tahun Kemudian …Udara panas Indonesia menjadi hal yang sangat dirindukan oleh Toni Werner selama perantauan dirinya di negeri empat musim yang tidak memiliki sinar matahari sebaik di Indonesia. Musim panas yang menyengat tidak ada apa-apa dibandingkan dengan panas terik matahari siang di Indonesia, begitu pula musim semi yang hangat tetap tidak mampu kehangatan cuaca di negeri yang ia sangat rindukan.“Apa kau sudah siap untuk menetap?” tanya Hans ke putar bungsunya.“Tentu saja,” jawab Toni tanpa ragu.Kematian Arvin membuat Toni harus mengambil alih seorang diri semua tanggung jawab sebagai putra Hans Werner, pendiri serta pemegang saham terbesar Werner Group. Enam tahun bukan waktu yang mudah baginya untuk bertahan dalam kesabaran atas kecelakaan yang merenggut nyawa kakak serta istrinya bahkan bayi mereka.“Apa itu dapat ayah artikan jika kau sudah siap dengan semua tugas dan tanggung jawab yang harus kau pikul?”“Apa aku punya pilihan lain.”“Bagaimana dengan wanita, apa ka

  • Cinta yang Terbelah   Pelarian Menuju Harapan

    “Bawalah anak itu bersamamu!” kata Hans antara perintah dan permohonan.“Tapi …” Naura menatap bayi itu dengan lembut dan juga iba.“Kau adalah wanita yang sudah menikah, jadi tidak aka nada yang curiga dengan keberadaan dia dalam hidupmu.”Hans terpaksa membuat keputusan tersebut demi keselamatan cucu pertamanya, juga demi Naura yang tampak hancur lebur. Keberadaan Lucas yang masih belum jelas, juga orang-orang yang terlibat dalam kecelakaan yang membuat ia kehilangan putra sulungnya jelas memiliki motif yang kuat dan tidak akan berhenti sampai mereka mencapai tujuan mereka.“Tetap saja … mana mungkin saya memisahkan dia dari keluarga kandungnya,” ujar Naura.“Om yakin, meski saat ini kau sedang dilanda kekalutan tapi kau pasti tahu kemungkinan yang terjadi andai mereka mengetahui Arvin memiliki putra,” tukas Hans meyakinkan Naura.Naura tampak ragu namun ia juga memahami situasi yang kemungkina akan terjadi saat mereka mengetahui putra dari Arvin masih hidup. Jika tujuan utama merek

  • Cinta yang Terbelah   Jejak Pengkhianatan

    Dengan pakaian serba hitam juga putih, para pelayat yang terdiri dari pengusaha, politisi dan pejabat juga masyarakat sekitar memenuhi rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pasangan muda Werner Group. Duka tidak hanya menyelimuti dua keluarga tetapi juga relasi dan sahabat almarhum yang dikenal dengan kebaikan serta keramahannya.Naura duduk di sudut rumah tersembunyi dari keramaian para pelayat yang terus berdatangan sebelum pemakaman. Dengan tatapan kosong ia meratapi kehidupan pernikahan yang baru ia rajut bersama pria yang ia cintai harus berakhir tanpa satu kepastian yang jelas atas jasad suaminya. Penyelidikan internal masih menyimpulkan jika Lucas terlibat dalam kecelakaan maut yang menewaskan pasangan Shanaz dan Arvin semakin meremukkan hatinya.“Hasil tes DNA dari darah yang menempel di jas serta beberapa potong rambut yang menempel dipastikan milik Lucas,” jelas tim forensik kepolisian. “Namun, kami tidak menemukan potongan tubuh saudara Lucas,” imbuhnya.

  • Cinta yang Terbelah   Janji di Ujung Senja

    “Tidak … kau harus bertahan, Shanaz!” ucap Naura dengan putus asa.Dokter secara bergantian memberikan bantuan CPR untuk mengembalikan denyut jantung yang mulai melemah. Angka kehidupan di monitor naik secara perlahan setelah lima kali dilakukan CPR.“Apa sudah memanggil dokter kandungan?”“Sudah. Dokter bilang akan sampai dalam lima belas menit, namun sepertinya ada kemacetan lalu lintas yang membuat sedikit terlambat.”“Apa ada masalah dengan kandungannya?” tanya Naura yang masih menggenggam tangan Shanaz.“Denyut jantung sedikit melemah, jadi harus segera dilakukan tindakan untuk menyelamatkan nyawa bayi.”“Bagaimana dengan sekarang? Apa masih baik-baik saja, mengingat ini sudah lebih dari lima belas menit dari sejak dia masuk rumah sakit?” Naura menggenggam erat tangan Shanaz yang mulai terasa dingin.Dokter meletakkan stetoskop ke perut Shanaz untuk mendengarkan denyut jantung janin.“Apa dokter kandungan masih lama?” tanya dokter jaga ke perawat.“Kenapa? Apa denyut jantung jani

  • Cinta yang Terbelah   Di Batas Asa dan Kehilangan

    Asap mengepul ke udara membuat langit malam semakin gelap hingga menghalangi pandangan siapa pun yang ada di sana untuk menyaksikan mobil yang mengguling, menabrak pembatas jalan tol dan terbakar.Suara sirene mobil ambulans beradu dengan sirene mobil pemadam kebakaran juga kepolisian berusaha menyelamatkan korban serta mengatur lalu lintas jalanan yang cukup ramai. Hati dan pikiran Naura terbelah menjadi berkeping-keping melihat asap tebal dari mobil sedan yang terguling menembus pembatas jalan.Tubuh langsing Naura gemetar hebat melihat api mobil yang ditumpang oleh suami dan sahabatnya. Kaki jenjangnya lemas dan tidak mampu menopang tubuhnya hingga terjatuh duduk di atas aspal yang dingin.Salah seorang petugas kepolisian menghampiri Naura yang terduduk lesu, “Sebaiknya Anda ke rumah sakit karena korban sudah di evakuasi.”“Apa?”“Petugas kepolisian sempat menyelamatkan dua korban di dalam mobil sebelum terjadi ledakan.”“Dua? Bukan tiga?”“Saat kami akan kembali menyelamatkan peng

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status