แชร์

Cinta yang Terkubur oleh Waktu
Cinta yang Terkubur oleh Waktu
ผู้แต่ง: Moze

Bab 1

ผู้เขียน: Moze
[ Pak Nathaniel, orang yang begitu murah hati sepertimu pasti akan biarkan aku dan Christie saling mencintai, 'kan? ]

Pesan di ponselku berasal dari Franky, asisten pria Christie. Selain sebaris kalimat itu, sisanya adalah video dan foto.

Ada yang menunjukkan mereka berpelukan mesra di bawah menara ikonik, bermesraan di depan sebuah lukisan dalam museum terkenal. Bahkan ada foto telanjang mereka di pantai indah dan yang sedang larut dalam gairah di depan dinding kaca.

Sampai saat ini, aku baru sepenuhnya mengerti. Christie ini bukan lagi Christie yang kucintai.

Kami bertemu ketika kami masih belum memiliki apa-apa. Demi karier aktingnya, aku bekerja tanpa lelah dari pagi buta hingga larut malam. Semua uang yang kuhasilkan kuhabiskan untuk mendukung penampilannya dan mencarikan kesempatan untuknya di berbagai produksi.

Selama tujuh tahun terakhir, aku sangat kelelahan hingga tertidur di kereta bawah tanah saat pulang kerja. Dalam pertemuan bisnis, aku bahkan minum-minum hingga lambungku berdarah.

Setelahnya, aku baru secara bertahap mengumpulkan cukup uang untuk mendirikan sebuah perusahaan. Sementara itu, Christie juga akhirnya menjadi artis yang terkenal dan dipuja oleh semua orang.

Namun, dia akhirnya memilih untuk melakukan semua hal yang pernah kami impikan bersama dengan asistennya. Aku tak ragu lagi dan segera menyusun surat kesepakatan cerai.

Tepat saat aku hendak menandatanganinya, sebuah suara tiba-tiba terdengar di telingaku.

"Niel, jangan! Kamu sudah janji akan kasih aku tiga kesempatan, 'kan?"

Mendengar suara yang familier itu, aku merasa seperti disambar petir dan seluruh tubuhku gemetar.

Aku menoleh dan melihat Christie yang berusia 19 tahun berdiri anggun di hadapanku. Sosoknya terlihat samar. Dia mengenakan gaun yang kubeli dari hasil kerja sampingan. Harganya hanya sekitar 600 ribu. Dalam ingatanku, dia terlihat paling cantik ketika mengenakan gaun ini.

Aku menatap Christie yang berusia 19 tahun dengan terkejut, lalu tiba-tiba tertawa.

"Oke, tiga kesempatan."

Pada saat yang sama, ponselku berdering lagi.

"Nathaniel, sudah kubilang berkali-kali, jangan menindas Franky! Dia cuma asistenku dan sudah cukup lelah karena harus bepergian keliling negeri bersamaku setiap hari! Kalau kamu terus membuat masalah, aku nggak akan temani kamu ke pantai lagi!"

Aku menjawab telepon dan menyalakan speaker. Suara marah Christie menggema di ruangan.

Aku menoleh ke arah Christie yang berusia 19 tahun sambil tersenyum lembut, sedangkan wajahnya menunjukkan amarah.

"Kenapa dia berbicara begitu kasar padamu! Mana boleh dia berbicara seperti itu padamu!"

Christie yang berusia 19 tahun gemetar karena marah, sedangkan dia yang berusia 27 tahun malah begitu dingin.

"Nathaniel, sudah hebat kamu, ya! Sekarang, kamu bahkan berani punya perempuan lain di sisimu! Aku akan kasih kamu waktu setengah jam untuk sampai di gedung Windy Entertainment. Kalau nggak ...."

Christie yang berusia 19 tahun langsung menutup telepon, sedangkan aku hanya berkata pelan, "Ini kesempatan pertamamu, Christie."

Aku juga tidak yakin apakah aku mengatakan ini kepada Christie yang berusia 19 tahun atau kepada diriku sendiri.

Aku berkendara ke gedung Windy Entertainment dan tiba 40 menit kemudian.
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Cinta yang Terkubur oleh Waktu   Bab 9

    Aku tertawa histeris."Christie, kamu tahu nggak? Waktu dengar kata-kata itu, aku mengucapkan sesuatu pada diriku sendiri. Kamu tahu apa yang kuucapkan?" Christie menatapku dengan mata penuh harapan. "A ... apa?"Aku menatap wajahnya yang sama persis seperti sebelumnya. Namun, wajahnya sekarang tertutup riasan yang sangat indah."Aku bilang, aku nggak pernah menyesal bertemu denganmu. Selain itu, aku juga bersedia kasih kamu satu kesempatan terakhir," ucapku dengan tenang.Seluruh tubuh Christie gemetar. Matanya berbinar dan dia sepertinya sangat gembira. Namun, sebelum dia bisa berbicara, aku melanjutkan, "Tapi, kamu sudah sia-siakan kesempatan itu. Kamu bahkan nggak lepaskan tangan Franky waktu minta maaf. Sebelum berangkat ke bandara, aku ada di rumah selama dua jam penuh. Tapi, di mana kamu?" Seusai berbicara, aku tiba-tiba menekan tombol panggil di meja samping tempat tidur. Saat perawat masuk, aku berbicara dengan dingin, "Tolong suruh nona ini tinggalkan kamarku. Aku nggak ma

  • Cinta yang Terkubur oleh Waktu   Bab 8 

    Namun, aku masih bertahan mati-matian. Selama bisa menunda waktu meskipun hanya sedetik, peluangku untuk bertahan hidup akan meningkat.Pisau itu menusuk lengan kiriku berulang kali. Aku tak bisa mengendalikan diri lagi dan mulai menjerit kesakitan. Franky mendesakku untuk memohon ampun lagi dan lagi, tetapi bagaimana mungkin aku memohon padanya?Luka-luka itu bertambah banyak dan seluruh lengan kiriku sudah sepenuhnya kehilangan sensasi. Kesadaranku juga mulai memudar. Begitu mengingat yang menantiku adalah penyiksaan lebih lanjut, aku merasa putus asa.Tak disangka, Franky melempar pisau yang dipegangnya. "Ini nggak menarik. Ya sudahlah. Memang langsung membunuhnya yang paling masuk akal."Kata-kata itu seketika membuatku tegang.Franky akhirnya menyerah untuk menyiksaku. Para pria kekar di belakangnya juga menghela napas lega."Kalian bertindak saja." Franky bertepuk tangan dan mengeluarkan saputangan untuk menyeka tangannya.Para pria kekar itu melangkah maju. Mereka mengeluarkan

  • Cinta yang Terkubur oleh Waktu   Bab 7

    "Franky, apa maumu?"Aku berusaha sebaik mungkin untuk mengendalikan nada bicaraku. Aku takut membuat marah orang gila di hadapanku."Hahaha, Nathaniel, kamu itu orang pintar. Memangnya kamu masih belum bisa tebak?" Aku tentu saja bisa menebaknya. Namun, saat ini, menenangkan Franky adalah prioritasku. Sebelum aku sempat memikirkan cara untuk menenangkan Franky, orang di sebelahnya berbicara dalam bahasa ibu kami yang terdengar kurang fasih, "Tuan, kita harus gerak cepat. Langsung bunuh saja dia. Staf resor ski akan menyadarinya cepat atau lambat. Kalau terjadi hal di luar dugaan, itu nggak akan baik." Namun, kata-kata ini sepertinya sudah sepenuhnya membuat Franky marah."Diam! Aku sudah beri kalian begitu banyak uang. Lagian, resor ski ini sangat besar, apa yang mungkin terjadi dengan hilangnya satu orang?" seru Franky. Kemudian, dia menamparku dengan keras. Setelah itu, dia menjambak rambutku dengan kuat."Nathaniel, dasar bajingan! Kamu tahu sudah berapa banyak usaha yang kucur

  • Cinta yang Terkubur oleh Waktu   Bab 6 

    Christie yang merasa pusing mulai menggedor pintu."Nathaniel, buka pintunya. Aku sudah pulang.""Nathaniel, aku tahu kamu di rumah.""Nathaniel, aku tahu aku yang salah. Tolong buka pintunya.""Nathaniel, apa lagi yang kamu inginkan? Aku sudah minta maaf." Christie menggedor pintu dengan amarah yang makin meningkat. Efek alkoholnya bahkan sudah mereda cukup banyak. Mungkin karena sudah lelah menggedor, dia akhirnya ingat untuk memeriksa ponselnya. Tidak lama kemudian, dia menemukan riwayat obrolan aku memberitahunya kata sandi pintu.Namun, setelah memasukkan kata sandi itu, dia tiba-tiba sepenuhnya sadar. Sebab, kata sandinya masih salah. Pada saat ini, dia baru menyadari bahwa aku telah mengubah kata sandi.Menyadari ada yang salah, Christie segera meneleponku."Maaf, nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif."Berhubung berteriak dan menelepon tidak ada gunanya, Christie akhirnya memecahkan jendela vila untuk masuk."Nathaniel, jangan keterlaluan kamu!" Dia bergegas ke kamar tidur

  • Cinta yang Terkubur oleh Waktu   Bab 5

    Aku melirik Christie dan Franky dengan acuh tak acuh, lalu berbalik untuk pergi. Christie yang berusia 19 tahun tidak akan pernah kembali lagi, sedangkan aku juga tidak perlu lagi terlibat dengan mereka berdua.Namun, baru saja aku mulai melangkah, terdengar suara Christie berujar, "Niel, ja ... jangan pergi." Mungkin panggilan unik itu masih memiliki tempat di hatiku. Aku juga ingin tahu apa yang ingin dia katakan.Melihatku berhenti, wajah Christie langsung berseri-seri."Niel, maaf, aku yang sudah lupa. Aku akan suruh orang untuk siapkan yang baru. Oke? Niel, aku yang salah. Maafkan aku, ya." Namun, kata-kata Christie hanya membuatku merasa agak geli. Bahkan saat meminta maaf, dia belum melepaskan tangan Franky. Mungkin karena menyadari tatapanku, dia baru tersadar dan buru-buru melepaskan tangan Franky.Christie ingin menyusul, tetapi Franky menariknya kembali dan mengatakan sesuatu yang menghentikannya di tempat.Aku tidak peduli lagi apa yang ingin dikatakan atau dilakukan Chri

  • Cinta yang Terkubur oleh Waktu   Bab 4

    Christie yang berusia 19 tahun meneteskan air mata lagi. "Jadi, besok malam, dia akan menyesalinya."Namun, tak satu pun dari kami menyangka bahwa Christie yang berusia 27 tahun akan benar-benar muncul di pantai. Hanya saja, dia bukan datang untuk memenuhi janji kami."Nathaniel, kamu berani pantau aku dan kejar sampai kemari? Hebat! Hebat banget kamu!"Saat ini, pantai yang kami tetapkan sebagai tempat untuk melamar dipenuhi mawar. Di belakang mawar, ada berbagai macam kembang api. Di tengah-tengah kemeriahan semua ini, berdiri Christie yang berusia 27 tahun. Bahkan saat melihatku, dia juga tidak melepaskan tangan Franky."Tiga kesempatan itu sudah habis digunakan, Christie," gumamku pelan. Christie yang berusia 19 tahun mengguncang lenganku dengan putus asa. "Niel! Niel, jangan begitu. Mungkin saja dia menyiapkan semua ini untukmu. Kita pergi lihat, ya?"Suara gadis berusia 19 tahun itu nyaris seperti memohon. Namun, suara gadis berusia 27 tahun itu sangat dingin."Nathaniel, kemari

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status