分享

Bab 4

作者: Moze
Christie yang berusia 19 tahun meneteskan air mata lagi. "Jadi, besok malam, dia akan menyesalinya."

Namun, tak satu pun dari kami menyangka bahwa Christie yang berusia 27 tahun akan benar-benar muncul di pantai. Hanya saja, dia bukan datang untuk memenuhi janji kami.

"Nathaniel, kamu berani pantau aku dan kejar sampai kemari? Hebat! Hebat banget kamu!"

Saat ini, pantai yang kami tetapkan sebagai tempat untuk melamar dipenuhi mawar. Di belakang mawar, ada berbagai macam kembang api. Di tengah-tengah kemeriahan semua ini, berdiri Christie yang berusia 27 tahun. Bahkan saat melihatku, dia juga tidak melepaskan tangan Franky.

"Tiga kesempatan itu sudah habis digunakan, Christie," gumamku pelan.

Christie yang berusia 19 tahun mengguncang lenganku dengan putus asa. "Niel! Niel, jangan begitu. Mungkin saja dia menyiapkan semua ini untukmu. Kita pergi lihat, ya?"

Suara gadis berusia 19 tahun itu nyaris seperti memohon. Namun, suara gadis berusia 27 tahun itu sangat dingin.

"Nathaniel, kemari!"

Aku melirik Christie yang berusia 19 tahun dengan lembut, lalu melangkah maju.

"Nathaniel! Apa lagi yang kamu inginkan? Aku sudah nggak permasalahkan tentang kamu yang rebut jam tangan Franky. Untuk menebusnya, aku akan adakan pertunjukan kembang api di pantai. Sekarang, kamu mau merusaknya juga?"

Begitu aku mendekat, Christie langsung membentakku.

"Nggak, aku datang untuk menonton kembang api. Kalau kamu nggak keberatan, beri aku dua kursi," ucapku sambil mengangkat bahu dengan acuh tak acuh.

Reaksiku membuat Christie tidak bisa berkata-kata. Aku mengabaikannya dan menuntun Christie berusia 19 tahun yang sedang menangis untuk duduk di samping. Aku menghiburnya dengan lembut, tetapi tidak bisa menghentikan tangisannya.

Melihat aku sama sekali tidak terpengaruh, Christie yang berusia 27 tahun akhirnya tenang. Dia bahkan memeluk Franky dengan mesra tanpa peduli pada yang lainnya.

Melihat semua ini, aku tidak merasakan emosi apa pun. Aku hanya memegang tangan dingin Christie yang berusia 19 tahun.

Seiring waktu berlalu, malam makin gelap. Kembang api menerangi langit saat Hari Valentine hampir berakhir.

Di bawah cahaya kembang api, aku mengeluarkan cincin lamaran yang telah kusiapkan, lalu berlutut dengan satu lutut dan berkata lembut kepada Christie yang berusia 19 tahun, "Christie, maukah kamu menikah denganku?"

Dia menutup mulutnya. Matanya berkaca-kaca. "Kamu ... kamu masih bersedia menikahiku?"

"Tentu saja, aku akan selalu mencintai kamu yang sekarang."

Aku menatap matanya dengan tulus. Sorot matanya yang bersinar itu adalah sosoknya yang akan kucintai selamanya.

Setelah beberapa saat, dia mengangguk kuat dan mengulurkan tangan kirinya. "Niel, aku bersedia. Aku bersedia!"

Aku tersenyum dengan hati yang dipenuhi sukacita, lalu menggenggam tangannya dengan pelan. Tepat saat aku hendak menyematkan cincin itu ke jarinya, terdengar dentang lonceng jam 12 malam.

Christie yang berusia 19 tahun menghilang di depan mataku seperti cahaya bintang. Air mataku mengalir tak terkendali. "Selamat tinggal, Christie yang kucintai."

Tepat pada saat ini, suara seorang laki-laki terdengar dari belakangku.

"Kak Christie, Kak Nathaniel kelihatan kasihan sekali. Nggak ada yang temani dia. Dia berlutut dan melamar pada siapa? Aku jauh lebih beruntung karena ada Kak Christie di sisiku."

Saat menoleh, aku melihat Franky yang entah sejak kapan telah menggandeng Christie datang ke belakangku. Dari sudut yang tidak bisa dilihat Christie, wajahnya penuh ejekan. Sementara itu, Christie sudah menangis.
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP

最新章節

  • Cinta yang Terkubur oleh Waktu   Bab 9

    Aku tertawa histeris."Christie, kamu tahu nggak? Waktu dengar kata-kata itu, aku mengucapkan sesuatu pada diriku sendiri. Kamu tahu apa yang kuucapkan?" Christie menatapku dengan mata penuh harapan. "A ... apa?"Aku menatap wajahnya yang sama persis seperti sebelumnya. Namun, wajahnya sekarang tertutup riasan yang sangat indah."Aku bilang, aku nggak pernah menyesal bertemu denganmu. Selain itu, aku juga bersedia kasih kamu satu kesempatan terakhir," ucapku dengan tenang.Seluruh tubuh Christie gemetar. Matanya berbinar dan dia sepertinya sangat gembira. Namun, sebelum dia bisa berbicara, aku melanjutkan, "Tapi, kamu sudah sia-siakan kesempatan itu. Kamu bahkan nggak lepaskan tangan Franky waktu minta maaf. Sebelum berangkat ke bandara, aku ada di rumah selama dua jam penuh. Tapi, di mana kamu?" Seusai berbicara, aku tiba-tiba menekan tombol panggil di meja samping tempat tidur. Saat perawat masuk, aku berbicara dengan dingin, "Tolong suruh nona ini tinggalkan kamarku. Aku nggak ma

  • Cinta yang Terkubur oleh Waktu   Bab 8 

    Namun, aku masih bertahan mati-matian. Selama bisa menunda waktu meskipun hanya sedetik, peluangku untuk bertahan hidup akan meningkat.Pisau itu menusuk lengan kiriku berulang kali. Aku tak bisa mengendalikan diri lagi dan mulai menjerit kesakitan. Franky mendesakku untuk memohon ampun lagi dan lagi, tetapi bagaimana mungkin aku memohon padanya?Luka-luka itu bertambah banyak dan seluruh lengan kiriku sudah sepenuhnya kehilangan sensasi. Kesadaranku juga mulai memudar. Begitu mengingat yang menantiku adalah penyiksaan lebih lanjut, aku merasa putus asa.Tak disangka, Franky melempar pisau yang dipegangnya. "Ini nggak menarik. Ya sudahlah. Memang langsung membunuhnya yang paling masuk akal."Kata-kata itu seketika membuatku tegang.Franky akhirnya menyerah untuk menyiksaku. Para pria kekar di belakangnya juga menghela napas lega."Kalian bertindak saja." Franky bertepuk tangan dan mengeluarkan saputangan untuk menyeka tangannya.Para pria kekar itu melangkah maju. Mereka mengeluarkan

  • Cinta yang Terkubur oleh Waktu   Bab 7

    "Franky, apa maumu?"Aku berusaha sebaik mungkin untuk mengendalikan nada bicaraku. Aku takut membuat marah orang gila di hadapanku."Hahaha, Nathaniel, kamu itu orang pintar. Memangnya kamu masih belum bisa tebak?" Aku tentu saja bisa menebaknya. Namun, saat ini, menenangkan Franky adalah prioritasku. Sebelum aku sempat memikirkan cara untuk menenangkan Franky, orang di sebelahnya berbicara dalam bahasa ibu kami yang terdengar kurang fasih, "Tuan, kita harus gerak cepat. Langsung bunuh saja dia. Staf resor ski akan menyadarinya cepat atau lambat. Kalau terjadi hal di luar dugaan, itu nggak akan baik." Namun, kata-kata ini sepertinya sudah sepenuhnya membuat Franky marah."Diam! Aku sudah beri kalian begitu banyak uang. Lagian, resor ski ini sangat besar, apa yang mungkin terjadi dengan hilangnya satu orang?" seru Franky. Kemudian, dia menamparku dengan keras. Setelah itu, dia menjambak rambutku dengan kuat."Nathaniel, dasar bajingan! Kamu tahu sudah berapa banyak usaha yang kucur

  • Cinta yang Terkubur oleh Waktu   Bab 6 

    Christie yang merasa pusing mulai menggedor pintu."Nathaniel, buka pintunya. Aku sudah pulang.""Nathaniel, aku tahu kamu di rumah.""Nathaniel, aku tahu aku yang salah. Tolong buka pintunya.""Nathaniel, apa lagi yang kamu inginkan? Aku sudah minta maaf." Christie menggedor pintu dengan amarah yang makin meningkat. Efek alkoholnya bahkan sudah mereda cukup banyak. Mungkin karena sudah lelah menggedor, dia akhirnya ingat untuk memeriksa ponselnya. Tidak lama kemudian, dia menemukan riwayat obrolan aku memberitahunya kata sandi pintu.Namun, setelah memasukkan kata sandi itu, dia tiba-tiba sepenuhnya sadar. Sebab, kata sandinya masih salah. Pada saat ini, dia baru menyadari bahwa aku telah mengubah kata sandi.Menyadari ada yang salah, Christie segera meneleponku."Maaf, nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif."Berhubung berteriak dan menelepon tidak ada gunanya, Christie akhirnya memecahkan jendela vila untuk masuk."Nathaniel, jangan keterlaluan kamu!" Dia bergegas ke kamar tidur

  • Cinta yang Terkubur oleh Waktu   Bab 5

    Aku melirik Christie dan Franky dengan acuh tak acuh, lalu berbalik untuk pergi. Christie yang berusia 19 tahun tidak akan pernah kembali lagi, sedangkan aku juga tidak perlu lagi terlibat dengan mereka berdua.Namun, baru saja aku mulai melangkah, terdengar suara Christie berujar, "Niel, ja ... jangan pergi." Mungkin panggilan unik itu masih memiliki tempat di hatiku. Aku juga ingin tahu apa yang ingin dia katakan.Melihatku berhenti, wajah Christie langsung berseri-seri."Niel, maaf, aku yang sudah lupa. Aku akan suruh orang untuk siapkan yang baru. Oke? Niel, aku yang salah. Maafkan aku, ya." Namun, kata-kata Christie hanya membuatku merasa agak geli. Bahkan saat meminta maaf, dia belum melepaskan tangan Franky. Mungkin karena menyadari tatapanku, dia baru tersadar dan buru-buru melepaskan tangan Franky.Christie ingin menyusul, tetapi Franky menariknya kembali dan mengatakan sesuatu yang menghentikannya di tempat.Aku tidak peduli lagi apa yang ingin dikatakan atau dilakukan Chri

  • Cinta yang Terkubur oleh Waktu   Bab 4

    Christie yang berusia 19 tahun meneteskan air mata lagi. "Jadi, besok malam, dia akan menyesalinya."Namun, tak satu pun dari kami menyangka bahwa Christie yang berusia 27 tahun akan benar-benar muncul di pantai. Hanya saja, dia bukan datang untuk memenuhi janji kami."Nathaniel, kamu berani pantau aku dan kejar sampai kemari? Hebat! Hebat banget kamu!"Saat ini, pantai yang kami tetapkan sebagai tempat untuk melamar dipenuhi mawar. Di belakang mawar, ada berbagai macam kembang api. Di tengah-tengah kemeriahan semua ini, berdiri Christie yang berusia 27 tahun. Bahkan saat melihatku, dia juga tidak melepaskan tangan Franky."Tiga kesempatan itu sudah habis digunakan, Christie," gumamku pelan. Christie yang berusia 19 tahun mengguncang lenganku dengan putus asa. "Niel! Niel, jangan begitu. Mungkin saja dia menyiapkan semua ini untukmu. Kita pergi lihat, ya?"Suara gadis berusia 19 tahun itu nyaris seperti memohon. Namun, suara gadis berusia 27 tahun itu sangat dingin."Nathaniel, kemari

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status