LOGIN"I should kill you, not make love to you." Alpha Xavier scoffed, his gleaming hard chest revealed through his blue shirt, "wrong, omega. We won't be making love, I will be fucking you, hard, and as for killing me, why don't you ride me to death?" *** Ophelia was sent to assassinate him, not to marry the beastly Alpha, but all she can think about when she's supposed to be getting her revenge, is having him again and again.
View MorePukul 08.00 pagi keadaan rumah B2F2 kacau, teriakan juga tangisan serta perasaan khawatir memenuhi seluruh penghuni rumah. Keadaan itu berawal dari aktivitas rutin mereka, yaitu sarapan bersama. Namun, dua member yang sejak tiga tahun berperang dingin tidak terlihat batang hidungnya, membuat leader B2F2 itu panik dan menelfon mereka.
Lion sedikit tenang saat Thana mengangkat panggilannya. Dan mengatakan jika dirinya pergi ke studio terlebih dahulu, juga mengucapkan permintaan maaf karena tidak sempat memberi kabar. Serta bertanya apa yang membuat Lion sebegitu khawatirnya. Dan saat mendapat jawaban dari sang leader. Thana hampir saja murka, namun dia masih bisa menahan diri.
Dan yang membuat keadaan asrama semakin kacau adalah New yang meninggalkan ponselnya di meja nakas samping tempat tidurnya. Meninggalkan tempat tidur yang tersusun rapi juga dingin. Terlihat bila pemuda itu telah meninggalkan asrama sejak subuh atau bahkan saat semua member mengarungi dunia mimpi.
"Lion. Bagaimana ini?"
Pertanyaan itu terucap sejak tadi dari bibir Phan. Nada bicaranya menyiratkan betapa khawatirnya dia, juga netranya yang merah akibat menahan tangis. Phan adalah member yang berhati lembut dan mudah menangis seperti New. Namun, New masih bisa mengendalikan dirinya tidak seperti Phan.
"Semua akan baik-baik saja. Okay. Jangan panik. Aku akan mencarinya. Ayo Krist bantu aku."
Krist yang sedang menenangkan Phan langsung beranjak dan mengikuti langkah leader keluar dari asrama setelah Jump mengambil alih posisinya.
"Aku mengkhawatirkannya."
Jump yang sejak tadi membisu mengeluarkan suaranya seraya mengusap bahu Phan. Hingga mereka tersentak dengan dorongan keras yang berasal dari pintu utama.
Disana, berdiri pemuda tampan dengan hoodie di tangan kanannya dan tas kecil di tangan kirinya menatap kedalam asrama dan memandang Jump juga Phan dengan tatapan tajam. Bahkan mereka bisa mendengar suara nafas pemuda itu dengan sangat jelas akibat heningnya suasana.
"Apa bocah sialan itu tidak mengatakan apapun kepada kalian? Kemarin? Atau bahkan semalam?"
Suaranya rendah dan tajam. Hingga tidak bisa dipungkiri jika yang mendengarnya akan merasakan bulu roma mereka berdiri.
"Ada apa denganmu? Tidak bisakah kau berbicara sedikit sopan?"
"Persetan dengan sopan santun-"
"Yak!"
Jump langsung saja berteriak dan menghentikan ucapan Thana, menatap tajam pemuda tampan itu. Merasa berang dengan tingkah lakunya belakangan ini yang semakin menjadi. Membuat atmosfer mencekam di ruang tamu semakin meningkat lantaran kedua pihak yang saling menatap tanpa ada yang mau mengalah.
Semua berawal dari kejadian tadi malam, mereka yang merayakan ulang tahun member termuda serta melakukan siaran langsung diakun i*******m B2F2. Awalnya semua berjalan normal sebagaimana mestinya hingga salah satu penggemar B2F2 membuat permintaan tentang New yang harus memberikan kue potongan pertama kepada Thana sekalian menyuapi kakak kandungnya itu.
New tentu saja dengan senang hati menerimanya, namun dia juga takut jika kakaknya akan marah kepadanya. Dan ternyata itu semua terjadi, setelah Thana menerima suapan dari New suasana siaran langsung, langsung berubah. Tidak lagi seru, melainkan mencekam karena aura dingin yang Thana keluarkan. Bahkan jawaban yang Thana utarakan saat penggemar bertanya sangat singkat.
Hal itulah yang membuat penggemar B2F2 bingung bahkan menjadi trending topik di twitter dan tersebar luas.
Atensi mereka teralihkan saat mendengar suara seseorang sedang memasukkan sandi rumah. Dan saat pintu terbuka, keheningan semakin meningkat. Menutup pintu, New menatap semua penghuni ruang tamu dengan pandangan bingung. Dan meletakkan barang bawaannya dimeja dekat rak sepatu.
"Apa yang terjadi?"
Pertanyaan New membuat Thana berang dan langsung saja meninju perut New, membuat pemuda yang lebih muda itu mundur hingga menghantam rak sepatu dan jatuh dengan beberapa sepatu yang menimpanya.
Melihat itu Jump juga Phan panik dan memegang Thana agar tidak kembali melancarkan pukulannya. Mereka terkejut akibat perbuatan Thana. Karena selama ini, pemuda tampan itu tidak pernah mengangkat tangannya untuk memukul seseorang.
"Setelah perbuatanmu kau bertanya apa yang terjadi!"
New semakin bingung dengan situasi. Dan hanya berdiri bodoh dengan tangan yang memegang perutnya lantaran nyeri. Juga Phan yang memapahnya.
"Pertunjukan sudah tinggal menghitung hari dan kau masih bersikap santai juga membuat semua orang panik?"
Heningnya suanana membuat suara Thana memenuhi penjuru ruangan. Dan membuat New semakin tidak mengerti.
"Apa kau merasa telah berada di puncak? Cih. Kau bahkan membuat semua orang repot akan kehadiranmu. Menyusahkan orang akan tingkah lakumu. Ketertinggalanmu membuat semua orang berang. Hah. Kau tidak-"
"Krathana Vanitcha! Cukup!"
Thana langsung saja menghentikan ucapannya saat mendengar Jump membentaknya. Dan menatap sinis teman seumurannya.
"Cih. Bukankah yang ku katakan sebuah fakta?"
"Thana. Hentikan, okay. Kau menyakitinya."
Phan berkata lembut, mencoba menghentikan pertikaian dan menenangkan New yang berurai air mata.
"Maafkan aku."
Perkataan lirih New membekukan suasana. Setelah meminta maaf juga membungkuk 90°. New berjalan keluar dan meninggalkan rumah tanpa menatap pintu yang tertutup juga terkunci otomatis.
"Thank you, Jessica, that will be all." CIO Luna Ophelia made the picture of a boss lady in a white pants suit, her hair pulled into a ponytail. Her new assistant stood before her, clutching her tablet tightly in her palm, her blue eyes betraying her nervousness. It had now been a month since the Luna assumed her position, and she was already known to be a formidable business woman. She hired experts in IT and PR, boosting the public image of the company within the first two weeks of her stay. And right now, her brown eyes were narrowed to slits as she went through rows of documents. Suddenly noticing that her assistant was still in front of her, the Luna adjusted her glasses and looked up, "Any problem?" Jessica sank her teeth in between her cheeks and sucked in a deep breath, her fingers trembling as she turned the screen of the tablet, "This came to my mail this morning, it's..." She didn't need to complete that sentence, for Ophelia could see the picture on the scre
Luna Ophelia was admitted into the most expensive hospital in the country, and the VIP section swarm with the best pack doctors, flowers and prestigious wolves. "I'm sorry, Alpha, but we are doing everything we can to ensure that she recovers her memories, and gets better."Alpha Xavier paced the ICU, a pensive look of fear in his eyes. He didn't even care about the bruises on his body, but his voice was a growl of rage when he replied to the doctor,"I don't give a damn about the memories anymore, but if my Luna doesn't wake up, I will burn this hospital to the ground, do you fucking get me?"The hospital director came down herself to see to it that the Luna was receiving the maximum medical care, and the staff took pictures secretly, envious of the Luna who had an Alpha that was crazy about her. Two hours later, the Luna opened her eyes, and the country swarm with news headlines,'Insider reveals that Luna Ophelia May Never Recover Her Memories.''Alpha Xavier Valcourt Cancels Al
She was fucked,But she was screwed beautifully. Ophelia Storm stood in front of the mirror in an off the shoulder silver dress that revealed a peek of her cleavage and attractive collarbones. Her black hair was styled in waves, a nude make-up highlighting her high cheeks bones, long regal nose and full lips. However, her mind was a turmoil as she stepped out of the room, walking down the grand marble stairs. Tomorrow, she would have to present a strategy and she hadn't come up with one.She expected to see Xavier downstairs, but instead, she was met with that fucking witch who was always present, flaunting her bleached hair."Oh, you are still here? I thought you left already, and I told that to the Alpha when he sent a limo to pick you up. Oops, my bad."That fucking little...Ophelia Storm sucked in a deep breath.One day, she would knock out all the teeth of that Delta, but it wasn't going to be tonight. She had more important things in mind.Gathering her long dress, she walk
Some things were naturally ridiculous,An exotic dancer was going to become the CIO of a multi-billion dollar Group with chains of companies under it?Xavier fucking Valcourt should have as well thrown her off the roof and asked her to fly instead!"Welcome, CIO, we look forward to working with you."Directors were shaking her hands, but there was a mocking glint in their eyes, and when she looked at Vivian, the Delta was suppressing a laughter as well.Her heart sank as realization washed through her.They were knew...thought, that she was going to flop at this.Wait, was that why Xavier had placed her this high? To watch her fall?Why? To punish her for last night?Damn it, even the mere thought of the previous night had her lips tingling where he had plundered them, and her clit throbbing. "This is your new office, you will be assigned an assistant today. Enjoy yourself."That bitchy Vivian Fletcher had a triumphant look as she walked out, leaving Ophelia alone for the first time
Alpha Xavier Valcourt took a step forward, calculative and dangerous, his aura that of a predator. "Get your hands off her. Now."His voice had become deeper, taking a dark beastly turn. In response, Lucien lowered his head to Ophelia's height, until his lips were almost touching her ears, then he sp
Three Months LaterThe honeymoon was over, and it was finally the day of the long awaited inauguration ceremony of the Alpha and the Luna of the Night Hunters' pack. "No one has seen the omega in months, she must have already been divorced by the Alpha.""Well, what did you expect from a strip dan
She was bursted. And what was a trained assassin to do in that situation?Within a second, Ophelia kicked the officer beside her and took his gun, pointing it at Xavier, her eyes narrowed to slits.Gone was the pretense of a shy omega, and what they all saw for the first time, was the face she had
Ophelia Storm was fucked. "You...you knew?" Unlike that time at the club, she wasn't pretending to be afraid. How the fuck had he survived an atomic bomb with only a scratch on his forehead?Alpha Xavier didn't stop walking until he was in front of her, his fingers slipping into the strands of h






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.