Share

38. Dendam

“Agnitama ya? Baiklah,” ucap Arya mantap.

Pemuda itu menyandang lagi busur yang telah teruji itu di pundaknya. Ikat rambut dari kain dengan lambang kerajaan Astagina dari logam ia lepaskan dan campakkan begitu saja. Rambut hitamnya kini menjuntai begitu saja ke bahu. Ki Bayanaka memandangnya dengan tak mengerti.

“Apa yang akan kau lakukan, Arya?” Ki Bayanaka menatap lambang Astagina itu yang sudah jatuh ke tanah.

“Sudah saatnya seorang anak menuntut balas! Aku harus memberinya pelajaran karena memisahkan banyak keluarga!” Arya berpaling, langkahnya begitu tegas seperti saat hendak mencabut anak panah Jenar dan melemparkannya ke arah Patih Waradhana.

“Maksudmu, kau akan menemui Patih Waradhana?” Ki Bayanaka susah payah mengekori Arya agar tetap berada di sisinya. Berharap kata-katanya didengar.

“Ya, mungkin ini lah akhir hidupnya!” pungkas Arya penuh dendam. Ki Bayanaka seolah menyadari kembali bahwa dendam di hati anak ini begitu besar. Ia pasti akan bertindak gegabah lagi dan ber
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status