MasukHendra dan juga Hani yang bingung bagaimana cara mereka menghabiskan banyak daging yang di dapatkan pada hari ini, akhirnya Hendra pun terpikirkan sebuah ide.
"Kalau gitu aku jual saja di pasar, siapa tau dapat uang dan lumayan buat kita jajan". "Wahh iya itu kak benar, sekalian bisa melunasi utang bu ani kemarin". "Nahh iya, kalau gitu aku siap-siap dulu". "Langsung pergi gitu kak, baru aja sampai rumah, dah langsung mau pergi aja". "Ya nanti kalau kelamaan pasar nya takut tutup han, lagi pula hewan ini juga sudah mati, kalau gak langsung di jual, gak segar lagi". "Ohh gituu, yauda hati-hati kak". "Kamu di rumah aja, pintu nya dikunci" ucap Hendra. "Baik kak" lantas Hendra pun langsung pergi ke pasar untuk menjual hewan hasil perburuan nya itu. Sesampainya di pasar, Hendra pun langsung mencari tempat untuk menjual babi yang ia bawa, dan tak lama setelah itu, akhirnya Hendra pun menemukan sebuah restauran yang tak jauh dari pasar. "Restauran chill? hmm... coba aja lah siapa tau restauran ini mau membeli babi ku ini" lantas Hendra pun langsung menuju ke restauran tersebut. "Heiii heiii heeiiiii, siapa inii, aku gak salah lihat kan, ini kamu ndra, cowo cupu yang ada di desa". "Lho kamu rik, wahh hebat ya kamu rik, bisa kerja di tempat keren seperti ini" sahut Hendra, dimana Riki dan Hendra saling kenal lantaran mereka berada pada satu desa. "Jangan sok asik seperti itu, kenapa kamu kesini, jangan bilang kalau kamu ingin mencuri, heii asal kamu tau, aku bekerja disini sebagai satpam, jadi kalau kamu berani mencuri di tempat seperti ini, aku tidak akan segan-segan dengan mu". "Ehh nggak, siapa juga yang mau nyuri disini, aku kesini mau menjual hasil buruan ku tadi pagi di gunung, siapa tau pemilik restauran ini mau membeli nya". "Hahahaha mau berbohong di hadapan ku, saat ini itu sedang dalam musim kemarau, jadi sangat susah untuk berburu di gunung, semua hewan pasti sudah pergi mencari tempat yang aman". "Tapi.. rik.....". "Udah sana pergi" Riki pun langsung mengusir Hendra untuk pergi dari restauran. Namum tak lama setelah itu, datanglah seseorang yang memakai pakaian jas rapi, ia datang untuk melerai keributan yang terjadi. "Ada apa inii, kenapa ribut-ribut seperti ini, apakah kalian tidak tau, dengan kalian ribut disini bisa menggangu kenyamanan pembeli yang sedang makan disini". "Ehhh boss Cahyo, tenang saja bos, ini hanya masalah kecil, biar aku yang menyelesaikan nya" sahut Riki yang langsung bersikap sopan ketika melihat kedatangan bos Cahyo. "Masalah kecil apa sampe ribut seperti ini". "Kamu siapa nama mu, dan ada urusan apa kesini, sampai membuat ribut disini" ucap bos Cahyo yang langsung menanyakan identitas Hendra. "Nama ku Hendra bos, aku kesini ingin menjual hasil buruan ku tadi pagi di gunung, siapa tau bos mau membeli nya". "Bos jangan percaya dengan orang seperti dia, lihat saja pakaiannya kotor seperti itu, pasti dia kesini itu untuk mencuri apalagi coba". "Udah diam kamu". "Tadi nama mu siapa Hendra? kalau kamu kesini untuk menjual hasil buruan mu, mana coba aku lihat, kalau kamu berbohong, maka aku tidak segan untuk membawa masalah ini ke kantor polisi". "Hahaha mampus kamu ndra, tidak semua orang bisa kamu bohongi" sahut Riki. Namun Hendra yang mendengar apa yang dikatakan oleh bos Cahyo, ia pun langsung menurunkan keranjang yang ia gendong, dan langsung memperlihatkan hasil buruan yang ia dapatkan. "Apaaa babiiii" ucap bos Cahyo dan riki yang sangat terkejut dengan isi di dalam ranjang tersebut. "Heii Hendra, dari mana kamu mendapatkan babi sebesar ini, tidak mungkin kalau kamu mendapatkan nya di gunung, melihat tubuh mu yang kecil ini, pasti kamu mencuri nya". "Apaaa nyurii? hahahaha emang kamu yang sedari kecil suka mencuri dan melemparkan kesalahan mu kepada teman mu, dan iya mau aku dapat dari mana babi ini, itu bukan urusan mu" sahut Hendra yang sudah sangat geram melihat riki yang selalu menindas dirinya. "Kamuu.... sudah berani sekali kamu yaa" Riki yang mendengar apa yang dikatakan oleh Hendra, ia pun tidak terima dan akan memukul Hendra. "Riki apa yang kamu lakukan, apakah kamu tidak menghargai keberadaan ku disini". "Bos, bos Cahyo, bukan maksud begitu bos, jangan percaya dengan bocah ini, siapa tau babi ini dia dapatkan dengan mencuri, kalau hal itu sampai benar terjadi, dan orang yang memiliki babi ini tau lalu datang ke restauran ini, maka bos Cahyo akan menanggung sendiri nantinya". Mendengar apa yang dikatakan oleh Riki, bos Cahyo pun merasa bahwa apa yang dikatakan oleh riki ada benarnya juga. "Benar juga apa yang kamu katakan, heii bocah coba jelaskan bagaimana kamu mendapatkan babi ini". "Boss cahyooo, kalau meminta pendapat dari nya, ya sudah pasti dia akan berbohong, kalau ada maling yang jujur sudah pasti penjara akan penuh dengan orang-orang seperti dia". "Bos Cahyo, coba pikir, disekitaran sini emang ada orang yang memelihara babi, karena babi ini merupakan hewan yang sangat susah untuk didapatkan, kalaupun ada orang yang memelihara pasti dia memiliki uang yang banyak, dan bos Cahyo yang sebagai pemilik restauran ini sudah pasti mengenal nya, namun bagaimana, apakah bos Cahyo memiliki teman yang memelihara babi". "Dan iya tadi aku sudah bilang kalau aku mendapatkan babi ini dari hasil buruanku di gunung, kalau bos Cahyo tidak percaya, bos Cahyo bisa lihat kepala babi ini yang terluka, itu karena terkena senjata panah milik ku ini" ucap Hendra sambil memperlihatkan senjata panah miliknya. "Hahaha eh Hendra, aku sudah mengenal mu sedari kecil, jangankan memanah, menarik busurnya saja sepertinya kamu gak kuat melihat tubuh mu yang kecil ini". "Baiklah kalau kamu gak percaya, aku akan memperlihatkan kepada mu" sahut Hendra, dimana ia langsung menarik busur panah nya, dan melepaskan anak panah tersebut ke arah pohon yang tidak jauh dari tempat restauran. "Slashhatt" dimana anak panah itu pun melesat dengan sangat kencang, dan berhasil mengenai pohon yang diincar oleh Hendra. "Ini..... iniii tidak mungkin, bagaimana kamu bisa menggunakan panah seperti itu, aku saja tidak bisa" ucap Riki yang tidak percaya dengan kehebatan Hendra. "Jangan karena kamu tidak bisa, orang lain juga tidak bisa" sahut Hendra. "Ya itu karena dirimu yang lebih rendah dari pada aku". "Udah-udah kenapa tambah ribut seperti ini, kamu riki kalau kamu sampai membuat keributan lagi maka aku akan memecat mu dari sini". "Ini......." ucap Riki yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh bos Cahyo. "Gimana bos Cahyo, bos Cahyo mau membeli babi ini atau tidak, kalau tidak aku akan mencari tempat lain yang ingin membeli nya". "Ehh tunggu duluu, aku percaya dengan mu, kalau babi ini kamu dapatkan dengan memanah, baiklah kalau gitu aku akan membeli nya, berapa harga yang ingin babi kamu ini jual" ucap bos Cahyo, lain dari pada itu, bos cahyo pun terpikirkan apabila restauran nya mengola daging babi, maka hal itu akan menjadi pendapatan besar bagi nya. "Boss, coba dipikirkan lagi, bagaimana kalau nanti setelah bos Cahyo membeli babi ini, lalu terdapat masalah, maka yang ada restauran ini akan dianggap buruk oleh orang lain" ucap riki, dimana riki ini sangat tidak senang apabila orang yang dulu selalu ia rendahkan dan hina, mendapatkan keuntungan banyak. "Diam kamu, kamu disini hanyalah seorang satpam, jadi sekali lagi kamu berbicara maka aku akan memecat mu dari sini". "Ayoo Hendra berapa harga yang kamu tawarkan untuk menjual babi ini". "Ehhh sebelumnya aku kurang paham dengan harga babi, gini aja bos Cahyo ingin menjualnya dengan harga berapa". "Hmm, bagaimana kalau aku membelinya dengan harga 200.000 ribu". "Apaaaa 200.000 ribuuu" ucap Hendra yang sangat terkejut dengan harga yang diberikan oleh bos Cahyo. Melihat respon dari Hendra, bos Cahyo pun merasa bahwa harga tersebut merasa kurang "Ohhh gimana gak bisa ya, kalau gitu.....". "Ehhhhh, bisa-bisa" ucap Hendra sambil memberikan babi tersebut kepada bos Cahyo. "Kalau gitu deal yaa" bos Cahyo pun memberikan uang 200.000 kepada Hendra. Hendra yang pertama kali memegang uang sebanyak itu, ia pun merasa bahwa sedang mimpi.Hendra yang mendapatkan informasi dari sistem, kalau terdapat beberapa cara untuk memulihkan tenaga dalamnya ataupun menambah tenaga dalamnya, diantara cara yang disampaikan oleh sistem yaitu dengan cara menyerang energi pada batu giok. Mendapati hal itu, Hendra pun langsung saja pergi ke kota, dan ke pasar tempat sebelumnya Hendra membeli batu giok, namun sampai disana Hendra pun tidak melihat adanya penjual batu disana. Bingung harus pergi kemana, Hendra pun teringat dengan adanya kakek-kakek yang memberikan nya kartu nama. "Ahh untung saja kartu nama ini masih ada, kalau begitu langsung saja pergi kesana, siapa tau disana ada beberapa hal yang bermanfaat" lantas Hendra pun lantas mengikuti alamat yang ada pada kartu nama itu. selang beberapa menit Hendra yang terus mencari alamat itu, dengan bantuan oleh orang-orang disekitarnya, sehingga Hendra pun telah sampai di tempat yang dituju. "Astaga besar sekali rumah ini, ini serius aku tidak salah tempat" pikir Hendra, dan ia
Hendra yang melihat sudah tidak ada waktu lagi, ia pun langsung memeriksa kondisi kakek Bejo, dan Hendra pun sangat dibuat terkejut setelah ia memeriksa nya. Dimana Hendra mendapati bahwa tubuh kakek Bejo sudah sangat hancur, meskipun dari luar terlihat biasa saja. "Hmm sepertinya aku harus menggunakan 7 jarum surgawi, meskipun 7 jarum surgawi tidak bisa secara langsung menyembuhkan kakek, akan tetapi 7 jarum itu dapat memulihkan kondisi kakek 70%, dan nanti bisa dilanjutkan akupuntur lagi" gumam Hendra, dimana Hendra pun menggunakan tenaga dalam yang ia miliki, untuk menggerakkan setiap jarum yang ada. "Kemampuan ini, apakah ini yang dinamakan menggerakkan jarum dengan energi, busettt masih bocah sudah bisa menggunakan kekuatan seperti ini" ucap dokter Rey, yang merupakan dokter yang mengawasi Hendra, dan dokter yang bertaruh dengan Hendra sebelumnya. "Wuuussshhhh" sekali hentakan, 7 jarum itu pun langsung menancap ke tubuh kakek Bejo dengan sendirinya Hendra pun terus mengguna
Hendra yang telah berhasil mendapatkan satu set jarum akupuntur, setelah ia menukarkan nya dengan poin yang ia miliki, selanjutnya Hendra pun kembali ke rumah sakit lestari. Sesampainya di rumah sakit, Hendra yang mendapati bahwa kakek Bejo saat ini masih di rawat oleh dokter, dan Hendra yang melirik ke arah nenek nya yang saat ini terlihat sangat lemas, hal itu membuat Hendra ingin menyembuhkan nenek nya. "Nek apakah nenek merasa capek dan pusing". "Hahh kenapa kamu bisa tau ndra" dengan suara yang lemas, nenek Romlah pun penasaran bagaimana Hendra dapat mengetahui nya. "Ahhh gausah dipikirkan bagaimana aku bisa tau, yang pasti aku akan mencoba untuk menyembuhkan nenek". "Kakkk udah lah kakk, nenek sedang mau istirahat, jadi jangan diajak bercanda seperti itu" sahut Hani yang menganggap apa yang keluar dari mulut kakak nya itu merupakan candaan. "Siapa juga yang bercanda, udahh kamu diam aja kalau kamu gak percaya". "Nekk, mungkin akan ada sensasi terkejut setelah aku m
Ketika nenek Romlah dan Andika sedang menunggu kakek Bejo di luar ruangan, mereka berdua pun dikejutkan dengan dokter dan beberapa perawat lainnya yang datang. "Ada apa dok, kenapa kalian semua datang kesini, apakah ada sesuatu dengan suami ku" Ucap nenek Romlah. Setelah mengetahui bahwa dokter tersebut mendapatkan laporan bahwa pasien sedang dalam keadaan kritis, hal itu membuat nenek Romlah sangat terkejut, dan dokter itu pun langsung masuk kedalam ruangan. Tak lama setelah itu, datanglah Hendra dan juga Hani "Ndra apakah kamu yang bilang kepada dokter kalau kakek mu sedang dalam keadaan kritis". "Iya nek". "Kakk, kenapa kak Hendra bisa tau kalau kakek saat ini sedang kritis" Ucap Andika. "Hmm susah menjelaskan nya, kita lihat aja nanti". Tak lama setelah itu dokter yang merawat kakek bejo itu pun keluar dari ruangan, dimana dokter itu terlihat sangat panik setelah keluar dari ruangan. "Dok, bagaimana dengan kondisi suami ku dok". "Kondisi pasien saat ini sangat be
Hendra yang sudah menjual hasil buruannya kepada bos Cahyo, dan juga Hendra yang mendapatkan uang lebih, lantas mereka berdua pun langsung segera menuju ke rumah sakit lestari untuk melunasi biaya operasi kakek Bejo. Akan tetapi ketika Hendra bersama Reno baru saja berjalan beberapa langkah, Reno pun mendapatkan panggilan telepon dari ayahnya, lantas Reno pun mengangkat panggilan telepon tersebut, dimana setelah Reno melakukan panggilan telepon, ia mendapati bahwa kakek nya sedang di rawat di rumah sakit madika. Dikarenakan perbedaan rumah sakit, lantas Hendra dan Reno pun berpisah, mereka berdua pun menuju ke rumah sakit masing-masing. Hendra yang sudah sampai di rumah sakit lestari, ia pun langsung menemui Hani dan yang lainnya. "Nenek, bagaimana dengan kondisi kakek nek, apakah kakek Bejo baik-baik saja". "Ah Hendra, akhirnya kamu datang juga, tadi kata dokter yang melakukan operasi kepada kakek Bejo, dia mengatakan bahwa kondisi kakek Bejo saat ini sudah baik-baik saja, akan
Setelah Hendra dan Reno turun dari gunung, mereka berdua pun langsung membawa hasil tangkapan mereka yaitu ada babi dan kelinci ke kota untuk dijual. Dimana Hendra tanpa pikir panjang langsung menuju ke toko restauran milik bos Cahyo yang berada di pusat kota. Sesampainya Hendra di restoran bos Cahyo, satpam yang bertugas menjaga keamanan itu pun langsung mengenali nya, dan mereka langsung membawa Hendra di ruangan bos Cahyo. "Ehhh Hendra, ada apa lagi ndra, mau jual hasil tangkapan, wahhh gilaaa juga kamu, setiap hari menjual hasil tangkapan, padahal aku denger dari orang-orang saat ini sangat susah untuk berburu, melihat cuaca yang sangat panas dan musim kemarau". "Hmm iya betul sih bos, untuk saat ini emang susah berburu, namun aku sendiri pun tidak tau keberuntungan apa yang berpihak kepada ku, sehingga aku bisa mendapatkan hasil tangkapan seperti ini". "Sepertinya keberuntungan mu tidak hanya berburu ndra, kemarin aja kamu bisa mendapatkan uang dari beli batu". "Hahahaha na







