Share

Bab 6 : Menculik Hani

Author: lawww
last update Last Updated: 2026-01-07 09:30:26

Hendra yang menjual babi yang ia dapatkan di gunung, babi itu pun dibeli oleh bos Cahyo dengan harga 200.000 ribu.

Mendapati uang sebanyak itu, Hendra pun masih tidak menyangka dengan uang yang ia dapatkan ini.

"Terimakasih bos, kalau gitu aku pergi dulu".

"Okee sama-sama, besok kalau ada babi lagi bisa datang kesini, aku akan membeli nya".

"Okee siapp" Hendra pun langsung pergi meninggalkan restauran tersebut.

"Hahahah dengan babi ini, aku sangat yakin kalau tidak lama lagi restauran ini akan di serbu oleh pembeli, siapa yang gak mau makan daging babi hahahaha".

"Heii Riki, lain kali jaga sikap mu kalau kamu masih ingin bekerja disini" ucap bos Cahyo yang memarahi Riki, dan bos Cahyo pun langsung masuk kedalam restauran nya.

"Sialllllll !!!, awas aja kamu Hendra, lihat saja nanti pembalasan ku" dengan tangan yang mengepal erat, Riki pun merasa sangat kesal dengan apa yang terjadi pada hari ini.

Sedangkan Hendra, ia yang telah mendapatkan uang banyak, tidak langsung kembali ke rumah nya, melainkan ia berjalan-jalan mengitari pasar terlebih dahulu.

"Hmmm kali ini aku telah mendapatkan uang banyak, terimakasih sistem yang sangat membantu ku, dengan senjata panah dan kemampuan mata yang aku miliki saat ini, sangat membantu untuk mendapatkan hewan buruan".

"Ohh iyaa, kalau gitu aku beli beras aja, udah sangat lama aku dan hani tidak memakan nasi, pasti Hani sangat suka" lantas Hendra pun mencari penjual beras.

"Permisi bu, untuk harga beras ini berapa ya bu".

"Beda-beda mas, ada yang dari harga 10.000 ribu, 15.000 ribu, dan ada juga yang 25.000 per kg nya, mas nya mau beli yang mana dan berapa kg?".

"Hmm ternyata mahal juga harga, tapi gakpapa lah" ucap Hendra dari dalam hatinya.

"Kalau gitu beli yang harga 10.000 ribu aja bu".

"Baik mas, mau berapa kg".

"Ehhh berapa kg ya? emm 5 kg aja bu".

"Okee siap, tunggu sebentar ya" dan ibu pedagang beras itu pun langsung membungkuskan beras yang dibeli oleh Hendra.

Setelah selesai membeli beras, Hendra pun langsung berjalan pulang ke rumah nya.

"Hann nanti malam kita akan makan nasi" dengan senyum yang terpampang di wajah nya, Hendra pun sudah tidak sabar untuk memasak beras yang baru saja ia beli.

-RUMAH HENDRA-

Hani yang saat ini sedang seorang diri berada di rumah, sesuai dengan perintah kakak nya, Hani pun menutup rapat pintu rumah nya, selagi Hendra keluar.

Namun tak lama setelah itu, apa yang ditakutkan oleh hani pun terjadi, dimana saat ini di luar rumah ramai dengan orang-orang yang membuat keributan.

"Woiii Hendra dimana kamu, cepat keluar kalau berani, setelah apa yang tadi kamu lakukan kepada kami, tidak mungkin kami akan membiarkan mu begitu saja".

"Ayoo keluar kalau berani".

"Atau kalau tidak, maka jangan salahkan kami kalau rumah ini kami hancurkan".

Haikal, Asep, dan Yono, mereka bertiga pun datang ke rumah Hendra untuk membalaskan dendam mereka kepada Hendra, yang telah menghajar mereka bertiga.

Tentunya mereka bertiga saat ini telah membawa senjata tajam, dan juga membawa beberapa orang tambahan.

"Ahhh apa inii, bagaimana inii, kak Hendra belum pulang juga, apa yang harus aku lakukan" hani yang berada di dalam rumah sendirian, ia pun saat ini sangat takut dengan orang-orang yang ada di depan rumah nya.

"Bagaimana ini sep, sepertinya dia tidak berani untuk membuka pintu rumah nya".

"Apa jangan-jangan mereka bertiga tidak ada di rumah".

"Kenapa kalian berdua pusing seperti itu, mereka ada atau tidak nya di rumah, tinggal kita dobrak aja pintu rumah nya, kalaupun mereka tidak ada, kita tinggal hancurkan saja rumah ini, biar dia paham dengan siapa dia mencari masalah" ucap Asep dan ia bersama dengan teman-teman nya langsung mendobrak pintu rumah Hendra.

"Bruakhhhh" pintu yang terkunci rapat, dapat di dobrak oleh Asep dan teman-teman nya, dimana Asep dan teman-teman nya hanya melihat adiknya hendra seorang diri di dalam rumah.

"Dimana si Hendra".

"Kakak sedang tidak ada di rumah" sahut Hani dengan penuh rasa ketakutan.

"Gimana ini sep, dia sedang tidak ada di rumah, apa kita nunggu dia pulang aja".

"Ehh coba kalian lihat lebih jelas, adiknya hendra dilihat-lihat ternyata sangat cantik, bagaimana kalau kita culik dia, lalu kita bermain dengan nya".

Mendekati apa yang dikatakan oleh yono, Asep dan juga Haikal pun baru sadar kalau adiknya Hendra sangatlah cantik.

"Benar apa juga apa yang kamu katakan, cepat bawa dia pergi, karena si tolol itu sedang tidak ada di rumah, maka adik nya pun jadi" sahut Asep.

Lantas Haikal dan juga Yono, dengan senyum yang terpampang di wajahnya, ia pun menarik paksa Hani.

Namun Hani sendiri ia pun tidak tinggal diam, dimana ia terus memberikan perlawanan ketika ada yang ingin menyentuh nya.

"Huhh susah banget si nih perempuan" ucap Yono.

"Kreeaakhhh" lantaran sangat susah untuk membawa pergi hani, sehingga Yono pun menarik paksa, yang membuat pakaian yang dikenakan oleh Hani sobek.

Sehingga terlihat sangat jelas, Hani yang memakai tanktop saja.

"Wihhh besar sekaliii" ucap yono dan juga Haikal, mereka berdua yang berada di samping Hani, tentunya melihat dengan sangat jelas dua gunung indah milik Hani.

Mendengar apa yang dikatakan oleh yono dan Haikal, Asep pun langsung menoleh, dimana ia juga terkejut melihat nya, lalu Asep pun memainkan lidahnya sambil menatap wajah Hani.

Sedangkan Hani, ia pun langsung menutupi dadanya dengan kedua tangan nya.

"Kalian berdua cepat bawa dia pergi dari sini, aku sudah tidak sabar ingin memainkan nya" ucap Asep.

"Aakhhh tolooongggg, tooolooonggg" Hani pun terus berteriak minta tolong di dalam rumah, ketika dirinya dipaksa pergi oleh Yono dan Haikal.

Namun karena tenaga yang dimiliki oleh laki-laki berbeda dengan tenaga perempuan, terutama Haikal dan juga yono yang bekerja sama, sehingga Hani pun dapat di bawa pergi meninggalkan rumah nya.

Seiring perjalanan meninggalkan rumah nya, Hani pun terus-terusan minta tolong, sehingga membuat tetangga yang mendengar itu, mereka semua langsung berkumpul.

Namun mereka semua tidak ada yang bergerak untuk membantu Hani, termasuk bu siti dan juga bu dian yang hanya menonton saja.

"Percuma juga kita membantu nya, Hendra dan juga hani itu tidak berguna sama sekali".

"Lebih baik kita pikir diri sendiri aja bu Dian".

"Iya betul, apalagi Asep itu ayah nya seorang kreak yang dulunya sangat ditakuti, kalau kita mencari masalah dengan nya, yang ada kita bunuh diri".

Para ibu-ibu itu pun hanya menonton, sembari membicarakan mengenai kehidupan Hendra dan adiknya.

Termasuk para bapak-bapak yang ada disana, mereka semua juga hanya menonton sambil menghisap rokok nya.

Sedangkan dilain sisi, Hendra yang melihat keramaian di sekitar rumah nya, ia pun merasa sangat penasaran dengan apa yang terjadi, lantas Hendra pun langsung berlari untuk melihat nya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • DARI KELAPARAN MENUJU KEKUASAAN    Bab 41 : Gingseng 100 tahun

    Hendra yang mendapatkan informasi dari sistem, kalau terdapat beberapa cara untuk memulihkan tenaga dalamnya ataupun menambah tenaga dalamnya, diantara cara yang disampaikan oleh sistem yaitu dengan cara menyerang energi pada batu giok. Mendapati hal itu, Hendra pun langsung saja pergi ke kota, dan ke pasar tempat sebelumnya Hendra membeli batu giok, namun sampai disana Hendra pun tidak melihat adanya penjual batu disana. Bingung harus pergi kemana, Hendra pun teringat dengan adanya kakek-kakek yang memberikan nya kartu nama. "Ahh untung saja kartu nama ini masih ada, kalau begitu langsung saja pergi kesana, siapa tau disana ada beberapa hal yang bermanfaat" lantas Hendra pun lantas mengikuti alamat yang ada pada kartu nama itu. selang beberapa menit Hendra yang terus mencari alamat itu, dengan bantuan oleh orang-orang disekitarnya, sehingga Hendra pun telah sampai di tempat yang dituju. "Astaga besar sekali rumah ini, ini serius aku tidak salah tempat" pikir Hendra, dan ia

  • DARI KELAPARAN MENUJU KEKUASAAN    Bab 40 : 7 jarum surgawi

    Hendra yang melihat sudah tidak ada waktu lagi, ia pun langsung memeriksa kondisi kakek Bejo, dan Hendra pun sangat dibuat terkejut setelah ia memeriksa nya. Dimana Hendra mendapati bahwa tubuh kakek Bejo sudah sangat hancur, meskipun dari luar terlihat biasa saja. "Hmm sepertinya aku harus menggunakan 7 jarum surgawi, meskipun 7 jarum surgawi tidak bisa secara langsung menyembuhkan kakek, akan tetapi 7 jarum itu dapat memulihkan kondisi kakek 70%, dan nanti bisa dilanjutkan akupuntur lagi" gumam Hendra, dimana Hendra pun menggunakan tenaga dalam yang ia miliki, untuk menggerakkan setiap jarum yang ada. "Kemampuan ini, apakah ini yang dinamakan menggerakkan jarum dengan energi, busettt masih bocah sudah bisa menggunakan kekuatan seperti ini" ucap dokter Rey, yang merupakan dokter yang mengawasi Hendra, dan dokter yang bertaruh dengan Hendra sebelumnya. "Wuuussshhhh" sekali hentakan, 7 jarum itu pun langsung menancap ke tubuh kakek Bejo dengan sendirinya Hendra pun terus mengguna

  • DARI KELAPARAN MENUJU KEKUASAAN    Bab 39 : Dokter fais

    Hendra yang telah berhasil mendapatkan satu set jarum akupuntur, setelah ia menukarkan nya dengan poin yang ia miliki, selanjutnya Hendra pun kembali ke rumah sakit lestari. Sesampainya di rumah sakit, Hendra yang mendapati bahwa kakek Bejo saat ini masih di rawat oleh dokter, dan Hendra yang melirik ke arah nenek nya yang saat ini terlihat sangat lemas, hal itu membuat Hendra ingin menyembuhkan nenek nya. "Nek apakah nenek merasa capek dan pusing". "Hahh kenapa kamu bisa tau ndra" dengan suara yang lemas, nenek Romlah pun penasaran bagaimana Hendra dapat mengetahui nya. "Ahhh gausah dipikirkan bagaimana aku bisa tau, yang pasti aku akan mencoba untuk menyembuhkan nenek". "Kakkk udah lah kakk, nenek sedang mau istirahat, jadi jangan diajak bercanda seperti itu" sahut Hani yang menganggap apa yang keluar dari mulut kakak nya itu merupakan candaan. "Siapa juga yang bercanda, udahh kamu diam aja kalau kamu gak percaya". "Nekk, mungkin akan ada sensasi terkejut setelah aku m

  • DARI KELAPARAN MENUJU KEKUASAAN    Bab 38 : Set jarum akupuntur

    Ketika nenek Romlah dan Andika sedang menunggu kakek Bejo di luar ruangan, mereka berdua pun dikejutkan dengan dokter dan beberapa perawat lainnya yang datang. "Ada apa dok, kenapa kalian semua datang kesini, apakah ada sesuatu dengan suami ku" Ucap nenek Romlah. Setelah mengetahui bahwa dokter tersebut mendapatkan laporan bahwa pasien sedang dalam keadaan kritis, hal itu membuat nenek Romlah sangat terkejut, dan dokter itu pun langsung masuk kedalam ruangan. Tak lama setelah itu, datanglah Hendra dan juga Hani "Ndra apakah kamu yang bilang kepada dokter kalau kakek mu sedang dalam keadaan kritis". "Iya nek". "Kakk, kenapa kak Hendra bisa tau kalau kakek saat ini sedang kritis" Ucap Andika. "Hmm susah menjelaskan nya, kita lihat aja nanti". Tak lama setelah itu dokter yang merawat kakek bejo itu pun keluar dari ruangan, dimana dokter itu terlihat sangat panik setelah keluar dari ruangan. "Dok, bagaimana dengan kondisi suami ku dok". "Kondisi pasien saat ini sangat be

  • DARI KELAPARAN MENUJU KEKUASAAN    Bab 37 : Kondisi semakin memburuk

    Hendra yang sudah menjual hasil buruannya kepada bos Cahyo, dan juga Hendra yang mendapatkan uang lebih, lantas mereka berdua pun langsung segera menuju ke rumah sakit lestari untuk melunasi biaya operasi kakek Bejo. Akan tetapi ketika Hendra bersama Reno baru saja berjalan beberapa langkah, Reno pun mendapatkan panggilan telepon dari ayahnya, lantas Reno pun mengangkat panggilan telepon tersebut, dimana setelah Reno melakukan panggilan telepon, ia mendapati bahwa kakek nya sedang di rawat di rumah sakit madika. Dikarenakan perbedaan rumah sakit, lantas Hendra dan Reno pun berpisah, mereka berdua pun menuju ke rumah sakit masing-masing. Hendra yang sudah sampai di rumah sakit lestari, ia pun langsung menemui Hani dan yang lainnya. "Nenek, bagaimana dengan kondisi kakek nek, apakah kakek Bejo baik-baik saja". "Ah Hendra, akhirnya kamu datang juga, tadi kata dokter yang melakukan operasi kepada kakek Bejo, dia mengatakan bahwa kondisi kakek Bejo saat ini sudah baik-baik saja, akan

  • DARI KELAPARAN MENUJU KEKUASAAN    Bab 36 : Uang tambahan

    Setelah Hendra dan Reno turun dari gunung, mereka berdua pun langsung membawa hasil tangkapan mereka yaitu ada babi dan kelinci ke kota untuk dijual. Dimana Hendra tanpa pikir panjang langsung menuju ke toko restauran milik bos Cahyo yang berada di pusat kota. Sesampainya Hendra di restoran bos Cahyo, satpam yang bertugas menjaga keamanan itu pun langsung mengenali nya, dan mereka langsung membawa Hendra di ruangan bos Cahyo. "Ehhh Hendra, ada apa lagi ndra, mau jual hasil tangkapan, wahhh gilaaa juga kamu, setiap hari menjual hasil tangkapan, padahal aku denger dari orang-orang saat ini sangat susah untuk berburu, melihat cuaca yang sangat panas dan musim kemarau". "Hmm iya betul sih bos, untuk saat ini emang susah berburu, namun aku sendiri pun tidak tau keberuntungan apa yang berpihak kepada ku, sehingga aku bisa mendapatkan hasil tangkapan seperti ini". "Sepertinya keberuntungan mu tidak hanya berburu ndra, kemarin aja kamu bisa mendapatkan uang dari beli batu". "Hahahaha na

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status