Home / Fantasi / DARI KELAPARAN MENUJU KEKUASAAN / Bab 7: menyelamatkan hani

Share

Bab 7: menyelamatkan hani

Author: lawww
last update Last Updated: 2026-01-08 09:30:32

Hendra yang baru saja pulang dari pasar setelah menjual babi tangkapan nya, namun ketika Hendra melihat keramaian yang ada di depan rumahnya, ia pun penasaran dengan apa yang terjadi.

Lantas Hendra pun langsung berlari untuk melihatnya.

"Ada apa ini, kenapa kalian semua berkumpul di rumah ku".

"Lah ini si Hendra baru datang aja setelah adiknya di culik".

"Apaaa Hanii diculikkk" Hendra yang mendengar apa yang dikatakan oleh ibu-ibu disana, ia pun sangat terkejut dengan apa yang terjadi.

"Ndraa, adikmu tadi di culik oleh beberapa orang, dia dibawa ke arah selatan tadi, sedangkan para penculik itu membawa senjata tajam, jadi kami semua tidak ada yang berani untuk membantu menyelamatkan adik mu" ucap bu Ani.

Mendengar apa yang dikatakan oleh Bu Ani, Hendra pun langsung berlari ke arah yang ditunjukkan oleh bu Ani.

Namun seiring perjalanan, Hendra masih belum melihat adiknya, bahkan suara adik nya pun ia tidak mendengar nya.

"Kalau seperti ini terus tidak akan bisa mengejar Hani, yang ada hani sudah di apa-apa kan oleh mereka".

"Sistem tukarkan 10 poin dengan kecepatan".

*DING*.

"Selamat tuan, kecepatan tuan telah naik ke level 2".

"Sistem tukarkan 10 poin dengan stamina" dimana Hendra pun merasa takut apabila ia berhasil mengejar adik nya, stamina nya pun habis sehingga ia tidak bisa menyelamatkan adik nya.

*DING*.

"Selamat tuan, stamina tuan telah naik ke level 2".

Lantas Hendra pun langsung berlari dengan kecepatan yang ia miliki saat ini.

Tak membutuhkan waktu lama, Hendra pun akhirnya berhasil mengejar adik nya.

"Woii lepaskan adik ku".

Mendengar suara tersebut, asep dan yang lainnya pun langsung berhenti dan menoleh ke belakang.

"Lepaskan adik ku, atau kalau tidak kalian akan menanggung akibatnya".

"Hahaha coba lihat siapa yang datang ini".

"Ada seorang pahlawan yang ingin menyelamatkan adik nya".

"Hendra, Hendra, dengan tubuh kecil mu ini, apakah kamu yakin dapat menyelamatkan adik mu, tadi kamu hanya kebetulan saja bisa melawan kami, tapi lihat sekarang" ucap Asep sambil memperlihatkan orang-orang nya tang membawa senjata tajam.

"Kakk, kakk Hendra tolong aku kakk" dengan air mata yang menetes di pipinya, Hani pun menangis ketika dirinya di bawa oleh orang-orang tersebut.

"Cepatt lepaskan adik kuu" dengan sorot mata yang sangat tajam, dan suara yang sangat menggelegar, setiap kata yang diucapkan oleh Hendra keluar bagaikan petir yang menyambar.

"Hahahaha, apa hanya membentak seperti itu terus kami takut dengan mu, ambil sendiri kalau bisa, atau kalau tidak aku akan mengembalikan adik mu, dengan syarat kamu sujud di depan ku" ucap Asep.

Mendengar hal tersebut, Hendra pun melangkahkan kaki nya secara perlahan untuk mendekat ke arah Asep.

"Hahahaha emang dasar orang bodoh, gak bisa apa-apa, ya cuma bisa gini, cepat sujud di depan ku dan cium kaki ku, dengan begitu aku akan melepaskan adik mu, dan membiarkan kalian pergi" ucap asep yang merasa bahwa Hendra yang mendekat ke arah nya akan bersujud di hadapan nya.

"Hahahaha, hendra, oh Hendra, sungguh malang sekali nasib mu, tapi apa yang bisa kamu lakukan selain mengikuti apa yang dikatakan oleh asep" Haikal dan juga yono pun ikut menertawakan apa yang akan dilakukan oleh Hendra.

"Baaaggggg" namun apa yang terjadi selanjutnya membuat semua orang terkejut.

Hendra yang mengepalkan tangan nya dengan sangat erat, ia pun melayangkan satu pukulan sekuat tenaga yang ia miliki ke wajah Asep.

Setelah itu ketika semua orang sedang terbengong melihat apa yang terjadi, Hendra pun berlari dengan sangat cepat untuk merebut adik nya yang berada dalam dekapan Haikal dan Yono.

"Arrgghhhhhhh kamuu..... kamuu berani sekali kamu memukul ku" ucap Asep, dan secara tiba-tiba dar*h pun keluar melalui hidung Asep.

"Seppp hidung mu, hidung muu keluar dar*h" ucap Haikal.

Asep yang baru tau akan hal itu, ia pun semakin emosi dengan Hendra.

"Haiii hendra, baiklah kalau kamu mau mati disini, maka aku akan mengabulkan keinginan mu" ucap Asep sambil menunjuk ke arah Hendra.

Namun ia pun sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya, hani yang tadi nya masih dalam genggaman nya, tiba-tiba saja sudah berada di tangan Hendra.

"Kalian berdua apa yang kalian lakukan, kenapa Hendra sudah membawa adik nya".

Mendengar hal tersebut, Haikal dan yono juga baru sadar bahwa hani kini tidak lagi dalam dekapan nya.

"Kakkk, kakkk Hendra aku takut kakkk" dengan napas yang pendek dan cepat, matanya yang melebar dan memerah, air mata yang terus menetes dari mata Hani, Hani pun memeluk erat kakak nya sambil terus menangis.

"Tenang hann kamu sekarang aman, udah jangan menangis lagi" ucap Hendra sambil mengusap air mata yang membasahi pipi Hani.

"Kamii juga gak tau sep, tiba-tiba saja Hendra itu sudah menyelamatkan adik nya".

"Ahhh dasar bodoh kalian berdua, menjaga satu perempuan saja tidak bisa" sahut Asep yang langsung memarahi Haikal dan yono.

"Ehh Hendra, meskipun kamu telah menyelamatkan adik mu, namun jangan harap kalian berdua bisa pergi dari sini".

"Kalian semua cepat habisi dia, tapi kalian jangan melukai adik nya, karena aku ingin bermain dengan adik nya, jadi jangan sampai terluka".

Lantas orang-orang yang dibawa oleh asep, dengan senjata parang di tangan nya, mereka semua pun melangkahkan kaki secara perlahan mendekat ke arah Hendra.

"Kakk, kakk lari saja kakk, mereka semua bawa senjata, jadi jangan melawan nya" hani pun menarik-narik tangan Hendra untuk mengajak nya pergi melarikan diri.

"Hahahaha percuma saja kalian lari, apakah kami akan membiarkan kalian begitu saja" ucap Asep yang tersenyum melihat kondisi Hendra.

"Percuma juga kita lari Han, benar apa yang dikatakan oleh Asep tadi, tidak mungkin mereka akan membiarkan kita pergi begitu saja, kalau pun kita bisa lari dari mereka, pasti mereka akan kembali lagi ke rumah kita".

"Udah kamu tenang saja han, kamu disini saja jangan bergerak kemana-mana, orang seperti mereka itu harus diberikan pelajaran, biar tau rasa" ucap Hendra.

"Tapiii.... kakkkk" Hani pun takut apabila kakak nya kenapa-kenapa.

"Hendraa, hendraaa, meskipun kamu tadi dapat berkelahi melawan kami, namun kamu juga harus tau diri, yang kamu hadapi itu senjata tajam, jadi sekuat apapun dirimu pasti akan kami habisi disini hahahaha".

"Hahaha dasar bodohh, emangnya kamu mempunyai ilmu kebal sehingga ingin mengahadapi senjata tajam" sahut Haikal.

Hendra yang dari luarnya kelihatan tenang, namun di lain sisi ia bingung apa yang harus ia lakukan "bagaimana ini, tidak mungkin aku melawan mereka semua dengan tangan kosong, yang ada aku akan mati konyol disini" ucap Hendra dari dalam hatinya.

"Masih muda tapi berani mencari masalah dengan orang yang salah, terimalah nasib mu" ucap salah satu orang suruhan Asep.

"Tunggu apalagi cepat habisi diaa hahahaha" teriak Asep.

Lantas orang-orang itu pun langsung mengangkat parang nya dan bersiap untuk menebaskan parang tersebut ke arah Hendra.

"Kakkk hendraaaaa" teriak Hani yang tidak berani melihat apa yang terjadi.

"Praaaakkhhh".

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • DARI KELAPARAN MENUJU KEKUASAAN    Bab 41 : Gingseng 100 tahun

    Hendra yang mendapatkan informasi dari sistem, kalau terdapat beberapa cara untuk memulihkan tenaga dalamnya ataupun menambah tenaga dalamnya, diantara cara yang disampaikan oleh sistem yaitu dengan cara menyerang energi pada batu giok. Mendapati hal itu, Hendra pun langsung saja pergi ke kota, dan ke pasar tempat sebelumnya Hendra membeli batu giok, namun sampai disana Hendra pun tidak melihat adanya penjual batu disana. Bingung harus pergi kemana, Hendra pun teringat dengan adanya kakek-kakek yang memberikan nya kartu nama. "Ahh untung saja kartu nama ini masih ada, kalau begitu langsung saja pergi kesana, siapa tau disana ada beberapa hal yang bermanfaat" lantas Hendra pun lantas mengikuti alamat yang ada pada kartu nama itu. selang beberapa menit Hendra yang terus mencari alamat itu, dengan bantuan oleh orang-orang disekitarnya, sehingga Hendra pun telah sampai di tempat yang dituju. "Astaga besar sekali rumah ini, ini serius aku tidak salah tempat" pikir Hendra, dan ia

  • DARI KELAPARAN MENUJU KEKUASAAN    Bab 40 : 7 jarum surgawi

    Hendra yang melihat sudah tidak ada waktu lagi, ia pun langsung memeriksa kondisi kakek Bejo, dan Hendra pun sangat dibuat terkejut setelah ia memeriksa nya. Dimana Hendra mendapati bahwa tubuh kakek Bejo sudah sangat hancur, meskipun dari luar terlihat biasa saja. "Hmm sepertinya aku harus menggunakan 7 jarum surgawi, meskipun 7 jarum surgawi tidak bisa secara langsung menyembuhkan kakek, akan tetapi 7 jarum itu dapat memulihkan kondisi kakek 70%, dan nanti bisa dilanjutkan akupuntur lagi" gumam Hendra, dimana Hendra pun menggunakan tenaga dalam yang ia miliki, untuk menggerakkan setiap jarum yang ada. "Kemampuan ini, apakah ini yang dinamakan menggerakkan jarum dengan energi, busettt masih bocah sudah bisa menggunakan kekuatan seperti ini" ucap dokter Rey, yang merupakan dokter yang mengawasi Hendra, dan dokter yang bertaruh dengan Hendra sebelumnya. "Wuuussshhhh" sekali hentakan, 7 jarum itu pun langsung menancap ke tubuh kakek Bejo dengan sendirinya Hendra pun terus mengguna

  • DARI KELAPARAN MENUJU KEKUASAAN    Bab 39 : Dokter fais

    Hendra yang telah berhasil mendapatkan satu set jarum akupuntur, setelah ia menukarkan nya dengan poin yang ia miliki, selanjutnya Hendra pun kembali ke rumah sakit lestari. Sesampainya di rumah sakit, Hendra yang mendapati bahwa kakek Bejo saat ini masih di rawat oleh dokter, dan Hendra yang melirik ke arah nenek nya yang saat ini terlihat sangat lemas, hal itu membuat Hendra ingin menyembuhkan nenek nya. "Nek apakah nenek merasa capek dan pusing". "Hahh kenapa kamu bisa tau ndra" dengan suara yang lemas, nenek Romlah pun penasaran bagaimana Hendra dapat mengetahui nya. "Ahhh gausah dipikirkan bagaimana aku bisa tau, yang pasti aku akan mencoba untuk menyembuhkan nenek". "Kakkk udah lah kakk, nenek sedang mau istirahat, jadi jangan diajak bercanda seperti itu" sahut Hani yang menganggap apa yang keluar dari mulut kakak nya itu merupakan candaan. "Siapa juga yang bercanda, udahh kamu diam aja kalau kamu gak percaya". "Nekk, mungkin akan ada sensasi terkejut setelah aku m

  • DARI KELAPARAN MENUJU KEKUASAAN    Bab 38 : Set jarum akupuntur

    Ketika nenek Romlah dan Andika sedang menunggu kakek Bejo di luar ruangan, mereka berdua pun dikejutkan dengan dokter dan beberapa perawat lainnya yang datang. "Ada apa dok, kenapa kalian semua datang kesini, apakah ada sesuatu dengan suami ku" Ucap nenek Romlah. Setelah mengetahui bahwa dokter tersebut mendapatkan laporan bahwa pasien sedang dalam keadaan kritis, hal itu membuat nenek Romlah sangat terkejut, dan dokter itu pun langsung masuk kedalam ruangan. Tak lama setelah itu, datanglah Hendra dan juga Hani "Ndra apakah kamu yang bilang kepada dokter kalau kakek mu sedang dalam keadaan kritis". "Iya nek". "Kakk, kenapa kak Hendra bisa tau kalau kakek saat ini sedang kritis" Ucap Andika. "Hmm susah menjelaskan nya, kita lihat aja nanti". Tak lama setelah itu dokter yang merawat kakek bejo itu pun keluar dari ruangan, dimana dokter itu terlihat sangat panik setelah keluar dari ruangan. "Dok, bagaimana dengan kondisi suami ku dok". "Kondisi pasien saat ini sangat be

  • DARI KELAPARAN MENUJU KEKUASAAN    Bab 37 : Kondisi semakin memburuk

    Hendra yang sudah menjual hasil buruannya kepada bos Cahyo, dan juga Hendra yang mendapatkan uang lebih, lantas mereka berdua pun langsung segera menuju ke rumah sakit lestari untuk melunasi biaya operasi kakek Bejo. Akan tetapi ketika Hendra bersama Reno baru saja berjalan beberapa langkah, Reno pun mendapatkan panggilan telepon dari ayahnya, lantas Reno pun mengangkat panggilan telepon tersebut, dimana setelah Reno melakukan panggilan telepon, ia mendapati bahwa kakek nya sedang di rawat di rumah sakit madika. Dikarenakan perbedaan rumah sakit, lantas Hendra dan Reno pun berpisah, mereka berdua pun menuju ke rumah sakit masing-masing. Hendra yang sudah sampai di rumah sakit lestari, ia pun langsung menemui Hani dan yang lainnya. "Nenek, bagaimana dengan kondisi kakek nek, apakah kakek Bejo baik-baik saja". "Ah Hendra, akhirnya kamu datang juga, tadi kata dokter yang melakukan operasi kepada kakek Bejo, dia mengatakan bahwa kondisi kakek Bejo saat ini sudah baik-baik saja, akan

  • DARI KELAPARAN MENUJU KEKUASAAN    Bab 36 : Uang tambahan

    Setelah Hendra dan Reno turun dari gunung, mereka berdua pun langsung membawa hasil tangkapan mereka yaitu ada babi dan kelinci ke kota untuk dijual. Dimana Hendra tanpa pikir panjang langsung menuju ke toko restauran milik bos Cahyo yang berada di pusat kota. Sesampainya Hendra di restoran bos Cahyo, satpam yang bertugas menjaga keamanan itu pun langsung mengenali nya, dan mereka langsung membawa Hendra di ruangan bos Cahyo. "Ehhh Hendra, ada apa lagi ndra, mau jual hasil tangkapan, wahhh gilaaa juga kamu, setiap hari menjual hasil tangkapan, padahal aku denger dari orang-orang saat ini sangat susah untuk berburu, melihat cuaca yang sangat panas dan musim kemarau". "Hmm iya betul sih bos, untuk saat ini emang susah berburu, namun aku sendiri pun tidak tau keberuntungan apa yang berpihak kepada ku, sehingga aku bisa mendapatkan hasil tangkapan seperti ini". "Sepertinya keberuntungan mu tidak hanya berburu ndra, kemarin aja kamu bisa mendapatkan uang dari beli batu". "Hahahaha na

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status