Home / Fantasi / DARI KELAPARAN MENUJU KEKUASAAN / Bab 8 : Hasil tangkapan babi

Share

Bab 8 : Hasil tangkapan babi

Author: lawww
last update Last Updated: 2026-01-09 09:30:43

Asep yang sudah sangat kesal dengan Hendra, ia pun langsung menyuruh semua anak buahnya untuk segera menghabisi Hendra.

Sedangkan Hendra sendiri yang tidak tau harus melawan orang-orang yang membawa senjata tajam itu dengan cara apa, tiba-tiba ia pun melihat sepotong kayu di bawah kaki nya, lantas Hendra pun langsung mengambil kayu tersebut.

"Praaakkhhh" benturan pun terjadi, antara parang yang dibawa oleh orang-orang suruhan Asep, dengan kayu yang dibawa oleh Hendra.

"Hahahahaha dengan sepotong kayu itu apa yang bisa kamu lakukan, kalau dipikir mana bisa kayu itu melawan parang bodoh" sahut Asep.

"Praangggg" namun apa yang terjadi membuat semua orang yang berada di tempat tersebut sangat terkejut dan tidak menyangka, dimana senjata yang dibawa oleh orang-orang itu patah hanya dengan sepotong kayu yang dibawa oleh Hendra.

"Tidakk mungkinnn, dia bukan lagi manusia, ayoo lariiii" teriak orang-orang suruan Asep, dan mereka semua pun langsung melarikan diri meninggalkan asep, haikal dan yono.

"Woiiiii mau kemana kaliaaannn, siaalaannn" teriak Haikal, yang merasa kesal dengan orang-orang tersebut, karena tiba-tiba melarikan diri.

"Ini.... bagaimana mungkin, sepotong kayu seperti itu mampu mematahkan parang" ucap Asep yang masih tidak menyangka dengan apa yang dia lihat.

"Sepp lebih baik kita juga pergi dari sini, sepertinya keberuntungan Hendra sangat lah mengerikan".

"Iyaa Sep, bagaimana mungkin kayu dapat mematahkan parang, kan gak masuk akal anjir".

Mendengar apa yang dikatakan oleh Haikal dan Yono, Asep pun merasa bahwa hari ini merupakan hari keberuntungan Hendra, dan asep bersama yang lainnya langsung pergi meninggalkan Hendra dan juga Hani.

"Awasss kamu Hendra, tunggu saja kami akan datang kembali".

"Mau kemana kalian, apakah kalian boleh pergi begitu saja" ucap Hendra.

"Kakk, udahh kak, biarkan saja, gausah diperpanjang lagi".

"Tapi Hann, mereka semua telah melakukan hal gila seperti ini kepada mu".

"Udahh kak gakpapa, mari kita pulang aja".

Mendengar apa yang dikatakan oleh Hani, Hendra pun hanya mengikuti apa yang dikatakan oleh nya, namun Hendra pun tidak membiarkan begitu saja.

"Hahh mau pergi?!, setelah apa yang kalian lakukan kepada adik ku, jangan harap kalian bisa pergi begitu saja" ucap Hendra dari dalam hatinya, dan ia langsung melemparkan kayu yang ia bawa ke arah Asep dan yang lainnya dengan sekuat tenaga yang ia miliki.

"Udahh kak ayoo pulang" lantas setelah Hendra melemparkan kayu tersebut, mereka berdua langsung pulang ke rumah.

Namun ketika mendapati bahwa pakaian ahani telah terbuka, Hendra pun melepaskan pakaian yang ia kenakan untuk menutupi tubuh adik nya

Sedangkan Asep dan yang lainnya yang kini tidak menyadari kayu lemparan Hendra, tiba-tiba.

"Booggggg" kayu itu pun mengenai salah satu kaki Asep.

"Arrrgghhhhhhh" jeritan pun terdengar, kini Asep mengerang kesakitan sambil memegangi salah satu kaki nya.

"Asepp" teriak Haikal dan Yono, dan mereka berdua langsung membantu Asep.

Hendra dan juga Hani yang telah sampai rumah, ibu-ibu yang semula berkerumun yang hanya melihat saja, kini mereka semua pun telah pergi, dan hanya terdapat bu Ani yang menunggu kedatangan Hendra di depan rumah nya.

"Akhirnya kalian pulang dengan selamat, masuk dulu kedalam rumah, biar bu ani buatkan kalian makanan" ucap bu Ani.

"bu Ani terimakasih bu, tapi gausah repot-repot seperti itu".

"Udah tenang saja" lantas Bu Ani pun langsung pulang ke rumah nya untuk mengambilkan makanan buat Hendra dan Hani.

"Sudah Han tenang saja, hal seperti ini aku tidak akan membiarkan terulang lagi, aku akan terus melindungi mu selagi masih hidup".

Hani yang menderita perkataan kakak nya, ia pun langsung memeluk erat Hendra sambil menangis.

Tak lama setelah itu, datanglah bu ani yang membawakan makanan beserta teh hangat untuk mereka berdua.

"Ini makan dulu pasti kalian berdua lapar".

"Bu Ani, gausah repot-repot seperti ini bu" sahut Hendra.

"Gak, gak repot, justru bu Ani merasa sangat malu dengan diri sendiri, duluu bapak dan ibu kalian sering membantu bu ani ketika bu ani sedang kesulitan, jadi kini melihat kalian berdua yang sedang kesulitan, tidak mungkin bu ani akan membiarkan begitu saja".

"Udahh dimakan aja, kalau gitu bu ani pulang dulu" dan bu ani pun melangkahkan kaki nya meninggalkan rumah Hendra.

"Ehh tunggu dulu bu".

"Iya ada apa ndra".

"Kemarin hani ngutang di warung bu ani 5 ribu, jadi aku ingin mengembalikan nya" ucap Hendra sambil memberikan uang 5 ribu kepada Bu Ani.

"Kamu dapat uang dari mana ndra?, kamu tidak melakukan hal yang tidak-tidak kan?".

"Tidak Bu Ani, bu Ani tenang saja, uang ini dari hasil Hendra menjual tangkapan yang kita dapatkan di gunung".

"Ohh gitu, baiklah terimakasih ya" ucap bu Ani dan ia langsung pergi meninggalkan rumah Hendra.

"Makan dulu Han, setelah itu istirahat, aku mau memperbaiki pintu rumah yang sudah dirusak oleh orang-orang itu".

"Iya kak" sahut Hani, dan ia langsung makan makanan pemberian bu Ani.

Setelah Hendra memperbaiki pintu rumah nya, ia pun lanjut sisa makanan yang diberikan oleh bu Ani.

Sedangkan Hani, kini ia sudah tertidur dengan pulas nya.

"Di desa ini hanya bu ani lah yang membantu ku, kakek dan nenek sudah tua, rumahnya juga jauh beda desa, sedangkan tetangga yang lainnya mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri, melihat kejahatan di depan mata, mereka semua tidak peduli, lihat saja nanti aku akan sukses".

Setelah Hendra selesai makan, ia pun langsung menyiapkan makanan buat nanti malam.

"Beras sudah di beli, sekarang tinggal masak saja" Hendra yang telah memiliki kemampuan memasak kaki lima, ia pun langsung menyiapkan makanan untuk adiknya dan dirinya sendiri.

Dimana Hendra memasak nasi dan juga daging kelinci yang ia dapatkan tadi pagi.

Setelah semuanya selesai, Hendra pun langsung pergi mandi.

"Kak Hendra kok baunya enak banget, kak Hendra masak yaa" ucap Hani yang baru saja bangun tidur.

"Iya han coba tebak aku masak apa".

"Alahh paling juga masak daging kelinci seperti kemarin".

"Hampir benar tapi ada yang kurang".

"Hahh maksudnya ada yang kurang apaan kak".

"Coba lihat aku masak nasiii untuk kita makan malam ini".

"Kakk, kak Hendra dapet nasi ini dari mana, minta sama bu ani? gausah kak cepat kembalikan" ucap Hani yang melihat nasi sangat banyak di atas meja.

"Siapa yang minta dengan bu ani, beras ini aku beli di pasar tadi, itu sisah beras nya" sahut Hendra sambil menunjuk ke arah beras yang belum dimasak oleh nya.

"Banyak banget kakk, kak Hendra dapat uang sebanyak ini dari mana".

"Apa kamu lupa kalau aku tadi pergi ke pasar untuk menjual babi yang kita tangkap di gunung, dan kamu tau babi itu terjual dengan harga berapa?".

"Berapa emangnya kakk" sahut Hani yang sangat penasaran.

"Babi itu terjual dengan harga 200.000 ribu".

"Apaaaaa 200.000 ribu" ucap Hani yang terkejut mendengar hal itu.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • DARI KELAPARAN MENUJU KEKUASAAN    Bab 41 : Gingseng 100 tahun

    Hendra yang mendapatkan informasi dari sistem, kalau terdapat beberapa cara untuk memulihkan tenaga dalamnya ataupun menambah tenaga dalamnya, diantara cara yang disampaikan oleh sistem yaitu dengan cara menyerang energi pada batu giok. Mendapati hal itu, Hendra pun langsung saja pergi ke kota, dan ke pasar tempat sebelumnya Hendra membeli batu giok, namun sampai disana Hendra pun tidak melihat adanya penjual batu disana. Bingung harus pergi kemana, Hendra pun teringat dengan adanya kakek-kakek yang memberikan nya kartu nama. "Ahh untung saja kartu nama ini masih ada, kalau begitu langsung saja pergi kesana, siapa tau disana ada beberapa hal yang bermanfaat" lantas Hendra pun lantas mengikuti alamat yang ada pada kartu nama itu. selang beberapa menit Hendra yang terus mencari alamat itu, dengan bantuan oleh orang-orang disekitarnya, sehingga Hendra pun telah sampai di tempat yang dituju. "Astaga besar sekali rumah ini, ini serius aku tidak salah tempat" pikir Hendra, dan ia

  • DARI KELAPARAN MENUJU KEKUASAAN    Bab 40 : 7 jarum surgawi

    Hendra yang melihat sudah tidak ada waktu lagi, ia pun langsung memeriksa kondisi kakek Bejo, dan Hendra pun sangat dibuat terkejut setelah ia memeriksa nya. Dimana Hendra mendapati bahwa tubuh kakek Bejo sudah sangat hancur, meskipun dari luar terlihat biasa saja. "Hmm sepertinya aku harus menggunakan 7 jarum surgawi, meskipun 7 jarum surgawi tidak bisa secara langsung menyembuhkan kakek, akan tetapi 7 jarum itu dapat memulihkan kondisi kakek 70%, dan nanti bisa dilanjutkan akupuntur lagi" gumam Hendra, dimana Hendra pun menggunakan tenaga dalam yang ia miliki, untuk menggerakkan setiap jarum yang ada. "Kemampuan ini, apakah ini yang dinamakan menggerakkan jarum dengan energi, busettt masih bocah sudah bisa menggunakan kekuatan seperti ini" ucap dokter Rey, yang merupakan dokter yang mengawasi Hendra, dan dokter yang bertaruh dengan Hendra sebelumnya. "Wuuussshhhh" sekali hentakan, 7 jarum itu pun langsung menancap ke tubuh kakek Bejo dengan sendirinya Hendra pun terus mengguna

  • DARI KELAPARAN MENUJU KEKUASAAN    Bab 39 : Dokter fais

    Hendra yang telah berhasil mendapatkan satu set jarum akupuntur, setelah ia menukarkan nya dengan poin yang ia miliki, selanjutnya Hendra pun kembali ke rumah sakit lestari. Sesampainya di rumah sakit, Hendra yang mendapati bahwa kakek Bejo saat ini masih di rawat oleh dokter, dan Hendra yang melirik ke arah nenek nya yang saat ini terlihat sangat lemas, hal itu membuat Hendra ingin menyembuhkan nenek nya. "Nek apakah nenek merasa capek dan pusing". "Hahh kenapa kamu bisa tau ndra" dengan suara yang lemas, nenek Romlah pun penasaran bagaimana Hendra dapat mengetahui nya. "Ahhh gausah dipikirkan bagaimana aku bisa tau, yang pasti aku akan mencoba untuk menyembuhkan nenek". "Kakkk udah lah kakk, nenek sedang mau istirahat, jadi jangan diajak bercanda seperti itu" sahut Hani yang menganggap apa yang keluar dari mulut kakak nya itu merupakan candaan. "Siapa juga yang bercanda, udahh kamu diam aja kalau kamu gak percaya". "Nekk, mungkin akan ada sensasi terkejut setelah aku m

  • DARI KELAPARAN MENUJU KEKUASAAN    Bab 38 : Set jarum akupuntur

    Ketika nenek Romlah dan Andika sedang menunggu kakek Bejo di luar ruangan, mereka berdua pun dikejutkan dengan dokter dan beberapa perawat lainnya yang datang. "Ada apa dok, kenapa kalian semua datang kesini, apakah ada sesuatu dengan suami ku" Ucap nenek Romlah. Setelah mengetahui bahwa dokter tersebut mendapatkan laporan bahwa pasien sedang dalam keadaan kritis, hal itu membuat nenek Romlah sangat terkejut, dan dokter itu pun langsung masuk kedalam ruangan. Tak lama setelah itu, datanglah Hendra dan juga Hani "Ndra apakah kamu yang bilang kepada dokter kalau kakek mu sedang dalam keadaan kritis". "Iya nek". "Kakk, kenapa kak Hendra bisa tau kalau kakek saat ini sedang kritis" Ucap Andika. "Hmm susah menjelaskan nya, kita lihat aja nanti". Tak lama setelah itu dokter yang merawat kakek bejo itu pun keluar dari ruangan, dimana dokter itu terlihat sangat panik setelah keluar dari ruangan. "Dok, bagaimana dengan kondisi suami ku dok". "Kondisi pasien saat ini sangat be

  • DARI KELAPARAN MENUJU KEKUASAAN    Bab 37 : Kondisi semakin memburuk

    Hendra yang sudah menjual hasil buruannya kepada bos Cahyo, dan juga Hendra yang mendapatkan uang lebih, lantas mereka berdua pun langsung segera menuju ke rumah sakit lestari untuk melunasi biaya operasi kakek Bejo. Akan tetapi ketika Hendra bersama Reno baru saja berjalan beberapa langkah, Reno pun mendapatkan panggilan telepon dari ayahnya, lantas Reno pun mengangkat panggilan telepon tersebut, dimana setelah Reno melakukan panggilan telepon, ia mendapati bahwa kakek nya sedang di rawat di rumah sakit madika. Dikarenakan perbedaan rumah sakit, lantas Hendra dan Reno pun berpisah, mereka berdua pun menuju ke rumah sakit masing-masing. Hendra yang sudah sampai di rumah sakit lestari, ia pun langsung menemui Hani dan yang lainnya. "Nenek, bagaimana dengan kondisi kakek nek, apakah kakek Bejo baik-baik saja". "Ah Hendra, akhirnya kamu datang juga, tadi kata dokter yang melakukan operasi kepada kakek Bejo, dia mengatakan bahwa kondisi kakek Bejo saat ini sudah baik-baik saja, akan

  • DARI KELAPARAN MENUJU KEKUASAAN    Bab 36 : Uang tambahan

    Setelah Hendra dan Reno turun dari gunung, mereka berdua pun langsung membawa hasil tangkapan mereka yaitu ada babi dan kelinci ke kota untuk dijual. Dimana Hendra tanpa pikir panjang langsung menuju ke toko restauran milik bos Cahyo yang berada di pusat kota. Sesampainya Hendra di restoran bos Cahyo, satpam yang bertugas menjaga keamanan itu pun langsung mengenali nya, dan mereka langsung membawa Hendra di ruangan bos Cahyo. "Ehhh Hendra, ada apa lagi ndra, mau jual hasil tangkapan, wahhh gilaaa juga kamu, setiap hari menjual hasil tangkapan, padahal aku denger dari orang-orang saat ini sangat susah untuk berburu, melihat cuaca yang sangat panas dan musim kemarau". "Hmm iya betul sih bos, untuk saat ini emang susah berburu, namun aku sendiri pun tidak tau keberuntungan apa yang berpihak kepada ku, sehingga aku bisa mendapatkan hasil tangkapan seperti ini". "Sepertinya keberuntungan mu tidak hanya berburu ndra, kemarin aja kamu bisa mendapatkan uang dari beli batu". "Hahahaha na

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status