Share

Bab 6.

Author: Ellailaist
last update Huling Na-update: 2025-11-20 09:13:31

“Aku baik-baik saja, Cindy.” Jessie menggeleng dengan senyum tipis yang terasa dipaksakan. “Pernikahanku juga berjalan lancar.”

Kebohongan itu meluncur terlalu mudah, seolah sudah dilatih berulang kali di kepalanya. Padahal dadanya sesak. Ada sesuatu yang mengganjal, berat, dan tidak bisa ia ceritakan pada siapa pun.

Cindy menyipitkan mata, jelas tidak sepenuhnya percaya. Tatapannya menelusuri wajah Jessie, mencari celah. Namun detik berikutnya, ia mengubah ekspresinya dan tersenyum ringan, seakan memilih untuk tidak memaksa. “Baiklah, kalau kau bilang begitu, Jes.” Ia menepuk punggung Jessie pelan. “Yang penting kamu kelihatan sehat.”

Jessie mengangguk, meski kata sehat terdengar ironis baginya.

Mereka melangkah masuk ke dalam gedung. Cindy berhenti di sebuah kedai kopi kecil di lobi, dan Jessie ikut mengantre di belakangnya. Aroma kopi segar menguar, pahit dan hangat, sedikit menenangkan gugup yang sejak tadi menggelayuti dada Jessie.

Ia menatap refleksinya di kaca etalase. Wajahnya terlihat normal. Tidak ada yang tahu bahwa dalam beberapa hari terakhir, hidupnya telah berubah total, secara paksa.

Setelah membayar, Cindy mengambil dua gelas kopi dari meja pick-up dan menyerahkan satu pada Jessie.

“Favoritmu,” ucap Cindy sambil tersenyum.

Jessie tersenyum balik, tapi tatapan Cindy tiba-tiba tertahan di tangan kiri Jessie.

Keningnya berkerut.

“Jes,” ucapnya pelan, nyaris berbisik, “kalau pernikahanmu lancar… kenapa jarimu kosong?”

Jantung Jessie berdetak lebih cepat.

Sedikit terkejut, tapi ia cepat menguasai diri. Ia mengangkat tangannya santai, seolah pertanyaan itu tidak berarti apa-apa. “Oh, ini?” Jessie tertawa kecil. “Aku lupa memakainya. Tadi kulepas waktu mandi. Belum terbiasa.”

Itu setengah benar. Ia memang belum terbiasa, pada cincin, pada status, pada pria bernama Jacob.

Cindy menatapnya beberapa detik, jelas ragu. Bibirnya terbuka seakan hendak bertanya lebih jauh, namun belum sempat—

“Selamat siang, Nona Jessie dan Nona Cindy.”

Seorang resepsionis menghampiri mereka dengan senyum profesional. “CEO kami sudah menunggu di ruangannya, lantai dua puluh tujuh.”

Jessie nyaris menghela napas lega. Gangguan yang tepat waktu.

“Terima kasih,” jawabnya cepat.

Mereka menuju lift khusus dan menekan tombol 27.

Lift melaju naik dalam keheningan. Angka-angka menyala bergantian. Jessie menggenggam gelas kopinya sedikit lebih erat. Entah kenapa, ada perasaan tidak enak yang mengendap di perutnya.

Begitu pintu lift terbuka, Jessie dan Cindy terdiam sejenak.

Lantai marmer putih mengilap membentang luas. Lampu kristal menggantung anggun di langit-langit tinggi. Dinding kaca memperlihatkan panorama kota yang megah. Segalanya memancarkan kemewahan yang tenang, tidak mencolok, tapi menekan.

Jessie menelan ludah.

Sehebat apa CEO ini sebenarnya?

Mereka berjalan menyusuri lorong sunyi dengan pencahayaan temaram. Para karyawan bekerja dalam keheningan profesional. Tidak ada yang berbicara keras. Tidak ada yang tertawa. Seolah satu kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal.

Jessie merasakan telapak tangannya dingin.

Akhirnya mereka berhenti di depan pintu kayu solid bertuliskan CEO.

Cindy mendekat dan berbisik, “Katanya CEO ini masih muda. Dan belum menikah.”

Jessie mengangkat alis, berusaha mencairkan suasana. “Oh ya?” Ia tersenyum tipis. “Semoga saja dia tidak terpesona padamu. Aku tidak mau kehilangan partner terbaikku.”

Cindy mencubit lengannya kecil, menahan tawa gugup.

Jessie menarik napas dalam-dalam, lalu mengetuk pintu.

“Masuk.”

Suara bariton rendah itu membuat langkah Jessie tertahan sesaat.

Ada sesuatu dalam suara itu. Tenang, dingin, dan terlalu familiar.

Pintu dibuka.

Ruangan CEO jauh lebih luas dari yang Jessie bayangkan. Jendela kaca besar memenuhi satu sisi ruangan, membiarkan cahaya alami masuk. Meja kerja besar berdiri kokoh di tengah, rapi tanpa tumpukan berlebihan. Segalanya terorganisir dan terkontrol.

Seorang pria duduk membelakangi mereka di kursi kulit hitam.

Posturnya santai, tapi aura wibawanya kuat. Setelan jas gelap membungkus tubuhnya dengan presisi sempurna, seolah dunia memang diciptakan agar pas dengannya.

“Silakan duduk,” ucapnya.

Jessie merasa dadanya mengencang.

Suara ini…

Ia melangkah pelan, berusaha menepis perasaan aneh yang merayap di tengkuknya. Kursi di depannya terasa berat saat ia duduki.

Kursi sang CEO berputar perlahan.

Dan detik berikutnya—

Jessie terlonjak kaget.

Matanya membulat. Napasnya tercekat. Dunia seakan berhenti bergerak.

Pria itu kini menghadap mereka sepenuhnya.

Wajah tampan dengan garis tegas. Tatapan dingin yang sulit dibaca. Aura tenang, namun menyimpan sesuatu yang berbahaya.

Jacob Sanjaya.

Cindy berdiri terpaku, jelas terpesona, seolah tidak menyadari perubahan drastis di udara sekitar.

Sementara Jessie… hanya mampu menatap tak percaya.

Ini pria yang sama.

Pria yang ia temui di hotel.

Pria yang mencium bibirnya di altar

Pria yang kini—secara sah—adalah suaminya.

Dan juga—

CEO Seven Heaven Corp.

Jacob menyandarkan punggungnya santai. Tatapannya tertuju pada Jessie, tenang, dingin, tanpa keterkejutan sedikit pun.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Mga Comments (7)
goodnovel comment avatar
Nasikin Ahmad
ceritanya semoga gak muter muter
goodnovel comment avatar
Tresia Djagang
kagum ceritanya tapi tdk bisa baca selanjutnya
goodnovel comment avatar
Ros
Kaget deh jessica. Knapa jacob ga nyapa…… Hi istri ku …. Gt donk….. ga perlu di tutup2 i….
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • DINIKAHI CUCU TERBUANG: SUAMIKU TERNYATA PENGUASA DUNIA   Bab 329.

    Jacob berdiri dari kursinya, tubuhnya tegak dan kaku. "Katakan.""Hasilnya negatif, Tuan. Daniel Sanjaya sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengan Hadi Sanjaya. Secara biologis, Daniel bukan anak kandung paman Anda," lapor Andi dengan lugas.Jessie menutup mulutnya dengan tangan, matanya membelalak tidak percaya. "Bukan anak kandung? Lalu selama ini..."Jacob tertegun di tempatnya. Ia tidak menunjukkan keterkejutan yang meledak, namun matanya yang menyipit menandakan otaknya sedang bekerja dengan kecepatan penuh. Ia kembali teringat hasil audit yang baru saja ia baca. Daniel adalah satu-satunya orang yang meninggalkan jejak dalam penggelapan dana. Daniel yang menandatangani semua dokumennya. Daniel yang melakukan pencucian uang. Sementara Hadi, entah bagaimana, tetap terlihat bersih di atas kertas.Semua bukti yang sudah mereka audit terasa janggal. Terlalu rapi. Sedangkan Hadi Sanjaya terlalu bersih.Sebuah tawa dingin dan hambar keluar dari mulut Jacob. Ia kembali duduk, n

  • DINIKAHI CUCU TERBUANG: SUAMIKU TERNYATA PENGUASA DUNIA   Bab 328.

    Sinar matahari pagi menembus celah gorden ruang makan, memantul di atas meja kaca yang sudah tertata rapi dengan dua piring nasi goreng dan jus jeruk segar. Aroma kopi yang baru diseduh memenuhi ruangan, menciptakan suasana yang jauh lebih tenang dibandingkan kekacauan semalam. Jacob duduk dengan kemeja hitam yang lengannya sudah digulung rapi, sementara Jessie duduk di hadapannya sambil sesekali menyuapkan makanan ke mulutnya."Kamu terlihat jauh lebih segar pagi ini," ucap Jacob sambil meletakkan cangkir kopinya."Mandi air hangat dan tidur tanpa gangguan benar-benar membantu," jawab Jessie. Ia menatap Jacob dengan lekat. "Bagaimana denganmu? Kamu sudah bangun sebelum aku tadi."Jacob baru saja akan menjawab saat suara bel pintu depan terdengar. Tidak lama kemudian, Bu Ratih, pelayan senior menghampiri mereka di meja makan dengan ekspresi formal."Tuan Jacob, Pak Andi sudah datang. Beliau menunggu di ruang tamu," lapor Bu ratih sambil menunduk.Jacob melirik jam tangan di pergela

  • DINIKAHI CUCU TERBUANG: SUAMIKU TERNYATA PENGUASA DUNIA   Bab 327.

    "Kenapa kamu tidak makan?" tanya Jessie saat menyadari Jacob lebih banyak memperhatikannya."Melihatmu makan dengan lahap sudah membuatku merasa lebih baik," jawab Jacob lugas. Ia memotong sepotong steak dan meletakkannya di piring Jessie. "Makanlah. Kita sudah melewati banyak hal berat hari ini."Jessie mengangguk patuh. Ia menikmati setiap suapan makanan itu, merasakan energi kembali mengisi tubuhnya. Setelah selesai makan, Jacob membayar tagihan dan menuntun Jessie kembali ke mobil. Udara malam kini terasa lebih segar, hujan sudah benar-benar berhenti meninggalkan aspal yang mengilap tertimpa lampu kota."Siap untuk babak terakhir malam ini?" tanya Jacob saat mereka sudah berada di dalam mobil kembali.Jessie menarik napas panjang, menatap flashdisk perak yang dipegang Jacob. "Sangat siap. Mari kita berikan apa yang seharusnya Daniel dapatkan."Jacob menghidupkan mesin mobil, namun tangannya tidak segera memindahkan tuas persneling. Ia terdiam sejenak sambil menatap lurus ke de

  • DINIKAHI CUCU TERBUANG: SUAMIKU TERNYATA PENGUASA DUNIA   Bab 326.

    Mobil yang dikendarai Andi melambat saat mendekati sebuah area ruko yang sepi dan remang-remang. Hujan masih turun meski tidak sederas sebelumnya, menyisakan suara ketukan ritmis di atas kap mobil. Dari arah kegelapan, sebuah mobil sedan perak milik Jacob yang dikendarai oleh salah satu anak buahnya bergerak mendekat.Jacob turun lebih dulu, memayungi Jessie yang melangkah keluar dari kursi belakang. Anak buah Jacob segera menyerahkan kunci mobil dengan gerakan sigap sebelum masuk ke dalam mobil Andi untuk melanjutkan tugas mengawal Cindy. Jacob memberikan anggukan singkat kepada Andi sebagai instruksi terakhir sebelum mobil hitam itu melesat pergi meninggalkan mereka."Ayo masuk, Jess," ucap Jacob sambil membukakan pintu untuk istrinya.Di dalam mobil mereka, keheningan menyergap. Suasana terasa sangat berbeda setelah ketegangan yang nyaris merenggut nyawa mereka beberapa saat lalu. Jacob menyalakan pemanas ruangan untuk mengusir hawa dingin yang mereka rasakan. Ia baru saja ak

  • DINIKAHI CUCU TERBUANG: SUAMIKU TERNYATA PENGUASA DUNIA   Bab 325.

    Mereka bertiga melangkah cepat melewati meja bar. Pria tua penjaga kafe itu hanya melirik sekilas tanpa bertanya. Begitu mereka masuk ke area dapur yang sempit dan berbau bumbu masakan, Jacob mendorong pintu darurat yang terbuat dari besi.Udara dingin dan air hujan langsung membasahi wajah mereka. Mereka berada di sebuah gang sempit yang gelap. Di ujung gang, sebuah mobil milik Andi sudah menunggu dengan pintu terbuka."Masuk! Cepat!" seru Andi yang berdiri di samping mobil sambil memegang senjata di balik jaketnya.Tepat saat Cindy hendak masuk ke mobil, suara deru motor terdengar keras dari mulut gang. Dua orang bermotor mencoba merangsek masuk ke dalam gang sempit itu. Lampu depan motor mereka yang sangat terang menyilaukan pandangan."Tuan Jacob, masuk ke dalam!" teriak Andi.Andi dan satu orang anak buahnya bergerak maju, menghalangi akses masuk motor tersebut. Jacob mendorong Jessie dan Cindy masuk ke kursi belakang, lalu ia sendiri melompat masuk ke kursi depan di samping

  • DINIKAHI CUCU TERBUANG: SUAMIKU TERNYATA PENGUASA DUNIA   Bab 324.

    Hujan rintik mulai membasahi kaca jendela kafe tua di sudut tersembunyi Kota malam itu. Jacob memarkir mobilnya agak jauh dari pintu masuk, memilih area yang tidak terjangkau langsung oleh sorot lampu jalan. Ia tidak segera mematikan mesin mobilnya. Matanya memindai sekitar, memastikan tidak ada kendaraan yang membuntuti mereka sejak dari rumah sakit."Kamu yakin dia akan datang?" tanya Jessie sambil melepaskan sabuk pengamannya.Jacob mengangguk pelan. "Dia tidak punya pilihan lain. Cindy tahu Daniel akan menjadikannya tumbal jika polisi mulai bergerak. Satu-satunya pelindungnya adalah kita."Mereka turun dari mobil. Udara malam yang lembap dan dingin segera menyergap kulit. Jacob menggandeng tangan Jessie, menuntunnya masuk ke dalam kafe yang remang-remang. Suara lonceng di atas pintu berdenting pelan saat mereka masuk. Aroma biji kopi terpanggang dan kayu tua memenuhi indra penciuman. Kafe ini hampir kosong, hanya ada seorang pria tua yang sibuk mengelap gelas di balik meja ba

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status