首頁 / Romansa / DIPTA / BAB 14 Perbedaan dan Gesekan

分享

BAB 14 Perbedaan dan Gesekan

作者: Adw_Canss781
last update publish date: 2026-03-06 08:52:18

Aira terbangun bahkan sebelum alarmnya berbunyi. Langit di luar jendela kamarnya masih berwarna abu-abu pucat. Cahaya pagi belum sepenuhnya masuk, tapi cukup untuk membuat bayangan lemari dan meja belajarnya terlihat jelas. Ia menatap langit-langit beberapa detik, lalu semalam kembali. Cahaya layar televisi, suara Dipta menjelaskan tentang gravitasi dan tatapan itu di dalam mobil, sebelum ia turun.

Aira memejamkan mata sebentar, lalu memutar tubuhnya ke samping, memeluk bantal. 'Kenapa sih dia
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • DIPTA   BAB 125 Karena Arjito

    BAB 144 – Yang Tidak Pernah Benar-Benar Bisa Datang Aira masih duduk di tepi ranjang. Bingkai foto itu ada di pangkuannya, tapi pandangannya tidak lagi fokus ke sana. Matanya sesekali naik ke arah Dipta yang baru saja kembali masuk kamar. Dipta tidak langsung duduk. Dia hanya berdiri sebentar, seolah menimbang bagaimana harus memulai lagi setelah semua kalimat sebelumnya. Lalu akhirnya dia duduk, lebih pelan dari tadi. Aira membuka suara lebih dulu. “Kamu tadi bilang kamu nggak ada di sana… kamu nggak ada waktu aku melahirkan.” Dipta mengangguk kecil. “Iya.” Aira menatapnya lebih tajam. “Di mana kamu waktu itu?" Dipta menarik napas. Suara yang keluar setelahnya lebih pelan. “Belanda.” Hening sejenak. “Aku lagi kuliah waktu itu.” Aira tidak langsung bereaksi. Tapi jarinya yang menggenggam bingkai itu menguat. Dipta melanjutkan, lebih hati-hati sekarang. “Aku baru tahu kamu melahirkan satu hari setelahnya.” Aira langsung menoleh. “Satu hari setelah?” Dipta mengangguk. “Iya...

  • DIPTA   BAB 124 Terbuka

    Dipta keluar dari kamar. Langkahnya pelan, tapi jelas arah tujuannya. Reyhan Pratama masih di ruang luar, duduk santai sambil memeriksa beberapa catatan kecil dari kondisi sebelumnya. “Udah sadar total?” tanya Reyhan tanpa mengangkat kepala. Dipta mengangguk. “Lebih stabil.” Reyhan melirik sekilas. “Secara fisik iya... tapi mentalnya?” Dipta diam sebentar. “Lagi proses.” Reyhan menghela napas kecil. “Dia orang kuat, tapi tadi itu bukan situasi kecil.” Dipta tidak membantah. “Aku cuma mau pastikan dia nggak sendirian terlalu lama di dalam.” Reyhan mengangguk santai. “Iya, biarin dia adaptasi dulu.” Dipta mengangguk sekali, lalu pergi ke arah dapur kecil rumahnya. Aira sendirian di kamar, duduk diam. Tidak ada suara langkah Dipta lagi di luar. Awalnya dia hanya diam. Menatap lantai, menata napasnya sendiri tapi kemudian matanya bergerak. Ke sisi kamar dan ke nakas. Ada sesuatu di sana, sebuah bingkai foto kecil. Aira mengerutkan kening pelan. "Itu…" Dia bangkit perlah

  • DIPTA   BAB 123 Pasca Jebakan

    Mobil melaju cepat keluar dari area hotel. Dipta tidak menoleh ke belakang lagi. Di kursi penumpang disampingnya, Aira dalam kondisi tidak stabil. Napasnya tidak teratur, tubuhnya gelisah, seperti tidak bisa menemukan posisi yang nyaman. “Ka…k…” Suara itu pecah pelan. “Dipta…” Dipta langsung menegang di kursi depan. "Tolong… badan aku… nggak enak… panas…” Suara Aira bergetar dan itu cukup memberi penjelasan. Dipta langsung sadar. Ini bukan sekadar pingsan atau lemah, ini pola yang pernah dia lihat dulu. “Obat itu lagi…” gumamnya pelan. Kali ini lebih parah, lebih cepat dan lebih tidak terkendali. Aira tiba-tiba bergerak gelisah, hampir mengenai kursi depan. Dipta refleks menahan setir lebih kuat. “Aira, tenang.” Tapi Aira tidak benar-benar sadar. “Jangan… jangan pergi…” Aira langsung menyerang Dipta, yaa dia menarik lengan Dipta dan memposisikan tubuh naik dipangkuan Dipta, bibirnya menyentuh kulit leher Dipta. Membuat Dipta mengambil keputusan cepat di mobil. Dipta mena

  • DIPTA   BAB 122 Amarah Dipta

    Pagi di Jakarta tidak lagi terasa biasa. Di beberapa kanal berita bisnis, forum internal, dan media sosial profesional, narasi tentang Aira mulai berubah arah. Bukan karena rumor berhenti namun karena “dibantah dengan cara yang tepat”. Hadiyasa Mahesa tidak banyak bicara di publik. Namun timnya bergerak cepat di belakang layar. Sementara itu di Rajendra Engineering, Dipta Niskala Mahesa sudah menyiapkan satu pola, bukan klarifikasi emosional, hanya koreksi data. Internal memo & media counter. “Tidak ada hubungan struktural pribadi dalam proses kerja Aira di perusahaan.” “Seluruh akses dan jabatan diberikan berdasarkan evaluasi kinerja internal.” “Isu pribadi tidak memiliki relevansi terhadap operasional perusahaan.” Bahasanya memang di buat dingin namun sangat mengguncang dan efektif. Dipta juga memberi satu kalimat tambahan Di dalam meeting internal, dia hanya berkata, “Kita tidak membalas rumor dengan emosi, kita balas dengan fakta yang tidak bisa dipelintir.” Di

  • DIPTA   BAB 121 Belum Usai

    Gedung Rajendra Engineering hari itu terasa berbeda. Bukan karena aktivitas tapi karena satu nama yang mulai mengubah cara semua orang bekerja. Arjito Rajendra, setelah kehadirannya kemarin, tidak ada lagi yang menganggap ini kunjungan biasa. Pagi ini, berubah jadi sesuatu yang lebih serius. Ruang meeting internal, semua kepala divisi sudah dipanggil. Tidak ada agenda resmi sebelumnya dan tidak ada email panjang, hanya satu kalimat. “Audit internal langsung oleh pemegang saham mayoritas aktif.” Bisik-bisik mulai muncul. “Pemegang saham?” “Bukannya ini perusahaan Dipta yang jalan?” “Tunggu, Pak Arjito masih punya saham?” Arjito masuk Pintu terbuka. Langkahnya tenang, tidak membawa banyak orang. Hanya satu folder kecil di tangan, ia duduk tidak banyak basa-basi. “Kita mulai.” Suara datar tapi langsung membuat ruangan diam total. Di sisi kanan Arjito ada Dipta tidak bicara banyak, hanya membuka laptop dan menyiapkan data real-time. Aira duduk di sebelahnya, lebih t

  • DIPTA   BAB 120 Orang Lama Kembali Muncul

    Malam sudah benar-benar larut ketika mobil memasuki area rumah. Lampu pagar Arjito Rajendra sudah menyala dari tadi dan dia sudah berdiri di depan pintu rumah. Diam, tegak seperti memang menunggu sejak lama. Di dalam mobil, Aira baru membuka mata pelan. “Udah sampai?” Dipta mengangguk. “Iya.” Aira menghela napas kecil. “Aku ketiduran lagi.” Dipta melirik sekilas. “Kamu capek.” ucanya singkat tapi ada maknanya. Mobil berhenti, Aira turun duluan. Baru dia sadar, Arjito sudah berdiri di depan. Tatapannya tidak keras tapi juga tidak ringan. Aira langsung sedikit menunduk. “Ayah…” Arjito hanya mengangguk. “Masuk.” perintah Arjito singkat, tidak ada pertanyaan dulu. Dipta turun terakhir. Pandangan mereka bertemu, cukup lama tak ada yang memutus. Lalu, Arjito menoleh ke Dipta. “Kamu ikut masuk.” Nada datar dan jelas. Di dalam rumah, Aira sempat melangkah ke arah tangga. Arjito langsung berkata pelan, “Kamu mandi. Istirahat.” Aira berhenti. “Tapi Yah—” Arjito memoto

  • DIPTA   BAB 89 Standar Arjito

    Ruangan masih hening setelah kalimat Arjito tadi. Arjito Rajendra menatap Dipta cukup lama, seperti sedang memastikan bukan hanya jawabannya yang ia dengar tapi cara Dipta berpikirnya. Dipta tidak menghindar namun juga tidak tergesa menjawab. “Kalau orang yang saya lindungi jadi risiko,” akhirnya

  • DIPTA   BAB 88 Aurelis Global Holdings

    Pagi di Rajendra Engineering berjalan seperti biasa, tapi ada satu hal yang terasa sedikit berbeda di ruangan atas. Dipta duduk di meja kerjanya, beberapa dokumen sudah tersusun rapi di depan. Kali ini bukan laporan internal, melainkan proposal kerja sama dengan Aurelis Global Holdings. Dia membac

  • DIPTA   BAB 73 Duri dan Pantikan Bara Kecil

    Dipta baru sampai di rumahnya sendiri malam itu. Bukan rumah orang tuanya, hanya rumah pribadi yang biasanya sunyi dan memang sengaja ia biarkan sunyi.Ia masuk, menutup pintu, lalu melepas jasnya pelan. Tidak langsung mandi, ia hanya berdiri sebentar di tengah ruang tamu. Lalu satu per satu ingatan

  • DIPTA   BAB 71 Ngambek

    Malam itu Arjito Rajendra baru saja masuk ke rumah setelah seharian di kantor. Belum sempat melepas jas sepenuhnya, ia sudah melihat sesuatu yang familiar, Aira duduk di ruang tamu, diam dan tegak. Wajahnya jelas tidak santai, bahkan dari cara dia menatap saja sudah ketebak, ini bukan obrolan ringa

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status