Share

Dahlia, Ketika Istri Membalas
Dahlia, Ketika Istri Membalas
Auteur: Mentari Aluna

Bab 1

last update Dernière mise à jour: 2025-06-24 06:58:50

[Lia, suami kamu kembali main api.]

Sebuah pesan masuk ke gawainya.

Dahlia hanya sepintas membacanya, dia tak tertarik karena berita itu sudah biasa. Mendengar kabar seorang Praja Adiguna - suaminya, bermain api dibelakangnya adalah hal biasa. Apalagi dia bermain api dengan lawan mainnya.

Dahlia Putri sudah kebal dengan ulah suaminya tersebut.

Tetapi saat sebuah gambar yang dikirimkan oleh temannya tersebut. Kali ini Dahlia sedikit geram. Bukan, bukan sedikit tetapi cukup banyak.

[Dia Jessika Naratama, lawan main Raja di film terbarunya. Dia artis yang sedang naik daun saat ini]

Penjelasan dari gambar yang dikirimkan.

Tanpa disebutkan nama wanita tersebut pun, Dahlia sudah tahu siapa wanita difoto tersebut. Wanita yang tak ingin dia lihat bahkan namanya sangat haram disebutkan oleh nya.

"Sialan. Apa sih maunya perempuan itu?" kata Dahlia geram.

Dahlia sangat tahu, kalau wanita tersebut memiliki niatan lain dari hubungannya dengan Raja. Dan Dahlia tahu yang dikejar oleh wanita tersebut bukan hanya Raja saja tetapi dirinya juga. Wanita tersebut hanya ingin mengambil apa yang dia miliki.

Gawainya bergetar, ada panggilan masuk ke gawainya.

"Halo." kata Dahlia datar.

"Lia, kamu baik-baik saja kan?" suara seseorang terdengar cukup cemas.

"Aku baik-baik saja. kenapa?" Tanya Dahlia datar.

"Benar kamu gak apa-apa?" Suara wanita disebrang sana terdengar sedikit khawatir.

"Aku gak apa-apa. Sudah biasa kan Raja berprilaku seperti itu?" Kata Dahlia. Dahlia tahu apa maksud dari wanita tersebut.

"Aku tahu kamu gak baik-baik saja, Lia." Wanita tersebut lalu diam sejenak.

"Aku harap kamu bertindak untuk saat ini. Raja sudah keterlaluan pada kamu. Kalau kamu hanya diam saja dia akan terus berulah." Katanya lagi.

Dahlia hanya tersenyum kecil, dia tahu apa maksud dari i wanita yang merupakan salah satu asisten manager suaminya tersebut. Dia tahu tujuan lain dari wanita tersebut. Bukan! Bukan semata-mata kasihan padanya, melainkan karena wanita tersebut merasa tersaingi oleh selingkuhan Raja sekarang.

"Memang bisa dipastikan mereka menjalin asmara? Bisa jadi kan cuman sekedar berteman biasa?" Kata Dahlia tenang.

Hanya tarikan napas panjang yang Dahlia dengan diujung telpon sana. Tania asisten manager Raja cukup lama diam.

"Lia, aku tahu kamu sangat percaya mencintai Raja sampai memberikan penuh kepercayaan pada Raja. Tetapi kamu tahu sendiri kan, Raja sering mengkhianati kepercayaan kamu? Dan aku percaya kamu sebagai istri pasti memiliki feeling akan suami kamu. Aku tidak buta kan, untuk membedakan mana yang murni berteman dan mana yang berpacaran?" Katanya memprovokasinya.

Dahlia kembali tersenyum kecil, tanpa Tania ingatkan pun, Dahlia sudah bisa membedakannya. Dahlia bukan anak kemarin sore dan dia juga bukan budak cinta. Kata siapa dia masih bertahan dengan Raja karena cinta? Salah dia sudah mati rasa dari lama kepada suaminya tersebut.

Tetapi karena Dahlia dulunya adalah seorang aktris berbakat, maka dia sangat pintar bermain akting. Bahkan akting dalam menjalani hidupnya pun dia perankan dengan saat baik. Sampai semua orang bisa melihat kalau Dahlia begitu mencintai Raja dan bodoh karena cintanya pada Raja.

"Hanya karena sebuah gambar aku begitu saja percaya? Tidak Tania, aku tak begitu saja percaya. Aku percaya kalau Raja tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Aku yakin dia sudah berubah, dan kedekatan dia dengan artis tersebut hanya berteman biasa." Kata Dahlia naif. Bukan naif beneran tetapi pura-pura naif.

Tania masih diam, mungkin dia sedang mencari-cari kata untuk kembali memprovokasinya. Ah, Dahlia sangat tahu sifat Tania tersebut. Perempuan licik yahg ingin menyingkirkan pesaingnya melalui Dahlia.

"Aku tahu kamu pasti akan berkata begitu. Tapi aku cuman mau kamu berhati-hati. Aku sayang sama kamu, Lia. Aku gak mau kamu disakiti lagi oleh Raja." Katanya lirih

"Semoga saja dugaanku salah, dan Raja benar-benar sudah bertobat. Tetapi jika Raja kembali berulah, tenang saja aku akan tetap ada di pihak kamu, Lia. Sekali lagi hati-hati Dailia. Jangan terlalu percaya kepada Raja sepenuhnya." kata Tania lagi.

"Iya, Tan. Terimakasih sudah peduli sama aku." kata Dahlia tulus untuk kali ini.

Panggilan telpon tersebut lalu dimatikan. Setelan itu, Dahlia lalu mengambil gawai yang satunya lagi. Dia lalu menghubungi seseorang di sebrang sana.

"Halo, Arlan yang ganteng apa kabar?" Sapa Dahlia cerita saat telpon diangkat oleh seseorang.

"Alhamdulillah gue sehat, Ya. Lu sendiri apa kabar? Kayaknya lupa deh sama gue, Cin?" Dahlia terkikik mendengar suara Arlan yang kemayu.

"Sehat gue." Jawab Dahlia.

"Tumben lu nelpon duluan, ada apose, Cin?"

"Ada kepentingan lah, Memang bakal ada apa lagi?" Goda Dahlia, dia bisa membayangkan wajah kesal dari temannya tersebut. Karena dia bisa mendengarkan decakan kesal dari jauh.

"Kepentingan apa?" tiba-tiba suaranya berubah sedikit galak.

"Lu masih kerja disana kan? Masih di proyek film terbarunya Raja?" Kata Dahlia.

"Yap, kenapa, Cin?" Tanyanya penasaran.

"Kali ini siapa lawan mainnya?" Kata Dahlia, dia cuman ingin memastikan kabar dari Tania.

"Raja gak bilang siapa lawan mainnya sama Lu?"

"Enggak. Emm, gak tahu sih dia sudah bilang apa belum. Gue lupa lagi." Jawab Dahlia jujur. Saking sudah mati rasanya dia memang sudah tak begitu peduli pada Raja.

"Pantas saja Lu baru nanya. Gue pikir Lu dah tahu makanya gak nanya-nanya sama gue."

"Jadi siapa lawan main Raja kali ini?" Dahlia sungguh sangat penasaran.

"Anaknya nenek lampir." kata Arlan pelan.

Dahlia menarik napas panjang, Tania tak bohong. Lawan main Raja adalah perempuan tersebut. Perempuan yang Dahlia benci. Bahkan teman-temannya pun tak ada yang berani menyebutkan nama wanita tersebut dihadapan Dahlia.

"Lia, gue rasa mereka ada something." Bisik Arlan. Arlan mengatakan tersebut dengan sangat hati-hati.

"Gue tahu. Tolong lu kumpulin buktinya yang banyak. Bukan hanya sekedar foto, kalau bisa video juga." Akhirnya Dahlia memberikan perintah pada Arlan.

"Are you oke?" Arlan kembali bertanya dengan hati-hati.

"I'm oke. Kamu gak perlu khawatir. Ini sudah biasa kan?" Mereka lalu diam sejenak. Tidak, Dahlia tidak sedih dia hanya kesal saja.

"Benar?" Tanya Arlan cemas.

"Sudah lah Arlan. Aku baik-baik saja. kamu gak perlu khawatir. Yang perlu kamu lakukan adalah kumpulkan bukti dan informasi yang banyak. Dan kirim ke gue!" kata Dahlia tegas.

"Oke lah. Dan kalau ada hal lain yang bisa gue bantu. Gue akan dengan senang hati bantu lu." Kata Arlan tulus. Dahlia tersenyum senang.

"Thanks, Ar. Kamu yang terbaik pokoknya mah." Kata Dahlia sambil tersenyum.

"Your welcome, Ya."

Dahlia tersebut kecil setelah memutuskan panggilan telpon tersebut. Kini dia sedang menyusun rencana untuk menghancurkan perempuan itu kembali. Dan juga menyadarkan Raja kalau dia tak selamanya bisa mempermainkan Dahlia. Sudah cukup lama rasanya Dahlia berperan menjadi perempuan yang sabar , pemaaf, dan lemah lembut. Dia sebenarnya sudah ingin kembali ke stelan awalnya. Menjadi perempuan yang pemberontak.

***

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Latest chapter

  • Dahlia, Ketika Istri Membalas    Bab 36

    Kehidupan Raja paska perpisahan dengan Dahlia tak berjalan dengan baik. Dia tidak bisa kembali membangun kariernya lagi di dunia entertainment. Ini semua karena citra diri sudah buruk. Banyak sekali project dia yang di batalkan. Dan diganti oleh orang lain. Hanya beberapa project saja yang masih berjalan itu pun hanya sekedar untuk menghabiskan masa kontraknya saja.Karena kerjaan sedikit Raja kini lebih sering menghabiskan waktunya di rumah atau pergi bersama putrinya Tari. Dulu saat dia bergelimang harta dia tidak memiliki banyak waktu untuk bersama dengan putrinya. Meskipun ada dia lebih memilih untuk bersenang-senang dengan teman atau selingkuhannya. Kini dia memiliki banyak waktu dengan putrinya namun sayang dia tidak memiliki banyak uang seperti dulu. Tapi setidaknya Raja dapat membayar kebersamaannya dengan sang putri yang pernah hilang.Seperti hari ini Raja bertugas untuk menjemput Tari dari sekolahnya. Waktu berangkat sekolah Tari diantar oleh Dahlia. Namun kini Dahlia sudah

  • Dahlia, Ketika Istri Membalas    Bab 35

    "Apa mama sudah benar-benar yakin dengan keputusan tersebut?" Tanya Reni. Malam ini Nina mengumpulkan ketiga anak dan menantunya di rumah anak tertuanya."Mama sudah yakin dengan keputusan mama." Jawab Nina "Kita hanya akan mendukung semua keputusan dari mama. Kita yakin apapun keputusan mama tersebut pasti sudah mama pertimbangkan dengan baik." Kata Reni lagi. "Walaupun aku sih tidak setuju. Aku maunya mama pisah saja sama dia. Aku sanggup kok menafkahi mama." Kata Lili geram. Dia tak menyangka kalau akhirnya ibunya membatalkan gugatan cerainya."Mama juga masih mampu untuk menafkahi diri mama sendiri, Li. Bukan masalah nafkah yang membuat mama bertahan. Mama hanya ingin memberikan dia kesempatan saja." Kata Bu Nina. Selama ini Bu Nina memiliki usaha katering. Meskipun tidak terlalu besar namun cukup untuk menafkahi dirinya sendiri."Ini ada hubungannya dengan harta warisan?" Tanya Dahlia. Semua langsung memandang ke arah Dahlia."Warisan?" Tanya Lili tidak mengerti."Iya warisan.

  • Dahlia, Ketika Istri Membalas    Bab 34

    Saat Raja dan Dahlia telah berpisah. Maka sidang perceraian ibu dan ayahnya belum selesai juga. Danang tetap menolak berpisah dengan Nina sang istri. Butuh waktu dua puluh enam tahun bagi Nina untuk mengajukan gugatan perceraian dengan sang suami."Kalau kamu takut tentang harta warisan dari bapak. Tenang saja saya tidak akan membawa sepeserpun harta tersebut. Saya hanya ingin berpisah saja." Kata Nina pada saat sidang mediasi."Apakah tidak ada kesempatan untuk aku memperbaiki semuanya, Nin?" Tanya Danang putus asa."Saya sudah memberikan kamu kesempatan selama dua puluh enam tahun ini. Tapi waktu begitu lama pun ternyata tidak cukup untuk kamu." Kata Nina,Tidak ada lagi Nina yang dulu. Nina yang patuh pada suami. Lemah lembut dalam berbicara. Kini yang ada adalah Nina yang tenang namun penuh ketegasan dalam bicara. Tak ada lagi tatapan penuh cinta yang ada tatapan penuh keberanian. Sudah tak ada lagi cinta Dimata Nina untuk Danang."Aku tahu aku salah. Mungkin sebanyak apapun kata

  • Dahlia, Ketika Istri Membalas    Bab 33

    Perpisahan Dahlia dan Raja terjadi juga. Setelah tiga bulan pulang pergi ke pengadilan agama, akhirnya sah juga perpisahan mereka. Raja yang awalnya ngotot ingin mempertahankan rumah tangganya tak bisa memaksa Dahlia untuk tetap menemaninya. Dia sadar kalau dia sudah terlalu banyak menyakiti Dahlia.Raja menyerah semua harta bersama untuk Dahlia juga tak memaksa gak asuh dari Tari. Melihat tari begitu bahagia bersama Dahlia membuat Raja sadar, dia tidak bisa memisahkan mereka. "Semoga kamu bahagia selepas dari aku, Ya. Maaf aku selama ini begitu banyak menyakiti kamu." Kata Raja tulus."Sama-sama, Bang. aku juga meminta maaf sama Abang, selama menjadi istri kamu aku tidak sempurna dan banyak kurangnya. Semoga Abang juga mendapatkan istri yang jauh lebih baik lagi dan berbahagia hidup dengan nya kelak." Kata Dahlia tak kalah lebih tulus lagi.Raja hanya mengangguk siapa pula yang mau menikah lagi. Untuk saat ini dia tidak memiliki niat untuk menjalin asmara dengan siapa pun, apalagi m

  • Dahlia, Ketika Istri Membalas    Bab 32

    Proses perceraian Dahlia dan Raja semakin alot karena Raja yang tetap kekeh ingin mempertahankan rumah tangganya. Sedangkan Dahlia bersikukuh ingin berpisah. "Kamu mau sampai kapan menyiksanya, Ja. Lia berhak untuk bahagia." Kata Sultan. Malam ini Sultan meminta Raja menemuinya di ruang kerjanya. Sengaja Sultan ingin bicara empat mata dengan anak keduanya tersebut. Dia tidak mau istrinya ikut serta karena bukan menenangkan anaknya malah membuat semakin panas saja. "Papa ingin Lia bahagia, tapi aku tidak begitu maksud papa?" Kata Raja. "Justru karena ingin kalian sama-sama bahagia, Ja. Makanya ikhlaskan berpisah dengan Lia." Kata sang ayah lagi "Pa, kebahagiaan aku itu ada di Lia. kalau aku berpisah dengan Lia dimana aku akan mendapatkan kebahagiaan ku lagi, Pa?" Sultan tersenyum kecil mendengar perkataan anaknya. "Kebahagiaan kamu di Lia, benar? Tapi selama ini kamu lebih sering menghabiskan waktu di luar sana bukan dengan Lia. Dengan alasan pekerjaan, namun nyatanya bukan pe

  • Dahlia, Ketika Istri Membalas    Bab 31

    Jessika sedang menangis tergugu di kamarnya. Dia berpikir caranya membuka lagi cerita sedihnya saat di SMA bisa menjatuhkan nama baik Dahlia. Tapi rupanya salah, Dahlia memang mendapatkan hinaan namun dirinya jauh lebih mendapatkan hujatan. Ditambah lagi ternyata berefek pada pekerjaan sang ayah flashback on"Bukan Lia yang memberi tahu keberadaan kamu pada papamu, Jes. Bukan dia." Kata ibunya tadi. Setelah reda tangisannya sang ibu mengajaknya ke kamar."Selama ini papa sangat menyayangi kamu bahkan jauh lebih sayang ke kamu daripada ke Dahlia. Saking sayangnya papa kamu selalu membela kamu walaupun kamu salah. Sampai dia berbuat nekad menampar Dahlia dihadapan banyak orang demi membela kamu. Dan itu adalah kesalahan terbesarnya. Selain rahasia kita terbongkar, dia juga harus kehilangan hak waris dari keluarganya. Kakek dan nenek kamu mencabut hak dia sebagai ahli waris karena kecewa. Tapi bukan itu yang membatu dia sedih. Papa kamu menjadi sedih dan hancur saat tahu kamu berakhir

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status