Dahlia kembali mendapatkan gambar-gambar kemesraan Raja dan Jessika yang dikirimkan oleh Tania. Namun seperti biasa dia tidak menggubrisnya. Dia tidak terkesan tidak percaya pada bukti yang diberikan oleh Tania. Bahkan Dahlia akan selalu bilang kalau Raja tidak mungkin mengkhianatinya lagi. Kata-kata itu selalu Dahlia lontarkan pada Tania. Agar Tania menganggap dia bisa ditipu. Sehingga Dahlia bisa mengetahui kebusukan Tania kelak.
Komunitas dengan Raja masih berjalan dengan baik. Dia tak pernah membahas tentang pekerjaan Raja kalau bukan Raja yang pertama kali menceritakannya. Bahkan Dahlia sama sekali tak pernah menanyakan siapa saja lawan main Raja. Sama seperti biasanya yang terlihat cuek dengan pekerjaan sang suami. Semua itu dia lakukan agar Raja selalu percaya kalau Dahlia adalah istri yang mudah dibohongi dan sangat percaya pada suaminya. Sore ini Dahlia baru saja selesai memasak untuk Tari anak pertamanya. Tiba-tiba saja Raja menelponnya. Sesibuk apapun Raja dia lagi akan menghubunginya. Dia akan selalu memberikan perhatian pada Dahlia dan anaknya. "Assalamualaikum, Sayang! Lagi apa ini?" Tanya Raja di sebrang sana dengan ceria "Waalaikumsalam, ayang. aku baru saja selesai masak." jawab Dahlia. Dahlia bersikap seperti biasanya, menunjukkan istri yang begitu mencintai suaminya. "Masak apa hari ini?" "Cuman maska udang goreng tepung dan sayur sop bakso kesukaan Kai." jawab Dahlia. "Em, pasti enak itu. Aku jadi ngiler." Kata Raja. "Pulang makanya. Nanti aku masakin makanan yang paling enak." "Pengen sih. Tapi disini sibuk banget. Ini juga kita ngebut biar cepat selesai." Sesal Raja. "Aku juga kangen tahu sama kamu." Kata Raja lagi. "Kangen tapi gak mau Video call." Kata Dahlia. "Bukan gak mau sayang. Tetapi kalau aku lihat wajah kamu dan Tari, aku pasti ingin cepat-cepat pulang. Dan aku akan terus kepikiran kamu, akibatnya aku gak bisa benar kerjanya. Nanti malah makin lama beresnya." Kata Raja dengan suara penuh penyesalan. Dahlia hanya tersenyum kecil mendengar gombal Raja. Bukan karena dia tersanjung tetapi dia tahu Raja hanya sedang berbohong. "Iya, aku juga kangen. Aku akan sabar nunggu kamu di sini." Kata Dahlia "Tuh kan , makin kangen sama kamu." Suara Raja terdengar manja. "Oh iya, Tari lagi apa?" Raja akhirnya menanyakan sang anak "Tari lagi main di luar sama Bryan." jawab Dahlia. "Ya sudah , aku tutup dulu ya. Ini sudah dipanggil oleh Mas Aji untuk Tek kembali." Kata Raja "Iya, semangat kerjanya, Ayang!" "Iya, sayang ku. I love you!" "Love you too." Balas Dahlia. Tak lupa Raja memberikan kecupan jauh di sebrang sana. "kamu sudah rekam kan adegan mereka tadi?" Tanya Dahlia pada seseorang diseberang sana. "Sudah tenang saja." jawab nya. "Ingat jangan sampai ada yang curiga kamu mengawasi mereka." Tekan Dahlia. "Tenang saja gue bermain rapi." Jawab orang tersebut. "Baik lah. Thank's!" lalu Dahlia mematikan telpon yang satunya lagi Dahlia tersenyum licik. Dari tadi saat telponan dengan Raja, dia juga melakukan video call dengan salah satu temannya. Orang tersebut mengarahkan kamera belakangnya ke arah Raja dan seseorang. Saat jelas Dahlia bisa melihat apa yang di lakukan Raja secara langsung. Raja tidak sedang syuting hari ini. Kru dan para pemain sedang libur sejenak. Tadi ketika Raja menelpon Dahlia, sebenarnya dia juga sedang berkencan dengan Jessika. Bahkan kecupan jauh yang sepertinya dilayangkan pada Dahlia, sebenarnya dia sedang mengucapkan kening Jessika saat itu. Dahlia cemburu? Tentu tidak. Dahlia hanya kesal karena dibohongi. Meskipun tak menampik pasti ada cemburu yang terselip diantara kekesalan tersebut. "Kau sudah terlalu lama bermain-main. Saat aku menunjukkan siapa aku sebenarnya." Kata Dahlia penuh dengan kelicikan. Bukti-bukti affair antara Raja dan Jessika sudah banyak Dahlia dapat kan. Selain kiriman dari sang sahabat juga dari Tania. Yang suka rela selalu mengirim kan bukti kebusukan Raja dan Jessika. Tanpa membuat Dahlia susah-susah berusaha. Namun selain bukti affair raja dan Jessika. Dahlia juga selalu mendapatkan cerita atau bukti akan usaha Tania mendekati Raja. Dahlia menjadi kasihan pada Tania. Di berusaha mendekati Raja sekian tahun tapi kalah oleh Jessika yang hanya beberapa Minggu saja. Tapi untuk apa Dahlia kasihan pada bibit-bibit pelakor seperti Tania. Mereka memang harus diberi pelajaran. Kalau di pikir-pikir kali ini Dahlia sedang bersiap-siap memberikan pelajaran pada tiga orang bukan hanya dua orang. karena Tania termasuk ke dalam lingkaran tersebut. Tapi kadang Dahlia tak habis pikir dengan orang-orang dilingkungan tempat kerja Raja. Kok mereka diam saja ketika ada orang yang berselingkuh? Mereka jarang ada yang menegur bahkan terkesan mendukung. Mungkin kan mereka menganggap berselingkuh dengan teman kerja adalah hal yang wajar? Karena terbukti dari sekian puluh orang disana tidak ada yang melaporkan kepada pasangannya. Atau setidaknya menegur orang berselingkuh tersebut. Kalaupun ada ya, kayak Tania modelnya. Bukan karena murni ingin menolong Dahlia, namun dia sedang mencari keuntungan untuk dirinya sendiri. Kecuali Mas Genat, manager Raja yang satu ini adalah orang yang sering menegur sikap player Raja. Namun Raja nya ngeyel, tak mau mendengar kan. akhirnya Mas Genat angkat tangan. Selain teman kerja Raja, Dahlia juga tak habis pikir dengan beberapa fansnya Raja. Banyak diantara mereka yang selalu mendukung Raja dengan lawan main manapun. Mereka seperti terobsesi untuk menjadikan jalan cerita drama atau film yang Raja mainkan kejadian di dunia nyata Raja. Dahlia kadang ingin mengumpati fans gila Raja. [Praja Adiguna dikabarkan kembali terlibat cinlok dengan lawan mainnya.] sebuah kabar yang muncul di sebuah akun gosip . "Huh, siap-siap medsos gue diserang netizen." Dahlia menarik napas panjang. Antara kesal dan jengah.Kehidupan Raja paska perpisahan dengan Dahlia tak berjalan dengan baik. Dia tidak bisa kembali membangun kariernya lagi di dunia entertainment. Ini semua karena citra diri sudah buruk. Banyak sekali project dia yang di batalkan. Dan diganti oleh orang lain. Hanya beberapa project saja yang masih berjalan itu pun hanya sekedar untuk menghabiskan masa kontraknya saja.Karena kerjaan sedikit Raja kini lebih sering menghabiskan waktunya di rumah atau pergi bersama putrinya Tari. Dulu saat dia bergelimang harta dia tidak memiliki banyak waktu untuk bersama dengan putrinya. Meskipun ada dia lebih memilih untuk bersenang-senang dengan teman atau selingkuhannya. Kini dia memiliki banyak waktu dengan putrinya namun sayang dia tidak memiliki banyak uang seperti dulu. Tapi setidaknya Raja dapat membayar kebersamaannya dengan sang putri yang pernah hilang.Seperti hari ini Raja bertugas untuk menjemput Tari dari sekolahnya. Waktu berangkat sekolah Tari diantar oleh Dahlia. Namun kini Dahlia sudah
"Apa mama sudah benar-benar yakin dengan keputusan tersebut?" Tanya Reni. Malam ini Nina mengumpulkan ketiga anak dan menantunya di rumah anak tertuanya."Mama sudah yakin dengan keputusan mama." Jawab Nina "Kita hanya akan mendukung semua keputusan dari mama. Kita yakin apapun keputusan mama tersebut pasti sudah mama pertimbangkan dengan baik." Kata Reni lagi. "Walaupun aku sih tidak setuju. Aku maunya mama pisah saja sama dia. Aku sanggup kok menafkahi mama." Kata Lili geram. Dia tak menyangka kalau akhirnya ibunya membatalkan gugatan cerainya."Mama juga masih mampu untuk menafkahi diri mama sendiri, Li. Bukan masalah nafkah yang membuat mama bertahan. Mama hanya ingin memberikan dia kesempatan saja." Kata Bu Nina. Selama ini Bu Nina memiliki usaha katering. Meskipun tidak terlalu besar namun cukup untuk menafkahi dirinya sendiri."Ini ada hubungannya dengan harta warisan?" Tanya Dahlia. Semua langsung memandang ke arah Dahlia."Warisan?" Tanya Lili tidak mengerti."Iya warisan.
Saat Raja dan Dahlia telah berpisah. Maka sidang perceraian ibu dan ayahnya belum selesai juga. Danang tetap menolak berpisah dengan Nina sang istri. Butuh waktu dua puluh enam tahun bagi Nina untuk mengajukan gugatan perceraian dengan sang suami."Kalau kamu takut tentang harta warisan dari bapak. Tenang saja saya tidak akan membawa sepeserpun harta tersebut. Saya hanya ingin berpisah saja." Kata Nina pada saat sidang mediasi."Apakah tidak ada kesempatan untuk aku memperbaiki semuanya, Nin?" Tanya Danang putus asa."Saya sudah memberikan kamu kesempatan selama dua puluh enam tahun ini. Tapi waktu begitu lama pun ternyata tidak cukup untuk kamu." Kata Nina,Tidak ada lagi Nina yang dulu. Nina yang patuh pada suami. Lemah lembut dalam berbicara. Kini yang ada adalah Nina yang tenang namun penuh ketegasan dalam bicara. Tak ada lagi tatapan penuh cinta yang ada tatapan penuh keberanian. Sudah tak ada lagi cinta Dimata Nina untuk Danang."Aku tahu aku salah. Mungkin sebanyak apapun kata
Perpisahan Dahlia dan Raja terjadi juga. Setelah tiga bulan pulang pergi ke pengadilan agama, akhirnya sah juga perpisahan mereka. Raja yang awalnya ngotot ingin mempertahankan rumah tangganya tak bisa memaksa Dahlia untuk tetap menemaninya. Dia sadar kalau dia sudah terlalu banyak menyakiti Dahlia.Raja menyerah semua harta bersama untuk Dahlia juga tak memaksa gak asuh dari Tari. Melihat tari begitu bahagia bersama Dahlia membuat Raja sadar, dia tidak bisa memisahkan mereka. "Semoga kamu bahagia selepas dari aku, Ya. Maaf aku selama ini begitu banyak menyakiti kamu." Kata Raja tulus."Sama-sama, Bang. aku juga meminta maaf sama Abang, selama menjadi istri kamu aku tidak sempurna dan banyak kurangnya. Semoga Abang juga mendapatkan istri yang jauh lebih baik lagi dan berbahagia hidup dengan nya kelak." Kata Dahlia tak kalah lebih tulus lagi.Raja hanya mengangguk siapa pula yang mau menikah lagi. Untuk saat ini dia tidak memiliki niat untuk menjalin asmara dengan siapa pun, apalagi m
Proses perceraian Dahlia dan Raja semakin alot karena Raja yang tetap kekeh ingin mempertahankan rumah tangganya. Sedangkan Dahlia bersikukuh ingin berpisah. "Kamu mau sampai kapan menyiksanya, Ja. Lia berhak untuk bahagia." Kata Sultan. Malam ini Sultan meminta Raja menemuinya di ruang kerjanya. Sengaja Sultan ingin bicara empat mata dengan anak keduanya tersebut. Dia tidak mau istrinya ikut serta karena bukan menenangkan anaknya malah membuat semakin panas saja. "Papa ingin Lia bahagia, tapi aku tidak begitu maksud papa?" Kata Raja. "Justru karena ingin kalian sama-sama bahagia, Ja. Makanya ikhlaskan berpisah dengan Lia." Kata sang ayah lagi "Pa, kebahagiaan aku itu ada di Lia. kalau aku berpisah dengan Lia dimana aku akan mendapatkan kebahagiaan ku lagi, Pa?" Sultan tersenyum kecil mendengar perkataan anaknya. "Kebahagiaan kamu di Lia, benar? Tapi selama ini kamu lebih sering menghabiskan waktu di luar sana bukan dengan Lia. Dengan alasan pekerjaan, namun nyatanya bukan pe
Jessika sedang menangis tergugu di kamarnya. Dia berpikir caranya membuka lagi cerita sedihnya saat di SMA bisa menjatuhkan nama baik Dahlia. Tapi rupanya salah, Dahlia memang mendapatkan hinaan namun dirinya jauh lebih mendapatkan hujatan. Ditambah lagi ternyata berefek pada pekerjaan sang ayah flashback on"Bukan Lia yang memberi tahu keberadaan kamu pada papamu, Jes. Bukan dia." Kata ibunya tadi. Setelah reda tangisannya sang ibu mengajaknya ke kamar."Selama ini papa sangat menyayangi kamu bahkan jauh lebih sayang ke kamu daripada ke Dahlia. Saking sayangnya papa kamu selalu membela kamu walaupun kamu salah. Sampai dia berbuat nekad menampar Dahlia dihadapan banyak orang demi membela kamu. Dan itu adalah kesalahan terbesarnya. Selain rahasia kita terbongkar, dia juga harus kehilangan hak waris dari keluarganya. Kakek dan nenek kamu mencabut hak dia sebagai ahli waris karena kecewa. Tapi bukan itu yang membatu dia sedih. Papa kamu menjadi sedih dan hancur saat tahu kamu berakhir