Share

195. Suka Memprovokasi

Author: Kafkaika
last update Last Updated: 2025-12-30 19:25:12

Setelah tiga kali panggilan yang hanya menghasilkan nada sambung yang menyiksa, barulah panggilannya diangkat. Rasa panas di dada Aura sudah mencapai ubun-ubun, ia tak bisa lagi menahan diri. Tanpa basa-basi, ia langsung menyerang Pras dengan rentetan omelan yang tajam.

“Mas Pras! Dari tadi aku menelepon, lho! Bukannya mengangkat panggilanku, kamu malah asyik menghubungi wanita lain?” cecar Aura, suaranya bergetar antara marah dan takut akan dikhianati.

“Menghubungi wanita lain siapa, Sayang? Aku baru saja bernapas lega setelah selesai urusan,” sahut Pras dari seberang sana, suaranya terdengar sangat bingung.

“Jangan bohong, Mas! Aku tidak suka dibohongi. Lebih baik jujur sekarang daripada nanti ketahuan belakangan dan aku benar-benar marah besar!”

“Demi Tuhan, Sayang. Kamu ini ada-ada saja. Tanya Rico kalau tidak percaya. Sejak tadi aku sibuk meeting Zoom dengan tim lapangan melalui ponselku. Makanya panggilanku dialihkan secara otomatis,” jelas Pras dengan suara tenang namun tegas,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dalam Pelukan Hangat Paman Suamiku   227. Menghibur Suami

    Melihat Pras melangkah masuk dengan bahu yang merosot dan wajah mendung, Aura segera menyerahkan Axel ke pelukan pengasuhnya. Tanpa suara, ia membuntuti suaminya yang langsung melangkah menuju kamar, seolah pria itu membawa beban seluruh dunia di punggungnya.Aura tahu betul ke mana Pras pergi hari ini: menjenguk Mikayla di panti rehabilitasi perlindungan anak dan perempuan. Ia bisa membayangkan betapa hancurnya hati Pras melihat putri yang dulu begitu ceria dan penuh ambisi, kini harus mendekam di tempat yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.“Bagaimana tadi? Mika baik-baik saja?” tanya Aura lembut, melingkarkan lengannya di pinggang Pras dari belakang.Pras menghela napas panjang, lalu membalikkan tubuhnya agar bisa menenggelamkan diri dalam tatapan mata istrinya yang selalu menenangkan.“Tidak terlalu baik, Ra. Petugas di sana bilang dia lebih banyak melamun sepanjang hari. Sesekali mereka mendengarnya menangis di sudut kamar,” ucap Pras dengan suara yang serak karena duka.Hati

  • Dalam Pelukan Hangat Paman Suamiku   226. Hanya Remaja Yang Malang

    “Untuk apa kau ke sini?” suara Mikayla parau.Gadis itu duduk meringkuk di pojok ruangan, lututnya ditekuk, rambutnya kusut tak terurus. “Bukankah aku bukan putrimu?”Kedatangan Pras justru membuat dadanya semakin terbakar. Fakta bahwa pria yang selama ini ia panggil papa ternyata bukan ayah kandungnya menghantam lebih kejam daripada borgol di tangannya kemarin.“Pergi saja!” teriak Mikayla putus asa. “Berbahagialah dengan istri dan anakmu! Apa kau datang hanya untuk menertawakanku?”Pras berdiri terpaku sejenak. Dadanya sesak melihat gadis yang tumbuh dalam asuhannya kini hancur seperti ini.Ia melangkah perlahan ke sudut ruangan lain, menjaga jarak. Bukan karena tak ingin mendekat—melainkan karena ia tahu, Mikayla belum siap disentuh, bahkan oleh kehadirannya.“Sejak dulu aku sudah tahu kau bukan putriku, Mika,” ucap Pras tenang. “Tapi apa pernah aku memperlakukanmu bukan sebagai putriku?”Mikayla terdiam.Kalimat itu membungkamnya lebih keras dari bentakan. Ingatannya berloncatan—s

  • Dalam Pelukan Hangat Paman Suamiku   225. Masih Disalahkan

    Axel sudah berada di samping Aura ketika ia membuka mata. Bayi lucu itu tersenyum lebar begitu melihat sang mama terjaga dan menatapnya dengan lembut, seolah takut Aura menghilang lagi jika ia lengah sedetik saja.“Ma-ma-ma-mam…” celoteh Axel dengan bibir mungilnya.Hati Aura langsung meleleh. Ia mendekatkan tubuh, merengkuh sang buah hati dengan penuh rindu.“Sayangnya mama…” Aura menciumi pipi gembul itu berulang kali. “Mama udah kangen sekali sama Axel. Sini, mama peluk lagi perut peyut endutnya.”Axel tertawa kegelian ketika perutnya digelitiki. Tawa polos itu memenuhi kamar. Pras yang baru masuk pun tersenyum dan langsung bergabung, tak mau ketinggalan momen hangat bersama anak dan istrinya.Melihat Aura sudah tampak baikan, Pras kembali menyinggung hal yang sejak tadi mengganjal pikirannya—tentang kepastian kehamilan itu.Aura mengernyit. Ia heran Pras masih bertanya langsung padanya. Bukankah Pras bisa dengan mudah mengetahui semuanya lewat Riko? Namun mungkin memang ada hal ya

  • Dalam Pelukan Hangat Paman Suamiku   224. Memarahi Aura

    Ketika perjalanan menuju kantor polisi, tiba-tiba Mikayla tepar. Tubuhnya bergetar hebat, kejang-kejang, sementara mulutnya mengeluarkan busa. Suasana yang semula riuh mendadak berubah panik. Semua orang di sekitar terkejut, beberapa berteriak meminta bantuan.Polisi tanpa menunggu lama langsung membawa Mikayla ke rumah sakit terdekat. Di sanalah Pras dan Riko sudah menunggu kedatangan mereka.Pras tentu tahu apa yang terjadi. Orang suruhan Riko yang bertugas mengawasi Mikayla langsung melapor begitu kejadian itu berlangsung. Tidak ada satu detik pun yang terlewat dari pengawasannya.Namun ada satu hal yang terus mengusik kepala Pras—sesuatu yang tak kunjung bisa ia cerna.Kenapa Aura ikut-ikutan tertangkap dalam operasi bandar narkoba itu?Setelah menyelesaikan sedikit salah paham dengan pihak kepolisian, akhirnya Pras membawa Aura pulang.Sepanjang perjalanan, Pras terlihat sangat dingin. Rahangnya mengeras, tatapannya lurus ke depan tanpa sedikit pun menoleh. Sementara itu Aura yan

  • Dalam Pelukan Hangat Paman Suamiku   223. Kejadian Tak Terduga

    Langkah Aura terasa begitu ringan saat keluar dari ruang pemeriksaan. Senyum yang sempat hilang kini kembali merekah di wajahnya. Tata, yang sudah setia menunggu, langsung bangkit menyambut sang nyonya dengan tatapan bertanya-tanya.“Sudah selesai, Bu?” tanyanya hati-hati.“Sudah, Ta. Ayo…” ujar Aura tanpa menghentikan langkah, seolah ingin segera meninggalkan bau obat-obatan di klinik itu.Tata membuntuti di belakang. Meski rasa penasarannya membuncah, ia menahan diri untuk tidak bertanya. Ia sadar posisinya; mendesak majikan tentang masalah pribadi seperti kehamilan bisa dianggap sangat tidak sopan.“Kita langsung pulang, Bu?” tanya Tata lagi saat mereka sudah di parkiran.“Hmm, aku telepon Neni dulu ya. Kalau Axel tidak rewel, kita lanjut ke tujuan awal ke salon. Tapi kalau dia mencari-cariku, kita pulang saja,” ujar Aura sembari merogoh ponsel dari tas tangannya.Setelah mendapat laporan bahwa Axel sedang asyik bermain dan tenang, Aura pun mantap meminta Tata mengantarnya ke salon.

  • Dalam Pelukan Hangat Paman Suamiku   222. Hamil Lagi?

    Tata, yang sedang fokus menyetir, sesekali melirik dari spion tengah. Ia menangkap gurat keresahan yang sangat jelas di wajah majikannya.“Ada apa, Bu?” tanya Tata pelan, mencoba memecah kesunyian.Aura tersentak dari lamunannya dan menggeleng cepat. “Enggak, Ta. Enggak ada apa-apa.”Namun, hanya butuh beberapa detik bagi Aura untuk akhirnya menyerah pada rasa penasarannya sendiri. Ia butuh pendapat orang lain. “Ta... menurutmu ada kemungkinan enggak, orang yang sudah KB tapi masih bisa hamil?”Tata menoleh sebentar, kini ia paham mengapa nyonya cantiknya itu tampak begitu resah sejak tadi.“Ada saja, Bu. Tetanggaku bahkan sudah steril, tapi malah hamil di luar kandungan,” jawab Tata apa adanya.“Eh, kok bisa?!” Aura terkejut, matanya membulat.“Enggak paham juga, Bu. Namanya juga rencana manusia, tapi kalau Tuhan sudah punya kehendak lain, kita bisa apa?” tutur Tata bijak.Aura kembali terdiam, menatap kosong ke arah jalanan yang ramai. Pikirannya melayang. Yang sudah steril saja mas

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status