Share

Bagian 25

"Bilang pada ibu, kamu sedang bercanda kan?"

Rima menghela napas panjang, terasa berat ketika akhirnya harus mengatakan semua ini. "Rima tidak bercanda, Bu. Maaf," ucapnya lirih.

Ibu kini benar-benar diam, ia menangis tertahan, kemudian menutup teleponnya, sebetulnya banyak yang ingin ditanyakan, kenapa tiba-tiba perceraian ini terjadi. 

Jalanan masih terasa begitu padat, sementara matahari terasa begitu terik. Atas segala yang ia punya, Rima tak pernah merasa hidupnya begitu sempurna, ia hanya bersyukur banyak orang yang menyayanginya, hingga pada akhirnya asumsi itu salah, terlalu banyak orang munafik di sekitarnya.

[Kamu dimana?]

Sebuah pesan dari Galih datang, tapi kali ini ia tidak membalasnya.

Sementara Alan nampak tak karuan di kamarnya, ia begitu berantakan dan duduk di sisi ranjang dengan mata ya
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status