LOGINDari balik selimut yang sedikit diturunkan, Lilian lihat Evelyn yang akhirnya pergi meninggalkan ruangan tempatnya dirawat.Ditariknya kembali selimut untuk menutupi cahaya ruangan, satu tangan yang masih terpasang infusan bersandar pada pingiran ranjang, mata Lilian terpejam menghindari interaksi apapun dengan Mante yang kini tengah menemaninya.Tidak ada yang ingin Lilian dengarkan apapun darinya, apalagi jika harus membahas apa yang sudah Mante lakukan sepanjang malam ini di belakangnya.Lilian sudah terlanjur sakit hati oleh kebohongannya..Saat ini, Lilian hanya ingin mengumpulkan ketenangan, menepis bayang-bayang ketakutan dari polisi yang mulai mencari keberadaannya terkait hilangnya Shopie, Lilian ingin lepas dari bayang-bayang trauma yang tidak akan pernah bisa dipahami oleh siapapun selain dirinya sendiri. Satu-satunya jalan dari semua itu adalah pergi menjauh.. lepas dari kehidupan Mante Hemilton.Lilian ingin melakukan perjalanan jauh, berdiri diantara orang-orang baru yan
Mante menutup pintu dengan hati-hati, pria itu mendekati ranjang tempat kini Lilian berada.Saat pesta telah selesai melewati jam tengah malam, Mante sempat membersihkan diri lagi agar aroma cerutu dan alkohol tidak menempel pada tubuhnya, lalu langsung pergi, sedikitpun tidak memiliki waktu berisitirahat. Meski cukup melelahkan, Mante cukup puas karena kini dan di masa depan nanti, tidak akan ada lagi yang mengganggunya dengan hal-hal sepele namun merepotkan.Mengingat watak Celestine yang begitu keras kepala dan sulit menerima kenyataan, mungkin dia masih membutuhkan waktu untuk benar-benar berdamai dengan keadaan. Namun, sebelum sampai pada titik itu, bukan tidak mungkin dia akan kembali melakukan hal-hal menyebalkan yang menguji kesabaran orang-orang di sekitarnya.Dengan kondisi kesehatan jantungnya yang kian buruk, lambat laun Celestine tidak akan punya energy untuk mengurus hal lain dan pada akhirnya akan menyerah sendiri.. kecuali, Celestine memang ingin mati konyol hanya ka
Setelah dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan darurat akibat serangan jantung yang kembali dipicu oleh ledakan emosi yang tak terkendali, Celestine akhirnya kembali terbaring di ranjang rawatnya. Berbagai peralatan medis terpasang di tubuhnya, memantau kondisi jantung dan tanda-tanda vitalnya yang masih membutuhkan pengawasan ketat.Usai Celestine sadar, Berth memilih langsung pergi meninggalkannya di rumah sakit sendirian tanpa bicara sepatah katapun apalagi memberikan penghiburan untuk menguatkannya..Berth sangat marah...Kini, Celestine diam termangu dengan mata sembab merah, meratapi satu-persatu kebanggaan yang dimiliki dalam hidupnya selama ini, akhirnya telah hancur berkeping..Dengan napas sesak dan dada yang masih terasa sakit, Celestine menghapus air matanya yang kembali berderai jatuh membasahi pipi.‘Bagaimana bisa aku dihancurkan dengan cara sehina ini?’ batin Celestine berkali-kali mempertanyakan sesuatu yang tidak dapat dia temukan jawabannya.Celestine merasa, seluru
Rahang Elisio mengeras, permintaan Yura yang penuh permohonan sedikit menahan amarahnya yang sudah berada di ujung tanduk.Elisio pandangi wajah pucat Celestine yang terisak dengan mata terpejam erat menahan sakit dan harus hadapi segunung ketakutan. Malam ini, Elisio semakin tahu betapa bobroknya Celestine Franklin Giedon, Celestine tidak hanya tidak layak menjadi menantu, wanita itu juga sudah tidak layak menunjukan diri di hadapannya.Betapa munafiknya Celestine bertahun-tahun mengejar Mante seperti seseorang yang tulus, disaat yang sama dengan lantangnya dia hina ibunya Mante.. wanita yang telah melahirkan lelaki yang dikejarnya, juga wanita yang bahkan tidak pernah Celestine kenal karakternya seperti apa.Dalam ketegangan itu, Elisio sama sekali tidak menurunkan pistolnya dari kepala Celestine. Elisio pandangi Yura dan berkata, “Aku tahu kau sangat menyayanginya, tapi kau juga sudah tahu.. sudah sejauh mana keponakanmu ini melakukan kesalahan. Tidak ada yang gratis di dunia ini
Tindakan tidak terduga Elisio Hemilton semakin memperparah ketegangan yang kini sedang berlangsung di dalam ruangan itu.Semua orang membeku, termasuk Mante yang kini masih duduk dan hanya memandang lekat ayahnya di ujung meja.Wajah Elisio tampak suram, matanya berkilat sangat dingin.Mante tahu betul apa yang telah membuatnya demikian..Celestine mungkin mengira penghinaan itu hanya akan melukai harga diri Mante. Tapi Celestine tidak menyadari bahwa kata-katanya telah mencapai telinga orang yang jauh lebih sulit memaafkannya: Elisio Hemilton.Pria yang hingga detik ini masih menghambakan diri pada isterinya..Sejak kematian ibunya Mante, tidak seorang pun dalam keluarga Hemilton berani menyinggung namanya ibunya sembarangan. Bukan karena mereka telah melupakannya, melainkan karena mereka tahu betapa dalam tempat yang masih disediakan Elisio untuknya.Namun, Celestine justru melakukan hal yang selama ini dihindari seluruh keluarga. Ia menghina ibu Mante tepat di hadapan suaminya send
Makian yang terucap dari mulut Celestine, kembali mengingatkan Mante pada kejadian semalam saat dia temukan Lilian meringkuk kesakitan di lantai.Tengkuk Mante memanas bertegangan..Cukup semalam Mante telah gagal menjaga Lilian, tidak akan dia biarkan siapapun termasuk Celestine melukainya lagi, bahkan jika itu hanya sebuah makian yang tidak Lilian ketahui..Memaki Lilian sama saja dengan memaki dirinya..Pandangan Mante jatuh ke bawah meja, tempat dimana pistol dan pisaunya tersimpan. Dalam benaknya yang gelap Mante bertanya-tanya, haruskah Mante jejal mulut Celestine dan menghancurkannya seperti apa yang semalam dia lakukan pada Shopie? Haruskah, Mante iris lidahnya dengan pisau sampai Celestine tidak lagi bisa berbicara?Bayang-bayang liar bermunculan di kepala, menggoda Mante untuk melakukan sesuatu pada Celestine.Dengan senyuman sinisnya Mante tatap Celestine dan berkata, “Tutup mulutmu jalang sialan. Perempuan yang kau sebut pelacur itu adalah isteriku.”Deg!Celestine terceka
Lilian menelan salivanya dengan kesulitan, kulitnya menggigil merasakan intimidasi hebat yang menekan. Ada kilatan liar seperti hewan pemburu dimata pria itu asing itu.. Apa ada yang salah dengan jam tangan yang Lilian bawa hingga pria itu bertanya berkali-kali? Apa jangan-jangan.. justru jam ta
Jarak yang begitu dekat menyisakan sedikit celah, hangat deru napas Lilian menyapu dinginnya kulit Mante.Pria itu menahan diri untuk tidak bergerak, diam-diam menarik napas ingin mengulang kembali sensasi pertama yang menyapa indranya saat sadar dari pingsan, yaitu aroma lembut milik Lilian. Aroma
“Dipertemuan tadi, semua orang membicarakan hal penting yang bahkan tidak aku tahu.” Seorang pria paruh baya melepaskan setelan jassnya, dengan sigap sang isteri menerimanya dan mengikuti langkah suaminya. “Memangnya apa yang sedang dibicarakan mereka?” tanya Katty penasaran. Dengan wajah muram
Lilian mundur seketika, dengan wajah pucat pasinya gadis itu mundar-mandir menggigit ujung jari, tidak dapat mengendalikan kepanikan yang semakin berkeacamuk dalam kepala. Jika pria asing itu tidak ingat apapun, apa itu artinya dia mengalami lupa ingatan akibat benturan? Jika hal itu benar, ini







