Share

84. Akhirnya Kembali

Author: Dita SY
last update publish date: 2026-11-02 19:14:14

Di dalam mobil, Anton memperhatikan Sukma lewat kaca spion di atasnya. Wanita berambut pendek dengan mata sayu itu hanya diam sambil menundukkan pandangan.

"Siapa yang nyuruh kamu!" tanya Anton.

Sukma bergeming. Kedua tangan meremas ujung pakaiannya hingga kuku jarinya memucat.

"Dia tidak akan memberitahu kita, mungkin dia takut kalau kita akan melaporkannya pada orang yang memberikan perintah," ucap Lee.

Anton berdecak kasar. Menahan geram yang nyaris membuat kewarasannya hilang.

Namun, perasa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dari Istri XXL jadi Janda Bahagia   89. Karma Instan

    "Halo, Rum, kamu masih kenal suara aku kan? Ini aku Enggar. Tolong bantu aku, Rum."Di ujung sambungan telepon, suara helaan napas berat terdengar begitu jelas, disusul rengekan Enggar yang terdengar memelas."Rum, please, bantu aku," mohon Enggar lagi.Namun, ​Arum sama sekali tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Wanita itu membeku di sisi ranjang rawat inap tempat Aira terbaring tidur dengan selang infus.Tangan Arum yang menggenggam ponsel bergetar hebat, bukan karena takut, melainkan karena gelombang kemarahan, kebencian, dan rasa jijik yang bergemuruh hebat di dadanya begitu mendengar suara pria yang telah menghancurkan hidupnya dan anak-anak.​"Arum ... aku mohon, mana suaramu. Tolong bicara. Tolong bantu aku ...." Suara Enggar di seberang sana mulai pecah, berubah menjadi rintihan penuh keputusasaan yang terdengar menyedihkan. "Aku mohon sama kamu ... tolong aku, Arum. Tarik laporan polisi itu! Aku nggak kuat di sini, Rum! Aku disiksa, aku disuruh sujud, aku disuruh ngepel lant

  • Dari Istri XXL jadi Janda Bahagia   88. Penyiksaan

    ​"Masuk!" bentak petugas sipir berseragam cokelat itu dengan nada tegas tanpa perasaan, mendorong bahu Enggar dari belakang hingga pria yang hanya mengenakan kaos oblong itu terhuyung masuk ke dalam lantai semen yang kotor."Pelan-pelan dong, Pak. Saya manusia bukan hewan ternak!" dengkus Enggar."Diam kamu!" bentak polisi.Enggar hanya diam, perlahan melihat ke depan.Udara di dalam sel tersebut terasa pekat, berbau pengap, keringat, dan lembap, sangat berbeda dengan kehidupan mewah yang biasa dinikmati Enggar sebelumnya."Sana, gabung sama napi lain!" dorong polisi. Entah ada dendam apa, polisi itu tampak sangat tidak ramah pada Enggar.​Bruk!​Enggar jatuh tersungkur dengan lutut membentur lantai keras. Sebelum ia sempat mendongak, suara hantaman pintu besi yang dibanting dan dikunci dari luar menggema keras, menandakan bahwa ia kini benar-benar terjebak bersama para penjahat lain di dalam sangkar besi tersebut.​Enggar menelan ludah dengan susah payah, tenggorokannya terasa kering

  • Dari Istri XXL jadi Janda Bahagia   87.

    "Jawab! Jangan terus-terusan membohongiku!" desis Anton penuh penekanan, rahangnya mengeras menahan amarah yang sudah berada di ambang batas. "Apa yang kamu lakukan di sini? Apa kamu hamil anak selingkuhanmu?"​Mendengar tuduhan itu, bukannya memberikan penjelasan yang masuk akal, Julia justru mendengus sinis.Sorot matanya berubah tajam, memindai orang-orang yang berdiri di sekitar dengan penuh kebencian.​Seketika, kepala Julia menoleh tajam ke arah Arum yang berdiri kaku dengan air mata masih membasahi pipi.Setelah itu, tatapannya beralih menatap Lee dengan penuh rasa jijik, seolah-olah ia sedang melihat pemandangan paling memuakkan di dunia.​"Cih! Semua ini gara-gara kamu!" cibir Julia dengan suara nyaring melengking yang sukses menarik perhatian beberapa perawat dan pengunjung rumah sakit di koridor tersebut. "Suami aku mati-matian belain kalian, ternyata di belakangku dia memang suka pasang badan buat perempuan lain! Kalian sengaja memanfaatkan kebaikan suamiku! Menjijikan!"​

  • Dari Istri XXL jadi Janda Bahagia   86. Kepergok

    "Ikut aku, Arum! Kita ke rumah sakit sekarang!" teriak Anton sambil berlari membawa Aira keluar menuju mobil.Melihat kondisi balita itu yang terkulai lemas dengan suhu tubuh panas tinggi dan napas cepat, naluri medis Anton sebagai seorang dokter profesional langsung merespons.Ia tahu betul situasi ini sudah sangat gawat. Anak sekecil Aira bisa mengalami dehidrasi berat dan kejang demam jika tidak segera mendapatkan pertolongan medis intensif.​"Aira Sayang, kamu kenapa Nak?" tangis Arum pecah, menyusul langkah Anton dengan tubuh gemetar hebat.​Lee dengan sigap merangkul pundak Arum, membimbing wanita itu masuk ke dalam mobil sementara Willy dan Sofia melangkah cepat ke kamar, menemani Arsy.Dalam perjalanan singkat menuju Rumah Sakit Ibu dan Anak terdekat, suasana di dalam kabin mobil terasa begitu mencekam.Anton terus memeriksa kondisi Aira di jok belakang, sementara Arum menangis sesenggukan memanggil nama buah hatinya.Mobil tiba di depan IGD rumah sakit, Anton langsung berteri

  • Dari Istri XXL jadi Janda Bahagia   85. Tiba-tiba Lemas

    Air mata Arum tumpah seketika, mengalir deras membasahi pipi yang sejak tadi pucat pasi.Kakinya terasa lemas tak bertulang, nyaris saja membuat tubuhnya ambruk ke lantai jika saja ia tidak segera mencengkeram tiang teras rumah dengan kedua tangan.​"Aira ... Sayang .... anak Mama ...." lirih Arum dengan suara bergetar hebat, terdengar begitu pilu.​Anton yang melihat Arum terhuyung segera mempercepat langkah. Membawa tubuh mungil balita itu mendekat, lalu menyerahkannya dengan penuh kehati-hatian ke dalam dekapan sang sepupu.​"Arum ... anakmu selamat. Dia baik-baik saja," ucap Anton dengan napas lega, senyuman hangat tersungging di bibirnya melihat air mata kebahagiaan akhirnya tumpah dari mata Arum.​Saat dekapan hangatnya terisi penuh oleh tubuh mungil sang buah hati, pertahanan Arum runtuh. Ia mendekap erat tubuh Aira ke dada, menciumi seluruh wajah, kening, dan rambut anak kembarnya itu sambil terisak.​"Aira ... ya Allah, anakku ... Mama kangen banget sama kamu, Nak ... kamu se

  • Dari Istri XXL jadi Janda Bahagia   84. Akhirnya Kembali

    Di dalam mobil, Anton memperhatikan Sukma lewat kaca spion di atasnya. Wanita berambut pendek dengan mata sayu itu hanya diam sambil menundukkan pandangan."Siapa yang nyuruh kamu!" tanya Anton.Sukma bergeming. Kedua tangan meremas ujung pakaiannya hingga kuku jarinya memucat."Dia tidak akan memberitahu kita, mungkin dia takut kalau kita akan melaporkannya pada orang yang memberikan perintah," ucap Lee.Anton berdecak kasar. Menahan geram yang nyaris membuat kewarasannya hilang.Namun, perasaan kesal itu seketika hilang saat melihat wajah polos Aira yang tertidur di dalam dekapan.Wajah cantik Aira terlihat pucat. Air mata masih mengalir membasahi pipinya meski sedang memejamkan mata."Kasihan kamu, Nak," ucap Anton lirih.Lee yang tengah mengemudi, menoleh sesaat sambil menghela napas dalam.​"Aku harus kabari Arum sekarang," gumam Antona antusias, langsung mengambil ponselnya.​Sebelum jemari Anton menyentuh layar ponsel, Lee mengulurkan tangannya, menahan Anton. "Tunggu! Jangan d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status