Share

Dua Armada di Ambang Kabut

Auteur: Jimmy Chuu
last update Dernière mise à jour: 2026-03-17 15:15:32

"Mereka pergi ke mana sebenarnya?" tanya nelayan muda itu.

Nelayan tua di sampingnya tidak langsung menjawab. Ia mengangkat cangkir teh dan menghirupnya perlahan sebelum berbicara.

"Ke tempat yang tidak seharusnya dimasuki kapal perang," katanya akhirnya.

Ia menatap laut yang tertutup kabut tipis di kejauhan.

"Dan mereka tahu itu."

Nelayan muda itu mengerutkan kening.

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Dua Armada di Ambang Kabut

    "Mereka pergi ke mana sebenarnya?" tanya nelayan muda itu.Nelayan tua di sampingnya tidak langsung menjawab. Ia mengangkat cangkir teh dan menghirupnya perlahan sebelum berbicara."Ke tempat yang tidak seharusnya dimasuki kapal perang," katanya akhirnya.Ia menatap laut yang tertutup kabut tipis di kejauhan."Dan mereka tahu itu."Nelayan muda itu mengerutkan kening."Kalau tahu, kenapa tetap pergi?"Nelayan tua itu menghela napas pendek."Karena yang di seberang juga tahu dan tetap pergi."Ia menunjuk samar ke arah laut."Begitulah cara dua kekaisaran bekerja."Ia meneguk tehnya lagi."Mereka tidak bisa berhenti sebelum yang satunya berhenti lebih dulu."Beberapa nelayan lain di warung itu ikut mendengar percakap

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Armada yang Berlayar ke Kabut

    "Aku mengirim orang yang cukup kuat untuk pengintaian," balas Kaisar dengan nada keras.Ia menatap Takeda Raigen lurus."Dan tidak cukup penting untuk menjadi alasan perang jika sesuatu terjadi."Ia berhenti sebentar."Kau siapkan dirimu untuk sesuatu yang jauh lebih besar dari pengintaian."Takeda Raigen tidak menjawab.Namun ia memahami satu hal.Sejak sebelum rapat ini dimulai, Kaisar sudah memikirkan skenario yang jauh lebih besar dari sekadar mengirim kapal pengintai.Di Cheonsang, surat dengan isi hampir sama tiba dari arah yang berbeda.Kaisar Seonghwa Jinmu membacanya sambil duduk.Ia membaca perlahan. Setiap baris diperiksa dengan tenang.Ketika selesai, ia menutup surat itu dan meletakkannya menghadap bawah di meja.Ia memang

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Bayangan yang Bangkit dari Laut

    Surat Lu Wenqing tiba di Pelabuhan Shiranami dalam waktu empat hari.Pelabuhan itu tidak seperti biasanya.Di dermaga utama, dua dari tiga lapak ikan yang biasanya buka sejak fajar sudah tutup sejak dua hari lalu. Papan kayu yang biasa penuh ikan segar kini kosong, hanya menyisakan noda air laut yang mengering di permukaan.Kapal-kapal nelayan yang biasanya memenuhi dermaga kecil di sisi timur kini hanya tersisa setengahnya. Ruang kosong di antara perahu-perahu yang masih bertahan terlihat seperti gigi yang rontok.Beberapa tali tambat bahkan masih tergantung tanpa kapal.Seorang pedagang tua yang sudah tiga puluh tahun berjualan di tepi dermaga itu menutup lapaknya pagi itu untuk pertama kalinya dalam ingatan siapa pun yang mengenalnya.Ia menurunkan penutup kayu perlahan.Gerakannya tidak terburu-buru, tapi pasti.S

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Menjual Kabar kepada Dua Kekaisaran

    Lu Wenqing berjalan melalui semua itu dengan langkah yang tidak tergesa dan mata yang mencatat segalanya.Ia bukan kultivator kuat. Tingkat kultivasi Lu Wenqing hanya cukup untuk memperpanjang hidupnya beberapa puluh tahun lebih dari manusia biasa dan menjaga kesehatannya dalam kondisi perjalanan laut yang keras. Kekuatannya bukan di Qi atau teknik tempur.Kekuatannya adalah jaringan."Kau mendengar tentang pembantaian di dermaga?" tanya seorang pedagang kepadanya saat mereka berpapasan di depan sebuah warung."Aku mendengar tentang catatan kuno dan cahaya dari kedalaman laut," jawab Lu Wenqing sambil ia berhenti sebentar dengan wajah yang terlihat tertarik namun tidak terlalu tertarik. "Seperti yang semua orang dengar.""Menurutmu itu nyata?" tanya pedagang itu."Menurutku," kata Lu Wenqing sambil sudut bibirnya bergerak sedikit, "apakah nyata atau tidak, ti

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Semua Mulai Mengawasi

    "Biarkan mereka bertanya," kata Guo Haishan. "Jawabannya adalah: Baek Daejin mati karena serakah di tempat yang salah, bukan karena musuh kita. Itu pelajaran yang lebih berharga dari pembalasan manapun.""Orang-orang mungkin tidak melihatnya seperti itu," kata wakilnya. "Mereka bisa menganggap kita lemah.""Kalau ada yang ingin membalas dengan uangnya sendiri dan kapalnya sendiri," kata Guo Haishan sambil matanya akhirnya terangkat dari peta dan menatap wakilnya, "aku tidak akan menghentikannya. Tapi jangan pakai sumber daya armada untuk urusan yang tidak menguntungkan."Wakilnya diam sebentar. "Lalu apa yang kita lakukan?""Membalas," kata Guo Haishan sambil jarinya menyentuh titik tengah peta. Di Jurang Laut Bintang. "Tapi bukan untuk Baek Daejin. Kita membalas dengan cara yang membuat semua yang ikut membunuhnya menjadi tidak relevan."Wakilnya menatap titik di peta itu. "Arte

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Perbatasan Zona Kabut Bintang

    "Ini bukan kabut laut biasa," kata seorang awakkapal dengan nada yang setengah berbisik. "Ini sesuatu yang sama sekali berbeda.""Putar balik," kata Master Lan Qiyue dengan nada yang tidak meninggalkan ruang untuk diskusi."Tapi kita baru masuk beberapa li," kata muridnya dengan nada yang memohon. "Mungkin kalau kita teruskan sedikit lagi...""Kita teruskan tanpa kompas yang berfungsi dan tanpa bintang yang bisa dipercaya," potong Master Lan Qiyue. "Di laut seperti ini, kita bukan kultivator yang gagah berani. Kita hanya orang yang tidak tahu jalan pulang."Muridnya menelan argumennya."Kita berhenti di perbatasan zona," kata Master Lan Qiyue sambil tangannya sudah bergerak ke tuas kemudi. "Kita amati dulu."Mereka membangun pos pengamatan kecil di Pulau Karang Merah, sebuah pulau tak berpenghuni selebar seratus langkah yang terdiri dari batu karang dan beber

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status