LOGIN"Lalu kita ke mana?" tanya muridnya."Kita mencari cara lain untuk mendapatkan apa yang kita butuhkan tanpa harus masuk ke zona itu," jawab Master Lan Qiyue. "Mungkin artefak itu bukan satu-satunya pintu menuju apa yang kita cari."Muridnya mengangguk, meski wajahnya belum sepenuhnya meyakinkan.Mereka berlayar kembali ke arah timur pada pagi yang sama tanpa upacara apapun.Di Dataran Tengah, kabar tentang Laut Xinghai sampai ke kota-kota besar dan memicu pertemuan tertutup yang tidak diumumkan siapapun di luar lingkaran mereka.Feng Cangyun, yang selama setengah tahun pertama masih bergantung pada ramuan penstabil untuk menahan racun meridiannya, akhirnya pulih penuh pada bulan kedelapan. Bukan dari tabib biasa.Seseorang yang melewati kota tempat ia dirawat, seseorang yang tidak meninggalkan nama, melihat kondisi meridiannya dan menghabiskan satu malam mena
Laut Xinghai tidak pernah kembali seperti sebelumnya.Kedua kaisar mengirim perintah yang sama kepada komandan armada masing-masing dalam waktu dua hari setelah malam itu. Jaga posisi. Jangan menyerang lebih dulu. Namun tidak ada perintah yang bisa mengembalikan apa yang sudah berubah di laut itu.Di Pelabuhan Haeryong yang biasanya ramai bahkan di musim hujan, seorang pedagang tua duduk di kedai tepi dermaga dengan separuh meja kosong di sekelilingnya."Kapal dari timur sudah empat minggu tidak masuk," kata pedagang itu kepada pemilik kedai yang sedang menyapu di belakang meja."Tidak ada yang berani melewati jalur tengah sekarang," jawab pemilik kedai tanpa berhenti menyapu. "Dua armada kekaisaran masih saling berhadapan di sana. Berlayar di antara dua armada yang hampir perang sama bahayanya dengan berlayar di dekat makhluk itu.""Makhluk itu sudah turun kembali," kata pedagan
Yoon Jaeseok tidak menjawab selama waktu yang terasa sangat panjang. "Tidak ada yang bergerak," katanya akhirnya dengan suara yang sangat pelan. "Tidak ada yang bersuara keras. Kita tunggu.""Tunggu sampai kapan?" tanya perwira muda itu."Sampai ia memutuskan sendiri apa yang akan ia lakukan," jawab Yoon Jaeseok sambil matanya tidak beralih dari punggung raksasa yang mengapung di bawah armadanya.Di kapal Yamatsukuni, Ishida Toru berdiri dengan kedua tangannya di sisi tubuhnya tanpa bergerak. Seorang anak buah tua mendekatinya dengan langkah yang sangat hati-hati."Komandan," bisik anak buah tua itu, "kalau makhluk itu membuka matanya sekarang, kapal kita tidak akan ada yang selamat.""Aku tahu," jawab Ishida Toru dengan nada yang sama pelannya."Lalu apa yang kita lakukan?" tanya anak buah tua itu."Kita tidak melakukan apa-apa," jawab I
Seorang prajurit Haneulguk muda di sisi kanan berdiri dengan wajah merah. "Komandan, dua orang kita sudah terluka! Kita diam saja?""Tangan di samping tubuh!" jawab Yoon Jaeseok dengan nada yang tidak memberi ruang. "Semua orang!""Kita bukan pengecut!" balas prajurit muda itu. "Mereka menembak lebih dulu!""Dan kalau kau menembak balik," kata Yoon Jaeseok dengan suara yang turun satu oktaf namun terdengar lebih keras dari sebelumnya, "kau yang memulai perang. Bukan mereka. Pahami itu."Namun seorang penembak Haneulguk di sisi kanan sudah melepaskan tiga serangan Qi balasan sebelum perintah itu sempat menahannya. Ia bertindak berdasarkan insting seseorang yang menyaksikan kawannya terluka.Krek. Krek. Krek.Lambung dua kapal Yamatsukuni retak di bawah garis air.Di kapal pengintai Yamatsukuni, Ishida Toru berdiri dengan rahang yang mengen
Zhao Wuchen duduk di batu karang yang sama dengan Guo Haishan tanpa meminta izin.Guo Haishan meletakkan cangkir tehnya ke permukaan batu dengan suara yang lebih keras dari yang diperlukan. Matanya tetap ke laut di depannya."Kau mau bicara tentang seseorang," kata Guo Haishan. "Bukan tentang cara masuk zona. Tentang orangnya.""Tepat," jawab Zhao Wuchen sambil tangannya bertumpu di lututnya."Tiga level 9 sudah mencoba," kata Guo Haishan sambil ia akhirnya menoleh, matanya tidak menyembunyikan skeptismenya."Takeda Raigen. Kang Baekryong. Master Seo Hwan. Tiga nama yang disebut jianghu dengan hormat selama puluhan tahun. Semuanya gagal. Kau dan aku berdua jauh di bawah level mereka. Dasar apa yang kau pakai untuk bicara tentang seseorang yang bisa berhasil?""Justru karena mereka level 9," jawab Zhao Wuchen dengan nada yang sangat datar. "Zona itu menyerap Q
Di kapalnya di sisi utara zona, Takeda Raigen duduk di ruang navigasi.Peta Laut Xinghai terbuka di depan meja.Bekas sensasi panas di meridian tangannya masih belum sepenuhnya hilang.Seorang perwira dari armada utama baru saja tiba."General Kang Baekryong kembali ke armada Haneulguk," lapor perwira itu."Ia mencoba dari jalur selatan."Takeda Raigen mengangguk sedikit."Hasilnya sama?""Dari yang bisa kami lihat, ya."Perwira itu menelan ludah sebelum melanjutkan."Kapalnya terdorong mundur hampir sejauh kapal Tuan Jenderal."Ia berhenti sebentar."Dan Master Seo Hwan terlihat kapalnya terangkat dari dalam zona."Takeda Raigen menatap peta."Zona itu tidak bereaksi terhadap kekuatan."
Bing Ruoxue dan Xue Lingyin terkejut. Wajah mereka langsung memerah lagi."K-kami?" gagap Bing Ruoxue sambil berdiri dengan kaku. "Tapi kami hanya dari sekte kecil. Teknik kami tidak sebagus sekte-sekte besar.""Tidak masalah," ucap Elder Feng dengan senyum tipis yang terlihat dipaksakan. "Ini kese
Rong Tian merasakan keanehan situasi ini.Lima ratus tahun yang lalu, saat ia masih menjadi Raja Kelelawar Hitam, ia selalu dikelilingi oleh anak buah dan pengikutnya. Tapi sekarang, dalam identitas baru dengan wajah muda dan tanpa sekte, ia justru duduk sendirian, dikagumi sekaligus ditakuti."Dun
Pagi di Penginapan Jing Hu…"Cukup," jawab pemuda itu dengan nada tenang, suaranya nyaris berbisik. Ekspresinya terlihat sangat rapuh, seolah-olah pemuda yang tidak berdaya, sebuah kontras tajam dengan kekuatan yang baru saja ia tunjukkan semalam."Baiklah," ucap Madam Yu sambil mengangguk cepat, s
Pria besar itu menindih gadis itu dengan berat, jubah hitamnya terbuka lebar. Tubuhnya yang berotot menekan tubuh ramping di bawahnya, membuat napas perempuan itu tersengal.Dengan satu dorongan perlahan namun tegas, bagian intimnya yang besar dan keras memaksa masuk, menyusup ke tempat paling dala







