Share

Hei Zongyuan

Author: Jimmy Chuu
last update publish date: 2025-12-18 18:05:05

Pagi di Penginapan Jing Hu…

"Cukup," jawab pemuda itu dengan nada tenang, suaranya nyaris berbisik. Ekspresinya terlihat sangat rapuh, seolah-olah pemuda yang tidak berdaya, sebuah kontras tajam dengan kekuatan yang baru saja ia tunjukkan semalam.

"Baiklah," ucap Madam Yu sambil mengangguk cepat, sedikit tergagap. "Saya akan menyiapkan sarapan istimewa untuk Tuan Muda. Mohon tunggu sebentar," jawab Madam Yu sedikit merinding melihat penampilan polos si pemuda yang ironi dengan aksinya yang brut
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Cahaya yang Tidak Bergerak

    Kapal Master Seo Hwan tiba-tiba terangkat.Bukan perlahan.Seluruh badan kapal terlontar beberapa chi ke atas seolah ada tangan raksasa yang mendorongnya dari bawah laut. Air di sekelilingnya terbelah dan jatuh kembali seperti hujan.Sesaat kemudian kapal itu jatuh kembali ke permukaan.Benturannya keras.Papan-papan kayu berderak dari setiap sambungan. Suaranya terdengar sampai puluhan langkah di permukaan laut. Tiang layar retak di bagian tengah dengan bunyi kering yang panjang.Beberapa tali layar terlepas.Master Seo Hwan menggenggam sisi kapal.Seluruh tulangnya bergetar dari tekanan yang menjalar melalui badan kapal. Getaran itu naik dari papan kayu ke telapak kakinya, lalu ke meridian tubuhnya.Napasnya terpotong selama beberapa detik.Darah di dadanya terasa berputar.

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Napas Makhluk Laut Dalam

    Takeda Raigen menggenggam tiang kapal dengan satu tangan.Tubuhnya menyerap guncangan itu tanpa bergeser.Meridian di tangan kanannya terasa panas.Bukan panas dari teknik yang berhasil.Panas dari Qi yang dipaksa keluar terlalu cepat oleh zona.Dari posisi mundurnya, di kejauhan arah selatan, ia melihat siluet kapal kecil lain.Kapal itu juga terdorong mundur.Gerakannya hampir identik.Jaraknya terlalu jauh untuk melihat lambang.Namun pria yang berdiri di haluan kapal itu tidak perlu lambang untuk dikenali."General Kang Baekryong," kata Takeda Raigen pelan.Lebih kepada dirinya sendiri."Ia mengalami hal yang sama."Fujita mengikuti arah pandangannya.Ia melihat kapal kecil di selatan.

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Zona yang Menelan Qi

    Energi di dalam zona tidak bergerak seperti arus laut biasa yang mengalir ke satu arah.Ia berputar.Tidak hanya di permukaan. Dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas sekaligus. Pusaran kecil muncul dan hilang di berbagai titik, saling bertaut seperti bagian dari satu sistem raksasa yang sudah berumur sangat tua.Permukaan laut terlihat tenang dari jauh.Namun di bawah kabut, energi itu berputar tanpa henti.Seperti ribuan roda kecil yang bekerja bersama dalam satu mekanisme yang tidak terlihat."Ini bukan formasi buatan," katanya pelan kepada dirinya sendiri.Tangannya segera menarik Qi yang ia kirim ke dalam zona sebelum pusaran di depannya menyerapnya lebih jauh."Terlalu besar," gumamnya.Ia menatap pusaran yang berputar di bawah kapal."Dan terlalu tidak beraturan untuk

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Mereka yang Bergerak Sendiri

    Kapal nomor tiga berbalik.Ketegangan turun satu tingkat.Namun tidak hilang.Dari tepi Pulau Karang Merah, Zhao Wuchen menyaksikan semua itu dengan tangan terlipat di dada.Di sebelahnya, Master Lan Qiyue berdiri diam.Ekspresinya seperti seseorang yang baru saja melihat percikan api mendekati bubuk mesiu."Hampir," kata pemimpin regu Zhao Wuchen.Nada suaranya masih tegang."Hampir sekali.""Hampir akan menjadi semakin dekat setiap hari," jawab Zhao Wuchen pelan.Ia menatap dua armada yang kini hanya menjadi bayangan di kejauhan."Sampai suatu hari seseorang tidak cukup sabar."Pemimpin regu itu menghela napas."Kalau kedua kekaisaran itu akhirnya saling tembak di sini..."Ia menelan ludah.

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Dua Armada di Ambang Kabut

    "Mereka pergi ke mana sebenarnya?" tanya nelayan muda itu.Nelayan tua di sampingnya tidak langsung menjawab. Ia mengangkat cangkir teh dan menghirupnya perlahan sebelum berbicara."Ke tempat yang tidak seharusnya dimasuki kapal perang," katanya akhirnya.Ia menatap laut yang tertutup kabut tipis di kejauhan."Dan mereka tahu itu."Nelayan muda itu mengerutkan kening."Kalau tahu, kenapa tetap pergi?"Nelayan tua itu menghela napas pendek."Karena yang di seberang juga tahu dan tetap pergi."Ia menunjuk samar ke arah laut."Begitulah cara dua kekaisaran bekerja."Ia meneguk tehnya lagi."Mereka tidak bisa berhenti sebelum yang satunya berhenti lebih dulu."Beberapa nelayan lain di warung itu ikut mendengar percakap

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Armada yang Berlayar ke Kabut

    "Aku mengirim orang yang cukup kuat untuk pengintaian," balas Kaisar dengan nada keras.Ia menatap Takeda Raigen lurus."Dan tidak cukup penting untuk menjadi alasan perang jika sesuatu terjadi."Ia berhenti sebentar."Kau siapkan dirimu untuk sesuatu yang jauh lebih besar dari pengintaian."Takeda Raigen tidak menjawab.Namun ia memahami satu hal.Sejak sebelum rapat ini dimulai, Kaisar sudah memikirkan skenario yang jauh lebih besar dari sekadar mengirim kapal pengintai.Di Cheonsang, surat dengan isi hampir sama tiba dari arah yang berbeda.Kaisar Seonghwa Jinmu membacanya sambil duduk.Ia membaca perlahan. Setiap baris diperiksa dengan tenang.Ketika selesai, ia menutup surat itu dan meletakkannya menghadap bawah di meja.Ia memang

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Undangan ke Area VIP

    Keheningan yang mencekam masih menyelimuti Balai utama Desa Heishan. Lampion-lampion merah yang tergantung di tiang kayu bergoyang pelan, cahayanya menyinari wajah-wajah pucat para kultivator ortodoks yang masih terdiam dalam keterkejutan.Di area belakang balai, Rong Tian duduk dengan tenang di ku

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Setengah Langkah menjadi Abadi.

    Pada saat ini, semua orang hanya melongo, menatap peragaan Seni Pedang yang sangat berkelas dari pemuda asing namun aneh ini.Dan disaat Rong Tian menyelesaikan lapis terakhir dengan satu tusukan lurus ke depan, ujung pedang berhenti tepat di depan batang bambu latihan yang tertancap di tanah.Clin

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Desa Yang Tertindas.

    Perjalanan dari Desa Heishan ke Kota Heiyang memakan waktu lima sampai enam hari jika berjalan kaki. Rong Tian tidak terburu-buru. Ia ingin melihat kondisi dunia sekarang dengan matanya sendiri, merasakan perubahan yang terjadi selama lima abad ia tidak ada.Setengah hari perjalanan dari Desa Heish

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Tuan Berjubah Putih.

    Elder Wei yang mendengar bisikan itu ikut menambahkan dengan suara rendah."Di Tahap Jiwa Muda," ucapnya sambil menatap Rong Tian dengan tatapan penuh rasa hormat campur takut, "yang menembus level enam sampai sepuluh disebut Demigods oleh aliran putih. Kalau aliran hitam, mereka menyebutnya Semi D

    last updateLast Updated : 2026-03-18
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status