Home / Fantasi / Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang / Tiga Teknik Pedang Yang Terpilih

Share

Tiga Teknik Pedang Yang Terpilih

Author: Jimmy Chuu
last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-14 16:00:37

Bing Ruoxue dan Xue Lingyin terkejut. Wajah mereka langsung memerah lagi.

"K-kami?" gagap Bing Ruoxue sambil berdiri dengan kaku. "Tapi kami hanya dari sekte kecil. Teknik kami tidak sebagus sekte-sekte besar."

"Tidak masalah," ucap Elder Feng dengan senyum tipis yang terlihat dipaksakan. "Ini kesempatan untuk saling belajar. Silakan tampil."

Bing Ruoxue melirik Rong Tian yang duduk dengan tenang. Rong Tian tidak mengatakan apa-apa, hanya membuka mata sedikit dan menatapnya dengan tatapan datar
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Zona yang Menelan Qi

    Energi di dalam zona tidak bergerak seperti arus laut biasa yang mengalir ke satu arah.Ia berputar.Tidak hanya di permukaan. Dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas sekaligus. Pusaran kecil muncul dan hilang di berbagai titik, saling bertaut seperti bagian dari satu sistem raksasa yang sudah berumur sangat tua.Permukaan laut terlihat tenang dari jauh.Namun di bawah kabut, energi itu berputar tanpa henti.Seperti ribuan roda kecil yang bekerja bersama dalam satu mekanisme yang tidak terlihat."Ini bukan formasi buatan," katanya pelan kepada dirinya sendiri.Tangannya segera menarik Qi yang ia kirim ke dalam zona sebelum pusaran di depannya menyerapnya lebih jauh."Terlalu besar," gumamnya.Ia menatap pusaran yang berputar di bawah kapal."Dan terlalu tidak beraturan untuk

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Mereka yang Bergerak Sendiri

    Kapal nomor tiga berbalik.Ketegangan turun satu tingkat.Namun tidak hilang.Dari tepi Pulau Karang Merah, Zhao Wuchen menyaksikan semua itu dengan tangan terlipat di dada.Di sebelahnya, Master Lan Qiyue berdiri diam.Ekspresinya seperti seseorang yang baru saja melihat percikan api mendekati bubuk mesiu."Hampir," kata pemimpin regu Zhao Wuchen.Nada suaranya masih tegang."Hampir sekali.""Hampir akan menjadi semakin dekat setiap hari," jawab Zhao Wuchen pelan.Ia menatap dua armada yang kini hanya menjadi bayangan di kejauhan."Sampai suatu hari seseorang tidak cukup sabar."Pemimpin regu itu menghela napas."Kalau kedua kekaisaran itu akhirnya saling tembak di sini..."Ia menelan ludah.

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Dua Armada di Ambang Kabut

    "Mereka pergi ke mana sebenarnya?" tanya nelayan muda itu.Nelayan tua di sampingnya tidak langsung menjawab. Ia mengangkat cangkir teh dan menghirupnya perlahan sebelum berbicara."Ke tempat yang tidak seharusnya dimasuki kapal perang," katanya akhirnya.Ia menatap laut yang tertutup kabut tipis di kejauhan."Dan mereka tahu itu."Nelayan muda itu mengerutkan kening."Kalau tahu, kenapa tetap pergi?"Nelayan tua itu menghela napas pendek."Karena yang di seberang juga tahu dan tetap pergi."Ia menunjuk samar ke arah laut."Begitulah cara dua kekaisaran bekerja."Ia meneguk tehnya lagi."Mereka tidak bisa berhenti sebelum yang satunya berhenti lebih dulu."Beberapa nelayan lain di warung itu ikut mendengar percakap

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Armada yang Berlayar ke Kabut

    "Aku mengirim orang yang cukup kuat untuk pengintaian," balas Kaisar dengan nada keras.Ia menatap Takeda Raigen lurus."Dan tidak cukup penting untuk menjadi alasan perang jika sesuatu terjadi."Ia berhenti sebentar."Kau siapkan dirimu untuk sesuatu yang jauh lebih besar dari pengintaian."Takeda Raigen tidak menjawab.Namun ia memahami satu hal.Sejak sebelum rapat ini dimulai, Kaisar sudah memikirkan skenario yang jauh lebih besar dari sekadar mengirim kapal pengintai.Di Cheonsang, surat dengan isi hampir sama tiba dari arah yang berbeda.Kaisar Seonghwa Jinmu membacanya sambil duduk.Ia membaca perlahan. Setiap baris diperiksa dengan tenang.Ketika selesai, ia menutup surat itu dan meletakkannya menghadap bawah di meja.Ia memang

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Bayangan yang Bangkit dari Laut

    Surat Lu Wenqing tiba di Pelabuhan Shiranami dalam waktu empat hari.Pelabuhan itu tidak seperti biasanya.Di dermaga utama, dua dari tiga lapak ikan yang biasanya buka sejak fajar sudah tutup sejak dua hari lalu. Papan kayu yang biasa penuh ikan segar kini kosong, hanya menyisakan noda air laut yang mengering di permukaan.Kapal-kapal nelayan yang biasanya memenuhi dermaga kecil di sisi timur kini hanya tersisa setengahnya. Ruang kosong di antara perahu-perahu yang masih bertahan terlihat seperti gigi yang rontok.Beberapa tali tambat bahkan masih tergantung tanpa kapal.Seorang pedagang tua yang sudah tiga puluh tahun berjualan di tepi dermaga itu menutup lapaknya pagi itu untuk pertama kalinya dalam ingatan siapa pun yang mengenalnya.Ia menurunkan penutup kayu perlahan.Gerakannya tidak terburu-buru, tapi pasti.S

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Menjual Kabar kepada Dua Kekaisaran

    Lu Wenqing berjalan melalui semua itu dengan langkah yang tidak tergesa dan mata yang mencatat segalanya.Ia bukan kultivator kuat. Tingkat kultivasi Lu Wenqing hanya cukup untuk memperpanjang hidupnya beberapa puluh tahun lebih dari manusia biasa dan menjaga kesehatannya dalam kondisi perjalanan laut yang keras. Kekuatannya bukan di Qi atau teknik tempur.Kekuatannya adalah jaringan."Kau mendengar tentang pembantaian di dermaga?" tanya seorang pedagang kepadanya saat mereka berpapasan di depan sebuah warung."Aku mendengar tentang catatan kuno dan cahaya dari kedalaman laut," jawab Lu Wenqing sambil ia berhenti sebentar dengan wajah yang terlihat tertarik namun tidak terlalu tertarik. "Seperti yang semua orang dengar.""Menurutmu itu nyata?" tanya pedagang itu."Menurutku," kata Lu Wenqing sambil sudut bibirnya bergerak sedikit, "apakah nyata atau tidak, ti

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Arus Pengungsi dari Heiyang, Part II

    Rong Tian mendengarkan semua ini dengan wajah yang tetap tenang. Tidak ada perubahan ekspresi. Tidak ada reaksi yang terlihat. Tapi dalam hatinya, amarah mulai menyala."Lima ratus tahun," batinnya dengan nada dingin, "dan dunia menjadi seperti ini."Ia mengambil napas dalam, menenangkan diri. Waja

    last updateHuling Na-update : 2026-03-18
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Dilempar Sejauh Lima Li.

    Ratusan bayangan pedang Mo Jianhai hancur menjadi asap hitam.Puluhan klon Luo Qianmo lenyap seperti kabut yang terkena angin.Pilar-pilar batu Zhen Wushao retak dan runtuh menjadi debu.Jaringan energi gelap Han Yelou terbakar habis dalam sekejap.Cakar hitam Hei Wucheng meledak menjadi percikan a

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Desa Yang Tertindas.

    Perjalanan dari Desa Heishan ke Kota Heiyang memakan waktu lima sampai enam hari jika berjalan kaki. Rong Tian tidak terburu-buru. Ia ingin melihat kondisi dunia sekarang dengan matanya sendiri, merasakan perubahan yang terjadi selama lima abad ia tidak ada.Setengah hari perjalanan dari Desa Heish

    last updateHuling Na-update : 2026-03-18
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Pertemuan Para Jenius yang Lelah

    Rong Tian tidak menjawab, ia tidak peduli dengan bisikan-bisikan di sekitarnya. Ia hanya terus berjalan, mengamati sekitar dengan tatapan datar dan penuh analisis."Dunia ini," gumamnya pelan sambil menatap semua pemuda dan pemudi yang ramai berbicara, "benar-benar berbeda dari yang kukenal."Merek

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status