Share

Perdebatan di Balairung Agung

Author: Jimmy Chuu
last update publish date: 2026-01-02 11:56:21

Sementara itu, di Balairung Agung Istana Kekaisaran Lingxiao Tian yang megah, suasana tegang menyelimuti pertemuan para pejabat tinggi.

Pilar-pilar batu giok putih menjulang tinggi, menopang langit-langit yang dihiasi ukiran naga dan phoenix yang rumit. Lampu-lampu kristal besar menggantung, memancarkan cahaya hangat yang menerangi ruangan luas.

Kaisar Longwei, seorang penguasa paruh baya yang bijaksana namun seringkali bimbang dalam mengambil keputusan, duduk di singgasana naga emasnya yang me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru dan penasaran
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Gulungan yang Menunggu Waktu

    Gulungan itu tidak pernah dibuka sejak Rong Tian menerimanya bertahun-tahun lalu dari tangan seseorang yang sudah lama tidak ada lagi di dunia ini.Panjangnya hanya sebesar pergelangan tangan orang dewasa ketika digulung rapat. Tidak ada lambang di luarnya.Tidak ada nama.Tidak ada tanda apapun yang menunjukkan bahwa isinya layak disimpan selama ini tanpa pernah dibuka, namun cara Rong Tian menyimpannya, di lipatan jubah paling dalam yang paling dekat dengan tubuhnya, sudah mengatakan sesuatu yang lebih jelas dari lambang apapun.Malam itu, di ruang dalam kapal spiritual yang sudah mengubah arah ke timur, Rong Tian membukanya.Imam Taois Qingfeng berdiri tiga langkah dari mejanya. Tidak lebih dekat dari itu.Ia sudah berdiri di posisi itu sejak sebelum Rong Tian mengambil gulungan dari lipatan jubahnya, seolah ia sudah tahu malam ini gulungan itu akan dibuka

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Kapal yang Berubah Arah.

    "Aku hanya melihat sesuatu," kata Yeo Gwansu. "Malam itu semua orang menatap makhluk besar. Semua orang. Para prajurit, para kapten, bahkan komandan armada yang sudah puluhan tahun di laut. Mereka semua menatap ke atas ke punggung yang tidak ada ujungnya.""Dan kau menatap ke bawah," kata Rong Tian. Bukan pertanyaan.Yeo Gwansu mengangkat kepalanya sedikit. "Ya," jawabnya dengan nada yang mengandung sesuatu seperti lega karena ada yang memahami tanpa penjelasan panjang."Aku selalu menatap ke bawah di laut. Ikan ada di bawah permukaan, bukan di atas. Kebiasaan enam puluh tahun tidak bisa diubah bahkan oleh makhluk setinggi cakrawala.""Cahaya yang diam," kata Rong Tian. Masih bukan pertanyaan."Satu titik," jawab Yeo Gwansu. "Di antara ribuan titik cahaya yang bergerak bersama-sama. Semuanya bergerak mengikuti makhluk itu. Tapi satu titik tidak bergerak. Tidak ikut ke kiri ketika

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Titik Cahaya di Bawah Xinghai Tianlong.

    "Seorang peramal tua bilang padaku," kata Yeo Gwansu dengan nada yang sedikit memohon, "bahwa orang yang tepat untuk mendengar ini adalah orang yang memakai jubah putih dan berjalan tanpa meninggalkan bekas. Aku sudah mencari satu bulan lebih.""Peramal tua," ulang Xiao Li dari sisi kanannya dengan nada yang mengandung skeptisisme yang tidak sepenuhnya disembunyikan. "Kau naik rajawali tua yang hampir mati ke ketinggian ini berdasarkan kata peramal tua.""Aku tidak punya pilihan lain," jawab Yeo Gwansu."Kau punya pilihan untuk tidak naik sama sekali," kata Xiao Li. "Itu pilihan yang lebih masuk akal."Yeo Gwansu menatap Xiao Li dengan ekspresi seseorang yang sudah lelah berdebat tentang masuk akal atau tidak."Anak muda, aku sudah enam puluh dua tahun di laut. Aku tahu perbedaan antara sesuatu yang masuk akal dan sesuatu yang benar. Yang masuk akal adalah tidak naik. Yang benar

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Pedagang yang Mengejar Jubah Putih.

    Enam bulan sebelumnya…Kapal spiritual itu melaju di ketinggian yang membuat awan-awan tipis terbelah di kiri dan kanannya seperti kain sutra yang disobek oleh haluan yang tidak kenal hambatan.Angin di atas sana berbeda dari angin di permukaan bumi, lebih dingin, lebih bersih, dan tidak membawa suara apapun kecuali desisan udara yang terpotong panjang tanpa jeda.Rong Tian berdiri di haluan dengan kedua tangannya di belakang punggung. Jubah putihnya tidak berkibar meski angin menghantam dari depan, seolah ada lapisan tak kasat mata yang memisahkan tubuhnya dari udara di sekitarnya.Matanya menatap ke arah timur di mana langit mulai berubah warna dari biru muda ke jingga tipis menjelang sore.Wang Fu berdiri di sisi kiri geladak dengan tangannya di gagang pedangnya secara naluri. Xiao Li berdiri di sisi kanan dengan postur yang sama, cara dua orang yang sudah begitu lama b

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Celah yang Akhirnya Terbuka

    "Lalu kita ke mana?" tanya muridnya."Kita mencari cara lain untuk mendapatkan apa yang kita butuhkan tanpa harus masuk ke zona itu," jawab Master Lan Qiyue. "Mungkin artefak itu bukan satu-satunya pintu menuju apa yang kita cari."Muridnya mengangguk, meski wajahnya belum sepenuhnya meyakinkan.Mereka berlayar kembali ke arah timur pada pagi yang sama tanpa upacara apapun.Di Dataran Tengah, kabar tentang Laut Xinghai sampai ke kota-kota besar dan memicu pertemuan tertutup yang tidak diumumkan siapapun di luar lingkaran mereka.Feng Cangyun, yang selama setengah tahun pertama masih bergantung pada ramuan penstabil untuk menahan racun meridiannya, akhirnya pulih penuh pada bulan kedelapan. Bukan dari tabib biasa.Seseorang yang melewati kota tempat ia dirawat, seseorang yang tidak meninggalkan nama, melihat kondisi meridiannya dan menghabiskan satu malam mena

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Laut Xinghai Tak Lagi Sama

    Laut Xinghai tidak pernah kembali seperti sebelumnya.Kedua kaisar mengirim perintah yang sama kepada komandan armada masing-masing dalam waktu dua hari setelah malam itu. Jaga posisi. Jangan menyerang lebih dulu. Namun tidak ada perintah yang bisa mengembalikan apa yang sudah berubah di laut itu.Di Pelabuhan Haeryong yang biasanya ramai bahkan di musim hujan, seorang pedagang tua duduk di kedai tepi dermaga dengan separuh meja kosong di sekelilingnya."Kapal dari timur sudah empat minggu tidak masuk," kata pedagang itu kepada pemilik kedai yang sedang menyapu di belakang meja."Tidak ada yang berani melewati jalur tengah sekarang," jawab pemilik kedai tanpa berhenti menyapu. "Dua armada kekaisaran masih saling berhadapan di sana. Berlayar di antara dua armada yang hampir perang sama bahayanya dengan berlayar di dekat makhluk itu.""Makhluk itu sudah turun kembali," kata pedagan

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Mengaku Sebagai Sang legenda.

    Bola energi gelap itu tiba-tiba terpental balik dengan kecepatan dua kali lipat, meluncur kembali ke arah Han Yelou yang masih berdiri dengan tangan terangkat.Wraaak!Bola energi itu menghantam dada Han Yelou dengan kekuatan penuh. Tubuhnya terlempar ke belakang seperti layangan putus, melayang di

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Menara Hitam dan Desa Heishan

    Rong Tian menatap tangannya sendiri, sebuah tangan yang tampak muda dan tanpa cela. Tangan ini, yang kini terasa asing, telah melintasi lima abad tanpa ia sadari sedikit pun.Tubuh yang ia tempati sekarang telah melompati waktu begitu jauh, sebuah kenyataan yang sulit dicerna. Perasaan disorientasi

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Kesaksian Bing Ruoxue

    Rong Tian masih berdiri diam. Tidak ada perubahan ekspresi di wajahnya. Ia hanya menatap Elder itu dengan tatapan datar, seperti menatap sesuatu yang membosankan.Di dalam hatinya, ia bahkan sedikit merasa lucu."Elder Jiwa Muda awal," gumamnya dalam hati sambil mengamati aura yang mengepul dari tu

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Panggung yang Membeku

    Balai utama Desa Heishan terasa seperti sebuah kuburan yang dingin, bukan tempat pertemuan para ahli.Udara di dalamnya berat, dipenuhi keheningan yang menyesakkan, hanya sesekali dipecahkan oleh desahan samar atau gesekan kain.Suara pertemuan yang seharusnya penuh semangat justru terdengar sepert

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status