Home / Fantasi / Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang / Arus Pengungsi dari Heiyang, Part II

Share

Arus Pengungsi dari Heiyang, Part II

Author: Jimmy Chuu
last update publish date: 2025-12-16 20:31:34

Rong Tian mendengarkan semua ini dengan wajah yang tetap tenang. Tidak ada perubahan ekspresi. Tidak ada reaksi yang terlihat. Tapi dalam hatinya, amarah mulai menyala.

"Lima ratus tahun," batinnya dengan nada dingin, "dan dunia menjadi seperti ini."

Ia mengambil napas dalam, menenangkan diri. Wajahnya tetap datar saat ia menatap kembali pria tua itu.

"Terima kasih atas peringatannya," ucapnya dengan nada tenang sambil membungkuk sedikit. "Tapi aku harus ke Kota Heiyang."

Pria tua itu terkejut.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Mereka yang Bergerak Sendiri

    Kapal nomor tiga berbalik.Ketegangan turun satu tingkat.Namun tidak hilang.Dari tepi Pulau Karang Merah, Zhao Wuchen menyaksikan semua itu dengan tangan terlipat di dada.Di sebelahnya, Master Lan Qiyue berdiri diam.Ekspresinya seperti seseorang yang baru saja melihat percikan api mendekati bubuk mesiu."Hampir," kata pemimpin regu Zhao Wuchen.Nada suaranya masih tegang."Hampir sekali.""Hampir akan menjadi semakin dekat setiap hari," jawab Zhao Wuchen pelan.Ia menatap dua armada yang kini hanya menjadi bayangan di kejauhan."Sampai suatu hari seseorang tidak cukup sabar."Pemimpin regu itu menghela napas."Kalau kedua kekaisaran itu akhirnya saling tembak di sini..."Ia menelan ludah.

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Dua Armada di Ambang Kabut

    "Mereka pergi ke mana sebenarnya?" tanya nelayan muda itu.Nelayan tua di sampingnya tidak langsung menjawab. Ia mengangkat cangkir teh dan menghirupnya perlahan sebelum berbicara."Ke tempat yang tidak seharusnya dimasuki kapal perang," katanya akhirnya.Ia menatap laut yang tertutup kabut tipis di kejauhan."Dan mereka tahu itu."Nelayan muda itu mengerutkan kening."Kalau tahu, kenapa tetap pergi?"Nelayan tua itu menghela napas pendek."Karena yang di seberang juga tahu dan tetap pergi."Ia menunjuk samar ke arah laut."Begitulah cara dua kekaisaran bekerja."Ia meneguk tehnya lagi."Mereka tidak bisa berhenti sebelum yang satunya berhenti lebih dulu."Beberapa nelayan lain di warung itu ikut mendengar percakap

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Armada yang Berlayar ke Kabut

    "Aku mengirim orang yang cukup kuat untuk pengintaian," balas Kaisar dengan nada keras.Ia menatap Takeda Raigen lurus."Dan tidak cukup penting untuk menjadi alasan perang jika sesuatu terjadi."Ia berhenti sebentar."Kau siapkan dirimu untuk sesuatu yang jauh lebih besar dari pengintaian."Takeda Raigen tidak menjawab.Namun ia memahami satu hal.Sejak sebelum rapat ini dimulai, Kaisar sudah memikirkan skenario yang jauh lebih besar dari sekadar mengirim kapal pengintai.Di Cheonsang, surat dengan isi hampir sama tiba dari arah yang berbeda.Kaisar Seonghwa Jinmu membacanya sambil duduk.Ia membaca perlahan. Setiap baris diperiksa dengan tenang.Ketika selesai, ia menutup surat itu dan meletakkannya menghadap bawah di meja.Ia memang

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Bayangan yang Bangkit dari Laut

    Surat Lu Wenqing tiba di Pelabuhan Shiranami dalam waktu empat hari.Pelabuhan itu tidak seperti biasanya.Di dermaga utama, dua dari tiga lapak ikan yang biasanya buka sejak fajar sudah tutup sejak dua hari lalu. Papan kayu yang biasa penuh ikan segar kini kosong, hanya menyisakan noda air laut yang mengering di permukaan.Kapal-kapal nelayan yang biasanya memenuhi dermaga kecil di sisi timur kini hanya tersisa setengahnya. Ruang kosong di antara perahu-perahu yang masih bertahan terlihat seperti gigi yang rontok.Beberapa tali tambat bahkan masih tergantung tanpa kapal.Seorang pedagang tua yang sudah tiga puluh tahun berjualan di tepi dermaga itu menutup lapaknya pagi itu untuk pertama kalinya dalam ingatan siapa pun yang mengenalnya.Ia menurunkan penutup kayu perlahan.Gerakannya tidak terburu-buru, tapi pasti.S

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Menjual Kabar kepada Dua Kekaisaran

    Lu Wenqing berjalan melalui semua itu dengan langkah yang tidak tergesa dan mata yang mencatat segalanya.Ia bukan kultivator kuat. Tingkat kultivasi Lu Wenqing hanya cukup untuk memperpanjang hidupnya beberapa puluh tahun lebih dari manusia biasa dan menjaga kesehatannya dalam kondisi perjalanan laut yang keras. Kekuatannya bukan di Qi atau teknik tempur.Kekuatannya adalah jaringan."Kau mendengar tentang pembantaian di dermaga?" tanya seorang pedagang kepadanya saat mereka berpapasan di depan sebuah warung."Aku mendengar tentang catatan kuno dan cahaya dari kedalaman laut," jawab Lu Wenqing sambil ia berhenti sebentar dengan wajah yang terlihat tertarik namun tidak terlalu tertarik. "Seperti yang semua orang dengar.""Menurutmu itu nyata?" tanya pedagang itu."Menurutku," kata Lu Wenqing sambil sudut bibirnya bergerak sedikit, "apakah nyata atau tidak, ti

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Semua Mulai Mengawasi

    "Biarkan mereka bertanya," kata Guo Haishan. "Jawabannya adalah: Baek Daejin mati karena serakah di tempat yang salah, bukan karena musuh kita. Itu pelajaran yang lebih berharga dari pembalasan manapun.""Orang-orang mungkin tidak melihatnya seperti itu," kata wakilnya. "Mereka bisa menganggap kita lemah.""Kalau ada yang ingin membalas dengan uangnya sendiri dan kapalnya sendiri," kata Guo Haishan sambil matanya akhirnya terangkat dari peta dan menatap wakilnya, "aku tidak akan menghentikannya. Tapi jangan pakai sumber daya armada untuk urusan yang tidak menguntungkan."Wakilnya diam sebentar. "Lalu apa yang kita lakukan?""Membalas," kata Guo Haishan sambil jarinya menyentuh titik tengah peta. Di Jurang Laut Bintang. "Tapi bukan untuk Baek Daejin. Kita membalas dengan cara yang membuat semua yang ikut membunuhnya menjadi tidak relevan."Wakilnya menatap titik di peta itu. "Arte

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Empat Elder Sekte Bayangan Yin.

    Balai utama Desa Heishan kembali hening setelah ledakan energi yang mengejutkan. Lampion-lampion merah yang tergantung di tiang kayu berayun pelan, cahayanya menyoroti wajah-wajah pucat para kultivator ortodoks yang masih berkeringat dingin.Tirai sutra putih yang tadi berkibar hebat kini hanya ber

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Formasi Lima Bayangan.

    Elder Feng yang berdiri di pojok panggung hanya bisa menatap semua itu dengan wajah lelah dan putus asa. Ia ingin mengatakan sesuatu, ingin menenangkan situasi, tapi ia tidak tahu harus berkata apa.Di tengah semua kekacauan itu, Rong Tian masih berdiri diam di atas panggung. Ekspresinya tidak beru

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Lima Ratus Tahun

    Hutan Magnolia kembali sunyi, suara alam kembali mengambil alih setelah kegaduhan. Sepuluh mayat berserakan di tanah, tergeletak tak bernyawa.Darah masih mengalir pelan dari luka-luka yang mengerikan, membasahi tanah. Bau anyir darah bercampur dengan aroma bunga magnolia yang manis, menciptakan kon

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Serangan Yang Terpental Balik

    Bing Ruoxue mendengar semua ejekan itu. Tubuhnya gemetar lebih hebat. Tapi ia tidak mundur. Ia tetap berdiri di tempatnya, menatap Elder Sekte Bayangan Yin dengan tatapan penuh ketakutan tetapi juga penuh tekad.Elder Sekte Bayangan Yin terdiam sebentar. Ia menatap gadis di hadapannya dengan tatapa

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status