Beranda / Romansa / Degrees Of Intimacy / Bab 68: Jaring Laba-Laba di Ruang Rapat

Share

Bab 68: Jaring Laba-Laba di Ruang Rapat

Penulis: Sasmita
last update Tanggal publikasi: 2026-09-03 08:51:37

Matahari perlahan tenggelam di balik gedung-gedung pencakar langit ibu kota, menyisakan bias jingga kemerahan yang menembus dinding kaca ruang rapat lantai dua belas gedung perkantoran di kawasan SCBD.

Suasana di dalam ruangan tersebut sudah sepi, menyisakan Ardi dan Kirana yang masih duduk berhadapan di depan meja kaca besar yang dipenuhi oleh tumpukan berkas cetak biru arsitektur dan deretan baris kode pemrograman.

​Ardi mengusap wajahnya yang terasa lelah, lalu meregangkan otot-otot lehern
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Degrees Of Intimacy   Bab 69: Pertemuan di Bawah Hujan

    Malam itu, rintik hujan turun dengan lebat, membasahi jalanan ibu kota yang mulai lengang. Di dalam apartemen, jarum jam dinding telah menunjukkan pukul sepuluh malam. Nika duduk di sofa ruang tengah, matanya menatap tajam ke arah layar ponsel yang menampilkan titik lokasi GPS perangkat Ardi. Titik itu baru saja bergerak meninggalkan kawasan perkantoran SCBD. ​Pintu utama terbuka perlahan. Ardi melangkah masuk dengan payung terlipat di tangan dan raut wajah yang menyiratkan kelelahan luar biasa. ​"Maaf aku terlambat lagi, Nik," ucap Ardi parau, melepas sepatunya lalu berjalan mendekati Nika untuk mengecup kening istrinya seperti biasa. "Rapat evaluasi dengan tim audit tadi benar-benar memakan waktu lama. Modul kodenya sempat error di detik-detik terakhir." ​Nika tidak langsung menjawab. Ia menatap lekat-lekat mata suaminya, mencari sisa-sisa kejujuran di balik sorot lelah itu. Aroma parfum wanita asing yang samar-samar tertinggal di kerah kemeja Ardi mendadak menusuk penciumanny

  • Degrees Of Intimacy   Bab 68: Jaring Laba-Laba di Ruang Rapat

    Matahari perlahan tenggelam di balik gedung-gedung pencakar langit ibu kota, menyisakan bias jingga kemerahan yang menembus dinding kaca ruang rapat lantai dua belas gedung perkantoran di kawasan SCBD. Suasana di dalam ruangan tersebut sudah sepi, menyisakan Ardi dan Kirana yang masih duduk berhadapan di depan meja kaca besar yang dipenuhi oleh tumpukan berkas cetak biru arsitektur dan deretan baris kode pemrograman. ​Ardi mengusap wajahnya yang terasa lelah, lalu meregangkan otot-otot lehernya yang kaku setelah berjam-jam menatap layar monitor. "Kita sudah memeriksa modul enkripsi ini selama tiga hari berturut-turut, Kir. Sejauh ini, struktur jaringan yang kubangun bersama tim sudah sesuai dengan standar protokol keamanan nasional. Tidak ada celah aneh di sini." ​Kirana tersenyum manis, menutup laptopnya perlahan sambil merapikan beberapa lembar kertas di hadapannya. Gerakannya begitu anggun, memancarkan pesona profesional yang sangat sulit untuk diabaikan oleh siapa pun yang bek

  • Degrees Of Intimacy   Bab 67: Bayangan di Balik Layar Ruang Kerja

    Siang hari di sudut ruangan kerjanya yang tenang, Nika memusatkan seluruh perhatian pada layar laptop di hadapannya. Suasana rumah terasa begitu lengang, hanya ditemani oleh dengung pelan kipas pendingin perangkat yang menyala konstan. Jari-jarinya bergerak teratur di atas papan ketik, menjalankan barisan kode skrip pemindai jaringan secara independen. Ia sengaja tidak menggunakan server utama rumah agar aktivitas analisis digitalnya tidak meninggalkan jejak atau memicu notifikasi peringatan pada perangkat pribadi Ardi. ​Di atas layar monitor, grafik aktivitas data yang masuk dan keluar dari ponsel Ardi mulai terpetakan ke dalam bentuk visual garis waktu yang mendetail. Nika mengerutkan keningnya dalam-dalam, mengamati setiap lonjakan paket data yang terjadi pada jam-jam tertentu di malam hari—waktu di mana Ardi mengaku sedang sibuk bekerja lembur bersama tim audit di kantor SCBD. ​"Pola ini..." gumam Nika pelan, suaranya hampir tak terdengar di tengah keheningan ruang kerjanya.

  • Degrees Of Intimacy   Bab 66: Secangkir Kopi dan Pertanyaan yang Tertahan

    Pagi hari di apartemen mereka dimulai dengan rutinitas harian yang biasa berjalan tergesa-gesa. Sinar matahari pagi menyusup lembut melalui celah tirai jendela ruang keluarga, sementara suara gemerincing sendok beradu dengan cangkir keramik mewarnai sudut dapur tempat Nika menyiapkan sarapan sederhana. Di kursi ruang makan, Ardi tampak sibuk mengenakan kemeja kerjanya sambil merapikan manset lengan bajunya dengan sebelah tangan. ​"Nanti malam sepertinya aku akan sedikit terlambat lagi, Sayang," ucap Ardi setengah bersuara, melangkah mendekati Nika untuk mengecup pipinya sekilas sebelum berpamitan. "Ada rapat evaluasi lanjutan bersama tim audit internal dan Kirana mengenai modul keamanan server yang baru. Jadi, tolong jangan menunggu makan malam bersamaku, ya." ​Nika yang sedang menuangkan susu ke dalam cangkir putranya terdiam sejenak. Tangannya bergerak pelan meletakkan teko keramik di atas meja. Ia mendongak, menatap suaminya dengan senyuman yang dipaksa setenang dan sewajar

  • Degrees Of Intimacy   Bab 65: Jejak Digital yang Mencurigakan

    Malam itu, suasana di ruang keluarga terasa jauh lebih senyap dari biasanya. Nika duduk di tepi sofa dengan laptop menyala di pangkuannya, tetapi pandangannya menerawang kosong ke arah sudut ruangan. Pesan singkat dari Kirana di ponsel Ardi yang sempat terbaca sekilas masih berputar-putar di kepalanya, meninggalkan rasa gundah yang sulit untuk diabaikan begitu saja. ​Dia hanya rekan kerja baru, Nika. Jangan terlalu membesar-besarkan masalah, batin Nika mencoba menenangkan pikirannya sendiri. Sebagai sesama pengembang perangkat lunak, ia sangat paham bahwa diskusi hingga larut malam dan obrolan santai antarrekan kerja adalah hal yang lumrah. Dunia IT menuntut komunikasi yang intens, terutama saat tenggat proyek semakin dekat. ​Namun, ada satu hal dalam insting seorang programmer andal yang tidak bisa dibohongi: anomali data dan pola yang ganjil. ​Karena rasa penasaran yang mulai menggerogoti ketenangannya, Nika perlahan membuka panel server sinkronisasi keluarga yang terhubung den

  • Degrees Of Intimacy   Bab 64: Bayangan di Meja Kerja

    Suara ketukan sepatu berhak tajam menggema pelan di atas lantai marmer lobi utama perusahaan pengembang perangkat lunak tempat Ardi bekerja di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Waktu kini telah menunjukkan pukul tujuh malam lewat, di mana sebagian besar karyawan lain sudah membereskan meja mereka dan bersiap pulang untuk menikmati waktu bersama keluarga. ​Ardi, di sisi lain, masih duduk di kubikal kerjanya, memandangi layar monitor yang menampilkan barisan panjang kode sistem keamanan yang baru saja direvisi. Di tangannya, sebuah cangkir kopi hitam yang mulai mendingin dibiarkan begitu saja. ​Tak lama kemudian, bayangan seseorang terlihat mendekat dari balik partisi kaca. Seorang wanita berpenampilan sangat rapi dengan setelan blazer profesional dan rambut tergerai rapi tersenyum tipis menyapa Ardi. ​"Masih sibuk dengan barisan kodenya, Ardi?" suara Kirana terdengar lembut memecah kesunyian lantai kantor yang mulai lengang. ​Kirana adalah seorang konsultan keamanan siber ekster

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status