Seminggu setelah penderitaan ospek berakhir, kehidupan kampus yang sesungguhnya dimulai. Bagi Nika, ini adalah transisi dari kaos oblong santai ke kemeja berkerah yang masih terasa kaku. Nika duduk di barisan ketiga, posisi strategis yang tidak terlalu mencolok. Sementara di grup WhatsApp angkatan, anak-anak Jakarta sudah sibuk pamer bahasa pemrograman yang sama sekali belum pernah Nika dengar."Kosong, Nika?""Eh, Ardi. Kosong kok, duduk saja," jawab Nika, merasa lega setidaknya ia tidak harus duduk dengan orang asing. Ardi menurunkan tasnya, lalu mengeluarkan laptop Asus hitam yang layarnya agak baret, laptop yang sama dengan yang diselamatkan Nika di kosan Dania minggu lalu."Siap buat hari ini?" tanya Ardi sambil menekan tombol power."Siap tidak siap, Ardi. Jujur, aku deg-degan banget. Kamu lihat grup semalam? Bahasanya sudah seperti alien. Aku boro-boro tahu coding, membuat algoritma saja belum paham," curhat Nika dengan volume rendah.Ardi menoleh, menatap Nika yang jarin
最終更新日 : 2026-06-15 続きを読む