Share

Bertemu Mama Rani

Author: Na_Vya
last update publish date: 2026-10-09 22:58:44

BAB 56

Bertemu Mama Rani

###

Elena memutuskan untuk tidak mengajar hari ini. Padahal tadi dia sudah yakin bisa mengajar dalam kondisi seperti ini.

Dia sudah mengirim pesan kepada orang tua Naya untuk meminta izin libur sehari. Alasannya sederhana, ada urusan pribadi yang harus diselesaikan. Dia tidak ingin datang dengan pikiran berantakan, duduk di hadapan muridnya sambil berusaha tersenyum ketika hatinya sendiri masih terasa sesak.

Setelah mengirim pesan, Elena meletakkan ponsel di atas me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dekapan Hangat Berondongku   Menatap Kembali Hidupnya

    BAB 68 Menata Kembali Hidupnya ### Setelah tiba di kos, Elena mengganti pakaian dan makan siang seadanya. Dia baru saja selesai membereskan piring ketika ponselnya bergetar di atas meja kecil. Nama yang muncul di layar membuat tubuhnya seketika kaku. Karin. Elena menatap layar itu lama sekali. Sudah beberapa hari sejak semuanya terbongkar. Beberapa hari sejak dia menyadari bahwa sahabat yang selama ini dia percaya ternyata menyimpan hubungan dengan suaminya sendiri. Selama waktu itu, Karin belum benar-benar berbicara dengannya secara langsung. Elena sempat berharap Karin memahami bahwa dirinya membutuhkan jarak. Dia belum siap mendengar penjelasan apa pun, apalagi melihat wajah perempuan yang pernah dianggapnya sebagai keluarga sendiri. Namun, pesan itu sudah masuk. Dengan ragu, Elena membukanya. [El, aku tahu kamu mungkin nggak mau bicara sama aku. Tapi aku pengin minta maaf.] Elena tidak langsung membalas. Pesan berikutnya muncul beberapa saat kemudian. [Aku tahu aku

  • Dekapan Hangat Berondongku   Belajar Berdiri Tanpa Dirinya

    BAB 61 Belajar Berdiri Tanpa Dirinya###Pagi itu, Elena berdiri cukup lama di depan cermin kecil yang menempel di dinding kamar kosnya. Rambutnya sudah tersisir rapi, wajahnya telah dibasuh, dan pakaian sederhana yang biasa dia kenakan saat mengajar sudah melekat di tubuhnya. Namun, kedua tangannya masih sibuk merapikan bagian kerah kemeja, seolah ada sesuatu yang belum benar-benar siap dari penampilannya.Padahal, bukan pakaiannya yang membuat Elena terus berdiri di tempat yang sama.Dia hanya sedang meyakinkan dirinya sendiri bahwa hari ini dia benar-benar bisa kembali menjalani rutinitas.Beberapa hari terakhir, Elena lebih banyak menghabiskan waktu di kamar kos. Dia bangun, mandi, makan seadanya, lalu duduk di tepi tempat tidur sambil memandangi ponsel. Sesekali dia membuka percakapan dengan Arga, membaca pesan-pesan lama mereka, kemudian menutupnya lagi sebelum luka yang belum mengering kembali terasa menyakitkan.Ada bagian dari dirinya yang masih menunggu Arga menghubunginya.

  • Dekapan Hangat Berondongku   Perempuan yang Seharusnya Kujaga

    BAB 60Perempuan yang Seharusnya Kujaga###Kalimat Nathan membuat ruang tengah mendadak sunyi.Arga menatap adiknya tanpa berkedip. Selama beberapa detik, dia seperti berusaha memastikan bahwa dirinya tidak salah mendengar. Namun, ekspresi Nathan yang sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda bercanda membuat rahangnya mengeras."Apa maksud kamu?" tanya Arga.Nathan membalas tatapannya dengan tenang. "Maksudku seperti yang kamu dengar, Mas.""Kamu bilang kamu menyesal sudah melepaskan Elena buat aku?""Iya."Arga tertawa pendek, tetapi tawanya terdengar hambar. "Kamu sadar kamu sedang bicara sama siapa?""Sama kakakku sendiri. Aku tahu.""Kalau kamu tahu, seharusnya kamu nggak ngomong sembarangan.""Aku justru sedang berusaha bicara sejujurnya."Arga berdiri dari sofa. Wajahnya memerah, sementara kedua tangannya mengepal di sisi tubuh. Ada sesuatu dalam pengakuan Nathan yang membuatnya jauh lebih marah daripada teguran ayahnya. Mungkin karena selama ini Arga tidak pernah benar-benar

  • Dekapan Hangat Berondongku   NATHAN

    BAB 64NATHAN###Di rumah orang tuanya, Arga duduk di ruang tengah dengan wajah kusut. Dia sudah menerima beberapa pesan dari ibunya sejak pagi, meminta dirinya datang untuk membicarakan masalah yang terjadi dalam rumah tangganya.Awalnya, Arga sempat berpikir untuk menghindar. Dia tidak ingin menghadapi pertanyaan panjang, apalagi mendengar ceramah dari orang tuanya. Namun, dia tahu mengabaikan mereka hanya akan membuat keadaan semakin buruk.Akhirnya, dia memutuskan untuk datang ke rumah ini.Tadi begitu memasuki rumah, Arga langsung menyadari bahwa suasananya tidak seperti biasanya. Mama Rani duduk di sofa dengan wajah serius, sementara Papa berada di kursi seberangnya. Tidak ada sapaan hangat atau pertanyaan basa-basi seperti yang biasa mereka lakukan. Arga baru saja duduk ketika ayahnya membuka suara. "Papa mau dengar langsung dari kamu. Apa yang sebenarnya terjadi antara kamu dan Elena?"Arga mengusap wajahnya sebelum menjawab, "Masalah rumah tangga, Pa." "Papa tahu ini mas

  • Dekapan Hangat Berondongku   Keberanian untuk Bertahan

    BAB 63Keberanian untuk Bertahan ###Elena terbangun ketika cahaya matahari menyelinap melalui celah tirai tipis di jendela kamarnya. Selama beberapa detik, dia hanya menatap langit-langit yang asing, berusaha mengingat mengapa dirinya tidak terbangun di kamar yang selama tiga tahun terakhir menjadi tempatnya tidur. Lalu ingatannya kembali. Arga. Karin. Ciuman yang disaksikannya dengan mata kepala sendiri. Koper yang dia kemas dengan tangan gemetar. Dan keputusan yang akhirnya membawanya ke kamar kos kecil ini. Elena memejamkan mata sebentar, berharap rasa sesak di dadanya sudah berkurang setelah tidur semalaman. Sayangnya, luka itu masih ada. Bahkan, ketika dia menggerakkan tubuh untuk duduk, ingatan tentang kejadian malam itu kembali muncul tanpa diminta. Dia meraih ponsel di samping bantal. Ada beberapa pesan yang masuk, termasuk pesan dari Arga yang belum dibalasnya. Elena membaca sekilas sebelum meletakkan ponsel kembali. Dia belum siap berbicara dengan suaminya. Buk

  • Dekapan Hangat Berondongku   Ketika Rumah Tak Lagi Menjadi Rumah

    BAB 62Ketika Rumah Tak Lagi Menjadi Rumah ### Arga masih berdiri di dekat pintu ketika suara langkah Elena benar-benar menghilang dari pendengarannya. Beberapa detik berlalu, tetapi dia belum juga beranjak. Tangannya masih menggenggam ponsel, sementara pandangannya tertuju pada pintu yang baru saja ditutup Elena. Entah kenapa, ada bagian dalam dirinya yang masih menunggu perempuan itu kembali, membuka pintu, lalu mengatakan bahwa dia berubah pikiran. Namun, sampai beberapa menit kemudian, pintu itu tetap tertutup. Elena benar-benar pergi. Arga akhirnya berjalan menuju ruang tengah. Rumah yang biasanya terasa begitu biasa kini mendadak tampak asing. Sepasang sandal Elena sudah tidak ada di dekat pintu. Tas yang biasa diletakkan di atas sofa juga telah dibawa pergi. Bahkan, sudut kecil tempat Elena biasa duduk sambil membaca atau memeriksa bahan ajarnya terlihat lebih kosong daripada sebelumnya. Arga berhenti di depan sofa. Dia teringat bagaimana Elena beberapa waktu lalu masih

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status