Home / Romansa / Demi Ibu, Aku Jual Keperawanan / 38. Dipaksa Dan Dijual

Share

38. Dipaksa Dan Dijual

Author: MessiAjh 02
last update Last Updated: 2025-09-20 12:05:24

“Lepaskan!” Teriak Malika sekuat tenaga, suara seraknya memantul di dinding lorong gelap. Tubuhnya meronta keras, kedua tangannya berusaha menarik diri dari cengkeraman Pedro. Nafasnya terengah-engah, rambutnya berantakan menutupi sebagian wajahnya.

“Tidak akan pernah.” Sahut Pedro dingin. Rahangnya mengeras. Dia semakin kuat menekan tangan Malika sampai pergelangan gadis itu terasa perih. Tatapan matanya kosong, penuh nafsu kekuasaan, seolah tak ada lagi darah keluarga di tubuhnya.

Pria yang berada di dalam mobil itu langsung membukakan pintu lebar-lebar. Aroma asap rokok dan parfum tajam menyeruak keluar.

“Cepat bawa dia masuk ke dalam.” Ucap pria itu datar, suaranya dalam dan serak seperti orang yang terbiasa berteriak memberi perintah.

“Siap, Juragan.” Sahut Pedro tanpa menoleh, suaranya terdengar tergesa. Dia menarik lengan Malika makin keras.

Pria yang berada dalam mobil itu memang Juragan Opi. Pria tu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Demi Ibu, Aku Jual Keperawanan    64. Kamu Yang Mulai

    Alex tidak langsung keluar. Ia justru berbalik, menutup pintu ruang kerja itu dengan tangannya sendiri. Suara kunci terdengar pelan, tapi cukup memberi tahu bahwa pembicaraan ini tidak untuk keluar ruangan. Xander mengangkat alis. “Itu tandanya kamu serius.” Alex menyandarkan punggungnya ke pintu. Rahangnya mengeras. “Aku mau Rustam tidak punya pilihan hidup selain hancur, Dad.” ucapnya Xander mendekat ke meja, menyalakan layar lagi. Kali ini bukan peta umum, tapi detail jadwal, nama kapal, jam, dan titik koordinat. “Kapal utama,” kata Xander dingin, “berangkat tiga hari lagi. Bukan satu. Dua kapal pengalih akan lebih dulu jalan buat mengalihkan perhatian.” Alex tersenyum tipis. “Dan kita biarkan dia percaya semuanya aman.” “Bukan cuma aman,” lanjut Xander, suaranya makin rendah, “kita buat dia merasa menang dan merasa kita tidak tahu apa.” Alex tertawa kecil.

  • Demi Ibu, Aku Jual Keperawanan    63. Dendam Malika Terbalaskan.

    Begitu Alex, Xander, dan Mira keluar dari markas, suasana luar begitu kontras dengan kekacauan di dalam. Malika yang duduk di mobil, nafasnya masih tercekat, tubuhnya bergetar antara lega dan ketegangan yang belum sepenuhnya hilang. Matanya menatap pintu markas yang tertutup, menunggu kabar dari Alex.Anak buah Alex segera menutup pintu mobil dan memberikan isyarat agar Malika tetap di tempat. Malika mengangguk perlahan, tangannya menggenggam erat sabuk pengaman. Hatinya masih berdebar, tapi ada perasaan lega yang mendalam. Dia tahu, ayahnya tidak akan bisa menyakiti dirinya dan ibunya lagi, setidaknya untuk saat ini.Alex menoleh ke Malika saat mereka memasuki mobil. Wajahnya dingin, namun ada garis lembut yang hanya ditujukan untuk istrinya. Tanpa kata, ia meraih pinggang Malika dan memeluknya erat, mengecup pelipisnya dengan lembut. Malika menutup mata, membiarkan tubuhnya menempel pada suami yang belakangan ini menjadi pelindungnya. Nafasnya

  • Demi Ibu, Aku Jual Keperawanan    62. Sisakan Hanya Nafasnya Saja

    Begitu pintu tertutup setelah Malika dibawa keluar oleh anak buah Alex dan ayahnya, seketika keheningan di dalam Markas itu mendadak menggantung. Tegang. Padat. Sampai-sampai juragan Opi bahkan tak berani bernafas terlalu keras.Alex berdiri tegak. Tidak berteriak.Tidak bergerak cepat. Namun auranya lebih mematikan daripada tombak yang diarahkan tepat ke dada.Dia melepas jas hitam yang tadi ia pakai, menyerahkannya pada anak buah di sampingnya, lalu menggulung lengan kemejanya perlahan, sangat perlahan.Itu saja sudah cukup membuat para penagih hutang memucat.Pedro mendongak dengan tubuh gemetar, masih terjatuh di kursi dengan pipi yang membiru akibat balok yang tadi dilempar Mira.Xander berdiri tepat di sisi Mira, tangan besar prianya menyentuh punggung Mira pelan, bukan menenangkan, tapi lebih ke memberi kode kalau ia akan menjaganya.Juragan Opi menggigil semakin keras.Alex menatap Pedro lama, sampai Pedro hampir merangkak mundur.“Sudah puas menyakiti Istri dan Ibu mertuaku s

  • Demi Ibu, Aku Jual Keperawanan    61. Balas Dendam Malika dan Ibunya

    Alex dan Xander menatap Malika bingung. Mereka takut menikah berubah pikiran. Sementara Pedro tersenyum. Ia pikir Malika iba padanya dan berusaha menghentikan suaminya. Namun senyum di wajah Pedro seketika hilang begitu Malika mendekat dengan tatapan membunuh. “Baby…” panggil Alex. Dia takut Malika kenapa-kenapa saat mendekati Pedro. Malika mengangkat tangannya tanda meminta Alex percaya padanya. Alex mengangguk, namun tetap setia berdiri tepat di belakang Malika. Ia siap kapan pun melindungi istrinya itu. Malika berhenti di depan Pedro . Ia menatapnya. Tatapannya gelap penuh luka yang tidak bisa sembuh dalam semalam. “Aku nggak mau buang waktu,” ucap Malika pelan. Tapi ketenangan itu lebih menakutkan daripada teriakan. Pedro berkedip. “Malika, Ayah–..” “BERHENTI!” Malika mengangkat tangan. “Jangan panggil aku pakai sebutan itu. Kamu nggak pantas?”

  • Demi Ibu, Aku Jual Keperawanan    60. Dia Layak Mati

    Alex, Xander, Mira dan Malika kini sudah tiba di markas tempat Alex menyekap Pedro, juragan Opi dan dua penagih hutang yang sering menyakiti Malika dan ibunya. Begitu turun dari mobil, Malika dan ibunya sedikit merinding melihat di sekitar tempat itu penuh dengan hutan. Dan hanya markas itu satu-satunya bangunan yang berdiri tempat di sana. “Ayo, Baby.” Ajak Alex. “Kamu sama Ibu nggak perlu takut. Tempat ini sengaja dibuat jauh dari perkotaan agar tidak ada musuh yang bisa melacaknya.” Lanjutnya Malika mengangguk. Dia pun mulai menenangkan dirinya. Begitu juga dengan ibunya. Alex menggandeng Malika, mereka berjalan setelah dua anak buah Alex lebih dulu berjalan di depan mereka. Xander dan Mira mengikuti di belakang. Xander juga memegang lengan Mira agar wanita itu tidak takut. “Selamat datang Bos.” Sapa anak buah Alex yang berja

  • Demi Ibu, Aku Jual Keperawanan    59. Pembalasan Dimulai

    Satu minggu berlalu sejak pernikahan Alex dan Malika.Dalam waktu sesingkat itu, dinamika keluarga kecil mereka berubah drastis.Alex dan Malika semakin dekat, hubungan mereka tidak lagi sekaku hari-hari pertama.Alex lebih lembut, lebih protektif, dan Malika mulai membalas perhatian itu dengan cara yang membuat hati pria itu luluh setiap hari.Sementara di sisi lain, Xander dan Mira pun ikut berubah, dari dua orang asing yang sama-sama membawa luka, menjadi dua sosok yang semakin nyaman satu sama lain.Kini, Mira memanggil Xander dengan sebutan Mas. Panggilan sederhana, namun cukup membuat telinga Xander memanas setiap kali mendengarnya.Ia sama sekali tidak menyangka wanita selembut itu akan menaruh begitu banyak hormat padanya. Dan setiap kali Mira melakukan hal itu, Xander merasa dihargai. Bahkan mungkin dibutuhkan.Seperti siang ini, begitu Mira dan Malika tiba di mansion setelah kontrol rumah sakit, Xander sudah menunggu mereka di ruang tengah.Ia seperti tidak sabar, duduk deng

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status