Home / Romansa / Dendam Putri Yang Terbuang / 7. Wanita yang mengagumkan

Share

7. Wanita yang mengagumkan

Author: Story_pufia
last update publish date: 2025-12-19 08:15:35

Elowyn terkejut mendengar penuturan kakek Zain. Memang ia telah berhasil meyakinkan pria tua itu untuk menerimanya sebagai menantu, tapi bukan berarti ia ingin menguasai separuh kekayaannya. Elowyn jadi merasa tidak enak hati pada Duke.

Walau seperti perempuan pada umumnya Elowyn juga menyukai uang, tetapi tidak dengan cara seinstan ini. Kalau seperti ini, ia jadi merasa seperti sengaja menikahi pria kaya hanya untuk mengincar hartanya.

“Tidak perlu, Kek. Duke sudah memberiku banyak uang, tidak perlu sampai seperti itu,” ucap Elowyn, menolak dengan halus.

Kakek Zain tersenyum sambil mengusap punggung tangan Elowyn. “Kau lucu juga ya ternyata. Tidak apa, ini sebagai jaminan agar Duke serius dengan pernikahan kalian.”

Duke menatap kakeknya tidak suka. “Ck!” Ia berdecak kesal karena sang kakek tidak pernah bersikap seperti itu pada dirinya. Ia pun heran, bagaimana cara Elowyn bisa meluluhkan hati Kakek Zain yang keras sampai seperti ini. Ia juga tidak bisa menyalahkan Elowyn jika kakeknya sengaja menjadikan saham itu sebagai media ancaman untuknya.

“Jadi Kakek masih tidak mempercayaiku?” tanya Duke.

Kakek Zain tersenyum sinis. “Kalau kamu ingin aku mempercayaimu, buktikan ketulusan dan kesungguhanmu. Ingat, aku bisa saja mengganti ahli warisku jika kamu mengecewakanku lagi,” ucap Kakek Zain.

Duke mengepalkan telapak tangannya hingga buku-buku jarinya memutih ketika mendengar kata-kata yang Kakek Zain lontarkan. Ingin rasanya ia meluapkan rasa kesalnya yang selalu di pojokan dan di curigai hanya karena sebuah masa lalu yang tidak benar-benar ia lakukan. Sungguh, perebutan kekuasaan di dalam keluarganya benar-benar membuatnya muak pada orang-orang serakah yang rela melakukan segala macam cara untuk merebut sesuatu yang bukan miliknya, termasuk menjebaknya pada sebuah skandal yang membuat kepercayaan Kakek Zain kepadanya menghilang.

Akan tetapi, Duke terlalu menyayangi sang kakek hingga tidak bisa merelakan jerih kakek Zain saat masih muda harus jatuh ke tangan yang tidak tepat. “Terserah Kakek mau percaya padaku atau tidak, yang jelas jangan menekanku lagi karena aku sudah membawa menantu untuk Kakek.”

“Kita pulang.” Duke segera menarik tangan Elowyn pergi dari kamar Kakek Zain.

Kakek Zain tersenyum sinis melihat pintu yang ditutup kasar oleh Duke seraya bergumam, “menarik.”

~••~

Duke bergegas membawa Elowyn menuju mobil. Ia tidak ingin lagi berdebat dengan sang kakek yang tidak pernah mau mengerti. Begitu sampai di mobil, Duke segera meminta Emilio menginjak gasnya.

“Duke, maafkan aku … tapi sungguh, aku tidak pernah punya niatan untuk minta saham dari Kakakmu, apalagi sebanyak itu.” Elowyn yang merasa tidak enak menundukan kepalanya sambil memilin gaunnya. Ia terlalu takut menatap mata Duke setelah melihat amarah Duke pada kakeknya tadi.

“Sudahlah.” Duke mengangkat dagu Elowyn hingga gadis itu mendongak. “Ini bukan salahmu. Kakek orangnya memang keras, kalau dia sudah membuat keputusan maka tidak ada yang bisa menghalanginya. Tapi berkatmu aku masih bisa mengamankan posisiku sebagai pewaris utama keluarga, terima kasih ya.”

“Kenapa kau sesantai ini? Padahal Kakek memberiku yang orang asing ini saham sebanyak itu, harusnya kau marah,” tanya Elowyn heran.

Duke tertawa kecil dan untuk pertama kalinya Elowyn melihat wajah tampan itu berekspresi selain datar dan dan dingin. Ternyata jika tertawa seperti ini dia jauh lebih menawan.

“Kau bukan orang asing, Elowyn. Kau sudah menjadi istriku kalau lupa. Dan kenapa aku harus marah? Justru ini menguntungkan bagiku. Bayangkan, istriku punya saham 50% di perusahaan di tambah sahamku sendiri 45%, otomatis aku memiliki saham terbesar daripada yang lainnya. Ya meski semua itu tetap dibawah kendali Kakek, tapi setidaknya aku lebih unggul daripada keluargaku yang lain,”

“Ternyata begitu ya ….” Elowyn tak mengerti masalah saham hanya mengangguk saja.

“Daripada itu, aku penasaran bagaimana kau bisa membujuk Kakek?” tanya Duke sambil menyandarkan tubuhnya.

“Ah iya itu ….” Elowyn menggaruk kepalanya sambil tersenyum kikuk.

Flashback on

Beberapa saat yang lalu ketegangan menyelimuti suasana di kamar Kakek Zain, saat hanya ada dua manusia beda usia saling menatap dalam diam.

“Jadi apa yang mau kau bicarakan?” Kakek Zain bertanya dengan nada dingin. Disaat seperti ini, Elowyn menyadari pria tua itu sangat mirip dengan Duke. Tidak hanya wajahnya, bahkan suaranya pun mirip.

Elowyn memasang senyum semanis mungkin, ia beralih duduk di samping Kakek Zain. “Kek, apa Kakek menyayangi Duke?” tanyanya lembut.

“Apa maksudmu? Jelas aku menyayanginya karena dia cucuku,” jawab Kakek Zain ketus.

“Jadi apa Kakek mau melakukan apapun agar Duke bahagia?” tanya Elowyn lagi.

Kakek Zain menghembuskan napasnya panjang. “Apa maksud dari semua pertanyaanmu itu? Meskipun hubunganku dan Duke tidak terlihat baik, tapi apa perlu aku menjelaskan pada orang asing seberapa besar kasih sayangku pada cucuku?”

“Kalau begitu Kakek jangan menghalanginya!” ucap Elowyn berhasil membuat manik mata Kakek Zain melebar.

“Kakek, Duke sangat mencintaiku dan aku pun menyukainya. Duke sampai memohon padaku agar mau menikah dengannya. Jadi tolong restui kami ya?” Elowyn menatap Kakek Zain dengan puppy eyes-nya. Untuk gadis imut bertubuh mungil sepertinya, biasanya ekspresi seperti ini tidak dapat ditolak oleh siapapun. Sahabatnya Elie yang mengatakan hal ini.

Dan benar saja, Kakek Zain tidak ingin berkata kasar pada Elowyn. Ia menghela napas panjang. “Bukannya aku tidak mau merestui kalian, tapi cara kalian menikah tanpa memberitahuku sudah sangat mengecewakan. Apalagi dia menikah dengan sembarang perempuan,” katanya dengan suara yang tidak lagi keras.

Elowyn mengangguk mengerti, ia berdiri dan berjalan mengelilingi kamar Kakek Zain. Melihat-lihat furniture dan karya seni yang terpajang di kamar tersebut. “Apa Kakek menyukai seni?” tanyanya tiba-tiba.

“Iya, aku sangat menyukai seni.” Kakek Zain ikut berdiri sambil berjalan mendekatinya dengan bantuan tongkat.

“Obrolan kita belum selesai bukan?” tanya Kakek Zain.

“Nanti saja kita lanjutkan lagi, Kek. Sejak tadi aku terus tertarik sama lukisan-lukisan yang dipajang di rumah ini. Ternyata di kamar Kakek juga tidak kalah banyak.” Elowyn menjawab dengan santai seolah mereka sudah akrab.

“Hm, baiklah. Sepertinya kau juga menyukai seni, ya?”

“Benar!” jawab Elowyn cepat. “Aku sering datang ke galeri hanya untuk melihat lukisan-lukisan yang baru datang. Oh, apa ini False Start karya Jasper John?” Elowyn menunjuk sebuah lukisan abstrak yang terlihat seperti puzzle dengan berbagai paduan warna. Lukisan milik seorang seniman ternama.

“Kau tahu juga rupanya. Iya benar, aku susah payah mendapatkan ini dulu sampai bisa memanjangnya di kamarku,” ucap Kakek Zain yang mulai masuk perangkap ‘penaklukan mertua’ Elowyn.

“Dan ini ….” Kali ini Elowyn menunjuk sebuah lukisan bergambar wajah manusia dengan ekspresi sendu dan tema dark.

“Yang ini aku dapatkan satu tahun yang lalu di pelelangan. Lukisannya bagus, sapuan kuasnya juga halus dan yang paling memikat adalah maknanya, makna lukisan ini seperti menggambarkan seseorang yang sedang terpuruk,” jelas Kakek Zain. “Tapi sayangnya tidak ada yang tahu siapa pelukisnya.”

Elowyn menyeringai, lalu menurunkan lukisan tersebut. Awalnya Kakek Zain terkejut dengan apa yang dia lakukan hingga hampir marah. Namun, Elowyn justru tersenyum saat menunjukan sebuah tanda nama di antara sapuan warna.

“Ini kan?” Kakek Zain langsung memakai kacamatanya untuk meneliti tulisan yang sangat kecil itu. “EA? Apa ini inisial pelukisnya?” tanyanya menatap Elowyn.

Elowyn mengangguk. “Elowyn Art. Aku yang membuat ini,” ucapnya sambil tersenyum.

Jawaban Elowyn sangat membuat Kakek Zain terkejut. Ini membeli lukisan tersebut karena menyukai maknanya, tapi ia tak pernah tahu siapa yang membuatnya. Tanpa diduga, pelukis yang ia kagumi itu kini berdiri di hadapannya sebagai menantunya.

“Kau serius?” tanya Kakek Zain masih tak percaya.

“Iya, Kek. Makna dari lukisan ini adalah keterpurukan seseorang yang terkurung dalam dunia yang gelap. Seseorang yang berusaha keluar dari kegelapan hanya dengan seutas tali tipis tapi usahanya sia-sia. Intinya warna dark dan wajah sendu itu menggambarkan keputusasaan seseorang.”

Elowyn mengeluarkan ponselnya untuk menunjukkan foto sertifikat lukisan tersebut. Ia juga menghubungi pihak pelelangan guna meyakinkan Kakek Zain.

“Aku masih punya satu lagi, lain kali akan kubawakan sebagai hadiah buat Kakek,” kata Elowyn.

Kakek Zain tersenyum, ia mengusap kepala Elowyn. “Kalau begitu kau lulus ujian jadi menantuku.”

Flashback off.

Hal itu juga tidak dapat dipercaya oleh Duke yang mendengar cerita Elowyn. Namun, melihat betapa luluhnya sang kakek tadi, tidak ada alasannya untuknya meragukan Elowyn. Apalagi mengingat gadis yang dinikahinya ini bukan sembarangan gadis. Diam-diam Duke mengagumi bakat Elowyn, meski tidak menunjukkannya langsung.

“Wah, ternyata Nona punya bakat melukis juga? Luar biasa.” Itu suara Emilio yang sedang menyetir. Sama seperti Duke, ia juga kagum pada Elowyn.

“Tidak kok. Sebenarnya itu hanya hobi dan aku tidak berniat melelang lukisan itu. Itu karena Ibuku yang membawanya ke pelanggan tanpa kuketahui,” ujar Elowyn tersenyum miris mengingat dirinya yang dulu selalu dimanfaatkan oleh keluarganya sendiri.

“Tapi aku bersyukur berkat lukisan itu Kakek jadi mau menerimaku. Benarkan, Duke?” ucap Elowyn menatap ke arah Duke.

“Ekhem.” Duke berdehem lalu memalingkan wajahnya. “Ya syukurlah bakatmu itu ada gunanya,” katanya kembali datar.

Elowyn berdecih sinis. Cepat sekali ekspresi pria itu berubah dingin. Tidak bisakah dia memujinya sedikit.

“Em, omong-omong Duke. Meskipun kita sudah menikah, bolehkah aku tetap bekerja?”

Pertanyaan Elowyn membuat Duke kembali menatap ke arahnya. “Kau mau bekerja?”

Elowyn mengangguk. “Aku bisa kerja sebagai sekretarismu di kantor, kata Emilio kalian belum dapat sekretaris baru, kan?”

“Kenapa mau bekerja? Bukankah aku sudah mengatakan akan menjadikanmu bebanku,” tanya Duke.

“Aku tidak mau menjadi beban. Cukup kau membantuku menemukan keluargaku saja,” balas Elowyn.

“Kau sudah mendapatkan saham dari Kakek, bahkan lebih besar dariku. Untuk apa kau bekerja lagi? Kalau butuh uang, kau tinggal bilang padaku.” Duke mengeluarkan dompetnya lalu mengambil sebuah kartu berwarna hitam. “Ambillah, kartu ini tidak ada batasnya, sekarang ini milikmu.”

Elowyn menolak dengan cepat. Bukan ini yang dia inginkan. Sudah cukup ia merasa tidak enak karena Kakek Zain memberinya saham sebesar itu. “Tidak usah. Aku tidak perlu itu. Aku cuma mau bekerja saja. Karena jika nanti kita bercerai, bukankah aku harus tetap melanjutkan hidup mandiri? Setidaknya aku jadi punya pengalaman kalau mau melamar ke perusahaan lain nantinya,” ujar Elowyn.

“Baiklah kalau itu maumu, besok kau bisa mulai bekerja sebagai sekretarisku. Tapi apa kau bisa? Sebenarnya yang aku cari adalah sekretaris yang sudah berpengalaman agar tidak merepotkan.”

“Bisa. Aku ini cepat belajar. Jadi kalau ada yang mau mengajariku, aku akan akan berusaha mengerti secepatnya,” jawab Elowyn sangat yakin.

Duke nampak berpikir sejenak. Dengan kecerdasan yang dimiliki Elowyn, sepertinya bukan tidak mungkin gadis itu bisa mempelajarinya secepatnya. Ditambah lagi jika sekretarisnya adalah orang yang dekat dengannya, ia bisa lebih percaya. “Oke. Tapi tetap saja ambil ini. Aku tidak mau orang-orang menganggapku pelit karena tidak menafkahimu.” Duke memberikan kartu itu secara paksa.

Meski terpaksa, akhirnya Elowyn menerimanya. “Akan kugunakan jika terdesak,” katanya kemudian menyimpan kartu tersebut.

“Emilio yang akan mengajarimu mulai besok. Dan sepertinya Kakek tidak mau hubungan kita terpublish sebelum perayaan. Jadi aku akan memperlakukanmu seperti pegawai pada umumnya,” ucap Duke memperingati.

“Baik. Bukan masalah asal aku bisa bekerja,” balas Elowyn sangat bersemangat.

Diam-diam Duke melirik wajah Elowyn yang berseri-seri. Pipi chubby dengan bibir merahnya yang mungil itu mengingatnya pada malam penuh gairah yang pernah terjadi. Duke tersenyum tipis, sangat tipis sampai hampir tak terlihat.

“Tuan, ada apa dengan matamu?” celetuk Emilio yang diam-diam melihatnya dari kaca di depannya.

“Diamlah kau!”

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Elmzzzzykim
Tuan banyak gengsi ...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dendam Putri Yang Terbuang    56. Seminar

    "Tuan dan Nyonya masih berada keluar negeri. Katanya, sepertinya besok besok baru kembali," ucap seorang asisten rumah tangga pada sepasang suami istri yang sudah beberapa hari ini rutin mendatangi kediaman Larringthon.Duke dan Elowyn, sejak mendapat informasi tentang orang tua kandung Elowyn, terus mencari cara untuk bisa bertemu mereka. Bahkan yang biasanya Regar Larringthon selalu muncul tiba-tiba dimanapun Elowyn berada, Kini sudah satu bulan tidak menampakan batang hidungnya. Seolah mereka sekeluarga kompak menyembunyikan diri. Elowyn menghembuskan napasnya panjang. Rasa kecewa menyelimuti hatinya. Mereka melangkah keluar dari kediaman tersebut dan berjalan menuju mobil. "Tidak apa-apa. Kita akan menemukan mereka nanti," bujuk Duke, melihat raut sedih di wajah istrinya. Elowyn tersenyum tipis. "Iya. Satu langkah lagi aku akan bertemu mereka, jadi aku harus bersabar," katanya pura-pura kuat. Pintu mobil dibuka, Duke meletakan tangannya di atas kepala Elowyn, melindungi sang i

  • Dendam Putri Yang Terbuang    55. Takdir macam apa ini?

    Berita ini memang sangat mengejutkan sekaligus membahagiakan bagi Elowyn yang sudah menantikan keberadaan orang tua kandungnya. Namun, ia juga merasa takut jika mereka tidak mau menerimanya. Bagaimanapun ia telah menghilang selama belasan tahun. Elowyn menghembuskan napasnya panjang, menunduk, lalu tersenyum getir. "Kau sungguh-sungguh menemukan mereka, kan?" tanya Elowyn dengan suara lirih tanpa menatap ke arah Duke. "Aku belum tahu pasti, tapi sepertinya itu benar. Karena berita ini benar-benar dari informal yang ku percaya. Dia sudah bekerja semalam puluhan tahun secara turun temurun untuk keluargaku." Duke berhenti sebentar, melirik kembali pada pesan di layar ponselnya. "Masalahnya ....""Apa ada masalah?" sahut Elowyn tidak sabaran.Duke mengangguk. "Keluarga yang mereka temukan bukan keluar biasa. Mereka keluarga terhormat setelah Aslan Kim. Mereka adalah ...."Mendengar Duke terus bicara sepotong-sepotong, membuat Elowyn sungguh sangat gemas. Gadis itu berkacak pinggang sam

  • Dendam Putri Yang Terbuang    54. Ibu dan anak sama saja

    Mata Elowyn membelalak menatap kedua orang tua yang sangat dia kenal berdiri di depannya. Pintu lift sudah tertutup, suasana tiba-tiba menjadi hening selama beberapa detik sebelum akhirnya sebuah tangan melayang dan menampar pipi mulus Elowyn dengan keras. Plaak!Ngiiing ….Rasa perih dan panas langsung menyebar di wajah cantik itu. Kulit putih bersihnya menampakkan bekas merah dengan cap lima jari. Elowyn memejamkan matanya saat merasakan telinganya berdengung setelah wanita yang pernah dia panggil ibu itu menamparnya. Melihat sahabatnya dianiaya di depan matanya, Elie sangat tidak terima. Dia menarik Elowyn ke belakang tubuhnya, lalu menghadapi Berlya dengan berani. “Nyonya! Apa-apaan Nyonya tiba memaki dan memukul sahabat saya?!” teriak Elie nyaring. “Oho! Jadi kau asisten putriku yang berkhianat itu. Ternyata kau bersahabat dengan perempuan jalang ini. Jadi kalian memang bersekongkol kan untuk menjebak putriku,” seru Berlya penuh amarah sambil menunjuk-nunjuk Elie dan Elowyn

  • Dendam Putri Yang Terbuang    53. Muka tembok

    “Liona, lepaskan Elowyn!” seru Elie, sembari menarik tangan Liona menjauh dari sahabatnya.Namun, Liona dengan satu tangannya menghempaskan tangan Elie kuat, hingga membuat gadis manis itu terjatuh.“Diam kau brengsek!” bentak Liona penuh amarah. “Kau ini asistenku, kenapa malah membela jalang ini?!” Elie tersenyum miring, bangun dari posisi jatuhnya seraya menepuk-nepuk debu pada pakaiannya. Elie tertawa sejenak, menciptakan suasana ngeri bagi Liona. Sesaat, tawa itu langsung berhenti diganti dengan tarikan kasar pada rambut Liona. “Kau yang diam brengsek!” tegas Elie, membuat tangan Liona terlepas dari Elowyn. “Jalang teriak jalang. Berani sekali kau menghina sahabatku!” “A-apa? sahabat?" ringis Liona tak percaya, ia memberontak berusaha melepaskan diri. Dan Elie semakin kuat menariknya. “Dari dulu aku sudah cukup bersabar. Sekarang akan ku hancurkan kau sehancur-hancurnya.” “Elie—” Liona memekik ketika Elie memperkuat jambakannya sekali lagi. Bahkan kali ini jauh lebih kuat

  • Dendam Putri Yang Terbuang    52. Skandal

    “Sial! Kenapa ini semua terjadi? Siapa yang sudah menayangkan semua itu,” gerutu Liona emosi, sembari menuruti panggung dengan menutupi wajahnya dari serbuan kamera. Baru saja gadis cantik nan manis itu menikmati hasil kerja kerasnya, dan merasa berada di atas awan karena projek pertamanya sukses besar. Karena kesuksesan itu, banyak tawaran iklan yang berdatangan serta projek-projek lainnya. Baru saja ia memegang trofi pertamanya dengan bangga. Namun, pijakkannya langsung dipatahkan hanya dalam waktu kurang dari tiga puluh menit. Orang-orang yang tadinya menatap kagum dan iri padanya, seketika tatapan mereka berubah menjadi hina. Bisik-bisikan para penonton dan tuntunan pertanyaan dari wartawan, menyerbu bagai sekumpulan lebah yang mengincar targetnya. “Liona, apa benar tentang tayangan tadi?” “Apa kau mengetahui tayangan itu sebelumnya? Atau itu memang sengaja untuk menaikan pamor saja?” “Liona, benarkan yang di foto dan video itu adalah kamu?” “Liona, tolong jelaskan yang s

  • Dendam Putri Yang Terbuang    51. Penghargaan dan kehancuran

    Api membakar ujung rokok seorang pria yang tengah berdiri di balkon kamarnya, sembari menatap hamparan lampu di taman rumahnya. Pikirannya semewarut saat ini. Ia menegak alkohol dalam gelas yang sengaja disiapkan untuk menemani batang nikotin agar semakin sempurna. Teringat ucapan seorang detektif berapa saat yang lalu.Dua jam sebelumnya.“Jadi, itu yang membuat penyelidikan ini memakan waktu begitu lama,” jawab detektif itu jujur. “Data adopsi yang saya temukan seperti dipalsukan. Nama, tanggal lahir, bahkan asal usulnya juga diganti.”“Kenapa ada orang melakukan sejauh itu?” Viona bergetar.Detektif itu menarik napas pelan, seolah sedang menimbang kata-katanya. “Kemungkinan putri kalian tidak mengingat jati dirinya sendiri, alias hilang ingatan. Karena anak berusia lima tahun, paling tidak dia bisa mengingat namanya sendiri dan orang tuanya. Tapi kalau tidak, berarti ada gangguan dengan ingatannya.”“Itu artinya data dari rumah sakit sebelum dibawa ke panti asuhan disembunyikan?”

  • Dendam Putri Yang Terbuang    10. Dingin tapi hangat

    “Bagaimana syutingmu hari ini?” “Lancar. Sutradara menyukaiku, katanya aku cocok dengan peran itu.” Di lobby Star Entertainment, Zeros menjemput Liona yang baru selesai melakukan syuting hari ini, mereka berjalan menuju tempat parkir sambil bergandengan tangan. 

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Dendam Putri Yang Terbuang    9. Ratu drama

    Jantung Elowyn seakan berhenti berdetak, ia sontak menatap ke arah dimana seorang perempuan cantik dengan penampilan feminim berdiri dan tersenyum padanya. “Liona?” Liona yang baru masuk berjalan mendekat, kemudian memeluk Elowyn. “Kak

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Dendam Putri Yang Terbuang    8. Sekretaris baru

    “Ini kamarku?” tanya Elowyn yang kini berdiri di depan pintu sebuah kamar. “Bukan. Ini kamar kita.” Elowyn pun mendongak dengan mata membulat mendengar ucapan pria di sampingnya. “Jadi kita tidur di kamar yang sama?” “Iya. Bukankah ki

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Dendam Putri Yang Terbuang    15. Ciuman kejut

    Duke memperingati Emilio melalui tatapan matanya. Sorot matanya menajam, seolah menegaskan bahwa ‘dia milikku!’. Namun, bukan Emilio namanya jika tidak jahil pada tuannya. Ini justru jadi kesempatan baginya untuk menunjukan pada Elowyn bagaimana perasaan sang tuan yang sebenar

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status