分享

48. Kesedihan Intan

作者: Aprillia D
last update publish date: 2025-06-11 15:00:00
"Aku dari dulu emang nggak sudi punya kakak ipar kayak kamu. Sampai bumi terbelah dua pun aku nggak akan suka sama kamu. Kamu tuh nggak pantas masuk ke keluarga kami, Kak. Lagian kenapa sih Kak Intan masih aja mau sama Kak Bima, udah tahu keluarganya Kak Bima nggak suka sama Kak Intan. Kalau aku jadi Kak Intan sih udah enyah dari dulu-dulu."

"... Jadi maksud Kak Intan, mau bilang cinta Kak Intan terhadap Kak Bima tulus gitu? Oh iya? Bukannya Kak Intan mau bertahan sampai sejauh ini karena harta
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Derita Istri yang Difitnah Mandul   189. Kabar Tak Terduga

    Kabar Duka, Seorang Pengusaha Sukses, Fara Wijayanti, Dikabarkan Meninggal Dunia karena Lompat dari Ketinggian Gedung Lima Lantai. Bima membaca judul artikel online pagi itu berkali-kali. Bolak-balik dia membaca judul hingga isi artikel, lalu balik lagi ke judul. Memastikan bahwa sosok yang diberitakan itu adalah orang yang dia kenal. Bahkan dalam artikel tersebut terdapat foto sosok yang bunuh diri, dia sudah tampak meregang nyawa. Bima mengernyit. "Tante Fara meninggal karena bunuh diri? Ini benar nggak sih?" Bima bergumam seorang diri.Bima sebenarnya baru saja bangun, dan seperti biasa, rutinitasnya di pagi hari libur membaca berita, baik online maupun offline di koran. Tapi berita yang kali ini sungguh tak dia duga. "Kenapa, Mas, mukanya tegang gitu." Intan yang mengantarkan camilan dan minuman untuk suaminya melihat ekspresi suaminya yang begitu tegang, apalagi yang pria itu pikirkan? Intan meletakkan makanan itu di atas meja. Bima langsung mendongak menatap istrinya. Wajahn

  • Derita Istri yang Difitnah Mandul   188. Kembalinya Sang Ibu Mertua (2)

    "Mama lagi istirahat di kamar, lagi dimandiin sama Bi Iyem," jawab Intan yang tiba-tiba muncul membawa nampan berisi minuman dan sepiring makanan. Bima dan Risyad menatap ke arah Intan sekilas lalu mereka terdiam. Tasya pun menatap Intan. Wajahnya masih menunjukkan ketidaksukaan. Lalu dengan angkuh dia berjalan melewati Intan menuju kamar mamanya. Intan menatap kepergian Tasya sekilas, sikap Tasya barusan sedikit banyak membuatnya kepikiran, tapi dia tak mau terlalu memikirkannya. "Ini, Mas, Risyad, silakan diminum." Intan meletakkan minuman di atas meja. "Makasih, Sayang," jawab Bima. "Sama-sama, Mas," jawab Intan sembari tersenyum simpul. "Hmm kalau gitu aku ke dapur lagi, ya, Mas. Itu kuenya jangan lupa di makan." Intan pamit memandangi suami dan Risyad bergantian sebelum akhirnya pergi dari sana. Sepeninggal Intan, Risyad menatap iparnya sambil tersenyum simpul. "Bahagia ya, Bim, punya istri rajin kayak Intan. Udah ada ART masih nyempetin buat minuman." Risyad bisa melihat b

  • Derita Istri yang Difitnah Mandul   187. Kembalinya Sang Ibu Mertua

    "Mama!" Adalah Intan orang pertama yang berlari menyambut Mira ke halaman saat dilihatnya ibu mertuanya itu dipapah oleh Risyad turun dari mobil. Intan langsung mengambil alih Mira dari Risyad, dan mendorong kursi roda ibu mertuanya pelan menuju teras. "Mama, Mama baik-baik aja, kan, Ma? Aku senang dan lega banget Mama akhirnya bisa pulang ke rumah," sambut Bima yang sejak tadi berdiri di teras. Pria itu lantas berjongkok memeluk mamanya. Dia bahkan sampai menangis penuh penyesalan. "Maafin Bima, Ma, maafin Bima yang nggak jagain Mama." Bima sungguh-sungguh menyesal terlebih ketika dia teringat mamanya yang mengejarnya hingga terjadi kecelakaan yang membuat mamanya jadi seperti ini. Sementara Mira di kursi rodanya hanya diam, diam-diam dia mengeluarkan air mata. Dia teringat dengan cerita Fara bahwa Bima sempat datang untuk menyelamatkannya, tapi gagal. Mira lalu menatap anaknya lekat-lekat. Lebam di wajah Bima masih terlihat samar. Itu pasti lebam bekas habis dipukuli. Sa

  • Derita Istri yang Difitnah Mandul   186. Ketahuan

    Maya terus memainkan kursi roda itu di pinggir kolam renang, memiringkannya, nyaris menjatuhkannya. Membuat Mira menjerit ketakutan, sesekali Maya tertawa. "Ups, Tante takut, ya?" Maya mengejek di belakangnya. "Tenang aja aku ada di sini jadi Tante nggak perlu takut." Mira ingin bicara tapi tidak bisa hingga dia hanya bergumam tidak jelas sembari menggelengkan kepalanya. Matanya terus tertuju pada air kolam renang, dia sungguh ketakutan. "Tante pengen belajar berenang nggak?" tanya Maya di belakangnya. "Kalau mau aku bisa ajarin." Mira hanya bisa menggeleng-geleng. "Diam di tempat!" Tiba-tiba saja sebuah suara memberi perintah. Maya yang kini membelakangi pintu tak berani bergerak, gadis itu mematung di tempatnya, dan matanya membelalak menatap ke depan. Dia tahu itu suara polisi. Bagaimana bisa mereka tiba-tiba masuk ke sini? "Anda jangan bergerak, diam di tempat!" perintah suara itu lagi. Lalu suara langkah-langkah kaki terdengar mendekat. Detik itu, Maya langsung mele

  • Derita Istri yang Difitnah Mandul   185. Muslihat Maya

    Maya masuk ke ruangan Mira sambil mengucapkan permisi. Gadis itu juga membawa kursi roda yang sepertinya untuk Mira. "Halo, permisi, Tante." Gadis itu lalu menutup pintu. Lantas dia berjalan mendekati Mira sambil tersenyum, mendorong kursi rodanya. "Hai, Tante, apa kabar? Ketemu lagi kita di sini." Mira melotot menatap ke arah Maya. Tapi Maya tetap tenang melihatnya, gadis itu lalu tersenyum saja. "Tante kenapa liatin aku kayak gitu? Tadi Mama cerita katanya Tante ada di sini, jadi ya udah aku samperin aja ke sini. Aku kangen loh sama, Tante. Udah lama, ya, kita nggak ketemu?" Mira lagi lagi hanya bisa terdiam. Dia tak mengerti maksud sikap gadis itu. Sementara Maya senantiasa tersenyum. Gadis itu lalu melirik piring berisi makanan yang ada di meja, lantas dia menatap Mira kembali. "Mama bilang Tante nggak mau makan, ya? Ya udah sekarang biar aku suapin, ya?" Maya lalu mengambil piring itu, menyedokkannya dan mengarahkan sendok itu pada Mira. "Buka dong mulutnya, Tante. Tante ha

  • Derita Istri yang Difitnah Mandul   184. Bantuan

    "Ayok makan, dong, saya sudah berbaik hati, ya, ini mau suapin kamu makan, kamu jangan memancing emosi saya begini!" Emosi Fara makin tersulut melihat Mira yang tak mau membuka mulutnya. "Kamu mau mati kelaparan hah? Udah tahu nggak bisa makan sendiri, nggak mau juga disuapin. Kamu ini udah sakit aja masih belagu ya, Mira." Fara menggeleng seakan tak habis pikir. "Ya sudah kalau kamu memang nggak mau makan. Saya nggak mau pusing-pusing mikirin kamu. Kamu makan aja sendiri kalau bisa ini?" Fara meletakkan piring itu di atas meja dengan agak kasar. Lantas dia keluar dari ruangan itu dengan kesal. Namun, begitu dia membuka pintu ruang, terkejut lah dia dengan apa yang dia lihat di depan matanya. Buru-buru dia keluar dan segera menutup pintu lantas menguncinya. Dia menatap orang itu tajam. "Ngapain kamu berdiri di sini, Imas?! Kamu nguping, ya?!" tanyanya sambil melotot tajam. Sementara ART yang sejak tadi berdiri di depan ruang itu terlihat takut-takut. Sambil menunduk dan suara gem

  • Derita Istri yang Difitnah Mandul   63. Intan Lelah

    "Ini silakan diminum es teh lecinya." Intan meletakkan gelas minuman itu di hadapan Maya, beserta piring berisi kue lapis legit sebagai camilan. Maya hanya diam tersenyum sinis menatap Intan. "Silakan dicicipi minuman dan kuenya, ya, Maya," suruh Mira kemudian. Gadis muda itu pun tersenyum mena

    last update最後更新 : 2026-03-22
  • Derita Istri yang Difitnah Mandul   51. Setelah Enam Bulan

    Enam bulan berlalu. Akhirnya Mira sembuh dari operasinya setelah banyak proses pengobatan yang dia lalui, mulai dari jalan-jalan ringan ke dalam rumah hingga luar rumah, minum obat yang diresepkan dokter, konsultasi secara rutin ke rumah sakit hingga melakukan terapi fisik yang dipantau oleh fisio

    last update最後更新 : 2026-03-21
  • Derita Istri yang Difitnah Mandul   50. Rencana sang Ibu Mertua

    "Mama nggak suka kan sama, Intan? Maksudku Mama nggak luluh kan sama dia kayak dulu? Mama nggak punya pikiran kayak Kak Bima, kan, tentang Intan?" "Luluh gimana? Ada-ada aja pertanyaan kamu." "Ya, Mama jadi sayang sama dia gitu. Dia jadi menantu kesayangannya Mama." Mir

    last update最後更新 : 2026-03-21
  • Derita Istri yang Difitnah Mandul   54. Kepercayaan Bima

    "Kamu kenapa, Intan?" tanya Bima heran. Pasalnya sejak tadi, Intan terlihat gelisah. Istrinya itu mondar-mandir ketika dia sibuk berganti pakaian. Bima tak pernah senang melihat istrinya gelisah, maka dia pun bertanya. Intan menatap suaminya takut-takut."Ada yang mau kamu omongin sama aku?" Terka

    last update最後更新 : 2026-03-21
更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status