LOGINSejak mengalami keguguran, kebahagiaan Intan terenggut. Mulai dari tidak bisa hamil lagi karena keguguran itu hingga divonis mandul oleh ibu mertuanya. Intan yang memang tidak disukai oleh keluarga suaminya karena berasal dari keluarga miskin dan tidak jelas asal-usulnya menjadi semakin dibenci. Kehidupan Intan di keluarga suaminya sejak itu berubah drastis, kehidupannya sungguh mengenaskan. Puncaknya dia nyaris dicerai oleh suaminya. Sebelum akhirnya suatu kejadian pun terjadi. Kejadian yang membuat keluarga suaminya menyesal telah menyia-nyiakannya. Lantas bagaimanakah kehidupan Intan setelah itu? Maukah dia menerima maaf dari keluarga suaminya? Akankah dia kembali pada suaminya atau bahkan menemukan sosok baru yang lebih baik?
View MoreKabar Duka, Seorang Pengusaha Sukses, Fara Wijayanti, Dikabarkan Meninggal Dunia karena Lompat dari Ketinggian Gedung Lima Lantai. Bima membaca judul artikel online pagi itu berkali-kali. Bolak-balik dia membaca judul hingga isi artikel, lalu balik lagi ke judul. Memastikan bahwa sosok yang diberitakan itu adalah orang yang dia kenal. Bahkan dalam artikel tersebut terdapat foto sosok yang bunuh diri, dia sudah tampak meregang nyawa. Bima mengernyit. "Tante Fara meninggal karena bunuh diri? Ini benar nggak sih?" Bima bergumam seorang diri.Bima sebenarnya baru saja bangun, dan seperti biasa, rutinitasnya di pagi hari libur membaca berita, baik online maupun offline di koran. Tapi berita yang kali ini sungguh tak dia duga. "Kenapa, Mas, mukanya tegang gitu." Intan yang mengantarkan camilan dan minuman untuk suaminya melihat ekspresi suaminya yang begitu tegang, apalagi yang pria itu pikirkan? Intan meletakkan makanan itu di atas meja. Bima langsung mendongak menatap istrinya. Wajahn
"Mama lagi istirahat di kamar, lagi dimandiin sama Bi Iyem," jawab Intan yang tiba-tiba muncul membawa nampan berisi minuman dan sepiring makanan. Bima dan Risyad menatap ke arah Intan sekilas lalu mereka terdiam. Tasya pun menatap Intan. Wajahnya masih menunjukkan ketidaksukaan. Lalu dengan angkuh dia berjalan melewati Intan menuju kamar mamanya. Intan menatap kepergian Tasya sekilas, sikap Tasya barusan sedikit banyak membuatnya kepikiran, tapi dia tak mau terlalu memikirkannya. "Ini, Mas, Risyad, silakan diminum." Intan meletakkan minuman di atas meja. "Makasih, Sayang," jawab Bima. "Sama-sama, Mas," jawab Intan sembari tersenyum simpul. "Hmm kalau gitu aku ke dapur lagi, ya, Mas. Itu kuenya jangan lupa di makan." Intan pamit memandangi suami dan Risyad bergantian sebelum akhirnya pergi dari sana. Sepeninggal Intan, Risyad menatap iparnya sambil tersenyum simpul. "Bahagia ya, Bim, punya istri rajin kayak Intan. Udah ada ART masih nyempetin buat minuman." Risyad bisa melihat b
"Mama!" Adalah Intan orang pertama yang berlari menyambut Mira ke halaman saat dilihatnya ibu mertuanya itu dipapah oleh Risyad turun dari mobil. Intan langsung mengambil alih Mira dari Risyad, dan mendorong kursi roda ibu mertuanya pelan menuju teras. "Mama, Mama baik-baik aja, kan, Ma? Aku senang dan lega banget Mama akhirnya bisa pulang ke rumah," sambut Bima yang sejak tadi berdiri di teras. Pria itu lantas berjongkok memeluk mamanya. Dia bahkan sampai menangis penuh penyesalan. "Maafin Bima, Ma, maafin Bima yang nggak jagain Mama." Bima sungguh-sungguh menyesal terlebih ketika dia teringat mamanya yang mengejarnya hingga terjadi kecelakaan yang membuat mamanya jadi seperti ini. Sementara Mira di kursi rodanya hanya diam, diam-diam dia mengeluarkan air mata. Dia teringat dengan cerita Fara bahwa Bima sempat datang untuk menyelamatkannya, tapi gagal. Mira lalu menatap anaknya lekat-lekat. Lebam di wajah Bima masih terlihat samar. Itu pasti lebam bekas habis dipukuli. Sa
Maya terus memainkan kursi roda itu di pinggir kolam renang, memiringkannya, nyaris menjatuhkannya. Membuat Mira menjerit ketakutan, sesekali Maya tertawa. "Ups, Tante takut, ya?" Maya mengejek di belakangnya. "Tenang aja aku ada di sini jadi Tante nggak perlu takut." Mira ingin bicara tapi tidak bisa hingga dia hanya bergumam tidak jelas sembari menggelengkan kepalanya. Matanya terus tertuju pada air kolam renang, dia sungguh ketakutan. "Tante pengen belajar berenang nggak?" tanya Maya di belakangnya. "Kalau mau aku bisa ajarin." Mira hanya bisa menggeleng-geleng. "Diam di tempat!" Tiba-tiba saja sebuah suara memberi perintah. Maya yang kini membelakangi pintu tak berani bergerak, gadis itu mematung di tempatnya, dan matanya membelalak menatap ke depan. Dia tahu itu suara polisi. Bagaimana bisa mereka tiba-tiba masuk ke sini? "Anda jangan bergerak, diam di tempat!" perintah suara itu lagi. Lalu suara langkah-langkah kaki terdengar mendekat. Detik itu, Maya langsung mele
Bima akhirnya memutuskan untuk keluar menghadapi mereka. Saat Bima keluar segerombolan orang itu malah tertawa mengejek. Bima muak melihat orang-orang itu. "Mau apa kalian?" tanyanya. Salah satu dari mereka tertawa. "Gede juga nyali lo.""Nggak usah basa-basi. Apa mau kalian? Mau duit?"Lagi, mere
Mendengar pertanyaan itu, Mira hanya bisa menatap Fara kian tajam, dia menjerit tidak jelas karena mulutnya tersumpal kain. Dia khawatir ada kabar buruk dari anak-anaknya. Dia khawatir Fara sudah melakukan sesuatu yang buruk pada anak-anaknya, atau bahkan menantu dan cucunya. "Kamu mau tahu kabar
"Intan, Intan!"Intan baru saja selesai mandi dan dalam keadaan rambut basah yang berbalut handuk, ketika dia mendengar suaminya berteriak saat menemuinya di kamar. "Ada apa, Mas?" tanya Intan menoleh melihat suaminya. "Aku udah dapat kabar tentang Mama. Ternyata dugaan aku benar, Intan. Mama mem
Mira hanya menggeleng kencang sambil bersuara tidak jelas. "Kenapa? Kamu mau bilang induknya dulu yang saya bunuh?" tanya Fara memasang tampang bingung yang dibuat-buat. Mira lagi-lagi menggeleng kencang. "Oh atau menantu yang paling kamu benci dulu, ya?" tanya Fara lagi. Namun, Mira tetap men






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore