Home / Romansa / Di Antara Dua Pilihan / Bab 15. Siapa Amir?

Share

Bab 15. Siapa Amir?

last update Last Updated: 2025-12-14 20:57:47

Ini malam terakhir Dhara menginap di rumah keluarga Langit. Harusnya ia menghabiskan waktu bersama pemilik rumah sebelum pulang, tetapi yang dilakukannya justru mengurung diri di kamar.

Ia menggerutu kecil, “Iya sih, Keenan tidak marah hari ini saya sama Langit sama-sama terus. Tapi kok dia tidak kasih kabar? Chat basa-basi, kek. Huft!”

Di pagi hari, barulah Dhara kembali bertemu dengan Andini dan Langit. Pun, pagi ini ayahnya Langit di sana. Maka, mereka tampak seperti keluarga cemara.

Dan senyumannya mengembang kala Keenan menemuinya di kampus, tetapi juga sedikit was-was. “Kamu tidak buat aneh-aneh, kan?” tukasnya.

Tangan Keenan masih mengepal marah jika mengingat tentang Amir Dirgantara. “Kapan Papa kamu pulang?” Ia bertanya dengan wajah serius.

Dhara menatap menyelidik karena ekspresi Keenan. “Papa bilang sore ini.”

Sejak awal rambut Keenan memang tidak klimis, tapi sekarang menjadi berantakan karena dengan sengaja ia mengacaknya. “Tentang pernikahan kita. Itu tergantung pada Pap
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Di Antara Dua Pilihan   Bab 33. Misteri di Rumah Mewah Anggara?

    Pagi harinya Dhara tampil bak permainsuri. Pakaian indah, perhiasan, aksesoris mahal. Semua ia kenakan. Dan semua ini pemberian dari Keenan, yang sudah tersedia di dalam kamar. Ia hanya perlu memilih yang disukai, lalu suaminya akan membuang semua yang tidak ia sukai.Ruang makan diisi oleh keluarga inti saja. Anggara-sebagai pemimpin rumah sekalian ‘Raja’, lalu sang Omega yaitu Liana, Keenan-si anak tunggal, terakhir-menantu yang entah disayangi atau dibenci. Dhara tidak tahu apapun tentang mertuanya, kecuali Anggara yang jelas membencinya.Pagi ini Liana memasak menu spesial, kedua tangannya sangat sibuk walaupun dua orang pelayan membantu.Maka, situasi ini membuat Dhara kikuk. Ia berbisik pada Keenan yang selalu duduk di sampingnya, “Mungkin saya harus bantu mama kamu.” Tatapannya mengharapkan jawaban relevan.“Duduk aja.” Keenan tersenyum teduh. Bahkan ia mengucurkan teh hangat ke gelas Dhara yang membuat gadis itu semakin kikuk dan hidup tidak tenang.Anggara memperhatikan menan

  • Di Antara Dua Pilihan   Bab 32. Lelaki Dominan!

    Suasana di kamar itu tidak terasa seperti malam pertama yang penuh bunga dan romansa. Sebaliknya, udara terasa berat oleh otoritas yang tak kasat mata.Keenan tidak tampak seperti lelaki yang beberapa hari lalu yang mengusahakan Dhara sekaligus meminta maaf atas dosa ayahnya.Ada aura dingin yang menyelimuti dirinya—aura seorang Wijaya yang kini menyadari sepenuhnya bahwa ia telah mewarisi kekuasaan absolut.​Dhara sedikit berjengit saat kaitan gaunnya tersangkut. Ia menatap pantulan mata Keenan di cermin. Mata itu tidak lagi menunjukkan keraguan.​Keenan berkata, suaranya rendah, serak, namun penuh penekanan. "Berhenti protes. Sekarang kita udah jadi suami istri."​Bibir Dhara gemetaran hingga menghasilkan suara yang sedikit bergetar. "Kamu ... merusak gaunnya. Padahal ini gaun pernikahan yang harusnya dijaga buat kenang-kenangan seumur hidup."​Keenan mendekat satu langkah. Langkah kakinya berat dan berirama, menciptakan tekanan psikologis yang membuat Dhara tertahan di tempatny

  • Di Antara Dua Pilihan   Bab 31. Keenan Sosok Laki-laki Binal?

    Rumah mewah milik keluarga Wijaya adalah atap baru untuk Dhara, dimulai sejak hari pernikahannya dengan Keenan. Ia duduk di ruangan keluarga yang sangat luas, masih dengan gaun pernikahannya. Namun, hal janggal segera menghantuinya. Bagaimana bisa ruangan seluas ini hanya diisi oleh dirinya sendiri? Padahal sejak di resepsi, keluarga Wijaya tidak terhitung jumlahnya. Seorang pelayan wanita membawakan jus anggur tanpa diminta. "Silakan, Nyonya," ucapnya santun seiring membungkuk sedalam yang ia bisa. Dhara tidak terbiasa melihat seseorang membungkuk di hadapannya. Ia segera meminta wanita itu berdiri dengan kata-kata yang kaku. Tetapi pelayan tetap meresponnya dengan sangat sopan. Kini, Dhara berkata lebih lancar walau sedikit gugup, "Di mana yang lain?" Pelayan menjawab dengan wajah menunduk, "Ijin menjawab, Nyonya. Semua pelayan berada di ruang tamu." "Ruang tamu? Kenapa?" Sepasang manik mata indah itu menatap tanpa henti, menanti jawaban. Wanita ini berdiri dengan po

  • Di Antara Dua Pilihan   Bab 30. Hari Pernikahan

    Selama dua hari Dhara tidak pernah pulang ke rumah, ia juga berpindah-pindah tempat, ia tidak ingin ditemukan orang-orang yang telah mengecewakannya.Namun, pelarian Dhara tidak berlaku untuk Langit dan Keenan. Keduanya selalu tahu keberadaannya. Dari mulai informasi sekecil apapun.Langit dengan langkah gesitnya, sedangkan Keenan-si pewaris memiliki banyak bawahan yang dapat dengan mudah menemukan Dhara. Plus bonusnya. “Laki-laki ini selalu membuntuti Nona Dhara kemanapun.” Foto polaroid disodorkan pria tinggi besar yang berpakaian casual.Keenan bedecak geram. “Awasi dia. Jangan sampai dia menyentuh Dhara!”Kali ini ia tidak berniat menyingkirkan Langit karena dianggap sebagai bodyguard tambahan untuk Dhara. Setidaknya dalam hal menjaga, bukan persahabatan mereka.Hujan masih terus mengguyur kota besar ini, tetapi selalu tampak sempit untuk Dhara, seolah ia tidak memiliki ruang gerak yang cukup.Kali ini, kostan satu kamar menjadi pilihan Dhara. Letaknya di plosok gang di dekat sung

  • Di Antara Dua Pilihan   Bab 29. Semua Orang Palsu!

    Dhara berkata dengan suara bergetar, menatap tajam ke arah ayahnya, "Kenapa Papa biarkan Dhara hidup dalam kebohongan? Selama ini Papa biarkan Dhara berpikir jahat tentang Mama yang pergi tanpa alasan, lalu Papa menanggung semua penderitaan!"​Amir menghela napas panjang, gurat kelelahan tampak jelas di wajahnya. "Nak, ada hal-hal di dunia ini yang lebih berbahaya daripada sekadar nama buruk. Anggara Wijaya adalah monster di masa itu. Jika Papa memberitahu Dhara bahwa Papa dijebak, Dhara akan tumbuh dengan dendam. Dhara akan mencoba melawannya, dan dia akan menghancurkan putri Papa."​"Tapi sekarang Papa berhasil buat Dhara membenci diri sendiri, membenci latar belakang Dhara! Dan yang paling parah... Papa biarkan hubungan Dhara dan Keenan hancur karena alasan yang Papa tahu itu palsu!"​"Papa melakukan itu untuk memisahkan Dhara dari keluarga Wijaya! Papa tidak mau kamu menjadi bagian dari mereka. Tidak peduli Keenan mencintai Dhara atau tidak, dia tetap darah daging pria kejam it

  • Di Antara Dua Pilihan   Bab 28. Dhara Mendengar Kebenaran Tentang Keenan

    Undangan pernikahan dicetak dua hari setelah Keenan akhirnya mendapatkan Dhara ‘Seutuhnya’. Gadis itu sudah menyerahkan perawannya, jadi ia tidak bisa lari darinya.Kini, masalah yang tersisa hanya Langit. Amarah selalu melonjak di dadanya setiap kali mengingat rival abadinya.“Kamu punya nyali besar datang kesini setelah apa yang kamu lakukan. Wijaya!” Langit bersuara rendah, tapi penuh peringatan.“Saya kesini bukan buat cari ribut.” Bibirnya menyungging penuh kemenangan saat menyodorkan kertas undangan yang masih menyisakan sisa hangat percetakan. “Semuanya udah beres. Ayahnya Dhara udah bersih.”“Kamu pikir dengan membersihkan nama Amir Dirgantara, semua penderitaan yang dia alami menguap begitu aja. Kamu ancurin dunia satu keluarga, terus dateng bawa sapu. Apa itu bisa mengembalikan kebahagiaan mereka?”“Itu kesalahan Papa di masalalu. Jadi harusnya sekarang udah bukan masalah! Lagian, Dhara akan hidup lebih bahagia dari yang seharusnya setelah menikahi.” Bibirnya kembali menyung

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status