Beranda / Romansa / Di Antara Dua Pilihan / Bab 8. Luka di Atas Luka

Share

Bab 8. Luka di Atas Luka

Penulis: Desti Angraeni
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-05 20:06:55

Pintu besar dibuka, isi villa ini bak ruang utama para raja. Mewah dan dipenuhi dengan ornamen berkilauan seolah semua terbuat dari emas.

Sejenak kedua mata Dhara melebar, mengagumi tempat yang belum pernah dipijaknya. Namun sejurus kemudian gadis ini meratapi nasibnya karena mungkin tempat indah ini akan buruk jika bersama Keenan.

“Saya belum bilang ke Papa sama Mama tentang pertunangan sama pernikahan kita, semua gara-gara kamu.” Suara Keenan bergema di ruangan ini bersamaan dengan suara pintu yang menggema ketika ditutup.

“Jangan menyalahkan!” Sikap ketusnya kini jadi bagian dari pertahanan diri.

Rambut panjang Dhara dibelai lembut, tetapi selalu dengan tatapan dingin. “Bukan menyalahkan. Tapi kalau kamu belum memilih hidup dengan siapa, gimana saya mau bilang ke orangtua, kan?”

“Saya sudah bilang jangan terburu-buru.” Dalam bola matanya hanya diisi rasa takut, tapi suaranya dibuat kuat.

Tangan mungil Dhara digenggam untuk dipasangi cincin. Keenan juga tersenyum teduh. Sedangkan si
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Di Antara Dua Pilihan   Bab 31. Keenan Sosok Laki-laki Binal?

    Rumah mewah milik keluarga Wijaya adalah atap baru untuk Dhara, dimulai sejak hari pernikahannya dengan Keenan. Ia duduk di ruangan keluarga yang sangat luas, masih dengan gaun pernikahannya. Namun, hal janggal segera menghantuinya. Bagaimana bisa ruangan seluas ini hanya diisi oleh dirinya sendiri? Padahal sejak di resepsi, keluarga Wijaya tidak terhitung jumlahnya. Seorang pelayan wanita membawakan jus anggur tanpa diminta. "Silakan, Nyonya," ucapnya santun seiring membungkuk sedalam yang ia bisa. Dhara tidak terbiasa melihat seseorang membungkuk di hadapannya. Ia segera meminta wanita itu berdiri dengan kata-kata yang kaku. Tetapi pelayan tetap meresponnya dengan sangat sopan. Kini, Dhara berkata lebih lancar walau sedikit gugup, "Di mana yang lain?" Pelayan menjawab dengan wajah menunduk, "Ijin menjawab, Nyonya. Semua pelayan berada di ruang tamu." "Ruang tamu? Kenapa?" Sepasang manik mata indah itu menatap tanpa henti, menanti jawaban. Wanita ini berdiri dengan po

  • Di Antara Dua Pilihan   Bab 30. Hari Pernikahan

    Selama dua hari Dhara tidak pernah pulang ke rumah, ia juga berpindah-pindah tempat, ia tidak ingin ditemukan orang-orang yang telah mengecewakannya.Namun, pelarian Dhara tidak berlaku untuk Langit dan Keenan. Keduanya selalu tahu keberadaannya. Dari mulai informasi sekecil apapun.Langit dengan langkah gesitnya, sedangkan Keenan-si pewaris memiliki banyak bawahan yang dapat dengan mudah menemukan Dhara. Plus bonusnya. “Laki-laki ini selalu membuntuti Nona Dhara kemanapun.” Foto polaroid disodorkan pria tinggi besar yang berpakaian casual.Keenan bedecak geram. “Awasi dia. Jangan sampai dia menyentuh Dhara!”Kali ini ia tidak berniat menyingkirkan Langit karena dianggap sebagai bodyguard tambahan untuk Dhara. Setidaknya dalam hal menjaga, bukan persahabatan mereka.Hujan masih terus mengguyur kota besar ini, tetapi selalu tampak sempit untuk Dhara, seolah ia tidak memiliki ruang gerak yang cukup.Kali ini, kostan satu kamar menjadi pilihan Dhara. Letaknya di plosok gang di dekat sung

  • Di Antara Dua Pilihan   Bab 29. Semua Orang Palsu!

    Dhara berkata dengan suara bergetar, menatap tajam ke arah ayahnya, "Kenapa Papa biarkan Dhara hidup dalam kebohongan? Selama ini Papa biarkan Dhara berpikir jahat tentang Mama yang pergi tanpa alasan, lalu Papa menanggung semua penderitaan!"​Amir menghela napas panjang, gurat kelelahan tampak jelas di wajahnya. "Nak, ada hal-hal di dunia ini yang lebih berbahaya daripada sekadar nama buruk. Anggara Wijaya adalah monster di masa itu. Jika Papa memberitahu Dhara bahwa Papa dijebak, Dhara akan tumbuh dengan dendam. Dhara akan mencoba melawannya, dan dia akan menghancurkan putri Papa."​"Tapi sekarang Papa berhasil buat Dhara membenci diri sendiri, membenci latar belakang Dhara! Dan yang paling parah... Papa biarkan hubungan Dhara dan Keenan hancur karena alasan yang Papa tahu itu palsu!"​"Papa melakukan itu untuk memisahkan Dhara dari keluarga Wijaya! Papa tidak mau kamu menjadi bagian dari mereka. Tidak peduli Keenan mencintai Dhara atau tidak, dia tetap darah daging pria kejam it

  • Di Antara Dua Pilihan   Bab 28. Dhara Mendengar Kebenaran Tentang Keenan

    Undangan pernikahan dicetak dua hari setelah Keenan akhirnya mendapatkan Dhara ‘Seutuhnya’. Gadis itu sudah menyerahkan perawannya, jadi ia tidak bisa lari darinya.Kini, masalah yang tersisa hanya Langit. Amarah selalu melonjak di dadanya setiap kali mengingat rival abadinya.“Kamu punya nyali besar datang kesini setelah apa yang kamu lakukan. Wijaya!” Langit bersuara rendah, tapi penuh peringatan.“Saya kesini bukan buat cari ribut.” Bibirnya menyungging penuh kemenangan saat menyodorkan kertas undangan yang masih menyisakan sisa hangat percetakan. “Semuanya udah beres. Ayahnya Dhara udah bersih.”“Kamu pikir dengan membersihkan nama Amir Dirgantara, semua penderitaan yang dia alami menguap begitu aja. Kamu ancurin dunia satu keluarga, terus dateng bawa sapu. Apa itu bisa mengembalikan kebahagiaan mereka?”“Itu kesalahan Papa di masalalu. Jadi harusnya sekarang udah bukan masalah! Lagian, Dhara akan hidup lebih bahagia dari yang seharusnya setelah menikahi.” Bibirnya kembali menyung

  • Di Antara Dua Pilihan   Bab 27. Keenan Mengambil Kembali Miliknya

    Senyuman getir Anggara mewakili kekalahannya. “Restu? Setelah kamu menodongkan pistol ke kapala ayahmu sendiri? Kamu sudah mengambil apa yang kamu inginkan, Nak. Kamu tidak butuh restu lagi. Kamu sudah memenangkan perang ini.”Sedikitnya, rasa iba menjalar di hati Keenan karena Anggara tampak lemah, tidak seperti biasanya. Tapi hanya ini jalan satu-satunya yang harus ia lakukan. “Keenan tidak sedang berperang. Tapi sedang membebaskan kita semua.”Keenan menoleh ke arah Amir. Ada rasa lega yang tak terkira di wajah pria itu. Untuk pertama kalinya setelah kehancurannya. Punggung Amir tidak lagi terlihat bungkuk oleh beban fitnah.Ponsel diraih Keenan, ia melihat kontak Dhara. Jarinya bergetar, ingin menghubungi, mengatakan bahwa dinding yang memisahkan mereka telah runtuh, bahwa bayangan hitam ayahnya telah sirna.Namun ia sadar, luka yang ia goreskan saat melepaskan Dhara mungkin masih basah.Amir meletakan tangan di bahu Keenan. Terima kasih, Nak. Tapi perjalananmu belum selesai. Meme

  • Di Antara Dua Pilihan   Bab 26. Kebenaran Amir Dirgantara

    Tiga minggu berlalu. Malam ini, badai tidak hanya terjadi di luar jendela kaca Wijaya Empire, tetapi juga di dalam ruang kerja Anggara Wijaya. Suasana begitu hening hingga suara detik jam dinding mekanik terdengar seperti dentuman palu hakim.Anggara duduk di kursi kebesarannya, wajahnya gelap, menatap dua pria yang berdiri di depannya dengan tatapan menghina.Keenan berdiri tegak, tetapi di sampingnya ada sosok yang selama ini dianggap Anggara sebagai noda. Amir Dirgantara. Ia menggunakan kemeja batik sederhana, wajahnya manua dan lelah, namun matanya memancarkan ketenangan seorang pria yang tidak lagi memiliki apa pun untuk ditakuti.Anggara bersuara tajam seperti sembilu. “Keenan, keberanianmu membawa narapidana ini adalah penghinaan terbesar dalam karir Papa. Apa kamu sudah kehilangan akal sehat demi perempuan itu?”“Keenan membawa kebenaran. Dan kebenaran tidak pernah menjadi penghinaan, kecuali bagi mereka yang membangun istana di atas kebohongan.”Amir bicara untuk pertama kali

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status