Inicio / Romansa / Di Ranjang Majikanku / 177. Semua Lelahku Luruh

Compartir

177. Semua Lelahku Luruh

Autor: Keke Chris
last update Fecha de publicación: 2026-01-27 17:23:49

“Aku capek, Bin.” Suara Bhaga terdengar berat saat pintu paviliun tertutup di belakangnya. Jasnya masih melekat di tubuh. Dasinya sudah longgar. Matanya redup, menyimpan sisa amarah yang belum selesai.

Binar yang sedang duduk di tepi ranjang langsung menoleh. Tatapannya membaca sesuatu yang tidak diucapkan Bhaga. Bahu pria itu turun. Napasnya kasar.

“Apa yang membuatmu begitu lelah?” tanya Binar pelan.

Bhaga tidak menjawab. Dia berjalan ke arah sofa di sudut ruangan. Duduk dengan punggung se
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Di Ranjang Majikanku   297. Aku Mau Rasakan Bibirmu

    “Aku akan melanjutkannya lagi.” Tegas Binar.Meski sejujurnya perasaannya mulai merasa tak nyaman, tapi dia ingin menyelesaikan ini dengan baik. Dan dia berharap hal itu akan segera terjadi.Namun, sebelum Binar sempat membuka map-nya, Arya itu terbatuk beberapa kali dan memegang kepalanya. Wajahnya berubah merah dan itu membuat Binar mengernyit bingung. Rasanya tadi sebelum ditinggal ke kamar mandi, pria itu baik-baik saja."Maaf. Aku sedang tidak terlalu sehat hari ini." Arya berjalan ke arah ranjang dan duduk di tepinya. "Kepala agak pusing dari tadi. Bisa kita bicara di sini saja? Lebih nyaman."Binar memandang jarak antara kursinya dan tepi ranjang itu. Jantungnya mulai berdegup lebih kencang. Dia berdeham kecil."Aku nyaman di sini," kata Binar. "Kita bisa di mulai kalau kamu siap."Pria itu menatapnya sebentar, mengelus sprei dengan perlahan, lalu tersenyum. Kali ini senyumnya terlihat berbeda dengan seringai kecil di ujung bibir..Binar tahu instingnya kali ini tidak salah. Ad

  • Di Ranjang Majikanku   296. Suite Hotel

    Sudah berjam-jam Binar mempelajari dokumen yang diberikan oleh Djati. Dia bahkan meminjam meja kerja Bhaga untuk itu. Meski Bhaga tidak mengerti kenapa papinya justru memerintahkan Binar yang maju alih-alih orang lain, tapi dia tak bertanya. Bhaga juga mempersilakan Binar untuk memakainya sampai selesai.Berulang kali BInar mengusap wajahnya. Jujur saja, dia pusing dan banyak hal yang tidak dia mengerti. Jadi dia harus mencari tahu dari internet maupun buku yang ada di ruang kerja Bhaga itu.Istilah yang asing di telinganya, tapi terasa penting. Binar membaca semua dan mencari tahu dengan detail. Matanya bergerak dari baris pertama ke baris terakhir, dari halaman satu ke halaman lainnya.Kini, dia lelah. Sangat lelah. Matanya sampai berair dan perih.“Apa aku bisa?” tanyanya pada diri sendiri. “Tapi, aku tak boleh gagal. Ini kesempatan besar.”Dia duduk diam beberapa menit, berusaha meregangkan tubuhnya yang kaku sambil menerawang jauh, memikirkan cara apa yang harus dia lakukan agar

  • Di Ranjang Majikanku   295. Ujian Dari Djati

    Nurma tadinya tidak mau menguping. Tetapi rasa penasarannya begitu tinggi, hingga dia harus mengendap sesaat setelah Binar menutup pintu ruang kerja suaminya.Tadinya dia hanya sedang menyusun bunga di vas dekat jendela ruang tamu. Hingga suara sapaan Binar yang baru datang, membuatnya tersentak kecil. Dia tak menjawab, justru semakin mengernyit kala asisten pribadi Djati langsung menghampiri dan meminta Binar untuk segera masuk dan menemui Djati.Beruntung, pintu itu tak dijaga dari luar. Jadi dia sengaja menempelkan telinganya dan berharap suara di dalam sana bisa terdengar.Lalu suara Djati dan Binar menembus celah pintu.Nurma membeku. Dia membasahi tenggorokannya dan napasnya sedikit cepat. Apa-apaan ini, pikirnya.Dia mendengar semuanya dan melotot saat kalimat terakhir dari Djati itu terdengar.Aku akan mempertimbangkan posisimu di keluarga ini dengan cara yang berbeda.Nurma meninggalkan pintu ruang kerja dan kembali ke tempatnya. Tetapi dia tetap tidak bisa menyelesaikan rang

  • Di Ranjang Majikanku   294. Tugas Pertama

    Pintu hotel baru saja ditutup oleh Bhaga saat telepon Binar berdering. Binar yang sedang merebahkan tubuh di kasur karena kelelahan berjalan-jalan membiarkan tetap berdering sampai panggilan itu berhenti sendiri.Namun, detik berikutnya, ponsel Bhaga yang berdering. Bhaga merogoh kantongnya dan segera mengangkat panggilan itu setelah melihat nama papinya.“Iya, Papi.”“Kemana Binar? Kenapa telepon Papi tidak diangkat?”Bhaga mengernyit. “Papi … cari BInar?” tanyanya ragu.“Iya. Dan Papi sudah siapkan tiket untuk kalian pulang sore nanti. Bersiaplah dan sampai ketemu di rumah.”Kini, Bhaga melongo. “Tapi Papi, ini belum waktunya kami pulang.”“Papi tidak mau tau. Kalian harus pulang sore nanti.”Panggilan terputus begitu saja.Masih dengan kondisi wajah yang melongo, Bhaga menoleh ke BInar yang kini sudah duduk dan memperhatikannya.“Ada apa?” tanya Binar.“Papi meminta kita pulang sore nanti.”“Apa?!”“Kau tak salah dengar.”“Tapi kenapa?”“Papi tidak bilang.”Binar menghela napas ber

  • Di Ranjang Majikanku   293. Ciuman Manis

    Matahari sudah meninggi ketika keduanya bangun. Mereka kelelahan dan tidur jadi terlalu lelap.“Sayang.” Panggil Bhaga sambil mencium pundak polos Binar.Tangan Bhaga terus mengelus tubuh Binar di dalam selimut, sesekali meremas pelan, dan memeluknya erat. “Bangun, yuk, Sayang.”Binar melenguh.Mata Binar perlahan membuka, menggerakkan badannya sedikit agar lepas dari dekapan Bhaga, tapi tak berhasil jadi dia sedikit mencebik kesal.“Lepas dulu, aku masih cape.” Protes Binar.Kepala Bhaga menggeleng. “AKu masih mau peluk kamu sebentar, sebelum kita mandi, lalu pergi jalan-jalan.”Mendengar itu, kantuk Binar langsung hilang. Matanya segar dan badan yang tadi dia protes karena masih capai, kini sudah diregangkan dan bersandar di kepala ranjang. Tak peduli selimut yang jatuh ke pinggangnya, tak lagi menutupi tubuhnya.“Ayo. Jalan-jalan kemana?” tanya Binar dengan semangat.Bhaga gemas sendiri, dia akhirnya memeluk erat Binar dan mengecupnya berkali-kali. “Mandi dulu, yuk.”**Akhirnya, m

  • Di Ranjang Majikanku   292. Tak Tahan Lagi

    Semakin malam, obrolan mereka tak lagi ringan. Interaksi mereka terasa semakin intim, dengan tatapan mata yang mulai ada percikan gairah dan sentuhan kecil yang menggoda.Bhaga masih duduk dengan santai, tapi matanya tak bisa lepas dari memindai Binar. Leher yang terekspos, tulang selangka yang mengintip sebagian dan dua bulatan favoritnya yang kini tertutup gaun ketat, membuatnya semakin terpancing gairah. Pikirannya sudah kemana-mana.Binar sengaja memainkan sendok kecilnya, menjilat dengan tatapan nakal ke arah Bhaga, dan menggigit pinggiran bibirnya. Dia juga sengaja menempelkan dadanya ke pinggiran meja dan saat Bhaga melihatnya, dia menjilat bibir bawahnya.“Kenapa liatin aku terus?” tanya Binar dengan suara lembut tapi penuh godaan, matanya berkilat nakal.Bhaga tersenyum miring, suaranya rendah dan berat, “Karena dari tadi aku mambayangkan payudara kamu yang lagi aku lihat ini sedang aku hisap pelan sambil kamu mendesah di bawahku.”Darah Binar berdesir hebat. Tubuhnya langsun

  • Di Ranjang Majikanku   118. Tamu Terhormat

    Rumah keluarga Djati beraroma harum masakan mewah dan bunga segar. Nurma telah mengerahkan segala upaya.“Maryam, vas bunganya taruh di sini,” perintah Nurma, dituruti Maryam yang segera menaruh sebuah vas bunga mungil di tengah meja yang tertata rapi.“Bagus, bagus,” komentar Nurma. “Ayamnya sudah

    last updateÚltima actualización : 2026-03-26
  • Di Ranjang Majikanku   45. Dari Mana Saja Kau

    Nurma memijit pelipisnya, berusaha meredakan sakit kepala yang dirasakan sejak hari ulang tahun cucunya. Sudah sekian hari berlalu sejak itu."Rasanya seperti angin lalu saja mereka bertemu, Nyonya besar." keluh Sari pada Nurma yang sedang mengawasi mereka membereskan dapur."Setelah pesta ulang ta

    last updateÚltima actualización : 2026-03-20
  • Di Ranjang Majikanku   24. After Care

    Bhaga memperhatikan, dengan gerakan yang lembut, menuntun Binar yang masih lemas ke bawah pancuran yang perlahan dinyalakan.Sudah terlalu lama mereka di kamar mandi, dengan Bhaga yang melampiaskan hasratnya lagi dan lagi hingga puas.Bahkan sekarang, Bhaga masih menginginkannya. Bersama Binar, Bha

    last updateÚltima actualización : 2026-03-18
  • Di Ranjang Majikanku   25. Menjual Tubuh

    Peringatan Maryam dan tatapan Bhaga yang tak terbaca kemarin mengingatkan Binar pada satu hal, bahwa dia hanya seorang pembantu. Bisa diganti kapan saja. Perasaan "spesial" yang sempat terpancar dari Bhaga sirna sudah, digantikan kenyataan pahit bahwa posisinya di rumah ini sangat rapuh. "Aku haru

    last updateÚltima actualización : 2026-03-18
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status