Share

16.

Fathia bisa bernafas dengan lega ketika ia baru saja keluar dari ruangan psikiater. Psikiater yang sering menangani suaminya itu tidak menemui kendala yang berarti ketika tadi berinteraksi, dan mood Adnan beberapa hari ini juga memang sedang baik, jadi tidak perlu ada pembahasan panjang tentang ASD yang diidap suaminya itu. Tetapi sebenarnya Adnan tidak hanya kontrol ke psikiater, ia juga harus konsultasi dengan dokter khusus atau psikolog, itu pun tergantung case nya.

Fathia menggandeng tangan Adnan agak kuat, soalnya beberapa kali suaminya ini melepaskan gandengannya, gerakan berulang yang selalu dilakukannya tetapi dia jarang menyadarinya, atau memang tidak akan berpikir ke sana.

Setelah ini, ia memang langsung menuju dokter kandungan, meminta Adnan untuk menemaninya, juga Bi Tati yang ikut melangkah di belakang tak jauh dari mereka. 

Beberapa pasang mata yamg berlalu-lalang di koridor rumah sakit pun terlihat me

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status