Compartilhar

Dia Mau Jadi Adik Iparku, Aku Restui!
Dia Mau Jadi Adik Iparku, Aku Restui!
Autor: Makjos

Bab 1

Autor: Makjos
“Kakak ipar, aku turut berduka. Aku juga nggak menyangka kakak akan mengalami kecelakaan seperti ini ….”

Bara menatapku dengan mata memerah, wajahnya penuh kesedihan.

Aku memandang jenazah adik iparku yang baru saja dibawa masuk. Lalu, mengikuti alurnya, aku menangis dan memanggilnya suami.

Wajah Danu Atmaja pucat kebiruan, ia benar-benar telah meninggal.

Ia dan Bara memiliki wajah yang sama persis. Tak seorang pun mencurigai bahwa Bara sudah bertukar identitas dengannya.

Setelah menangis sejenak, aku menyeka air mata dan berkata, “Jenazahnya tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Sebaiknya segera dikremasi. Jangan sampai Bara meninggal tanpa kehormatan.”

Bara langsung mengangguk setuju, bahkan terlihat lebih tergesa-gesa dariku untuk menghilangkan jejak.

Aku memperhatikannya, saat ia mengangkat jenazah itu. Di pangkal ibu jarinya, terlihat bekas luka panjang dan tipis.

Di kehidupan sebelumnya, justru bekas luka itulah yang membuatku yakin bahwa yang masih hidup adalah Bara.

Namun kali ini, aku berpura-pura tidak melihat apa pun.

Di kehidupan sebelumnya, Bara dan Danu pergi bersama untuk misi bantuan bencana. Tapi Danu mengalami cedera di bagian kepala dan tewas di tempat.

Agar istri adiknya, Maya Sinta, tidak hidup sebagai janda, Bara rela melepaskan jabatan komandannya dan menyamar sebagai adiknya.

Orang lain tak bisa mengenali penyamarannya, dan dengan mudah tertipu.

Namun aku, istri yang hidup bersamanya, langsung tahu bahwa itu adalah Bara Atmaja.

Aku mempertaruhkan segalanya untuk menuntut penjelasan. Mengapa ia berpura-pura jadi adik iparnya dan meninggalkan kami, anak dan istrinya?

Namun Bara justru bersikap dingin, menyangkal habis-habisan, lalu mendorongku dengan kasar.

“Kakak ipar, aku tahu kematian kakak membuatmu terpukul. Tapi jangan karena hal itu kamu menganggapku sebagai dirinya!”

Aku tak percaya dan terus menuntut jawaban darinya. Hingga akhirnya ia mendorongku ke sungai di tengah cuaca yang dingin.

Ia berdiri di tepi sungai sambil melindungi Maya, dan hanya menatapku dengan dingin, yang sedang berjuang melawan arus.

“Sekalipun kamu kakak iparku, aku takkan membiarkanmu menyakiti istriku!”

Maya bersembunyi di belakangnya, memakiku sebagai perempuan murahan yang tak tahu malu, baru saja suami meninggal, sudah mau merebut lelakinya.

Aku demam tinggi selama tiga hari tiga malam. Hanya putriku yang berusia lima tahun yang menemaniku.

Ia menangis sambil bertanya pada Bara mengapa ayahnya tidak mengakuinya.

Namun Bara justru berkata bahwa anak itu hanya melantur karena disuruhku, lalu mengurungnya di kandang sapi sebagai hukuman.

Aku baru saja lolos dari ambang kematian setelah tiga hari sakit. Sementara putriku dibiarkan kelaparan selama tiga hari tiga malam.

Ibu mertua pun kembali mencercaku sebagai perempuan pembawa sial yang telah mencelakakan anaknya.

Ia mengusirku dan putriku dari rumah tanpa memberi sehelai pakaian dan uang sepeser pun.

Di tengah malam hujan badai, aku berusaha sekuat tenaga mengetuk pintu, memohon pada Bara menyelamatkan anakku.

Yang kudapat hanyalah suaranya yang dingin dari balik pintu, “Aluna, kamu pasti sudah gila menganggapku sebagai kakak. Kalau tak bisa terima kenyataan, menjauhlah dariku.”

Penduduk desa memercayai kata-katanya. Mereka berkata aku memang terlahir membawa sial, kehilangan akal hingga mengira adik ipar sebagai suami.

Tak ada tempat untuk pergi. Aku memeluk putriku, kedinginan dan kelaparan di tengah cuaca dingin. Hingga akhirnya mati kedinginan di jalanan.

Mengingat semua itu, dadaku rasanya seperti terbakar. Aku ingin menyeret seluruh keluarga ini mati bersamaku.

Melihat sosok Bara yang tak sabar mengirim jenazah adiknya ke krematorium, aku tersenyum dingin dalam hati.

Kalau kamu ingin hidup bersama Maya, akan kuperkenankan. Jalani saja hidupmu sebagai Danu Atmaja seumur hidup.

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Dia Mau Jadi Adik Iparku, Aku Restui!   Bab 9

    Pimpinan memanggil Maya dan ibu mertua secara terpisah untuk dimintai keterangan.Bara merasa sudah menggenggam kemenangan. Ia menatapku dengan sikap menantang.“Aluna, sekarang aku benar-benar sadar pada sifatmu. Begitu identitasku dipulihkan, aku akan langsung menceraikanmu.”Aku tak menanggapi. Aku hanya menunggu hingga sesi pemeriksaan mereka selesai.Beberapa menit kemudian, Maya keluar lebih dulu. Begitu melihat Bara, ia langsung menempel manja dan memanggil "Suami".Bara spontan menarik lengannya. “Siapa yang kamu panggil suami? Aku Bara, bukan suamimu.”Maya mengerutkan bibir. “Apa yang kamu bicarakan? Aku tadi bersusah payah meyakinkan pimpinan bahwa kita ini suami istri.”Bara langsung membeku.Belum sempat ia berkata apa-apa, ibu mertua juga keluar. Dengan wajah penuh rahasia, ia berbisik pada Bara, “Tenang saja, Nak. Ibu sudah menutupinya. Mereka pasti tidak akan curiga kalau kamu menyamar sebagai Danu.”Aku tersenyum dingin. Bara mengira dengan adanya orang yang mengetahui

  • Dia Mau Jadi Adik Iparku, Aku Restui!   Bab 8

    Jika dulu Bara sendiri yang mengaku padaku tentang jati dirinya, mungkin aku akan terpukul dan mengikutinya pulang tanpa berpikir panjang.Namun sekarang, setelah melihat sendiri betapa mesranya ia dengan Maya, semua itu terasa ironis.Aku melepaskan tangannya, wajahku penuh ketidakpercayaan.“Suamiku sudah meninggal. Apa maksudmu menyamar sebagai dia? Kamu pikir aku bakal tertipu begitu saja?”Bara mengulurkan tangannya. “Aku benar-benar dia. Lihat bekas lukaku ….”Aku langsung memotongnya, “Bekas luka juga bisa dipalsukan. Aku tidak akan memercayaimu.”Ia semakin gelisah, bahkan mulai menarikku dengan paksa.Aku berontak sekuat tenaga. Saat Bara lengah, aku mendorongnya dan berlari ke arah luar.Ia mengejarku dengan marah. Begitu tangannya kembali menangkapku, seberkas cahaya putih tiba-tiba muncul.Beberapa orang langsung mengepung dan dengan sigap menekan Bara ke tanah. Gerakan mereka terlatih, tak memberinya sedikit pun kesempatan untuk melawan.Itu adalah regu patroli yang kebetu

  • Dia Mau Jadi Adik Iparku, Aku Restui!   Bab 7

    Aku tak ingin meladeni mereka. Aku pun menarik Damian pergi, tetapi Bara melangkah cepat menyusul dan mencengkeram pergelangan tanganku.“Aluna, kamu dengar tidak aku bicara?”Aku berbalik, menepis tangannya dengan cepat. Wajahku datar tanpa emosi.“Danu, dengan status apa kamu mempertanyakanku?”Bara spontan melirik Maya.“Kamu kakak iparku. Tentu saja aku berhak mengurusmu. Kakakku baru meninggal belum lama ini, tapi kamu sudah bermesraan dengan lelaki lain. Masih punya rasa malu atau tidak!”Aku tak sudi mendengar dalih munafiknya dan hendak kembali pergi. Namun Bara justru menghalangi Damian, menatapnya dari atas ke bawah dengan sikap merendahkan.“Kamu tahu Aluna pernah menikah, kan? Anak yang kamu gendong itu adalah anaknya dengan suaminya. Perempuan yang sudah punya anak pun kamu masih mau?”“Aku tidak keberatan memberitahumu, aku adik iparnya. Wajahku sama dengan kakakku. Dia bahkan menganggapku sebagai pengganti. Kamu ….”Belum selesai ucapannya, Damian memotong dengan suara d

  • Dia Mau Jadi Adik Iparku, Aku Restui!   Bab 6

    Itu adalah Komandan. Ia melangkah masuk dengan cepat. Begitu melihat kekacauan di hadapannya, wajahnya langsung mengeras. “Santunan diberikan oleh organisasi sesuai aturan, diperuntukkan bagi istri dan anak Kamerad Bara Atmaja. Tak seorang pun berhak merampasnya.”Belasan ajudan menyusul masuk. Suasana langsung hening. Tak seorang dari mereka berani bersuara lagi.Begitu melihat komandan, Bara segera memasang senyum dan mendekat dengan sikap menjilat.“Komandan, kenapa Anda sampai datang sendiri ke rumah kami? Anda tidak tahu kelakuan Aluna. Anda sudah tertipu olehnya.”“Di depan orang-orang dia mengurus pemakaman kakakku, tapi diam-diam dia menggodaku. Hanya karena wajahku mirip dengan kakak, dia ingin menikah denganku. Benar-benar tak tahu malu!”Begitu tahu yang datang adalah komandan, ibu mertua langsung duduk di tanah sambil menangis meraung-raung.“Komandan, tolong beri keadilan. Anak sulungku tidak pernah memperlakukannya dengan buruk. Aluna nggak bisa lahirkan anak laki-laki,

  • Dia Mau Jadi Adik Iparku, Aku Restui!   Bab 5

    Maya berdiri di depan, dengan beberapa tetangga dan warga desa yang mengikutinya dari belakang.Begitu melihat tangan Bara dan tanganku masih saling terpaut, ia berteriak. Wajahnya langsung berubah masam.“Danu, apa yang sedang kamu lakukan?!”Orang lain ikut melirik dengan ekspresi aneh, lalu berbisik-bisik.“Bukannya mereka adik kakak ipar? Kok di siang bolong sudah begini ….”“Nggak disangka, Bara baru saja meninggal, mereka sudah main belakang.”Bara menoleh dan seketika panik.Ia segera melepaskanku dan berjalan ke arah Maya.“Istriku, ini nggak seperti yang kamu lihat. Aluna yang menggodaku.”Ia menunjukku dengan penuh amarah.“Dia mengira aku sebagai kakak. Dia mau aku menanggung dua keluarga. Katanya dia nggak bisa hidup tanpa laki-laki.”Hatiku seketika tenggelam ke dasar jurang.Cara Bara menuduhku sama persis seperti di kehidupan sebelumnya. Ia menatapku dengan jijik, dan berdiri di sisi Maya.Wajah Maya langsung berubah. Ia menatapku dengan sorot mata menakutkan, suaranya m

  • Dia Mau Jadi Adik Iparku, Aku Restui!   Bab 4

    Aku menggenggam erat tiket di tanganku dengan spontan dan melindungi putriku di belakang tubuhku.“Aku mau ke mana bukan urusanmu. Kamu nggak berhak ikut campur, Danu.”Aku sengaja menekan pengucapan namanya.Wajah Bara menegang sejenak, lalu ia segera berkata, “Maya sedang hamil dan butuh orang yang merawatnya. Kamu hanya perlu mengurus rumah seperti dulu. Selama di rumah ini, makananmu tetap terjamin.”Aku menatapnya dingin. “Bara sudah meninggal. Aku hanya orang luar. Mana berani aku tinggal di rumahmu.”“Lagipula, kami berdua nggak ada gunanya di sini. Maya itu istrimu, urus saja sendiri.”Selesai berbicara, aku hendak membawa anakku pergi.Namun Bara melangkah cepat ke arahku dan tanpa aba-aba merebut tiket dari tanganku. Ia merobeknya menjadi beberapa bagian. Tanpa ragu, ia berkata, “Kakak ipar, aku ini memikirkan kebaikanmu. Kamu seorang janda dan membawa anak, bagaimana bisa bertahan hidup di luar sana? Lebih baik tinggal di rumah. Setidaknya nggak akan kelaparan.”Melihat pot

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status