“Kakak ipar, aku turut berduka. Aku juga nggak menyangka kakak akan mengalami kecelakaan seperti ini ….”Bara menatapku dengan mata memerah, wajahnya penuh kesedihan.Aku memandang jenazah adik iparku yang baru saja dibawa masuk. Lalu, mengikuti alurnya, aku menangis dan memanggilnya suami.Wajah Danu Atmaja pucat kebiruan, ia benar-benar telah meninggal.Ia dan Bara memiliki wajah yang sama persis. Tak seorang pun mencurigai bahwa Bara sudah bertukar identitas dengannya.Setelah menangis sejenak, aku menyeka air mata dan berkata, “Jenazahnya tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Sebaiknya segera dikremasi. Jangan sampai Bara meninggal tanpa kehormatan.”Bara langsung mengangguk setuju, bahkan terlihat lebih tergesa-gesa dariku untuk menghilangkan jejak.Aku memperhatikannya, saat ia mengangkat jenazah itu. Di pangkal ibu jarinya, terlihat bekas luka panjang dan tipis.Di kehidupan sebelumnya, justru bekas luka itulah yang membuatku yakin bahwa yang masih hidup adalah Bara.Namun kali ini
Ler mais