Share

Bab 48

last update publish date: 2022-04-14 10:01:16
Nadia berdiri di depan cermin, dia mengelus perutnya yang rata. Tak mudah mengikhlaskan kepergian sang buah hati, apalagi kejadian naas itu telah terjadi untuk yang kedua kali.

"Apakah suatu saat nanti aku masih akan diberi kepercayaan?" Tanya Nadia dalam hati diiringi derai air mata. "Ibu kesepian
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dia yang Terluka    Bab 380

    Rio mencium kening Ishana yang terlelap dengan wajahnya yang masih terlihat pucat. Lelaki yang kini telah bergelar suami itu merapikan selimut agar menutupi tubuh istrinya hingga sebatas dada. Rio pun bergegas keluar untuk menemui keluarga yang sudah berkumpul di luar kamar. Meskipun pernikahan dil

  • Dia yang Terluka    Bab 379

    Setelah pintu terbuka sebuah kejutan bagi Rio saat melihat keluarganya datang, meskipun harus tanpa adanya Dio. Adik yang tentunya juga sangat dia rindukan, karena setelah pernikahannya hingga saat ini Rio belum bertemu kembali Dio kembali. Ternyata bukan hanya keluarga Oetama yang datang tetapi pa

  • Dia yang Terluka    Bab 378

    Sebagai orang yang dianggap paling dekat dengan Ishana, tentu Bumi menjadi terduga paling utama sebagai pelaku yang telah memberikan racun kepada Ishana. Karena itulah Bumi kembali ke Amerika untuk memberi keterangan dan membuktikan jika dirinya bukanlah pelaku kejahatan tersebut. Penyelidikan yang

  • Dia yang Terluka    Bab 377

    Rio menatap boneka yang berbentuk bulan, yang saat ini menemani Ishana tidur. Senyum terukir indah di bibir Rio kala mengingat saat dia membeli boneka itu untuk Ishana. Rio sangat yakin jika sampai detik ini Ishana masih mencintainya dan akan bersedia untuk menikah dengannya. Sebenarnya tidak masala

  • Dia yang Terluka    Bab 376

    "Maafkan sikap mamanya Isha!" pinta Satria. Saat ini Rio dan Satria sedang duduk berhadapan berada di sebuah restaurant, Satria tahu jika sejak kedatangannya Rio belum makan sama sekali. "Apa yang terjadi pada Isha, Om?" tanya Rio yang sejak tadi belum mendapatkan jawaban. "Ada orang yang ingin m

  • Dia yang Terluka    Bab 375

    "Sudah merasa lebih baik?" tanya Bumi kepada Ishana Putri sulung Handa dan Satria membersihkan sisa muntahan yang masih ada di sekitar mulutnya dengan tisu yang di sodorkan oleh Bumi. Tak ada satu orang pun yang ingin merasaka sakit, begitu juga dengan Ishana, meskipun saat ini dia menempati ruang

  • Dia yang Terluka    Bab 144

    Dengan terburu-buru Bi Asih melangkah untuk bisa segera membuka pintu, setelah pintu terbuka, tampak sosok Helena bediri di hadapannya. Karena sudah lama bekerja di Keluarga Oetama, sudah menjadi hal yang biasa saat melihat Helena berjalan memasuki rumah tanpa permisi dan dengan langkah yang terliha

  • Dia yang Terluka    Bab 142

    Bersyukur, tak ada yang lain selain bersyukur atas segala anugerah dan kebahagian yang mereka dapatkan. Kehamilan yang ditunggu-tunggu pun berjalan dengan lancar, Nadia dan janinnya dalam keadaan sehat. Setiap pulang dari kontrol kandungan wajah yang dipenuhi rona bahagia seakan terus melekat pada p

  • Dia yang Terluka    Bab 139

    "Maaf." Satu kata lolos dari bibir Gio. Satu kata yang justru mengusik hati Nadia, kesalahan apa yang dilakukan oleh Gio hingga dia harus mengucapkan kata maaf? Apa karena telah mengabaikannya? Atau ada kesalahan yang lain yang mungkin lebih besar telah dia lakukan di luar sana? "Bersihkanlah dul

  • Dia yang Terluka    Bab 135

    "Mungkin untuk kali ini, biarkan dia yang menunggu." Gio mencubit hidung Nadia sambil menunjukkan senyum nakalnya. Lalu pasangan muda itu bergegas berjalan menuju ke villa yang mereka tempati. *** Jenuh menunggu Gio kembali, Nadia pun memilih untuk kembali berjalan-jalan meski harus sendiri. Tanpa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status