Share

19. Serangan (4)

last update publish date: 2025-05-06 12:48:55

Wush….

Serangan itu datang secara mendadak. Aliran energi penuh kenegatifan melesat ke arah mereka dengan kecepatan tinggi. Tidak hanya sangat cepat, bahkan kekuatannya pun tidak bisa diperkirakan karena saking kuatnya—hal ini terlihat karena saat energi itu melesat, area yang dilewatinya langsung terbelah secara paksa seperti legenda muse dalam sejarah, seolah-olah ada tekanan kuat dan tidak bisa dihindari.

Kekuatan itu melesat—menyerang— ke arah mereka bertiga. Orion yang berdiri di depan Eli
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   63. Super Volkano Meletus

    Semburat jingga di langit menyebar ke penjuru arah, membaur dan menggantikan birunya langit seiring dengan matahari yang kini telah bergeser kedudukannya ke ufuk barat. Lukisan alam tersebut tampak begitu jelas, indah, dan memukau. Semua orang tampak menikmatinya, terutama setelah pertarungan yang menegangkan dengan salah satu monster penguasa lautan yang terkenal sangat ganas dan mematikan. Mereka memiliki emosi seperti orang yang baru saja kabur dari maut.Angin laut berhembus semilir, menyapu wajah dan rambut semua orang. Hembusan lembut membawa aroma asin dari air laut itu meniup kepenatan yang diakibatkan oleh ketegangan beruntun yang mereka alami hari ini. Karena kelegaan sementara itu, beberapa orang seperti Archie, Lara, dan Noah pun langsung jatuh terduduk di lantai perahu, bahkan ketiganya kelihatan sekali ingin tiduran untuk melupakan perasaan horor barusan.“Aku bisa melihat sebuah pulau di kejauhan!” seru Kapten Hills.Suara menggelegar milik sang kapten membuat ketiga an

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   62. Monster Yang Familiar

    Langit yang awalnya berwarna jingga kini berubah warna, menjadi mendung gelap dengan petir muncul beberapa kali. Angin laut berembus kencang, kemudian ombak laut bergejolak jauh lebih kuat ketimbang sebelumnya—membuat perahu yang ditumpangi oleh kelompok Orion terombang-ambing di tengah lautan meskipun Kapten Enzo telah berusaha untuk mengendalikan perahu tersebut.Badai telah datang. Dan dari penampakannya, badai tersebut begitu besar.Pilar-pilar raksasa yang merupakan tentakel Kraken menyembul dan bersembunyi di laut sebelum muncul lagi, lalu kepala besar Kraken yang berukuran kolosal tersebut terus bergerak dengan sepasang mata melotot ke arah Orion yang kini melayang di hadapannya. Kraken, si monster penguasa lautan murka karena satu tentakel raksasanya terpotong menjadi beberapa potongan kecil.Namun, yang membuat Kraken semakin murka adalah orang yang memotong bagian tubuhnya. Orion Black, pemuda berambut hitam dengan sepasang mata emerald tajam dengan pedang kelas mitos di tan

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   61. Apakah Ini Kekuatan Dari Hunter Level A?

    Dari enam puluh persen dan kini mencapai hampir sembilan puluh persen, proses terasimilasi yang dimiliki Harry berjalan sangat cepat, bahkan itu kurang dari seminggu lamanya setelah Orion melihat progresnya melalui sistem yang dimilikinya.Tatapan Orion menerawang dan penuh selidik pada saat yang sama. Dia melihat punggung lebar Harry di mana aura merah darah menyelimutinya. Mana itu begitu pekat, menyelimuti tubuh Harry dari ujung kaki sampai rambut—bahkan Orion yang berdiri tidak jauh dari Harry bisa mencium aroma darah yang sama seperti warnanya. Orion memiliki firasat buruk mengenai ini.Kegilaan, keliaran, serta sifat animalistik asli yang sering ditemukan pada monster semuanya berbaur dalam sosok Harry. Dalam hati Orion khawatir pada kondisi Harry setelah ia keluar dari mode transformasinya tersebut, apakah Harry bisa waras dan disebut sebagai manusia setelah ini? Orion kembali teringat pada dua monster berbentuk kadal raksasa yang sempat ia lawan dan bunuh beberapa waktu lalu, s

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   60. Tentakel Yang Muncul Dari Laut Dalam

    Angin laut berderu keras, aroma asin dari lautan menguar di udara dan membenamkan aroma lainnya yang ada di sana. Adrenalin terus terpacu meskipun tanda bahaya telah mereka lewati, peringatan Orion mengenai tempat itu dipenuhi oleh monster laut tidak pernah mereka abaikan. Perahu motor yang mereka tumpangi terus melaju kencang, bersamaan dengan itu matahari di atas sana mulai bergerak miring dan warna jingga pun perlahan-lahan muncul menghiasi langit yang awalnya berwarna biru.“Kau bercanda?” tanya Orion kepada Noah. Suaranya memecah keheningan setelah dirinya terdiam dalam beberapa saat lamanya.“Tidak, aku serius dengan itu. Aku tidak akan masuk dungeon setelah ini,” sahut Noah dengan cepat dan juga mantap. “Aku lemah dan tidak memiliki pengalaman apa-apa mengenai monster. Demi kesehatan mentalku, aku bersumpah untuk tidak akan masuk dungeon.” Hening. Baik Orion dan orang-orang yang mendengar pembicaraan keduanya pun langsung terdiam untuk kesekian kalinya.Wajah Noah yang sedikit

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   59. 'Kesepakatan' Archie Dan Noah

    WUSSSHHH…SSSSHHHH….Lava pijar kembali disemburkan oleh monster di balik asap tebal sebelum jatuh ke laut. Suara desisan akibat dua elemen yang berbeda itu bertemu pun terdengar jelas, lalu asap tebal kembali muncul dan menutupi jarak pandang—sehingga sosok Leviathan dengan badan besarnya tidak dapat dilihat lagi. Walaupun sosoknya tersembunyi di balik asap tebal, Orion tahu betul kalau monster bertubuh raksasa tersebut tengah mengawasi mereka dari kejauhan.Leviathan mengintai dalam diam. Dia bagaikan sosok pemburu yang dengan sabar mengawasi mangsanya, membiarkan mereka terlarut dalam emosi palsu yang bernama ketenangan, lalu saat mereka menurunkan kewaspadaan dan berpikir mereka telah aman—Leviathan akan langsung menyerang. Hanya Leviathan yang bisa tertawa di akhir cerita.‘Sesuai perkiraan untuk ukuran salah satu pemangsa tertinggi di rantai makanan, Leviathan tengah bermain dengan mangsanya dan sabar menanti,’ pikir Orion. Pemuda itu mengawasi Leviathan dari belakang, matanya me

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   58. Leviathan

    Bayangan besar membelakangi matahari—menutupinya dan menimbulkan ketegangan bagi sekelompok mahasiswa beserta dua instruktur mereka. Percikan air yang terbawa oleh tubuh monster jatuh pada perahu motor di depanya serta permukaan laut di sekitarnya—secara otomatis membuat Orion dan yang lainnya menjadi basah kuyup walaupun mereka terlindungi oleh perisai perak milik Orion.Besar seperti gunung dengan tubuh sepanjang lima puluh meter. Monster laut di hadapan Orion dan kelompoknya berbentuk ikan paus raksasa, warnanya hitam dengan beberapa aksen merah membara layaknya lava dari gunung berapi di sekitar kepalanya. Empat sirip raksasa bergerak di atas permukaan laut, lalu ekornya yang besar dihentak-hentakkan sehingga gelombang laut besar tercipta dan membuat perahu motor itu menjadi semakin tidak stabil.Saat monster berbentuk ikan paus raksasa membuka mulutnya, dua barisan gigi-gigi tajam berukuran besar menjadi pemandangan menyeramkan. Tidak lama kemudian, monster itu menyemburkan lava

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   25. Dungeon Pop-Out

    “AAAAAH… Tolong… Tolong!!!”“Tuhan, aku tidak mau mati di sini…”“AAKKH… AAAKKKHHH!!!!!”Kepanikan, ketakutan, kecemasan, dan emosi negatif lainnya melanda penumpang kereta. Kereta api yang menghilang dalam terow

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   24. Dua Minggu Kemudian

    Universitas Imperial St. Ludwig merupakan universitas negeri nomor satu di Therondia, dan sebagai universitas terkemuka tempat itu selalu memiliki kouta terbatas yang diincar oleh banyak orang, tidak hanya dari kalangan elit bangsawan saja tapi juga dari masyarakat umum. Sudah menjadi rahasia umum

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   23. Kehidupannya Sebagai Pemalas Susah Untuk Dicapai

    Malam itu Mariana mengembuskan napas terakhirnya. Kondisi tubuhnya semakin lama semakin menurun, bahkan dengan penyaluran energi serta penyembuhan dari Dokter Ryan sekalipun tidak bisa membantunya. Nenek Orion tidak bisa bertahan lagi, dan tidak lama kemudian dia memejamkan mata untuk selama-lamany

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   22. Hangat

    Kereta api yang membawa Orion melaju dengan kecepatan tinggi, membelah garis perkotaan dan memasuki terowongan bawah tanah sebelum kemudian keluar dari sana. Hamparan sawah serta pegunungan tidak jauh dari sana menandakan kalau kereta api itu telah keluar dari area urban. Di atas sana senja pun pula

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status