Home / Fantasi / Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat / 62. Monster Yang Familiar

Share

62. Monster Yang Familiar

last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-15 11:10:36

Langit yang awalnya berwarna jingga kini berubah warna, menjadi mendung gelap dengan petir muncul beberapa kali. Angin laut berembus kencang, kemudian ombak laut bergejolak jauh lebih kuat ketimbang sebelumnya—membuat perahu yang ditumpangi oleh kelompok Orion terombang-ambing di tengah lautan meskipun Kapten Enzo telah berusaha untuk mengendalikan perahu tersebut.

Badai telah datang. Dan dari penampakannya, badai tersebut begitu besar.

Pilar-pilar raksasa yang merupakan tentakel Kraken menyemb
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   69. Permintaan Orion

    Petir dan kilat beradu tanpa jeda, cahaya terang serta suara gemelegar menghantam tempat itu tanpa ampun—seolah-olah di sana adalah tempat yang dipergunakan untuk menghukum para pendosa berat. Ketika melihat ke atas, terlihat awan tebal yang tercecar menggantung pada langit merah dan tampak menakutkan. Warna merah langit di atas sana tidak normal karena warnanya semerah darah.Pemandangan itu mirip seperti pemandangan yang tercetak langsung dari film horor, mampu menimbulkan rasa paranoid serta ketakutan pada siapa pun yang melihatnya, namun ketika mereka melihat ke arah aliran sungai magma yang meletup-letup di bawah sana serta banyaknya mayat monster dengan berbagai ukuran digerus habis oleh magma tersebut, pemandangan horor berubah menjadi pemandangan dari akhir dunia.Di tengah-tengah sungai magma yang mengalir dan meletup-letupkan gas beracun, sebuah pulau kecil yang terbentuk dari kumpulan batu pualam kuat terdapat sebuah singgasana batu putih. Singgasana kosong itu membelakangi

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   68. Gelombang Dalam Forum

    Tiga jam berlalu setelah Orion datang dan bertemu langsung dengan Adalbert dalam ruangan di kastil Obsidian. Tiga jam lamanya pula Orion harus berurusan dengan pertanyaan dari Adalbert, baik itu berhubungan dengan apa yang terjadi dalam dungeon maupun tidak, bahkan sang letnan bisa-bisanya menanyakan silsilah keluarga Orion—yang tentu saja tidak Orion jawab. Tidak hanya karena Orion tidak menginginkannya, namun ia sendiri tidak terlalu paham silsilah keluarga Black yang sebenarnya.Seandainya hanya pertanyaan saja yang Adalbert berikan kepada Orion, pemuda itu tidak akan mempermasalahkannya. Namun, lebih dari sekedar pertanyaan dalam bentuk interogasi yang diberikan, sang letnan tidak segan untuk mengeluarkan aura kekuatannya guna memberikan tekanan pada Orion saat dia tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Beruntungnya Orion bukanlah tipe orang mudah terintimidasi. Aura kekuatan yang dimiliki Adalbert memang mengintimidasi, namun semua itu tidak berguna untuk Orion.Apakah aura ke

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   67. Seberapa Kuatnya Orion Black?

    Dua aura yang berbeda berhantaman dengan satu sama lain. Keduanya kuat, sama-sama mengintimidasi, dan terasa seperti dua pukulan tsunami yang beradu. Meskipun aliran kekuatan dalam dua aura itu tampak sama, namun mereka sangat berbeda—di mana yang satunya terasa sangat liar seperti gempuran badai raksasa, sementara yang lainnya terasa tenang seperti raksasa penguasa lubang hitam dalam sebuah galaksi. Pasif, namun memancarkan bahaya yang begitu besar.Tabrakan kekuatan Adalbert dan Orion membuat beberapa cangkir dan teko porselain di atas meja pecah, begitu pula dengan kaca yang terpasang pada jendela bergaya perancis di ruangan itu. Tabrakan dua aura besar dari Hunter kelas tinggi tersebut membuat ruangan yang awalnya tertata rapi menjadi porak-poranda, seolah-olah barusan ada badai besar yang melanda tempat itu.Namun, gempuraan kekuatan yang mereka berikan tidak bertahan lama. Orion menarik auranya, begitu pula dengan Adalbert.Hening menyapa. Keduanya tidak membuka mulut untuk seme

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   66. Undangan Letnan Zimmermann

    “Black, apa kau bisa memberikan penjelasan mengenai apa yang terjadi di dalam dungeon?” Seorang tentara yang memiliki pangkat kapten maju ke depan dan bertanya, kemudian matanya menyapu pada Kapten Hills dan lima orang lainnya yang masih tidak sadarkan diri di sekitar Orion. “Lalu, bagaimana bisa hanya kau sendiri yang tersadar sementara yang lainnya pingsan?”Banyak pasang mata mengarah pada sosok tinggi yang berdiri di antara mereka yang masih pingsan di sana. Dia, Orion Black, bertemu mata dengan sang kapten yang melontarkan pertanyaan padanya. Sepasang mata hijau emerald miliknya jernih, ekspresi wajahnya kalem, dan postur tubuhnya pun tampak rileks seolah-olah bukan dirinyalah yang menjadi fokus utama—selidik—dari para penjaga di sana.Orion mengedipkan matanya untuk sesaat sebelum pemuda itu mengendikkan kedua bahunya, tampak sedikit acuh tak acuh di balik kekaleman yang ia perlihatkan.“Aku akan menjawab semua pertanyaan yang kalian miliki mengenai dungeon yang barusan kami mas

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   65. Selamat Tinggal, Dungeon Yang Mengerikan

    Orion berdiam di tempat. Kedua matanya mengawasi kristal merah yang melayang di hadapannya, namun tatapan matanya tersebut tampak mengambang seperti orang yang tengah berpikir keras. Sebuah kenyataan muncul dalam benaknya, dungeon di Bintang Biru adalah bagian dari Paradis, lalu kristal kunci yang menjadi penyegel dungeon tidak lain dan tidak bukan merupakan pecahan dari batu permintaan.Sosoknya yang tidak bergerak dalam beberapa detik pada akhirnya keluar dari zonanya. Otot-ototnya melemas sebelum disusul dengan helaan napas panjang yang keluar dari mulutnya. Orion mengacak rambut hitamnya. Kedua bahunya melorot sedikit.“….”Tanpa mengucapkan sepatah kata apa pun, Orion mengulurkan tangan ke depan dan berniat untuk mengambil kristal kunci—yang mana akan ia simpan setelahnya dalam ruang penyimpanan. Namun, pergerakannya tersebut terhenti. Kedua mata emeraldnya melirik ke kiri dan ke kanan, ke penjuru arah, menyapu area di sana. Ekspresi di wajah tampan Orion berubah menjadi dingin,

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   64. Altar Dalam Gunung Berapi

    Petir terus menyambar di atas langit. Suara gemuruh dari kejauhan tidak pernah absen untuk menampakkan kehadirannya, disusul kemudian gempa bumi berskala kecil juga muncul beberapa kali sejak gunung satu-satunya di pulau itu mengalami erupsi kecil.Enam dari tujuh orang pengunjung pulau merasa gugup dan takut pada saat yang sama. Meskipun mereka telah menemukan sebuah gua yang letaknya cukup jauh dari pusat letusan dan memilih untuk bermalam di sana, getaran kecil akibat efek erupsi gunung di kejauhan sana masih terasa kuat dan hal ini membuat mereka gugup. Mereka takut kalau gua tempat mereka berlindung akan hancur akibat gempa bumi yang menggoncang area itu.Hari sudah larut malam, namun mereka memutuskan untuk tetap terjaga karena kewaspadaan yang mereka miliki. Meskipun demikian, beberapa dari mereka mulai tumbang satu per satu akibat rasa kantuk yang menyerang. Di samping api unggun yang menyala dalam gua, terlihat Lara, Noah, Archie, dan Orion tidak bisa terjaga lagi. Keempat an

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   6. Setengah Benar

    Setelah pertanyaan itu dilontarkan oleh James, Orion yang menjadi pusat perhatian dari kedua Hunter tidak menunjukkan ekspresi apapun selain ketenangan yang sedari tadi terpasang di wajah tampannya. Bahkan, rasa gugup tidak ditemukan di sana, seolah-olah orang yang mendapat interogasi dari James bu

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   5. Ingatan Orion (2)

    Orion membuka kedua matanya. Langit-langit warna putih di atas sana adalah hal pertama yang Orion lihat ketika ia bangun. Aroma disinfektan yang menyengat menguar di udara —aromanya yang begitu ia kenal menusuk hidung dan membuat Orion mengernyitkan keningnya untuk sesaat. Dia benci aroma disinfekt

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   4. Ingatan Orion (1)

    Berpuluh-puluh pasang mata mengarah pada sosok Orion dan Harry yang barusan keluar dari pintu dungeon. Tatapan yang mengarah pada mereka berdua mencerminkan banyak emosi yang bercampur aduk. Sedih, marah, kecewa, serta penuh tidak terima menjadi satu. Deru tangis yang berasal dari warga sipil yang

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   3. Keluar Dari Dungeon

    Aura yang kuat menyelimuti tubuh Orion. Dia menggunakan kekuatannya untuk memanggil benda yang bersemayam pada bulan merah di atas sana. Awalnya Orion tidak tahu kalau ada sesuatu yang ada di bulan merah ketika pertama kali melihatnya, dia hanya menganggapnya familier saja karena 40% kemiripannya d

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status