Home / Fantasi / Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat / 66. Undangan Letnan Zimmermann

Share

66. Undangan Letnan Zimmermann

last update publish date: 2026-07-14 11:39:05

“Black, apa kau bisa memberikan penjelasan mengenai apa yang terjadi di dalam dungeon?” Seorang tentara yang memiliki pangkat kapten maju ke depan dan bertanya, kemudian matanya menyapu pada Kapten Hills dan lima orang lainnya yang masih tidak sadarkan diri di sekitar Orion. “Lalu, bagaimana bisa hanya kau sendiri yang tersadar sementara yang lainnya pingsan?”

Banyak pasang mata mengarah pada sosok tinggi yang berdiri di antara mereka yang masih pingsan di sana. Dia, Orion Black, bertemu mata d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   66. Undangan Letnan Zimmermann

    “Black, apa kau bisa memberikan penjelasan mengenai apa yang terjadi di dalam dungeon?” Seorang tentara yang memiliki pangkat kapten maju ke depan dan bertanya, kemudian matanya menyapu pada Kapten Hills dan lima orang lainnya yang masih tidak sadarkan diri di sekitar Orion. “Lalu, bagaimana bisa hanya kau sendiri yang tersadar sementara yang lainnya pingsan?”Banyak pasang mata mengarah pada sosok tinggi yang berdiri di antara mereka yang masih pingsan di sana. Dia, Orion Black, bertemu mata dengan sang kapten yang melontarkan pertanyaan padanya. Sepasang mata hijau emerald miliknya jernih, ekspresi wajahnya kalem, dan postur tubuhnya pun tampak rileks seolah-olah bukan dirinyalah yang menjadi fokus utama—selidik—dari para penjaga di sana.Orion mengedipkan matanya untuk sesaat sebelum pemuda itu mengendikkan kedua bahunya, tampak sedikit acuh tak acuh di balik kekaleman yang ia perlihatkan.“Aku akan menjawab semua pertanyaan yang kalian miliki mengenai dungeon yang barusan kami mas

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   65. Selamat Tinggal, Dungeon Yang Mengerikan

    Orion berdiam di tempat. Kedua matanya mengawasi kristal merah yang melayang di hadapannya, namun tatapan matanya tersebut tampak mengambang seperti orang yang tengah berpikir keras. Sebuah kenyataan muncul dalam benaknya, dungeon di Bintang Biru adalah bagian dari Paradis, lalu kristal kunci yang menjadi penyegel dungeon tidak lain dan tidak bukan merupakan pecahan dari batu permintaan.Sosoknya yang tidak bergerak dalam beberapa detik pada akhirnya keluar dari zonanya. Otot-ototnya melemas sebelum disusul dengan helaan napas panjang yang keluar dari mulutnya. Orion mengacak rambut hitamnya. Kedua bahunya melorot sedikit.“….”Tanpa mengucapkan sepatah kata apa pun, Orion mengulurkan tangan ke depan dan berniat untuk mengambil kristal kunci—yang mana akan ia simpan setelahnya dalam ruang penyimpanan. Namun, pergerakannya tersebut terhenti. Kedua mata emeraldnya melirik ke kiri dan ke kanan, ke penjuru arah, menyapu area di sana. Ekspresi di wajah tampan Orion berubah menjadi dingin,

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   64. Altar Dalam Gunung Berapi

    Petir terus menyambar di atas langit. Suara gemuruh dari kejauhan tidak pernah absen untuk menampakkan kehadirannya, disusul kemudian gempa bumi berskala kecil juga muncul beberapa kali sejak gunung satu-satunya di pulau itu mengalami erupsi kecil.Enam dari tujuh orang pengunjung pulau merasa gugup dan takut pada saat yang sama. Meskipun mereka telah menemukan sebuah gua yang letaknya cukup jauh dari pusat letusan dan memilih untuk bermalam di sana, getaran kecil akibat efek erupsi gunung di kejauhan sana masih terasa kuat dan hal ini membuat mereka gugup. Mereka takut kalau gua tempat mereka berlindung akan hancur akibat gempa bumi yang menggoncang area itu.Hari sudah larut malam, namun mereka memutuskan untuk tetap terjaga karena kewaspadaan yang mereka miliki. Meskipun demikian, beberapa dari mereka mulai tumbang satu per satu akibat rasa kantuk yang menyerang. Di samping api unggun yang menyala dalam gua, terlihat Lara, Noah, Archie, dan Orion tidak bisa terjaga lagi. Keempat an

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   63. Super Volkano Meletus

    Semburat jingga di langit menyebar ke penjuru arah, membaur dan menggantikan birunya langit seiring dengan matahari yang kini telah bergeser kedudukannya ke ufuk barat. Lukisan alam tersebut tampak begitu jelas, indah, dan memukau. Semua orang tampak menikmatinya, terutama setelah pertarungan yang menegangkan dengan salah satu monster penguasa lautan yang terkenal sangat ganas dan mematikan. Mereka memiliki emosi seperti orang yang baru saja kabur dari maut.Angin laut berhembus semilir, menyapu wajah dan rambut semua orang. Hembusan lembut membawa aroma asin dari air laut itu meniup kepenatan yang diakibatkan oleh ketegangan beruntun yang mereka alami hari ini. Karena kelegaan sementara itu, beberapa orang seperti Archie, Lara, dan Noah pun langsung jatuh terduduk di lantai perahu, bahkan ketiganya kelihatan sekali ingin tiduran untuk melupakan perasaan horor barusan.“Aku bisa melihat sebuah pulau di kejauhan!” seru Kapten Hills.Suara menggelegar milik sang kapten membuat ketiga an

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   62. Monster Yang Familiar

    Langit yang awalnya berwarna jingga kini berubah warna, menjadi mendung gelap dengan petir muncul beberapa kali. Angin laut berembus kencang, kemudian ombak laut bergejolak jauh lebih kuat ketimbang sebelumnya—membuat perahu yang ditumpangi oleh kelompok Orion terombang-ambing di tengah lautan meskipun Kapten Enzo telah berusaha untuk mengendalikan perahu tersebut.Badai telah datang. Dan dari penampakannya, badai tersebut begitu besar.Pilar-pilar raksasa yang merupakan tentakel Kraken menyembul dan bersembunyi di laut sebelum muncul lagi, lalu kepala besar Kraken yang berukuran kolosal tersebut terus bergerak dengan sepasang mata melotot ke arah Orion yang kini melayang di hadapannya. Kraken, si monster penguasa lautan murka karena satu tentakel raksasanya terpotong menjadi beberapa potongan kecil.Namun, yang membuat Kraken semakin murka adalah orang yang memotong bagian tubuhnya. Orion Black, pemuda berambut hitam dengan sepasang mata emerald tajam dengan pedang kelas mitos di tan

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   61. Apakah Ini Kekuatan Dari Hunter Level A?

    Dari enam puluh persen dan kini mencapai hampir sembilan puluh persen, proses terasimilasi yang dimiliki Harry berjalan sangat cepat, bahkan itu kurang dari seminggu lamanya setelah Orion melihat progresnya melalui sistem yang dimilikinya.Tatapan Orion menerawang dan penuh selidik pada saat yang sama. Dia melihat punggung lebar Harry di mana aura merah darah menyelimutinya. Mana itu begitu pekat, menyelimuti tubuh Harry dari ujung kaki sampai rambut—bahkan Orion yang berdiri tidak jauh dari Harry bisa mencium aroma darah yang sama seperti warnanya. Orion memiliki firasat buruk mengenai ini.Kegilaan, keliaran, serta sifat animalistik asli yang sering ditemukan pada monster semuanya berbaur dalam sosok Harry. Dalam hati Orion khawatir pada kondisi Harry setelah ia keluar dari mode transformasinya tersebut, apakah Harry bisa waras dan disebut sebagai manusia setelah ini? Orion kembali teringat pada dua monster berbentuk kadal raksasa yang sempat ia lawan dan bunuh beberapa waktu lalu, s

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   48. Teori Ruang Dan Waktu

    Hari itu Orion makan siang bersama dengan Ethan dan putrinya berjalan dengan lancar. Mereka menikmati hidangan yang telah Ethan pesan sembari mengobrol, sesekali Sophie menambahkan warna dengan menceritakan kesehariannya kepada Orion. Makan siang mereka bertiga sangat harmonis, Orion menikmatinya me

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   43. Pemandangan Berdarah Yang Orion Ciptakan

    Setelah tiba di kamar asrama yang ada di gedung asrama A beberapa jam lalu, harus Orion akui kalau ia merasa puas dengan kondisi tempat yang akan dijadikannya sebagai tempat tinggal selama dua minggu ke depan. Asrama yang diperuntukkan oleh keluarga bangsawan memang berbeda dengan asrama pada umumn

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   36. Sangat Lezat, Aku Ingin Lebih

    “Keberadaanmu adalah sebuah kesalahan. Aku tidak seharusnya melahirkan dirimu ke dunia ini. Aku menyesal tidak membunuhmu saat kau masih berada dalam perutku!!” Seorang wanita bergaun putih berteriak dengan histerisnya ke arah anak laki-laki yang berdiri tidak jauh darinya. Wanita itu sebenarnya c

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   35. Tiga Matahari Misterius

    ‘Patung adalah benda mati dan mereka tidak mungkin hidup, kecuali kalau mereka merupakan monster batu yang memang tubuhnya terbuat dari batu. Tapi, tidak mungkin patung kelinci sialan ini adalah monster batu ‘kan!’ Orion melihat bagaimana Leo terpelanting tidak berdaya setelah patung berkepala kel

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status