Share

4. Ingatan Orion (1)

Penulis: Skyler Artemis
last update Tanggal publikasi: 2024-10-08 23:28:48

Berpuluh-puluh pasang mata mengarah pada sosok Orion dan Harry yang barusan keluar dari pintu dungeon. Tatapan yang mengarah pada mereka berdua mencerminkan banyak emosi yang bercampur aduk. Sedih, marah, kecewa, serta penuh tidak terima menjadi satu. Deru tangis yang berasal dari warga sipil yang kehilangan anggota keluarganya dalam dungeon pun kembali pecah. Suaranya begitu berisik.

Kekacauan terjadi. Tidak sedikit dari mereka semakin ingin bergerak mendekat —memaksa barikade yang dibentuk oleh grup orang berpakaian hitam mundur dan memberikan jalan kepada mereka. Yang mereka lakukan tentu akan berhasil kalau bukan karena orang-orang berpakaian serba hitam yang menjaga portal dungeon sangat kuat dan memaksa mereka untuk diam di tempat. Orang-orang berpakaian hitam melindungi dua remaja laki-laki itu di belakang tubuh mereka.

“Katakan padaku… apakah kau melihat ayahku? Katakan padaku?!!!”

“Aku ingin kakakku kembali. Kumohon, Tuan muda, beritahu kami kebenarannya!”

Teriakan demi teriakan yang penuh akan tuntutan terus terdengar. Orion yang masih berdiri di belakang orang-orang berpakaian serba hitam tetap bergeming di tempat, dia melihat pemandangan yang tersaji di hadapannya dengan tatapan mata dingin, bahkan emosi yang terpatri di wajah tampannya masih mengisyaratkan ketenangan yang ia miliki. Rasanya seperti dewa yang berada dalam puncak tinggi tengah mengawasi mortal di bawanya tanpa penuh perasaan.

“Orion, mereka adalah anggota keluarga dari tim ekspedisi yang menjelajahi dungeon,” gumam Harry. Suaranya terdengar begitu lemah, bahkan beberapa kali ia berjengit karena lukanya terbuka akibat pergerakan yang dilakukannya. “Mereka… terlihat marah.”

Berbeda dengan Orion yang masih tenang seperti pohon besar yang diam di tempat ketika diterpa oleh angin, Harry terlihat begitu gugup dengan wajah pucatnya.

“Wajar mereka marah, orang yang mereka tunggu tidak akan pernah kembali dari dungeon.” Orion mengedarkan pandangannya ke sekeliling, lalu dia mengambil napas dalam-dalam seraya mengalihkan perhatiannya.

“Untuk selamanya mereka tidak akan pernah kembali,” imbuhnya lagi, dia memberikan penegasan terhadap perkataannya barusan.

Orion menggelengkan kepalanya, dia teringat pada tumpukan mayat yang ia lihat dalam dungeon ketika tiba di dunia ini. 75% kondisi dari mayat dalam dungeon sebelumnya tidak sempurna, mereka termutilasi. Dan kemungkinan besarnya, beberapa dari mereka telah berakhir dalam perut sekawanan manusia serigala yang menyerang mereka. Walaupun manusia serigala masih masuk dalam kategori kelas rendah dari keseluruhan monster yang pernah Orion lihat, hal ini tidak memungkiri kalau manusia serigala adalah monster yang ganas dan berbahaya. Mereka juga memangsa manusia.

“Yang membuatku penasaran, bagaimana mungkin warga sipil bisa mengerumuni lokasi di mana portal dungeon muncul? Bukankah itu sangat berbahaya.” Orion menghela napas kecil, matanya terpejam sesaat sebelum kembali terbuka —dia mengusir rasa lelah yang diakibatkan karena pertarungan kecil di dalam dungeon. Tubuh yang Orion gunakan sangat lelah, benar-benar berbeda dengan tubuhnya sendiri.

Sebelum Harry bisa memberikan jawaban, pria berjas hitam yang merupakan ketua dari penjaga portal yang menyambut mereka berdua, terlebih dahulu menjawab keraguan yang Orion lontarkan.

“Walaupun dungeon yang ada di Desa Elk dikategorikan sebagai dungeon kelas C, pihak NTH segera mengambil alih situasi dan memastikan tidak ada warga sipil yang mendekat kurang dari dua puluh meter dari portal dungeon.”

Harry yang berada di samping Orion juga memberikan anggukan kecil, membenarkan ucapan dari pria berpakaian hitam tersebut. “Sudah menjadi pengetahuan umum bagi masyarakat di Therondia kalau warga sipil dilarang mendekati portal dungeon. Kondisi portal dungeon sangat labil, kita tidak tahu apakah monster akan muncul dari dalam dungeon atau tidak.”

Orion mengerti setelah mendapatkan penjelasan singkat dari keduanya. Walaupun merasa penasaran dengan hal yang asing seperti portal dungeon dan lain sebagainya, warga sipil di tempat ini memiliki pengetahuan dasar untuk tidak datang mendekati portal dungeon. Kelihatannya orang yang tinggal dunia ini sudah beradaptasi dengan baik dengan fenomena aneh seperti kemunculan dungeon maupun monster yang berbahaya, mereka telah mengetahui apa yang harus dilakukan ketika melihat portal dungeon muncul di dekat mereka.

Dia teringat akan kata-kata si pria berpakaian hitam. NTH. Apakah itu singkatan dari organisasi yang menaungi orang-orang berpakaian serba hitam yang mirip agen rahasia?

Sebelum Orion sempat bertanya mengenai NTH di mulut pria berpakaian hitam, perhatiannya teralihkan karena suara keras yang terdengar tidak jauh dari sana.

“Minggir… minggir… tim medis mau lewat!!” Suara keras dari belakang kerumunan warga sipil terdengar.

Hampir semua orang yang ada di lokasi itu langsung menoleh ke arah sumber suara berada. Bersamaan dengan itu, suara sirine khas dari mobil ambulans terdengar mendekat, lalu kerumunan warga sipil yang ada di sana dipaksa untuk memberikan jalan kepada tim medis yang akhirnya tiba. Untuk berjaga-jaga agar warga sipil yang tengah berkerumun tidak mengambil kesempatan untuk datang mendekat, orang-orang berpakaian hitam semakin mengeratkan barikade pengaman di sisi kiri dan kanan jalan —di depan barisan warga sipil.

Sebuah mobil ambulans berhenti di depan kerumunan banyak orang. Ketika bagian belakang mobil ambulans terbuka, tiga orang tim medis keluar dari dalam dengan membawa tandu ambulans bersama mereka. Ketiganya berjalan mendekat ke arah Orion dan Harry.

“Tuan Welsh, tim medis sudah datang. Kau bisa pergi bersama mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan pertama,” ujar pria berpakaian hitam.

Orion menyerahkan Harry kepada tim medis. Dia melihat bagaimana mereka membaringkan Harry di atas tandu ambulans lalu mendorongnya masuk ke dalam ambulans. Orion tidak bergerak untuk mengikuti mereka, dia masih diam di tempat dengan kedua mata yang mengamati mereka dari belakang. Tatapannya begitu tenang, tidak berombak maupun terpengaruh oleh apapun.

“Anak muda, sebaiknya kau ikut bersama tim medis. Bukankah kau juga terluka parah setelah keluar dari dungeon?” Si pria berpakaian hitam kembali mendekati Orion, dia memberikan saran padanya. “Kami akan mengunjungimu nanti untuk meminta keterangan mengenai apa saja yang terjadi di dalam dungeon yang muncul di Desa Elk.”

Mata Orion mengarah padanya. Dia tidak menolak saran yang sang pria berpakaian hitam berikan padanya.

Setelah menimbang-nimbang nilai positif dan negatif, kelihatannya lebih baik Orion mengikuti Harry untuk pergi ke rumah sakit. Dia melihat ke arah kerumunan warga yang ingin menerobos barikade dengan paksa di depan sana. Ekspresi mereka terlihat ingin mengoyak tubuh Orion, memaksanya untuk memberikan penjelasan —bahkan Orion bisa melihat kalau mereka bisa melakukan kekerasan apabila Orion tidak mengikuti kemauan mereka.

Seraya mengembuskan napas panjang, Orion pun memberikan anggukan setuju. Dengan perlindungan yang pria berpakaian hitam itu berikan, Orion pun dapat melewati kerumunan warga sipil dan naik ke mobil ambulans dengan aman. Di dalam mobil ambulans, Orion melihat semua tim medis di sana sibuk menangani Harry yang benar-benar membutuhkan pertolongan pertama.

Wajah Harry pucat pasi, bibirnya membiru, dan keningnya pun berkerut karena tengah menahan rasa sakit yang luar biasa. Tidak sekalipun Harry membuka mata ketika tim medis menanganinya, bahkan Harry masih dalam posisi yang sama saat Orion duduk di samping tandu ambulans di mana Harry berada.

“Dia langsung tidak sadarkan diri begitu kami menaikkannya dalam ambulans. Sepertinya adrenalin yang membuatnya terjaga sudah menghilang, sehingga pasien ini langsung pingsan karena kondisinya yang tidak baik,” kata salah seorang tim medis. Dia memberitahu Orion karena menganggap pemuda itu adalah teman baik pasien.

Harry kehilangan banyak darah, jadi wajar kalau pemuda itu tidak sadarkan diri. Hanya adrenalin tinggi karena berada dalam situasi seperti di dungeon barusan membuat Harry memaksakan diri untuk tetap terjaga. Dan begitu dia keluar dari dungeon, tubuh Harry yang sudah lemah membuatnya tidak lagi bisa terjaga seperti semula.

“Apa kau terluka? Aku akan memeriksamu,” lanjut si anggota tim medis.

“Aku tidak terluka parah, hanya merasa lelah saja. Aku akan duduk di sini dan menunggu,” balas Orion. Dia menolak tawaran yang diberikan oleh tim medis untuk memeriksa kondisinya.

“Tapi bajumu bersimbah darah begitu, kau pasti terluka parah,” tunjuk tim medis lagi. Dia memberikan tatapan ragu kepada Orion.

Orion menggelengkan kepala, lalu dia tersenyum ke arah si tim medis yang masih terlihat kurang yakin terhadap dirinya.

“Ini semua bukan darahku. Aku tidak terluka sama sekali,” tandas Orion.

“Kau pasti Hunter yang kuat sampai tidak terluka ketika keluar dari dungeon,” celetuk anggota tim medis lainnya yang mendengar percakapan di antara mereka berdua.

“Aku bukan Hunter yang kuat. Aku tidak terluka karena sedari awal aku bersembunyi sehingga monster tidak menemukanku,” ungkap Orion seraya melambaikan tangan kanan untuk memberikan penegasan yang menolak ucapan si tim medis. Dia berbohong dengan wajah yang datar, sehingga orang-orang tidak tahu apakah yang dia katakan adalah sebuah kebenaran atau kebohongan.

Mendengar pengakuan itu, ekspresi para tim medis dalam mobil ambulans berubah. Mereka menghiraukan Orion dan kembali melakukan pekerjaan masing-masing untuk memeriksa Harry yang masih tidak sadarkan diri.

Orion menghiraukan tatapan penuh cemooh dan rasa bosan yang mereka miliki. Dia membuat nyaman dirinya di tempat dengan kedua tangan bertumpu di atas pangkuan. Kepalanya yang sedikit berat dimiringkan, Orion menyandarkan bahunya pada dinding besi mobil ambulans, tidak lama kemudian dia memejamkan kedua mata.

Tidak berselang lama setelah itu, sebuah ingatan dalam jumlah besar muncul dalam benak Orion. Ingatan itu diputar secara paksa dan tidak bisa dihentikan. Jumlahnya yang besar membuat kepala Orion berdenyut keras, lalu pandangannya menggelap dan membuatnya tidak sadarkan diri untuk sesaat kemudian.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   66. Undangan Letnan Zimmermann

    “Black, apa kau bisa memberikan penjelasan mengenai apa yang terjadi di dalam dungeon?” Seorang tentara yang memiliki pangkat kapten maju ke depan dan bertanya, kemudian matanya menyapu pada Kapten Hills dan lima orang lainnya yang masih tidak sadarkan diri di sekitar Orion. “Lalu, bagaimana bisa hanya kau sendiri yang tersadar sementara yang lainnya pingsan?”Banyak pasang mata mengarah pada sosok tinggi yang berdiri di antara mereka yang masih pingsan di sana. Dia, Orion Black, bertemu mata dengan sang kapten yang melontarkan pertanyaan padanya. Sepasang mata hijau emerald miliknya jernih, ekspresi wajahnya kalem, dan postur tubuhnya pun tampak rileks seolah-olah bukan dirinyalah yang menjadi fokus utama—selidik—dari para penjaga di sana.Orion mengedipkan matanya untuk sesaat sebelum pemuda itu mengendikkan kedua bahunya, tampak sedikit acuh tak acuh di balik kekaleman yang ia perlihatkan.“Aku akan menjawab semua pertanyaan yang kalian miliki mengenai dungeon yang barusan kami mas

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   65. Selamat Tinggal, Dungeon Yang Mengerikan

    Orion berdiam di tempat. Kedua matanya mengawasi kristal merah yang melayang di hadapannya, namun tatapan matanya tersebut tampak mengambang seperti orang yang tengah berpikir keras. Sebuah kenyataan muncul dalam benaknya, dungeon di Bintang Biru adalah bagian dari Paradis, lalu kristal kunci yang menjadi penyegel dungeon tidak lain dan tidak bukan merupakan pecahan dari batu permintaan.Sosoknya yang tidak bergerak dalam beberapa detik pada akhirnya keluar dari zonanya. Otot-ototnya melemas sebelum disusul dengan helaan napas panjang yang keluar dari mulutnya. Orion mengacak rambut hitamnya. Kedua bahunya melorot sedikit.“….”Tanpa mengucapkan sepatah kata apa pun, Orion mengulurkan tangan ke depan dan berniat untuk mengambil kristal kunci—yang mana akan ia simpan setelahnya dalam ruang penyimpanan. Namun, pergerakannya tersebut terhenti. Kedua mata emeraldnya melirik ke kiri dan ke kanan, ke penjuru arah, menyapu area di sana. Ekspresi di wajah tampan Orion berubah menjadi dingin,

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   64. Altar Dalam Gunung Berapi

    Petir terus menyambar di atas langit. Suara gemuruh dari kejauhan tidak pernah absen untuk menampakkan kehadirannya, disusul kemudian gempa bumi berskala kecil juga muncul beberapa kali sejak gunung satu-satunya di pulau itu mengalami erupsi kecil.Enam dari tujuh orang pengunjung pulau merasa gugup dan takut pada saat yang sama. Meskipun mereka telah menemukan sebuah gua yang letaknya cukup jauh dari pusat letusan dan memilih untuk bermalam di sana, getaran kecil akibat efek erupsi gunung di kejauhan sana masih terasa kuat dan hal ini membuat mereka gugup. Mereka takut kalau gua tempat mereka berlindung akan hancur akibat gempa bumi yang menggoncang area itu.Hari sudah larut malam, namun mereka memutuskan untuk tetap terjaga karena kewaspadaan yang mereka miliki. Meskipun demikian, beberapa dari mereka mulai tumbang satu per satu akibat rasa kantuk yang menyerang. Di samping api unggun yang menyala dalam gua, terlihat Lara, Noah, Archie, dan Orion tidak bisa terjaga lagi. Keempat an

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   63. Super Volkano Meletus

    Semburat jingga di langit menyebar ke penjuru arah, membaur dan menggantikan birunya langit seiring dengan matahari yang kini telah bergeser kedudukannya ke ufuk barat. Lukisan alam tersebut tampak begitu jelas, indah, dan memukau. Semua orang tampak menikmatinya, terutama setelah pertarungan yang menegangkan dengan salah satu monster penguasa lautan yang terkenal sangat ganas dan mematikan. Mereka memiliki emosi seperti orang yang baru saja kabur dari maut.Angin laut berhembus semilir, menyapu wajah dan rambut semua orang. Hembusan lembut membawa aroma asin dari air laut itu meniup kepenatan yang diakibatkan oleh ketegangan beruntun yang mereka alami hari ini. Karena kelegaan sementara itu, beberapa orang seperti Archie, Lara, dan Noah pun langsung jatuh terduduk di lantai perahu, bahkan ketiganya kelihatan sekali ingin tiduran untuk melupakan perasaan horor barusan.“Aku bisa melihat sebuah pulau di kejauhan!” seru Kapten Hills.Suara menggelegar milik sang kapten membuat ketiga an

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   62. Monster Yang Familiar

    Langit yang awalnya berwarna jingga kini berubah warna, menjadi mendung gelap dengan petir muncul beberapa kali. Angin laut berembus kencang, kemudian ombak laut bergejolak jauh lebih kuat ketimbang sebelumnya—membuat perahu yang ditumpangi oleh kelompok Orion terombang-ambing di tengah lautan meskipun Kapten Enzo telah berusaha untuk mengendalikan perahu tersebut.Badai telah datang. Dan dari penampakannya, badai tersebut begitu besar.Pilar-pilar raksasa yang merupakan tentakel Kraken menyembul dan bersembunyi di laut sebelum muncul lagi, lalu kepala besar Kraken yang berukuran kolosal tersebut terus bergerak dengan sepasang mata melotot ke arah Orion yang kini melayang di hadapannya. Kraken, si monster penguasa lautan murka karena satu tentakel raksasanya terpotong menjadi beberapa potongan kecil.Namun, yang membuat Kraken semakin murka adalah orang yang memotong bagian tubuhnya. Orion Black, pemuda berambut hitam dengan sepasang mata emerald tajam dengan pedang kelas mitos di tan

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   61. Apakah Ini Kekuatan Dari Hunter Level A?

    Dari enam puluh persen dan kini mencapai hampir sembilan puluh persen, proses terasimilasi yang dimiliki Harry berjalan sangat cepat, bahkan itu kurang dari seminggu lamanya setelah Orion melihat progresnya melalui sistem yang dimilikinya.Tatapan Orion menerawang dan penuh selidik pada saat yang sama. Dia melihat punggung lebar Harry di mana aura merah darah menyelimutinya. Mana itu begitu pekat, menyelimuti tubuh Harry dari ujung kaki sampai rambut—bahkan Orion yang berdiri tidak jauh dari Harry bisa mencium aroma darah yang sama seperti warnanya. Orion memiliki firasat buruk mengenai ini.Kegilaan, keliaran, serta sifat animalistik asli yang sering ditemukan pada monster semuanya berbaur dalam sosok Harry. Dalam hati Orion khawatir pada kondisi Harry setelah ia keluar dari mode transformasinya tersebut, apakah Harry bisa waras dan disebut sebagai manusia setelah ini? Orion kembali teringat pada dua monster berbentuk kadal raksasa yang sempat ia lawan dan bunuh beberapa waktu lalu, s

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   48. Teori Ruang Dan Waktu

    Hari itu Orion makan siang bersama dengan Ethan dan putrinya berjalan dengan lancar. Mereka menikmati hidangan yang telah Ethan pesan sembari mengobrol, sesekali Sophie menambahkan warna dengan menceritakan kesehariannya kepada Orion. Makan siang mereka bertiga sangat harmonis, Orion menikmatinya me

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   36. Sangat Lezat, Aku Ingin Lebih

    “Keberadaanmu adalah sebuah kesalahan. Aku tidak seharusnya melahirkan dirimu ke dunia ini. Aku menyesal tidak membunuhmu saat kau masih berada dalam perutku!!” Seorang wanita bergaun putih berteriak dengan histerisnya ke arah anak laki-laki yang berdiri tidak jauh darinya. Wanita itu sebenarnya c

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   35. Tiga Matahari Misterius

    ‘Patung adalah benda mati dan mereka tidak mungkin hidup, kecuali kalau mereka merupakan monster batu yang memang tubuhnya terbuat dari batu. Tapi, tidak mungkin patung kelinci sialan ini adalah monster batu ‘kan!’ Orion melihat bagaimana Leo terpelanting tidak berdaya setelah patung berkepala kel

  • Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat   27. Wajah Garang Tapi Hatinya Hello Kitty

    Orion tahu orang ini. Atau lebih tepatnya dia tahu nama Hunter Leo.Di dunia di mana Hunter adalah profesi penting dan mendominasi, menjadi Hunter kelas A pastinya menjadi banyak incaran dari guild-guild terkenal baik itu di dalam maupun luar negeri. Leo sang penyihir bukanlah sebuah pengecualian,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status