Share

Bab 2

Author: Zara Zayana
Sambil berjalan, Allea berkata, "Kalau kalian terus buat keributan, aku akan lapor polisi."

Saat menutup pintu menuju tangga, dia masih sempat mendengar suara tangisan Mona yang melengking. "Allea, dasar anak nggak tahu balas budi! Kamu pasti bakal kena balasannya!"

Allea memejamkan mata dan menarik napas panjang.

Tidak. Bukan dia yang akan menerima balasannya. Merekalah yang akan menerimanya.

Setelah sampai di rumah, Allea menendang sepatu hak tingginya hingga lepas, lalu merebahkan diri di sofa sambil menghela napas. Dia tidak bisa terus tinggal di sini. Kalau tidak, pasangan itu akan terus datang mengganggunya.

Alisnya berkerut. Kepalanya dipenuhi rasa kesal dan lelah.

Ponselnya kembali berdering. Nomor asing dari wilayah lokal.

"Halo?"

"Halo, Bu Allea. Saya Rayford Ghani. Kalau Anda berkenan, saya ingin bertemu dengan Anda."

Rayford. Pemegang kendali Keluarga Ghani. Tokoh legendaris di dunia bisnis Kota Suraka. Ayah angkat Rayzel.

Untuk apa pria itu mencarinya?

Usia Rayford dan Rayzel hanya terpaut sepuluh tahun. Mereka memang berstatus ayah dan anak angkat, tetapi Rayzel tetap merupakan anggota Keluarga Ghani.

Allea sendiri tidak memahami detail hubungan mereka. Dia mencoba mengingat kembali bagaimana Rayzel pernah menggambarkan Rayford. Dingin, sulit ditebak, tidak tertarik pada urusan asmara, kaku, tegas dan tanpa ampun dalam mengambil tindakan.

Orang dengan kekuasaan setinggi itu bukan seseorang yang bisa dia singgung. Bahkan, rasanya dia tidak berhak untuk menolak.

Mereka bertemu di sebuah klub privat. Rayford duduk di dekat jendela. Dia mengenakan setelan abu-abu gelap. Kancing kemejanya terpasang rapi tanpa cela.

Pria itu tampak lebih muda dibandingkan foto-fotonya di majalah. Namun, juga jauh lebih mengintimidasi.

Wajahnya tegas dan tampan, garis rahangnya tajam. Di pangkal hidungnya bertengger kacamata tanpa bingkai. "Bu Allea, silakan duduk."

Allea duduk di seberangnya dan berusaha menenangkan diri. "Ada urusan apa Anda ingin bertemu dengan saya, Pak Rayford?"

"Kamu sudah putus dengan Rayzel."

Allea mengangkat alis. Dia merasa sudah bisa menebak tujuan pertemuan ini. Sama seperti kebanyakan orang tua dari keluarga kaya. Takut anak mereka terus diganggu mantan kekasih, lalu datang sendiri untuk membereskan masalah sampai tuntas.

"Benar."

"Kalau Pak Rayford cari saya karena khawatir saya akan terus mengganggu Rayzel, Anda bisa tenang. Saya dan Rayzel sudah nggak ada hubungan apa pun lagi. Mulai sekarang juga nggak akan ada keterlibatan apa pun di antara kami."

Rayford menatapnya. Sorot matanya begitu dalam hingga sulit ditebak.

"Bu Allea, saya datang bukan karena dia. Saya punya sebuah usulan. Gimana kalau Bu Allea menikah dengan saya?"

Allea mengira pendengarannya bermasalah. "Pak Rayford, lelucon seperti itu nggak lucu."

Rayford mengeluarkan sebuah dokumen, lalu mendorongnya ke depan Allea. "Aku nggak lagi bercanda. Ini adalah perjanjian pernikahan yang sudah disusun. Kamu bisa membacanya."

Otak Allea langsung bekerja cepat.

Rayford.

Penguasa sesungguhnya Keluarga Ghani. Pemilik kekayaan bernilai ratusan triliun. Berusia 35 tahun, belum menikah. Pria yang menjadi incaran hampir semua orang di Kota Suraka.

Lalu, pria seperti itu ingin menikahinya? Dengan mantan pacar putra angkatnya yang baru saja diputuskan?

"Kenapa?" tanyanya.

Rayford menyandarkan tubuh ke kursi. "Aku butuh seorang istri. Nenek di rumah terus mendesakku untuk menikah dan kamu sangat cocok. Cerdas, cantik, berpendidikan tinggi, serta memiliki rekam jejak yang sangat baik."

"Selain itu, aku tertarik sama kamu. Aku menghargai kejernihan pikiran dan ambisimu. Kamu tahu bagaimana memanfaatkan semua sumber daya di sekitarmu dengan baik. Saat putus, kamu bahkan bisa membuat mantan pacarmu memberikan 50 miliar dengan suka rela."

"Kamu sangat cocok menjadi Nyonya Ghani."

Jantung Allea berdebar keras. Rayford tahu bahwa alasannya bersama Rayzel tidak semata-mata karena cinta. Dia tahu ambisi dan sisi realistisnya. Dia juga tahu tentang uang perpisahan yang dimintanya.

Rayford melanjutkan, "Nikahi aku. Kamu akan mendapatkan semua yang kamu inginkan. Uang, sumber daya, status, dan kepuasan karena bisa membuat Rayzel menyesal. Sementara aku mendapatkan seorang istri yang cocok dan bisa membuat Nenek tenang."

"Apakah ada batas waktunya?" tanya Allea.

Rayford menjawab tanpa ragu, "Nggak ada. Dalam Keluarga Ghani nggak ada tradisi mengajukan perceraian secara sepihak. Kecuali kalau keinginanmu untuk bercerai benar-benar sangat kuat."

"Gimana kalau ternyata kita nggak cocok?"

Rayford menatapnya. "Kalau begitu, kita menyesuaikan diri."

"Selama kamu menjalankan kewajibanmu sebagai Nyonya Ghani dan tidak menyentuh batas yang kutetapkan, aku akan memberikan rasa hormat dan dukungan yang pantas kamu terima. Untuk urusan perasaan, kita bisa pupuk perlahan-lahan."

"Kewajiban itu mencakup apa saja?" tanya Allea dengan hati-hati.

"Menjadi pasanganku di depan publik. Menghadapi para tetua Keluarga Ghani dan berbagai acara sosial. Lalu ...."

Suara Rayford terhenti sejenak. "Kehidupan suami istri."

"Aku pria normal dan punya kebutuhan biologis. Sebelum menikah, aku bisa menahan diri atau menyelesaikannya sendiri. Tapi setelah menikah, menurutku itu tidak perlu lagi. Aku tidak menerima pernikahan tanpa hubungan suami istri."

"Tapi, usia Bapak 35 tahun, sedangkan saya 25 tahun. Kita terpaut sepuluh tahun." Allea mengingatkannya tentang perbedaan usia itu. Perbedaan usia sering kali membuat dua orang sulit sejalan.

Alis Rayford sedikit terangkat. "Jadi .... Kamu merasa aku sudah terlalu tua? Atau kamu meragukan kemampuanku dalam urusan itu?"

Allea terdiam.

....

Kenapa pembicaraan yang awalnya serius, tiba-tiba berubah menjadi topik yang tidak senonoh?

Rayford menatap rona merah yang perlahan menyebar di pipi Allea. Sorot matanya menjadi semakin sulit ditebak. "Aku sangat sibuk dengan pekerjaan dan sering dinas, jadi jarang ada di rumah."

"Kamu akan punya kebebasan penuh untuk melakukan apa pun yang ingin kamu lakukan. Selain itu, setiap bulan aku akan mentransfer 20 miliar ke rekeningmu. Semua sumber daya Grup Ghani juga akan diprioritaskan untukmu."

"Kamu bisa tetap menjadi arsitek seperti sekarang, atau membuka studiomu sendiri. Terserah kamu."

Mana mungkin Allea tidak tergoda? Siapa pun yang hidup sebagai orang biasa pasti akan terpesona oleh kekayaan sebesar itu. Meski semua ini benar-benar terdengar seperti penipuan.

"Aku butuh waktu untuk pertimbangkan," katanya.

Rayford berdiri. "Tentu. Besok malam aku akan berangkat untuk dinas. Aku akan kembali seminggu kemudian. Saat itu, aku berharap sudah mendapatkan jawabanmu."

Rayford berjalan ke pintu. Namun sebelum keluar, dia berhenti dan menoleh ke arahnya.

"Allea. Apa yang bisa diberikan Rayzel kepadamu, aku bisa memberikannya sepuluh kali lipat. Dan apa yang nggak bisa dia berikan, aku juga bisa memberikannya. Aku harap kamu mempertimbangkannya dengan baik."

Setelah pintu tertutup, Allea membuka dokumen di atas meja. Dia membacanya halaman demi halaman. Setiap klausul ditulis dengan jelas. Syarat-syaratnya sangat menguntungkan.

Pemberian 20 miliar setiap bulan, seluruh sumber daya Grup Ghani akan mendukung perkembangannya, bahkan pendirian studio pribadinya pun akan didukung sepenuhnya. Sedangkan yang harus dia lakukan hanyalah menjadi Nyonya Ghani yang baik dan menjalankan kewajiban sebagai istri.

Allea menutup dokumen itu, lalu memandang ke luar jendela.

Malam sudah sangat larut. Lampu-lampu neon di seberang sungai terus berkelap-kelip bagaikan mimpi. Mimpi gemerlap yang sengaja disiapkan khusus untuknya.

Asalkan Allea menandatangani perjanjian ini, dia bisa benar-benar meninggalkan masa lalunya. Mencapai kebebasan finansial. Melompati batas kelas sosial dan berdiri di puncak Kota Suraka.

Namun, harga yang harus dibayar juga tidak kecil. Dia harus menikahi seorang pria yang sepuluh tahun lebih tua darinya. Pria yang sama sekali tidak dikenalnya. Pria yang secara status adalah ayah angkat mantan pacarnya.

Hubungan seperti ini sejak awal sudah tidak setara.

Perbedaan status, kekuasaan, dan pengalaman hidup. Apakah semua itu sepadan?

Allea teringat wajah kedua orang tuanya sore tadi. Wajah penuh keserakahan yang membuatnya muak.

Dia teringat ekspresi Rayzel di restoran. Ekspresi arogan seolah sedang memberi belas kasihan.

Dia teringat enam tahun terakhir dirinya harus melakukan semuanya dengan waswas. Dia berusaha mati-matian agar bisa menikah ke dalam Keluarga Ghani.

Dia teringat malam-malam lembur hingga tertidur di meja kerja dan bekerja sekeras mungkin. Namun, semua itu tetap tidak mampu menembus batas kelas sosial yang membelenggunya.

Allea sudah muak. Muak harus hidup bergantung pada belas kasihan orang lain. Muak harus selalu membaca ekspresi wajah orang lain. Muak dinilai dan dipilih-pilih oleh mereka yang merasa lebih tinggi.

Kemudian, dia mengambil pena. Untuk terakhir kalinya, dia ragu. Ujung pena menggantung di atas kertas.

Haruskah dia menandatanganinya?

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Dicintai Ugal-ugalan Oleh Ayah Angkat Mantan Pacarku   Bab 100

    Beberapa berkas cahaya senter menyapu ke arah Rayford. Cahaya itu menerangi kabut yang menyelimuti hutan, sekaligus menerangi gadis yang berjalan paling depan.Dia mengenakan jaket gunung, rambutnya diikat ekor kuda tinggi. Wajahnya terciprat sedikit lumpur, tetapi sama sekali tidak terlihat berantakan. Dia justru tampak seperti peri hutan yang tersesat ke dalam rimba.Dialah yang pertama menemukan Rayford."Ada orang di sana!" Allea berseru pelan sambil mempercepat langkah menghampiri. Sorot senternya jatuh ke wajah Rayford yang penuh lumpur. "Pak? Kamu nggak apa-apa?"Rayford ingin menjawab. Namun, lambungnya kembali berkontraksi hebat hingga dia hanya mampu mengerang pelan dan meringkuk makin erat.Gadis itu segera berjongkok. Dia mengamati keadaan Rayford dengan saksama, lalu menyentuh dahinya yang dingin. "Bagian mana yang sakit?"Rayford menjawab dengan susah payah, "Lambung ...."Gadis itu segera membuka kotak P3K kecil miliknya. Dengan bantuan cahaya senter, dia menemukan obat

  • Dicintai Ugal-ugalan Oleh Ayah Angkat Mantan Pacarku   Bab 99

    "Ayo." Rayford seolah tidak menyadari kecanggungan kecil yang dirasakan Allea. Dia menggenggam tangan Allea dan mengajaknya keluar dari hotel.Di tengah perjalanan, Rayford tiba-tiba berkata, "Lima tahun berlalu, Kota Redina sudah banyak berubah.""Kamu pernah ke Kota Redina lima tahun lalu?" tanya Allea."Ya." Tatapan Rayford tampak jauh ke depan."Waktu itu aku membuat kesalahan besar pertama dalam hidupku saat mengambil keputusan. Suasana hatiku sangat buruk, jadi aku datang ke Kota Redina untuk menenangkan diri. Tapi di tengah perjalanan penyakit maagku kambuh, sementara aku nggak membawa obat maag. Bukan kenangan yang menyenangkan."Malam terasa begitu tenang. Jalan berbatu di kawasan kota tua Kota Redina memantulkan cahaya lampu, sementara aroma lembut kue memenuhi udara."Lima tahun lalu?" Allea menoleh ke arahnya dengan sedikit terkejut. "Kebetulan sekali, aku juga datang ke Kota Redina lima tahun lalu. Jurusan kami mengadakan kegiatan melukis lanskap di lahan basah di pinggira

  • Dicintai Ugal-ugalan Oleh Ayah Angkat Mantan Pacarku   Bab 98

    "Sebenarnya bukan murni karena urusan pekerjaan. Yang paling utama, Lucky dan Snow benar-benar terlalu aktif.""Sehari setelah kamu pergi, Snow hampir saja merobohkan ruang kerjaku. Lucky juga ikut buat keributan. Aku benar-benar kewalahan mengurus mereka sendirian."Dia berhenti sesaat, lalu menatap Allea. "Jadi kubawa saja mereka ke sini. Kalau ada kamu, mereka jadi lebih tenang."Alasan itu terdengar masuk akal. Seorang presdir yang setiap hari disibukkan dengan urusan perusahaan dibuat kewalahan oleh dua hewan peliharaan, sampai harus datang mencari sang pemilik yang bisa menenangkan mereka.Meski sedikit memalukan, penjelasan itu masih terdengar logis. Sedangkan soal dia berbohong dengan mengatakan datang untuk urusan pekerjaan ... mungkin itu hanya harga diri seorang pria.Dia tidak ingin mengakui bahwa dirinya tidak sanggup menghadapi dua hewan peliharaan.Allea menatap ekspresi Rayford yang jarang sekali memperlihatkan sisi lemahnya. Kemudian, dia melirik dua hewan berbulu di l

  • Dicintai Ugal-ugalan Oleh Ayah Angkat Mantan Pacarku   Bab 97

    Sebenarnya Rayford hanya merindukan Allea. Dia tidak ingin Axel punya terlalu banyak waktu berduaan dengan Allea. Hanya itu.Pagi berlalu dengan cepat. Rayford membawa Lucky dan Snow ke taman bermain dalam ruangan khusus hewan peliharaan yang disediakan hotel.Lucky bermain sampai kegirangan. Dia berlari ke sana kemari di antara kolam bola dan perosotan.Sementara Snow duduk dengan anggun di menara panjat kucing, memandangi Lucky yang berlarian di bawah dengan tatapan meremehkan. Sesekali dia mengulurkan kaki, menepuk bola mainan yang menggelinding ke arahnya.Rayford duduk di kursi istirahat di samping, memperhatikan mereka. Sesekali dia melempar bola untuk Lucky, lalu memberi sepotong camilan daging kepada Snow.Sore harinya, dia membawa dua hewan itu ke ruang perawatan hewan khusus hotel. Mereka dimandikan dan dikeringkan, bulu mereka disisir, kuku mereka dipotong. Suasana kembali sibuk bukan main.Saat kedua hewan itu sudah selesai, dan Rayford sendiri juga sudah berganti pakaian y

  • Dicintai Ugal-ugalan Oleh Ayah Angkat Mantan Pacarku   Bab 96

    Allea baru saja bangun tidur dan sedang bersiap turun untuk sarapan. Sambil berjalan ke luar pintu, dia mengirim pesan suara kepada Bella."Aku penasaran apa sarapan prasmanan di sini ada susu kedelai dan roti isi goreng. Di rumah aku sudah terbiasa makan itu ...."Akibat berjalan sambil melihat ponsel, dia langsung menabrak seseorang.Allea terkejut dan buru-buru mendongak. Tatapannya langsung bertemu dengan mata Rayford. Matanya membelalak. "Pak Rayford?"Dia sampai mengira dirinya belum benar-benar sadar. Dia mengedipkan mata beberapa kali, tetapi sosok itu masih ada."Kenapa kamu ada di sini?"Tatapan Allea berpindah ke kotak makanan di tangan Rayford, lalu ke Snow yang berada dalam pelukannya, kemudian ke Lucky yang berdiri di dekat kakinya. Setelah itu, dia melihat Axel yang berdiri sedikit di belakang Rayford."Pak Axel?" Allea makin bingung. "Kenapa kalian semua ada di sini?"Melihat ekspresi Allea yang begitu linglung, senyuman tipis melintas di mata Rayford. Dia mengangkat ta

  • Dicintai Ugal-ugalan Oleh Ayah Angkat Mantan Pacarku   Bab 95

    Rayford mematikan laptopnya, lalu menyandarkan tubuh di kursi dan memejamkan mata. Sepertinya ... latar belakang Allea jauh lebih rumit daripada yang dia bayangkan.Namun, karena dia sudah berjanji, dia pasti akan menyelidikinya sampai tuntas. Siapa pun orang tua kandung Allea, apa pun rahasia yang tersembunyi di balik semua itu, dia akan tetap melindungi Allea sebaik mungkin.Hanya saja, untuk saat ini dia harus pergi ke Kota Redina lebih dulu. Setidaknya dia harus terlebih dahulu mengatasi ancaman dari rival cintanya itu.Rayford mengambil ponselnya, lalu mengirim sebuah pesan.[ Lanjutkan penyelidikan. Berapa pun biayanya bukan masalah. Aku ingin daftar seluruh staf Panti Asuhan Sunshine yang pernah merawat Allea 25 tahun lalu beserta keberadaan mereka saat ini. ][ Selidiki juga apakah saat itu pernah ada orang dengan identitas khusus yang datang ke panti asuhan, atau apakah pernah ada donasi maupun bantuan yang asal-usulnya nggak jelas. Perluas penyelidikan ke kota-kota sekitar da

  • Dicintai Ugal-ugalan Oleh Ayah Angkat Mantan Pacarku   Bab 9

    "Ke mana?" tanya Allea."Pilih cincin."Satu jam kemudian, mobil mereka berhenti di depan butik perhiasan mewah paling bergengsi di Kota Suraka. Seorang staf segera menyambut mereka dan mengantar keduanya ke ruang VIP di lantai paling atas."Silakan duduk. Sesuai instruksi Pak Rayford, semuanya suda

  • Dicintai Ugal-ugalan Oleh Ayah Angkat Mantan Pacarku   Bab 4

    Allea akhirnya menghela napas lega.Seorang pelayan mengantarnya ke kamar. Ruangan itu adalah sebuah suite lengkap, terdiri dari kamar tidur, ruang ganti, kamar mandi, dan ruang duduk kecil. Pemandangannya juga luar biasa. Jendela besar menghadap langsung ke danau.Yang membuat Allea terkejut adalah

  • Dicintai Ugal-ugalan Oleh Ayah Angkat Mantan Pacarku   Bab 3

    Seminggu kemudian, mereka bertemu di kantor catatan sipil. Prosesnya berjalan sangat cepat. Dari foto, tanda tangan, kemudian cap resmi. Ketika akta nikah akhirnya berada di tangannya, Allea menatap nama mereka yang tercetak berdampingan dan merasa sedikit linglung.Suara Rayford terdengar di sampin

  • Dicintai Ugal-ugalan Oleh Ayah Angkat Mantan Pacarku   Bab 1

    "Jadi, enam tahun berpacaran ternyata terlalu lama dan Pak Rayzel sudah bosan?"Mendengar pertanyaan wanita itu, Rayzel memutar gelas anggur di tangannya tanpa menunjukkan reaksi yang berarti."Allea, selama enam tahun ini aku membawamu melihat dunia, mengirimmu belajar ke luar negeri, memberimu keh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status