Share

Bab 364

Penulis: Felix Harrington
"Syukurlah!" Ryan mengembuskan napas panjang.

"Kamu menyelesaikannya sendiri." Amanda menambahkan satu kalimat.

"Hah?" Kepala Ryan langsung terasa semakin pusing.

Saat mengatakan itu, Amanda merasa bersalah. Wajahnya memerah. Dia memalingkan wajah, tidak berani menatap Ryan.

"Kamu ada di sampingku waktu itu?" tanya Ryan.

"Jelas nggak mungkin dong!" sahut Amanda. "Aku nunggu di luar mobil!"

"Oh!" Ryan mengangguk, merasa sangat frustrasi.

Dia benar-benar melakukan pekerjaan tangan dalam keadaan setengah sadar. Ini terlalu memalukan.

Namun, tiba-tiba dia merasa ada yang tidak beres. Mobil terlihat sangat bersih dan celananya pun tidak ada bekas apa pun. Ryan bertanya dengan wajah memerah, "Kamu ... bantu beresin nodanya?"

Wajah Amanda semakin merah. Dia merespons asal-asalan, "Aduh, jangan terlalu memperhatikan detail seperti itu! Ayo, kita turun gunung!"

"Hais ...." Ryan hanya bisa menghela napas tak berdaya. Tetap saja dilihat oleh Amanda. Seketika, Ryan merasa sangat malu. Ingin rasany
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 382

    Begitu kalimat itu terucap, suasana langsung menjadi heboh.Intrik dan saling menjatuhkan di dunia kerja memang hal biasa, tetapi perundungan kantor yang begitu terang-terangan ini jelas jarang terjadi."Kenapa kamu memaksa Ryan mengundurkan diri?" tanya Lucya."Aku ... aku ...."Wajah Zio berubah menyakitkan dan cukup lama dia tidak bisa mengeluarkan kata-kata.Semua orang menatapnya dengan cemas. Juno dan para wakil presiden direktur pun tak mengalihkan pandangan darinya sedikit pun."Aku diselingkuhi oleh Ryan!" Zio tiba-tiba menangis tersedu-sedu. "Ryan itu bukan manusia, dia bajingan! Dia memperkosa pacarku, Cathy! Ryan, sialan, aku akan membunuhmu!"Zio menerjang ke arah Ryan dengan histeris. Rekan-rekan di sekitarnya buru-buru menahan. "Tenang!"Zio ditahan oleh beberapa orang. Dia menangis tersedu-sedu. Dengan penuh amarah, dia menunjuk Ryan dan berteriak, "Ryan, kamu melecehkan pacarku! Lalu kamu bilang nggak mau masuk penjara dan memintaku melepaskanmu.""Karena masih menging

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 381

    Di ruang rapat itu, duduk para petinggi perusahaan. Aura yang mereka pancarkan begitu menekan, membuat suasana terasa khidmat sekaligus mencekik."Ketua, Anda memanggil saya?" tanya Ryan dengan wajah tenang."Benar," kata Juno. "Kami sedang rapat dan kebetulan membahas masalahmu. Duduklah.""Oh." Ryan menjawab singkat lalu berjalan ke meja rapat, tetapi mendapati tidak ada kursi yang disiapkan untuknya.Juno memberi isyarat pada sekretaris. "Tambahkan satu kursi untuk Ryan.""Nggak perlu, Ketua. Saya berdiri saja," Ryan tersenyum tipis. "Lagi pula saya juga sebentar lagi akan mengundurkan diri."Begitu kalimat itu keluar, seluruh ruangan langsung gempar.Mengundurkan diri?Namun sedetik kemudian, semua orang memahami maksud Ryan. Jelas, setelah membaca email itu, dia sadar posisinya sudah tidak bisa dipertahankan, jadi memilih untuk angkat tangan lebih dulu.Juno bertanya, "Ryan, apa maksudmu bilang begitu?"Ryan menjawab, "Saya sudah menulis sebuah surat pernyataan. Kebetulan hari ini

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 380

    Ray melirik Larry sekilas lalu berkata dengan nada menyindir, "Ryan itu 'kan orang yang direkomendasikan Pak Larry ke divisi penjualan. Menurut saya, sebaiknya Pak Larry saja yang menyampaikan pendapatnya!"Benar-benar tudingan yang dilemparkan tepat di saat krusial.'Kalau orang yang kamu rekomendasikan bermasalah, jangan harap kamu bisa cuci tangan begitu saja. Ini akibat dari pilihanmu sendiri!'Serangan ini membuat Larry benar-benar tidak siap.Juno pun menoleh ke arah Larry. "Ryan direkomendasikan olehmu?"Dengan terpaksa, Larry menjawab, "Benar, Ketua. Waktu itu Ryan bertugas di wilayah penjualan dan kinerjanya cukup baik. Saya melihat anak muda itu cekatan, ditambah lagi mendengar bahwa dia keturunan keluarga medis, jadi saya ingin memberinya kesempatan. Kami tidak ada hubungan pribadi apa pun, apalagi hubungan keluarga."Larry segera membersihkan dirinya dari segala kemungkinan keterkaitan, sambil membungkus alasan rekomendasinya dengan rapi.Juno mengangguk, lalu berkata, "Bai

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 379

    "Soal Ryan yang melecehkan bawahan di departemen, buktinya sudah jelas. Bu Lucya punya pandangan apa?" tanya Larry.Lucya mengangkat satu tangannya untuk menekan dada, wajahnya tampak sedih saat berkata, "Kalau memang melakukan kesalahan, dia harus menerima hukuman. Menurut Pak Larry, gimana rencananya menangani Ryan?""Soal ini sudah bukan sesuatu yang bisa aku kendalikan," Larry menghela napas. "Sekarang hampir seluruh perusahaan sudah tahu. Sekretaris ketua dewan juga sedang ke sana kemari mencari informasi. Kali ini Ryan membuat masalah yang terlalu besar."Lucya tersenyum pahit sambil menggelengkan kepala. Dia sama sekali tidak bisa memahami bagaimana Ryan bisa melakukan hal seperti itu. Bahkan sampai sekarang, di lubuk hatinya yang paling dalam, dia masih tidak percaya Ryan adalah orang seperti itu.Namun, buktinya sudah ada. Rasanya terlalu menyakitkan. Dadanya terasa seperti diremas kuat hingga terasa sesak."Pak Larry, hari ini aku ingin izin. Badanku terasa kurang sehat," kat

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 378

    Ryan mengerutkan kening dan menghela napas, tetapi tidak mengatakan apa pun. Sekarang memang bukan waktu yang tepat untuk membuka semuanya.Namun justru pada saat ini, Lucya berharap Ryan terus membela diri. Bahkan, dia berharap Ryan membantahnya dengan keras. Berkata bahwa dia sama sekali tidak melakukan semua itu dengan tegas dan penuh keyakinan.Namun, Ryan terus diam.Melihat sikap itu, hati Lucya langsung terasa dingin."Ryan, Ryan ... aku benar-benar nggak menyangka kamu orang seperti ini!" Lucya menggertakkan giginya. Rambutnya sedikit berantakan, matanya dipenuhi amarah. "Baru dapat sedikit kekuasaan saja, kamu sudah mulai main aturan tak tertulis di kantor. Kalau suatu hari kamu jadi wakil presiden direktur atau presiden direktur, apa kamu bahkan nggak akan melepaskanku juga?""Bu Lucya! Mana mungkin aku memanfaatkan posisi terhadap Anda?" kata Ryan."Jadi maksudmu, penampilan dan tubuhku nggak masuk seleramu, begitu?" Lucya menggertakkan gigi, wajahnya memerah karena marah."

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 377

    Dua hari akhir pekan berikutnya, Ryan sama sekali tidak punya waktu untuk beristirahat. Sepanjang hari Sabtu, dia sibuk menerima wawancara dari berbagai media.Terkait kasus virus spiral di Kabupaten Tosa, pihak atasan memberikan berbagai piagam penghargaan kepada Ryan, membuat namanya langsung melambung.Setelah susah payah menyelesaikan rangkaian wawancara, sepanjang hari Minggu Ryan juga tidak sempat bersantai. Dia terlebih dahulu memenuhi undangan Bianca untuk makan malam.Di meja makan, dia juga melakukan panggilan video dengan kakak Bianca, Feliska, sambil berbincang soal kondisi terkini.Sore harinya, Kenny kembali mengajak Ryan ke bar untuk berkumpul bersama teman masa kecilnya, Milea, serta Saskia.Larut malam saat kembali ke tempat tinggalnya, Ryan masih menyempatkan diri menelepon Ivy, yang berada jauh di Amrik, selama kurang lebih satu jam.Ivy mengatakan bahwa pekerjaannya sedang sangat sibuk dan kemungkinan besar tahun ini dia tidak akan pulang. Padahal sebenarnya, Ivy be

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status