Share

Bab 461

Author: Felix Harrington
Ryan berkata, "Kalau aku nggak bisa meraih juara, aku siap menerima hukuman apa pun."

"Heh heh!" Della mencibir dingin. "Kamu harus tahu, kompetisi besar kali ini sangat krusial bagi EPS Group. Kami menyerahkan proyek sepenting ini kepadamu hanya karena sebuah taruhan. Itu adalah bentuk kepercayaan mutlak kami padamu!"

"Kalau kamu mengkhianati kepercayaan itu, jangan salahkan kami kalau bertindak kejam!" Volume suara Della meninggi beberapa desibel. "Kalau nggak raih juara, kamu juga nggak perlu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 589

    Salwa mengerutkan kening. "Jangan sebut Darshen lagi. Aku nggak pernah menyetujui dia menjadi direktur utama."Merly menggigit bibirnya dengan erat. "Kak Darshen jelas-jelas sangat hebat. Ibu saja yang nggak suka dia. Ibu malah memaksaku belajar dari Ryan itu. Memangnya dia siapa?""Diam!" Salwa menatap Merly dengan dingin. "Selama bertahun-tahun di dunia bisnis, hal yang paling kubanggakan adalah kemampuanku menilai orang. Darshen itu bukan orang baik. Sebaiknya kamu putuskan hubungan dengannya. Aku ingin kamu lebih banyak belajar dari Ryan. Kalau bisa, sekalian bangun perasaan. Dia adalah aset potensial yang sangat besar.""Ibu!" Merly panik. "Apa salah Kak Darshen? Dia lulusan doktor luar negeri, punya kemampuan, punya rasa tanggung jawab, dan juga baik hati ....""Cukup! Kamu sudah dicuci otak sama dia!" teriak Salwa, dadanya naik turun karena marah. Akan tetapi, putrinya baru kembali ke tanah air. Jadi, dia juga tidak ingin bersikap terlalu keras terhadap Merly. "Merly, dengarkan

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 588

    Untuk sesaat, Ryan merasa otaknya tidak bisa memproses. 'Perusahaan bernilai ratusan miliar diberikan kepadaku?'Namun setelah tenang, semakin dipikirkan semakin terasa ada yang tidak beres.'Oriental Farma adalah anak perusahaan Waterfall Group. Dia bilang mau memberikannya kepadaku, tapi bagaimana caranya? Apa maksudnya aku disuruh menjadi direktur di sana? Bukankah itu berarti aku tetap bekerja untuk Salwa?'Salwa menangkap keraguan Ryan dan berkata, "Oriental Farma akan aku pisahkan secara mandiri, lalu dialihkan sepenuhnya atas namamu. Perusahaan itu akan benar-benar menjadi milikmu dan nggak ada lagi hubungan apa pun dengan Waterfall Group. Bagaimana?"Ryan benar-benar tertegun.Perusahaan bernilai ratusan miliar diberikan begitu saja? Kenapa rasanya sulit dipercaya?"Kak Salwa, kamu terlalu murah hati. Perusahaan sebesar itu, rasanya aku nggak sanggup menerimanya," kata Ryan dengan halus.Bagaimanapun juga, pengusaha papan atas seperti Salwa tidak mungkin memberikan sesuatu tanp

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 587

    Ryan menghela napas lalu tersenyum. "Kak Laila, kita bicarakan hal yang lebih santai saja."Laila tersenyum manis. "Baik, yang santai saja. Tadi malam aku dan Salwa bertengkar hebat."Ryan terdiam.Itu yang disebut santai?"Kak, kalian bertengkar soal apa?" tanya Ryan.Laila berkata, "Anak angkatnya hampir saja membunuh adikku. Aku nggak menyerangnya saja sudah sangat menahan diri."Hati Ryan terasa hangat. Kakak ini benar-benar membelanya tanpa syarat.Laila mengulurkan tangan dan merapikan rambut Ryan yang jatuh di dahinya, lalu tersenyum. "Ryan, kalau kamu mau membangun perusahaan sendiri, Kakak yang akan berinvestasi. Nggak usah bahas yang lain, hanya dengan paten obat rinitis milikmu itu saja, perusahaanmu bisa langsung melesat kalau aku bantu kelola."Ryan terdiam lagi.Datang lagi.Beberapa hari ini entah sudah berapa banyak orang yang berbicara soal kerja sama dan investasi dengannya. Telinganya sampai hampir kebal."Kak, aku belum benar-benar siap untuk membangun perusahaan se

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 586

    Sonya sebenarnya hanya menunjukkan kepekaan sebagai penyidik kriminal. Dia memang lebih penasaran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan Ryan sebagai pihak yang terlibat.Karena itu, dia bertanya sedikit lebih jauh. Dia tidak menyangka para perawat kecil itu ternyata sedang membahas hal seperti itu.Apalagi ditambah dengan Wency yang blak-blakan, sampai terang-terangan menyebut bagian tubuh pria. Hal itu membuat Sonya sangat canggung di depan para bawahannya.Sonya teringat tadi dia bahkan sempat mengukur dengan jari. Ternyata yang dia ukur adalah milik Ryan ....Seketika, wajahnya tampak merah padam.Dalam situasi seperti ini, dia juga tidak enak mengatakan apa-apa lagi. Dengan wajah masih merah, dia membawa bawahannya pergi.Wency memutar mata melihat punggung Sonya, lalu melambaikan jarinya ke arah Tika. "Kamu sini!""Iya, Kak Wency!""Tahu nggak, membicarakan privasi pasien di rumah sakit itu sangat nggak etis?" Wency menegur dengan tegas."Maaf, Kak Wency!""Kalau terulang lagi, k

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 585

    Setelah berkata demikian, sepasang mata Sonya yang tajam menatap dingin ke arah Wency."Sial, aku nggak paham hukum. Yang aku tahu, nyawa manusia lebih penting dari apa pun!" Wency berdiri tepat di depan Sonya dan tidak mau mundur sedikit pun."Wency, biarkan Inspektur Sonya dan timnya masuk," kata Ryan sambil menarik napas dalam-dalam. Dia tahu momen ini pasti akan datang cepat atau lambat. Setelah menenangkan diri, dia berkata, "Aku akan bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan."Karena Ryan sudah berkata demikian, Wency tidak bisa lagi menghalangi. Dia berbalik keluar dan duduk di bangku panjang di depan pintu. Sonya berjalan mendekat ke sisi ranjang dan bertanya, "Bagaimana kondisi tubuhmu?""Bukan masalah besar," jawab Ryan.Sonya tersenyum tipis. "Bu Bianca bilang kamu sangat berani."Ryan hanya tersenyum tanpa berkata apa-apa."Aku akan menanyakan beberapa pertanyaan. Kamu harus menjawab dengan jujur," kata Sonya."Boleh.""Malam itu, Theo menculik Bianca. Demi menyelamatkann

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 584

    Saat itu, Tika tiba-tiba teringat obat hormon yang tadi dia bawa lupa tertinggal di ruang perawatan, lalu berbalik untuk mengambilnya.Ketika dia mendorong pintu kamar, tepat pada saat itu dia melihat Wency sudah menarik turun seluruh celana pasien Ryan. Dalam sekejap, mata Tika membelalak dan wajahnya penuh ketidakpercayaan. Dia belum pernah melihat pasien dengan tubuh sekekar itu.Di belakangnya, Lucya yang sejak tadi menunggu di depan pintu tidak mengerti kenapa perawat kecil itu tiba-tiba terpaku di sana, sehingga dia juga ikut menoleh ke dalam."Sial!" seru Wency kaget. Dia tidak menyangka Tika tiba-tiba kembali dan Lucya juga ikut melihat ke arah dalam."Tolong tutupi sedikit!"Ryan benar-benar tidak bisa berkata apa-apa. Dia merasa seperti sedang ditelanjangi untuk dipertontonkan."Oh, oh!"Wency buru-buru refleks menutupinya, tetapi kedua tangannya terlalu kecil dan tidak bisa menutupi seluruhnya. Dia segera menarik selimut dan menutup bagian itu. Tika yang berdiri di depan pin

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status