Share

Bab 616

Author: Felix Harrington
Ryan terengah-engah menatap Tony, lalu melangkah ke arahnya.

"Kamu bos Geng Hantu Api, ya?"

"Aku ... aku ...." Tony sampai gagap ketakutan. Dia pernah melihat banyak sekali adegan pertarungan yang besar. Namun, saat ini Ryan memancarkan aura buas dan ganas, seperti pembunuh yang keluar dari lautan darah.

Aura itu membuat bulu kuduk Tony berdiri.

"Kak, kita bisa bicara baik-baik!" ucap Tony akhirnya.

Namun, Ryan tidak menghiraukan permohonannya dan terus mendekat.

Tok. Tok.

Setiap langkah Ryan me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 617

    Detik berikutnya, Ryan menjelaskan, "Memang aku Ryan yang kalian maksud, tapi nggak seheboh cerita kalian. Aku juga nggak membunuh siapa pun ....""Oh, iya, tentu saja Kakak nggak membunuh!" Salah satu yang merasa paling pintar buru-buru menyahut."Benar, Kakak mana mungkin membunuh, itu cuma omongan kalian saja!""Jelas orang itu mati sendiri!" kata satu lagi dengan percaya diri, lalu merasa ada yang janggal dan buru-buru menambahkan, "Pasti dia sendiri yang jatuh ke kolam ikan dan tenggelam, lalu dimakan ikan!"Kerumunan itu tersenyum menyanjung dan sibuk membantu Ryan menutup-nutupi cerita. Ryan hanya bisa tertawa getir. 'Jadi, mereka sama sekali nggak percaya, ya?'Namun, Ryan juga malas menjelaskan lagi. Dia berjalan ke depan Chaziel dan bertanya, "Sakit?""Sakit!" Chaziel mengangguk."Bagaimana dia memukul dan mempermalukanmu tadi, sekarang aku mau kamu balas semuanya," kata Ryan."Baik!" Darah Chaziel kembali mendidih. Dia berdiri dan berkata pada Harry, "Balas!"Beberapa orang

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 616

    Ryan terengah-engah menatap Tony, lalu melangkah ke arahnya."Kamu bos Geng Hantu Api, ya?""Aku ... aku ...." Tony sampai gagap ketakutan. Dia pernah melihat banyak sekali adegan pertarungan yang besar. Namun, saat ini Ryan memancarkan aura buas dan ganas, seperti pembunuh yang keluar dari lautan darah.Aura itu membuat bulu kuduk Tony berdiri."Kak, kita bisa bicara baik-baik!" ucap Tony akhirnya.Namun, Ryan tidak menghiraukan permohonannya dan terus mendekat.Tok. Tok.Setiap langkah Ryan menghantam lantai, suara sepatu itu terdengar di telinga Tony seperti lonceng kematian. Detik berikutnya, Ryan sudah berdiri di depannya."Kak ... Kak!" Tony gemetaran hebat, dia lalu langsung berlutut dan bersujud. "Kak, aku salah, benar-benar salah!"Ryan mencengkeram kerah bajunya dan mengangkatnya hanya dengan satu tangan.Tubuh Tony yang tidak terlalu tinggi, terangkat ke udara dan kedua kakinya menggantung. Wajahnya pucat ketakutan seperti gadis kecil yang naik wahana ekstrem."Aaa! Kak, aku

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 615

    Bahkan Vania pun terpana.Di klub malam sebelumnya, Ryan memang bertarung dengan garang, tetapi tidak sampai sefantastis ini. Sekarang dia benar-benar di luar nalar.Boom!Meja biliar itu menghantam lantai dengan keras dan menimbulkan suara menggelegar. Untung saja orang-orang itu sempat menghindar. Jika sampai tertimpa, tulang mereka pasti hancur.Anggota Geng Hantu Api pun tersentak ketakutan.Melihat sudut meja yang sudah retak dan bola-bola biliar yang berguling ke mana-mana, mereka menarik napas dingin.Orang ini benaran manusia nggak?Saat itu Ryan terengah-engah, matanya pun memerah."Masih anak muda saja nggak belajar yang benar, malah belajar menindas orang? Coba saja kalian tindas aku!" teriak Ryan dengan mata membelalak. "Ayo!"Saat itu Ryan seperti binatang buas yang kelaparan. Kekuatan yang primitif itu membuat semua orang gentar. Anggota Geng Hantu Api memegang pisau dan berhadapan dengannya, tetapi tidak ada yang berani maju.Ryan menghadapi kerumunan di depannya sendiri

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 614

    Tony menyipitkan mata menatap ke arah Ryan dengan tampak sedikit terkejut."Sial? Siapa kamu sebenarnya?"Di belakang Ryan, Vania juga berlari menyusul. Saat melihat Chaziel tergeletak penuh darah di lantai, dia nekat menerobos ke depan."Chaziel!""Minggir!" Beberapa anak buah maju menghalangi Vania."Tunggu!"Tony menatap Vania dengan saksama, lalu tersenyum mesum. "Perempuan ini benar-benar menggoda." Dia lalu melirik Chaziel yang terkapar di tanah. "Ibunya?"Chaziel berteriak pada Vania, "Kenapa kamu datang? Bukannya sudah kubilang jangan ikut campur? Pergi!""Mau pergi? Nggak semudah itu." Tony mencibir. "Pas sekali, satu pacar, satu ibu. Malam ini aku benar-benar beruntung.""Sialan kamu!" Chaziel memaki Tony.Namun, dia hanya bisa memaki. Tubuhnya sudah ditekan kuat ke lantai oleh beberapa anak buah."Chaziel, bukannya biasanya kamu sombong sekali? Sekarang pacarmu dan ibumu ada di tanganku. Aku akan tunjukkan padamu malam ini bagaimana aku mempermainkan ibu dan anak sekaligus,

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 613

    Ryan membantu Vania berdiri, lalu menghela napas. "Di usia seperti dia sekarang, memang sedang masa pemberontakan.""Ryan, kamu nggak tahu. Dulu mereka pernah bentrok dengan Geng Hantu Api. Chaziel terkena beberapa sabetan, bahkan harus menjalani operasi darurat lebih dari sepuluh jam di rumah sakit," kata Vania."Seganas itu?" tanya Ryan. "Kalau begitu, cepat lapor polisi!""Kalau lagi berkelahi, mereka seperti orang yang nggak takut mati dan jumlahnya banyak. Polisi belum tentu bisa menghentikan. Mereka bertarung sampai habis-habisan. Kalau menang masuk penjara, kalau kalah masuk rumah sakit atau langsung mati. Anak itu kalau sudah emosi, nggak mau dengar apa-apa lagi! Harus gimana ini?"Semakin bicara, Vania semakin panik. Dia yang biasanya anggun dan tenang, kini benar-benar merasa cemas. Ryan mengerutkan kening, kilatan dingin melintas di matanya."Kalau anak nggak patuh, memang harus dididik sedikit." Dia pun bertanya, "Kak Vania, kamu tahu di mana Aula Biliar Statue itu?""Tahu,

  • Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster   Bab 612

    Vania sangat membutuhkan sedikit kehangatan dan penghiburan.Malam itu, Vania tidur dengan sangat nyenyak. Seolah kembali ke masa gadisnya, dia kembali dipenuhi berbagai harapan indah terhadap kehidupan. Sementara itu, Ryan benar-benar tersiksa. Dia menahan diri sampai tengah malam, lalu entah kapan akhirnya tertidur.Keesokan paginya, Ryan terbangun oleh suara pertengkaran."Minggir, jangan halangi aku!" Terdengar suara Chaziel."Chaziel, dengarkan penjelasan Ibu!" Vania mencoba menjelaskan."Minggir!" Chaziel mendorong Vania, lalu menendang pintu kamar hingga terbuka. Ryan mengusap matanya yang masih mengantuk dan duduk."Sial? Kalian ... tidur bareng semalam?"Chaziel berdiri di depan pintu dengan tongkat bisbol di tangan, wajahnya penuh keterkejutan.Vania buru-buru menjelaskan, "Chaziel, Ibu nggak membiarkan kamu masuk tadi karena takut kamu salah paham. Kami nggak melakukan apa-apa semalam, nggak seperti yang kamu pikirkan. Kamu percaya Ibu, ya?""Sudah tidur di satu ranjang, kam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status