Terlepas dari kenyataan bahwa Calvin Reed telah menjadi sosok paling ditakuti dan disegani oleh para Dewa Perang kelas dunia, ada satu hal yang membuat hidupnya jauh dari kata 'cukup'. Calvin belum menemukan sosok wanita yang dulu pernah menyelamatkan nyawanya. Perjalanan menemukan sosok wanita tersebut sekaligus mengantarkan Calvin pada penemuan sebuah konspirasi besar yang menyangkut hidupnya. Calvin, Sang Raja dari para Dewa Perang itu pun mulai bertindak menyingkap satu demi satu konspirasi yang selama ini terselubung rapat.
View MoreSetelah memutuskan untuk tinggal di Regal Ridge Villa selama New Moon, Calvin mengirim pesan pada Dahlia Miller.[Aku akan tiba di villa dalam lima belas menit ke depan. Jangan terkejut saat bertemu denganku, aku sedang tak baik-baik saja tetapi hari ini bukan waktu yang tepat untuk bercerita. Kuharap kau akan mengerti keadaanku]Di Regal Ridge Villa, Dahlia membaca pesan dari Calvin Reed dengan gugup. Ia bergegas merapikan kamar, menata ruang tamu, membersihkan dapur dan menyemprotkan wewangian untuk menyambut kepulangan, suaminya. Ia tak begitu memedulikan poin tentang Calvin sedang tak baik-baik saja. Saat ini Dahlia melihat Calvin sebagai sosok dominan dan superior, dan karenanya, ia beranggapan Calvin tak mungkin tidak baik-baik saja.‘Ah, aku harus berdandan cantik untuk menyambut kepulangan Calvin,’ batin Dahlia seraya bergegas ke kamar mandi dan mempersiapkan diri, selayak mungkin agar terlihat menarik di mata Calvin.Lima belas menit berselang…Mobil Cadillac Escalade ESV ber
“Apa yang ingin kau laporkan?” tanya Calvin penasaran, matanya separuh terpejam sambil menahan nyeri di pelipis.Jill Maxim berbicara dengan nada berbisik, tubuhnya sedikit merunduk ke arah ponsel. “Aku tidak tahu ini ada hubungannya denganmu atau tidak, tetapi, kau tahu… Eldran King sekarang sedang bergerak ke utara. Dia membawa pasukan bawah tanahnya. Maksudku, dia membawa pasukan yang bukan militer resmi. Yang membuatku merasa aneh adalah, dia seharusnya masih ada pekerjaan penting di selatan.”Calvin Reed mengangguk pelan, jemarinya mengetuk ringan paha seolah sedang menghitung sesuatu. “Informasi yang bagus. Sekarang, aku ingin memberimu tugas kedua. Kau bersedia?”“Tentu saja! Sebutkan apa perintahmu dan aku akan melakukannya!” suara Jill terdengar bersemangat, seolah ia baru saja mendapat kehormatan besar.Bibir Calvin terangkat sedikit. Ia membenahi posisi duduknya dengan susah payah sembari memijit punyaknya yang nyeri. “Kirim orang kepercayaanmu, bawa mobil anti peluru. Data
Sebelum bencana menimpa Calvin Reed, sebenarnya Rhovan Romanov telah memberinya peringatan. Semasa kecil, untuk menyelamatkan nyawa Calvin Reed, Rhovan Romanov menggunakan teknik terlarang. Sebuah teknik yang mampu melipatgandakan kemampuan Calvin Reed dalam hal apapun yang ia pelajari. Namun, teknik itu tentu memiliki kelemahan yang fatal.Salah satu yang paling fatal adalah, tubuh Calvin Reed akan melemah layaknya orang sekarat setiap satu bulan sekali tepatnya di hari di mana bulan tak muncul. Fenomena tersebut sering dinamai dengan, New Moon. Waktu mendengar peringatan itu, Calvin hanya tertawa ringan. Baginya yang sudah sangat terbiasa menjadi ‘manusia super’, ia tak pernah percaya jika fisik kuatnya bisa melemah. “Mr. Reed, anda yakin anda baik-baik saja? Saya bisa membawa anda bertemu dengan Dokter Longman, mungkin dia bisa membantu anda,” ucap Brandon Lee dari kursi depan, ia melihat kulit wajah Calvin memucat. Namun ekspresi Calvin tetap tenang.Calvin menggeleng. “Tidak pe
Calvin duduk tenang di kursi samping ranjang Raymond. Kedua jarinya menempel pada pergelangan tangan pasien itu. Denyut nadi Raymond bahkan lebih lemah dari beberapa menit lalu, menandakan jika keadaan Raymond memang berada di ambang kematian.Segera, Calvin mengalirkan energi dari dalam tubuhnya, menembus titik-titik vital yang nyaris padam. Energi itu memicu reaksi regenerasi dengan kecepatan tinggi, membuat organ-organ vital Raymond mengalami pemulihan secara signifikan. Dan, begitulah Calvin Reed dijuluki dengan Dewa Obat oleh pasien-pasiennya. “Ehm…”Calvin mendadak berdeham, lebih tepatnya, dia terbatuk tetapi menyamarkannya. Ada nyeri hebat menghantam kepalanya. Setiap beberapa detik sekali, rasa sakit menyergap tubuh Calvin. Tulang belakangnya seolah ditusuk dari dalam, membuat keringat dingin turun di pelipisnya. Cukup deras hingga Brandon melihatnya dengan sangat jelas.“Mr. Reed, apakah anda baik-baik saja?” tanya Brandon Lee ragu-ragu.Pertanyaan itu hanya dijawab dengan
Pagi hari di Regal Ridge Villa.Calvin Reed telah berpakaian rapi dan bersiap pergi meninggalkan Dahlia yang masih tidur terlelap. Malam yang melelahkan memang harus dibayar dengan tidur yang lama, dan Dahlia sedang melakukannya. Karena tak mau menginterupsi istirahat Dahlia, ia melangkah keluar tanpa suara. Pintu kamar ditutup perlahan, membiarkan Dahlia terlelap bersama dengan kehancuran di dalam kamar.Calvin keluar dari villa lalu memesan taksi. Taksi itu meluncur melewati jalanan Maplewood yang baru saja ramai. Pagi tampak biasa bagi dunia luar, tapi untuk Calvin, hari ini akan mengubah segalanya. Hanya saja, ia belum menyadari perubahan itu.Beberapa puluh menit berselang, taksi yang ia naiki telah tiba di sebuah rumah sakit swasta di pusat kota. Bangunannya menjulang dengan kaca bening, menandakan kemewahan yang hanya bisa dinikmati segelintir orang. Calvin menatap sebentar papan nama rumah sakit itu, lalu melangkah masuk.Lorong rumah sakit sunyi, hanya sesekali perawat melin
Setelah mobil William menghilang dari area Villa, Calvin membalikkan badan, diikuti oleh Dahlia dan mereka melangkah memasuki villa. Regal Ridge Villa tenang malam itu. Pintu utama tertutup di belakang mereka, menciptakan suasana hening yang membuat Dahlia merasa canggung.Calvin melepas jasnya dan menaruhnya di sandaran sofa. Dahlia masih berdiri di dekat pintu, matanya menyapu seluruh ruangan, dari rak buku, sofa kulit, hingga jendela besar yang menghadap ke taman.“Kau bisa duduk,” kata Calvin. Suaranya tenang, nadanya tidak memaksa. “Kau butuh istirahat.”Dahlia berjalan ke sofa, menarik napas pelan sebelum duduk. Clutch kecilnya ia letakkan di samping, jemarinya masih terasa dingin.“Aku akan membuatkanmu minuman,” ucap Calvin sambil menuju dapur terbuka. “Teh saja. Kau tak terlihat cocok untuk kopi di jam seperti ini.”“Terima kasih,” jawab Dahlia singkat. Ia mengikuti pergerakan Calvin dengan pandangan, tapi tidak bertanya apa pun. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul di kepalanya
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Comments