공유

Part 101

last update 최신 업데이트: 2026-01-31 12:42:54

“Zel, kamu bercanda, kan? Nggak mungkin dia mantan suami kamu!” kata Nayaka mencoba menolak kenyataan itu.

“Kenapa nggak mungkin, Ka? Apa aku nggak pantas menjadi istri dia?” balas Zelena.

Nayaka menggelengkan kepala dengan cepat, telapak tangannya memijat pelipisnya yang mulai berdenyut. “Bukan itu maksudku, Zel! Jangan memutarbalikkan kata-kataku. Kamu lebih dari pantas untuk siapa pun. Tapi dulu waktu kamu resign sebelum menikah, kenapa nggak bilang siapa calon suami kamu? Kenapa aku nggak t
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (3)
goodnovel comment avatar
Ara
emang skandal Zelena apa gitu...Jeandra salah harusnya hancurkan dlu valerie dia duri dlm hubunganmu dan Zelena
goodnovel comment avatar
Julia Rossi R.
semakin seru ini zii
goodnovel comment avatar
Ms. Re
wah, ulet bulu mulai beraksi..
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 193

    Setelah telepon ditutup, Zelena segera menceritakan hasil percakapannya tadi pada Jeandra. Tak sampai dua menit setelahnya sebuah pesan gambar masuk ke handphonenya. Detik itu juga Zelena membukanya. Tampak di sana sebuah mobil hitam yang akan melaju menjauhi gerbang sekolah. Meski fotonya sedikit miring karena diambil secara tersembunyi, plat nomornya terlihat sangat jelas. ​Zelena menyodorkan ponselnya ke depan wajah Jeandra dengan tangan yang gemetar karena amarah. "Je, ini mobilnya. Ayo cari sekarang!” suruh Zelena. Ia tidak sabar ingin mengata-ngatai Valerie. Setelah sikap elegan yang digunakannya selama ini, izinkan Zelena satu kali saja melampiaskan sakit hatinya.​Jeandra ikut mengamati foto mobil tersebut dengan saksama kemudian memberikan perintah pada Beryl yang multifungsi dan selalu bisa diandalkan.​"Ryl! Lacak plat nomor ini sekarang. Hubungi perusahaan transportasi online. Saya mau tahu posisi mobil ini detik ini juga. Jangan sampai dia sempat ganti kendaraan lagi.”

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 192

    Wajah Zelena seketika pias sepucat kertas. Dunianya seolah runtuh dalam satu kalimat pendek dari Kavita. Ia tidak lagi mendengar suara adiknya yang terus-menerus meminta maaf di seberang telepon. Yang ada di pikirannya hanyalah bayangan putri kecilnya yang ceria harus berjuang melawan rasa sakit sementara ia sedang bersenang-senang di Bali.​"Je,” suara Zelena tercekat di tenggorokan, air matanya luruh seketika. "Aira, Je... Aira keracunan. Dia masuk rumah sakit semalam."​Jeandra langsung menyambar benda pipih itu. Matanya memancarkan kilat amarah yang belum pernah Zelena lihat sebelumnya.​"Nayaka! Kasih teleponnya ke Nayaka!" perintah Jeandra dengan suara rendah yang menggetarkan.​Di Jakarta, Kavita yang gemetar langsung menyerahkan ponsel itu kepada Nayaka. Nayaka menghela napas berat sebelum menempelkan ponsel ke telinganya.​"Ya, Je," sapa Nayaka tenang, meski ia tahu badai akan segera datang.​"Brengsek kamu, Ka! Kenapa kamu sembunyiin ini dari aku?!" bentak Jeandra. "Dia anak

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 191

    Zelena tentu terkejut mendengar ucapan Jeandra. Dari isi perkataan suaminya seolah-olah dia sangat mengenal perempuan itu cukup lama.“Jadi kamu kenal dia? Kenapa kamu hafal jam tangannya? Memangnya kamu lihat di mana? Siapa orang itu, Je?” rentet Zelena bertubi-tubi.“Dia Valerie, Zel," jawab Jeandra setelah helaan napas berat.​Zelena tersentak kaget. “Valerie? Sahabat kamu sekaligus pacar yang nggak pernah mau kamu akui?”“Aku nggak pernah pacaran sama dia,” bantah Jeandra. “Kami memang dekat tapi nggak ada hubungan lebih dari itu.”Perasaan sakit kembali merayapi hati Zelena ketika ingat dulu Jeandra lebih mengutamakan dan meratukan Valerie. Padahaljelas-jelas Zelena istrinya. Tapi ia tidak memberi izin pada rasa itu untuk merusak kebahagiaannya. Semua sudah lewat. Zelena sudah berdamai dengan masa lalu.“Kalau aku jujur, kamu jangan marah ya, Sayang,” imbuh Jeandra tidak enak hati lantaran tidak ingin melukai Zelena lagi.“Ya, aku nggak akan marah. Bilang aja, Je.”“Soal jam tang

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 190

    Setelah mendapatkan penanganan, kondisi Aira stabil dengan cepat. Karena tidak ada demam tinggi atau tanda infeksi sistemik yang membahayakan, dokter mengizinkan Aira pulang dengan syarat obat-obatan harus diminum di rumah dan apabila terjadi kondisi darurat harus segera dibawa secepatnya ke rumah sakit.​Jadi, mereka pulang ke rumah malam itu juga.Mobil Nayaka berhenti di rumah tepat sebelum subuh. Aira sudah tertidur lelap di pangkuan Kavita. Wajahnya masih sangat pucat namun napasnya sudah teratur.​Nayaka menggendong Aira dan melangkah masuk ke dalam rumah, diikuti oleh Kavita yang berjalan gontai karena kelelahan luar biasa. Begitu sampai di kamar, Nayaka meletakkan Aira dengan sangat hati-hati di atas tempat tidur, menyelimutinya hingga sebatas dada.​Kavita memandangi Nayaka dari belakang. Ada rasa kagum yang menyeruak di hatinya melihat bagaimana pria itu begitu lembut memperlakukan keponakannya.​"Om," panggil Kavita.​Nayaka menoleh, memberikan isyarat agar mereka bicara di

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 189

    Jeandra tidak segera menjawab. Ia mengambil ponsel Zelena, meletakkannya di meja, lalu merengkuh bahu istrinya.​"Zel, tenang dulu. Kalau itu orang suruhan Mama, dia nggak akan seceroboh itu menyerang ke sekolah Aira.”​"Terus siapa, Je? Aku takut. Untuk apa coba orang itu ngasih kue sampai boneka?" Zelena meremas ujung kemeja Jeandra. "Gimana kalau dia orang jahat? Gimana kalau itu modus penculikan?"​Jeandra menggeleng menidakkan dugaan Zelena. Ia langsung mengambil ponselnya sendiri dan men-dial sebuah nomor. "Beryl," sapa Jeandra begitu telepon diangkat. "Besok pagi sebelum ke kantor kamu jemput Aira, pastikan dia masuk ke sekolah dengan aman. Sebelum jam pulang sekolah, kamu harus stand by di sana setengah jam sebelumnya. Kamu perhatikan apa ada perempuan berhijab dengan kacamata hitam yang menemui Aira. Cari tahu dia datang pakai kendaraan apa, plat nomornya berapa. Saya mau data lengkapnya."​Di seberang sana, Beryl terdengar sigap mengiyakan. Jeandra menutup telepon, lalu kem

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 188

    Setelah panggilan video berakhir, Jeandra menarik tangannya yang tadi sempat berbuat nakal, namun ia tidak membiarkan Zelena menjauh. Ia membalikkan tubuh istrinya hingga mereka berdiri berhadapan.​"Je, kamu tuh benar-benar ya. Nayaka pasti canggung banget tadi," ujar Zelena dengan napas yang masih sedikit memburu karena tawa dan godaan Jeandra.​Jeandra hanya tersenyum tipis, sorot matanya yang dalam menatap Zelena dengan penuh kepemilikan. "Aku cuma mau dia tahu, dan dunia tahu, kalau istriku ini lagi bahagia. Dan aku yang akan memastikan kebahagiaan itu nggak akan pernah hilang." ​Ia kemudian menangkup wajah Zelena dengan kedua tangannya. "Kamu dengar, kan, tadi? Nayaka janji mau bantu urus Aira. Jadi, nggak ada alasan lagi buat kamu ngerasa khawatir. Sekarang, fokusnya cuma satu, yaitu kita."​Zelena mengangguk. Sebelum ia sempat berkata lagi, Jeandra sudah menariknya ke tempat tidur.***Malam harinya, resort tersebut menyiapkan private dinner untuk mereka di sebuah dek kayu ya

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status