Share

Part 199

last update publish date: 2026-03-09 14:04:23

Setelah beberapa menit yang emosional itu berlalu, Profesor Muller berdeham pelan, memberikan isyarat bahwa ada hal penting yang harus segera didiskusikan.

Jeandra membantu Zelena duduk bersandar di bed pemeriksaan, memastikan istrinya merasa nyaman sebelum mereka kembali fokus pada sang profesor.

​Wajah Profesor Muller kini kembali serius.

​"Mrs. Gautama, Mr. Gautama, saya harus jujur. Saya tidak ingin merusak kebahagiaan Anda berdua. Tapi saya perlu menekankan bahwa kehamilan ini masuk ke da
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Siti Hayatul Amalia
paksu selalu siaga 1. Jadi, Zelena kamu nurut aja ya biar paksu tenang
goodnovel comment avatar
Cute
ada aja cobaan nya sabar ya zel je, semoga lancar ga aa gangguan dr pihak luar
goodnovel comment avatar
Nyonya Juna
kak msh kurang panjang kakkkk....
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 229

    Zelena melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Sudah lebih dari tiga puluh menit dirinya dan Jeandra menunggu kedatangan Nayaka, tapi lelaki itu masih belum muncul juga. "Katanya on the way," Jeandra menggumam pelan. “Tahu begini mending suruh Pak Anton yang jemput,” sambungnya menyebut nama supirnya. Zelena memandang Jeandra yang duduk dengan tangan terlipat di dada. Suaminya itu tidak banyak bicara sejak tadi, tapi Zelena hafal betul cara rahang Jeandra mengatup seperti itu berarti kesabarannya sudah semakin tipis. "Sabar, Je,” Zelena mengusap lengan suaminya. Saat ini mereka sedang menanti di executive lounge. "Kamu nggak apa-apa? Capek?" Jeandra melirik perut Zelena, tatapannya menyimpan kekhawatiran yang tidak pernah benar-benar bisa ia sembunyikan. Ia tidak ingin istrinya merasa tidak nyaman sekecil apa pun itu, termasuk karena kelamaan menunggu. "Aman, Je, aku baik-baik aja." Zelena tersenyum tipis. Penerbangan first class Berlin-Jakarta memang panjang, tap

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 228

    Rentetan suara klakson dari kendaraan di belakang mereka karena lampu hijau sudah menyala membuat keduanya terperanjat.Nayaka memutus ciuman dengan cepat. Ia menarik diri. Napasnya tidak teratur. Bibirnya masih terasa hangat dari bekas sentuhan Kavita, dan itu adalah masalah yang tidak boleh ia pikirkan lebih dari tiga detik.Ia menginjak gas.Kavita terdiam. Tangannya gemetar saat meraih sabuk pengaman dan mengenakannya kembali. Ia tidak berani melirik ke arah Nayaka. Tidak berani berbicara. Alkohol yang tadi terasa mengambang di kepalanya kini seperti diusir paksa oleh sesuatu yang jauh lebih memabukkan sekaligus membekukan, yaitu rasa malu yang menghantam dirinya.Kavita mengalihkan wajah ke jendela, menatap deretan lampu yang melesat, mencoba menjadikan cahaya-cahaya itu sebagai sesuatu yang bisa ia fokuskan agar tidak tenggelam dalam rasa malunya.Hanya saja Kavita tidak habis pikir. Kenapa Nayaka membalas ciumannya?Di balik kemudi, Nayaka tidak membiarkan dirinya berpikir. Itu

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 227

    ​Nayaka melirik jam digital di dasbor.23.45.​Hanya ada waktu sekitar dua jam sebelum pesawat yang membawa Jeandra dan Zelena menyentuh landasan bandara.Nayaka menghitung cepat dalam kepala. Tiga puluh menit lagi untuk sampai ke kelab, tiga puluh menit untuk mencari dan menyeret Kavita keluar, lalu satu jam untuk memacu mobil ke bandara. Waktunya sangat mepet, nyaris mustahil jika ia harus mengantar Kavita pulang ke rumah terlebih dahulu.​Sesampainya di depan kelab malam yang penuh dengan lampu neon mencolok, Nayaka langsung turun. Nayaka mengabaikan sapaan ramah di lobi depan. Ia melewati detektor logam dengan langkah lebar, bahkan tidak sabar saat penjaga memintanya berhenti sejenak untuk diperiksa.Begitu pintu kedap suara kedua terbuka, dentuman musik, bau asap rokok, uap vape, dan alkohol yang tajam menyeruak. Cahaya lampu strobe yang berkedip cepat membuat laki-laki itu merasa sedikit pening, namun matanya dengan tajam menyapu setiap sudut ruangan.​Di sebuah sofa VIP yang t

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 226

    [Ka, aku dan Jeandra pulang ke Indonesia hari ini. Kalau semuanya lancar, kemungkinan tiba di sana jam 2 malam. Nggak usah kasih tahu Aira ya, Ka, Biar dia nggak nunggu.] Pesan itu dikirimkan Zelena pada Nayaka sebelum keberangkatan. Seluruh keluarga besar Jeandra melepas keberangkatan mereka dengan sedikit berat hati karena keduanya hanya sebentar di sana. Tapi setelah Jeandra mengatakan kemungkinan besar akan kembali lagi, senyum di wajah Oma Helga dan para tante baru benar-benar muncul kembali. ​Penerbangan panjang pun dimulai. Setelah melewati proses check in yang kilat, mereka kini sudah berada di dalam first class suite. ​Kabin tersebut hanya berisi 8 kursi, namun saat itu hanya terisi 4 orang, termasuk Zelena dan Jeandra. Setiap suite memiliki pintu geser setinggi 1,5 meter yang memberikan privasi mutlak seolah mereka berada di kamar hotel pribadi di atas awan. Kursi kulit yang sangat lebar itu bisa direbahkan 180 derajat menjadi tempat tidur full flat yang empuk. ​Zelena

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 225

    Tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata betapa bahagianya perasaan kedua pasangan itu.Pikiran Zelena sudah melayang terbang ke Indonesia. Ia membayangkan kembali menjalani hari-hari sebagai arsitek. Ia rindu ingin kembali menggenggam stylus pen dan membiarkan jemarinya menari di atas layar tablet, merancang garis-garis presisi yang kelak akan menjadi hunian impian seseorang. Ia rindu aroma kopi yang bercampur dengan bau kertas cetakan blueprint yang baru saja keluar dari mesin plotter.Tapi Jeandra memiliki pikiran yang berbeda dengan Zelena. Ia tidak ingin langsung pulang.​"Prof," panggil Jeandra, suaranya kini terdengar lebih serius. "Ini berita yang luar biasa. Tapi, bolehkah saya bertanya satu hal lagi? Mengingat kondisi istri saya sebelumnya, apakah aman kalau saya membawa istri saya jalan-jalan keliling Jerman dulu? Mungkin perjalanan darat yang santai untuk menikmati musim panas?"​Zelena menatap Jeandra dengan binar di matanya. Ia setuju. Ia sudah berbulan-bulan hanya melihat

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 224

    Minggu demi minggu telah terlewati dengan begitu cepat. Tanpa terasa sudah dua setengah bulan Zelena dan Jeandra berada di Jerman.Jika saat kedatangannya di usia kandungan enam minggu udara masih terasa segar dengan kuncup bunga yang mulai bermekaran di musim semi, kini alam telah berganti rupa. Munchen sedang berada di puncak musim panas.​Matahari bersinar terik di atas langit Bavaria, namun angin sepoi-sepoi yang sesekali berembus tetap membawa sisa kesejukan pegunungan Alpen. Suhu udara berkisar di angka 25°C, membuat taman-taman di sepanjang jalan menuju Ludwig Maximilians University dipenuhi warna hijau yang pekat dan bunga-bunga yang mekar sempurna.​Di dalam kamar hotel mereka, Zelena berdiri di depan cermin besar, merapikan dress musim panas yang longgar. Perutnya kini tidak lagi rata. Ada tonjolan yang semakin kentara.​"Je, kamu sudah siap?” panggil Zelena sambil menyapukan pelembap bibir.​Jeandra muncul dari balik pintu kamar mandi. Pria yang semakin gagah dari hari ke h

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 70

    Jeandra terus naik tanpa hambatan menuju apartemen Zelena karena perempuan itu sudah memberinya akses. Jadi ia bisa datang kapan pun sesuai yang diinginkannya. Itu pun dengan menggunakan Aira sebagai senjata. Zelena sudah bersiap-siap untuk ke kantor ketika bel berbunyi yang menggema ke seluruh su

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 72

    "Jadi sekarang Zelena udah nggak B aja?" kata Abi meledek Jeandra. Meeting sudah selesai sejak beberapa menit yang lalu, Zelena dan Nayaka baru saja keluar dari ruangan.Jeandra membuka kotak rokoknya, menyelipkannya sebatang di bibir, lalu melirik sekilas ke pintu yang baru tertutup.“B aja apanya

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 67

    Zelena menutup laptop. Ia baru saja membalas email dari klien. Tubuhnya terasa pegal. Bahu dan lehernya kaku karena terlalu lama duduk dan menatap layar. Setelah ini ia bermaksud untuk langsung tidur. Apalagi di luar sana hujan yang turun rintik-rintik mengirim udara dingin sangat mendukung untuk m

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 64

    Ekspresi Nayaka seketika berubah setelah melihat wajah Jeandra muncul di layar, apalagi mendengar kata-katanya barusan. "Maaf, Pak Jeandra. Saya masih menghargai Anda. Sekarang tolong berikan handphone pacar saya." Nayaka berujar kesal.Ucapan Nayaka membuat telinga Jeandra panas karena lelaki itu

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status