Share

Part 39

Penulis: Zizara Geoveldy
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-01 13:37:13

Jeandra menyentuh pipinya yang terasa panas dan perih akibat tamparan Zelena. Agaknya mantan istrinya itu mengerahkan seluruh tenaganya untuk menampar Jeandra.

"Zel ...," erangnya kesakitan. "Aku nggak bermaksud kurang ajar. Tadi aku hanya melakukan pertolongan pertama," ujarnya menjelaskan.

"Pertolongan pertama dengan mencium bibirku?"

"Memang begitu caranya. Itu pertolongan darurat pada orang tenggelam."

"Zel, jangan marah. Semua yang dikatakan Pak Jeandra benar. Beliau sama sekali nggak berm
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 192

    Wajah Zelena seketika pias sepucat kertas. Dunianya seolah runtuh dalam satu kalimat pendek dari Kavita. Ia tidak lagi mendengar suara adiknya yang terus-menerus meminta maaf di seberang telepon. Yang ada di pikirannya hanyalah bayangan putri kecilnya yang ceria harus berjuang melawan rasa sakit sementara ia sedang bersenang-senang di Bali.​"Je,” suara Zelena tercekat di tenggorokan, air matanya luruh seketika. "Aira, Je... Aira keracunan. Dia masuk rumah sakit semalam."​Jeandra langsung menyambar benda pipih itu. Matanya memancarkan kilat amarah yang belum pernah Zelena lihat sebelumnya.​"Nayaka! Kasih teleponnya ke Nayaka!" perintah Jeandra dengan suara rendah yang menggetarkan.​Di Jakarta, Kavita yang gemetar langsung menyerahkan ponsel itu kepada Nayaka. Nayaka menghela napas berat sebelum menempelkan ponsel ke telinganya.​"Ya, Je," sapa Nayaka tenang, meski ia tahu badai akan segera datang.​"Brengsek kamu, Ka! Kenapa kamu sembunyiin ini dari aku?!" bentak Jeandra. "Dia anak

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 191

    Zelena tentu terkejut mendengar ucapan Jeandra. Dari isi perkataan suaminya seolah-olah dia sangat mengenal perempuan itu cukup lama.“Jadi kamu kenal dia? Kenapa kamu hafal jam tangannya? Memangnya kamu lihat di mana? Siapa orang itu, Je?” rentet Zelena bertubi-tubi.“Dia Valerie, Zel," jawab Jeandra setelah helaan napas berat.​Zelena tersentak kaget. “Valerie? Sahabat kamu sekaligus pacar yang nggak pernah mau kamu akui?”“Aku nggak pernah pacaran sama dia,” bantah Jeandra. “Kami memang dekat tapi nggak ada hubungan lebih dari itu.”Perasaan sakit kembali merayapi hati Zelena ketika ingat dulu Jeandra lebih mengutamakan dan meratukan Valerie. Padahaljelas-jelas Zelena istrinya. Tapi ia tidak memberi izin pada rasa itu untuk merusak kebahagiaannya. Semua sudah lewat. Zelena sudah berdamai dengan masa lalu.“Kalau aku jujur, kamu jangan marah ya, Sayang,” imbuh Jeandra tidak enak hati lantaran tidak ingin melukai Zelena lagi.“Ya, aku nggak akan marah. Bilang aja, Je.”“Soal jam tang

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 190

    Setelah mendapatkan penanganan, kondisi Aira stabil dengan cepat. Karena tidak ada demam tinggi atau tanda infeksi sistemik yang membahayakan, dokter mengizinkan Aira pulang dengan syarat obat-obatan harus diminum di rumah dan apabila terjadi kondisi darurat harus segera dibawa secepatnya ke rumah sakit.​Jadi, mereka pulang ke rumah malam itu juga.Mobil Nayaka berhenti di rumah tepat sebelum subuh. Aira sudah tertidur lelap di pangkuan Kavita. Wajahnya masih sangat pucat namun napasnya sudah teratur.​Nayaka menggendong Aira dan melangkah masuk ke dalam rumah, diikuti oleh Kavita yang berjalan gontai karena kelelahan luar biasa. Begitu sampai di kamar, Nayaka meletakkan Aira dengan sangat hati-hati di atas tempat tidur, menyelimutinya hingga sebatas dada.​Kavita memandangi Nayaka dari belakang. Ada rasa kagum yang menyeruak di hatinya melihat bagaimana pria itu begitu lembut memperlakukan keponakannya.​"Om," panggil Kavita.​Nayaka menoleh, memberikan isyarat agar mereka bicara di

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 189

    Jeandra tidak segera menjawab. Ia mengambil ponsel Zelena, meletakkannya di meja, lalu merengkuh bahu istrinya.​"Zel, tenang dulu. Kalau itu orang suruhan Mama, dia nggak akan seceroboh itu menyerang ke sekolah Aira.”​"Terus siapa, Je? Aku takut. Untuk apa coba orang itu ngasih kue sampai boneka?" Zelena meremas ujung kemeja Jeandra. "Gimana kalau dia orang jahat? Gimana kalau itu modus penculikan?"​Jeandra menggeleng menidakkan dugaan Zelena. Ia langsung mengambil ponselnya sendiri dan men-dial sebuah nomor. "Beryl," sapa Jeandra begitu telepon diangkat. "Besok pagi sebelum ke kantor kamu jemput Aira, pastikan dia masuk ke sekolah dengan aman. Sebelum jam pulang sekolah, kamu harus stand by di sana setengah jam sebelumnya. Kamu perhatikan apa ada perempuan berhijab dengan kacamata hitam yang menemui Aira. Cari tahu dia datang pakai kendaraan apa, plat nomornya berapa. Saya mau data lengkapnya."​Di seberang sana, Beryl terdengar sigap mengiyakan. Jeandra menutup telepon, lalu kem

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 188

    Setelah panggilan video berakhir, Jeandra menarik tangannya yang tadi sempat berbuat nakal, namun ia tidak membiarkan Zelena menjauh. Ia membalikkan tubuh istrinya hingga mereka berdiri berhadapan.​"Je, kamu tuh benar-benar ya. Nayaka pasti canggung banget tadi," ujar Zelena dengan napas yang masih sedikit memburu karena tawa dan godaan Jeandra.​Jeandra hanya tersenyum tipis, sorot matanya yang dalam menatap Zelena dengan penuh kepemilikan. "Aku cuma mau dia tahu, dan dunia tahu, kalau istriku ini lagi bahagia. Dan aku yang akan memastikan kebahagiaan itu nggak akan pernah hilang." ​Ia kemudian menangkup wajah Zelena dengan kedua tangannya. "Kamu dengar, kan, tadi? Nayaka janji mau bantu urus Aira. Jadi, nggak ada alasan lagi buat kamu ngerasa khawatir. Sekarang, fokusnya cuma satu, yaitu kita."​Zelena mengangguk. Sebelum ia sempat berkata lagi, Jeandra sudah menariknya ke tempat tidur.***Malam harinya, resort tersebut menyiapkan private dinner untuk mereka di sebuah dek kayu ya

  • Dikejar Cinta Mantan Suami   Part 187

    Begitu roda pesawat menyentuh landasan Bandara Ngurah Rai, udara khas Bali langsung menyapa. Jeandra menggandeng tangan Zelena dengan erat saat mereka berjalan menuju area penjemputan. Di sana, seorang staf dari resort mewah di Uluwatu sudah menunggu dengan papan nama dan senyum ramah.​Perjalanan menuju selatan Bali terasa sangat menenangkan. Begitu memasuki area Uluwatu, pemandangan tebing kapur dan hamparan Samudera Hindia mulai terlihat. Mobil akhirnya berhenti di depan lobi resort, sebuah mahakarya arsitektur yang bertengger di bibir tebing. Aromaterapi yang memenuhi area lobi seketika menyerbu indra penciuman mereka.​​Staf resort mengantar mereka menuju private villa dengan infinity pool yang airnya seolah menyatu dengan cakrawala biru. Zelena melangkah ke balkon, membiarkan angin laut memainkan rambutnya. ​Jeandra datang dari belakang, melingkarkan lengannya di pinggang Zelena.​Zelena memutar tubuhnya, menatap mata Jeandra yang teduh. "Aku suka view-nya, Je, cantik banget.”

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status